7 Cara Menanam Kelengkeng di Drum Besar agar Cepat Panen dan Berbuah Lebat

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam kelengkeng tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan teknik yang tepat, tanaman kelengkeng tetap dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah meskipun ditanam dalam wadah seperti drum besar. Metode ini menjadi solusi menarik bagi pemilik rumah dengan pekarangan terbatas yang ingin memiliki pohon buah sendiri tanpa harus membuat kebun yang luas.

Namun, agar kelengkeng yang ditanam dalam drum dapat cepat panen dan berbuah lebat, diperlukan perhatian khusus mulai dari pemilihan bibit, ukuran wadah, media tanam, hingga perawatan rutin. Berbeda dengan tanaman yang tumbuh langsung di tanah, kelengkeng dalam drum memiliki ruang akar yang lebih terbatas sehingga kebutuhan nutrisi, air, dan pemangkasan harus dikelola dengan baik.

Dengan perawatan yang konsisten, pohon kelengkeng dalam drum besar dapat tumbuh sehat dan tetap produktif. Pemilihan teknik tanam yang benar juga membantu tanaman lebih cepat beradaptasi, menghasilkan bunga, hingga menghasilkan buah yang berkualitas. Lantas bagaimana saja cara menanam kelengkeng di drum besar agar cepat panen dan berbuah lebat dengan perawatan yang tepat? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (23/6/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Memilih Bibit Kelengkeng Unggul yang Cepat Berbuah

Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan menanam kelengkeng di dalam drum besar. Bibit yang berkualitas akan memiliki pertumbuhan lebih cepat, daya tahan lebih baik terhadap perubahan lingkungan, serta peluang berbuah lebih tinggi dibandingkan bibit yang berasal dari biji. Untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat, sebaiknya memilih bibit kelengkeng hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi karena tanaman sudah memiliki sifat unggul dari induknya.

Bibit yang baik biasanya memiliki ciri-ciri seperti batang yang sehat, tidak terdapat luka atau penyakit, daun berwarna hijau segar, serta memiliki sistem perakaran yang kuat. Hindari memilih bibit yang terlihat layu, pertumbuhannya kerdil, atau memiliki banyak daun menguning karena kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan tanaman. Bibit yang sehat akan lebih mudah beradaptasi ketika dipindahkan ke media drum.

Selain kualitas bibit, jenis kelengkeng juga perlu diperhatikan. Beberapa varietas kelengkeng memiliki karakter yang lebih cocok untuk ditanam dalam pot atau drum karena ukurannya lebih mudah dikendalikan. Pemilihan varietas yang tepat dapat membantu tanaman tetap produktif meskipun ruang tumbuhnya terbatas, sehingga peluang untuk mendapatkan buah lebih cepat menjadi lebih besar.

2. Memilih Drum Besar yang Sesuai dan Menyiapkan Drainase

Ukuran wadah menjadi faktor penting karena kelengkeng termasuk tanaman yang memiliki sistem akar cukup berkembang. Penggunaan drum besar memberikan ruang yang lebih luas bagi akar untuk tumbuh dan mencari nutrisi. Drum bekas dapat dimanfaatkan selama kondisinya masih kuat, bersih, dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Sebelum digunakan, bagian bawah drum perlu diberi beberapa lubang drainase. Lubang ini berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan air setelah penyiraman sehingga media tanam tidak terlalu basah. Kondisi tanah yang terlalu lembap dapat menyebabkan akar membusuk dan menghambat penyerapan nutrisi. Sebaiknya bagian dasar drum juga diberi lapisan kerikil, pecahan genteng, atau bahan porous lainnya agar aliran air lebih lancar.

Selain drainase, penempatan drum juga perlu diperhatikan. Letakkan drum di area yang mendapatkan sinar matahari cukup, minimal beberapa jam setiap hari. Kelengkeng membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung proses fotosintesis dan pembentukan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan serta produksi buah. Lokasi yang terlalu teduh dapat membuat tanaman tumbuh lambat dan sulit menghasilkan bunga.

3. Menggunakan Media Tanam yang Subur dan Memiliki Sirkulasi Udara Baik

Media tanam menjadi sumber utama nutrisi bagi kelengkeng yang ditanam dalam drum. Karena ruang akar terbatas, kualitas media tanam harus dibuat sebaik mungkin agar tanaman tetap mendapatkan unsur hara yang cukup. Campuran tanah, kompos, dan bahan organik dapat menjadi pilihan untuk menciptakan media yang kaya nutrisi sekaligus memiliki struktur yang gembur.

Komposisi media tanam yang baik biasanya terdiri dari tanah subur, pupuk kandang matang, dan bahan yang membantu meningkatkan porositas seperti sekam bakar atau cocopeat. Tanah yang terlalu padat sebaiknya dihindari karena dapat menghambat pertumbuhan akar dan membuat air sulit mengalir. Media yang gembur akan membantu akar berkembang lebih optimal dan mempermudah tanaman menyerap nutrisi.

Selain unsur hara, tingkat keasaman tanah juga perlu diperhatikan. Kelengkeng umumnya tumbuh baik pada media dengan kondisi yang tidak terlalu asam maupun terlalu basa. Penggunaan bahan organik secara rutin dapat membantu menjaga kualitas media tanam agar tetap sehat. Dengan media yang tepat, tanaman akan memiliki pertumbuhan lebih kuat dan lebih siap memasuki fase pembungaan.

4. Melakukan Penyiraman Secara Teratur tetapi Tidak Berlebihan

Penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan kelengkeng di drum karena jumlah media tanam yang terbatas membuat kondisi air lebih cepat berubah. Tanaman membutuhkan air untuk membantu proses penyerapan nutrisi dan menjaga metabolisme, tetapi kelebihan air justru dapat menyebabkan masalah pada akar.

Pada tahap awal setelah penanaman, penyiraman perlu dilakukan secara rutin agar bibit tidak mengalami stres akibat perpindahan tempat. Namun, frekuensinya harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media. Saat musim hujan, penyiraman dapat dikurangi karena tanaman sudah mendapatkan pasokan air alami.

Perhatikan kondisi permukaan tanah sebelum menyiram. Jika bagian atas media mulai mengering, tanaman dapat diberikan air secukupnya hingga lembap. Hindari menyiram sampai air menggenang di dalam drum karena kondisi tersebut dapat mengurangi oksigen di sekitar akar. Penyiraman yang seimbang akan membantu tanaman tumbuh sehat dan mengurangi risiko penyakit akar.

5. Memberikan Pupuk Secara Rutin untuk Merangsang Pertumbuhan dan Buah

Tanaman kelengkeng yang ditanam dalam drum membutuhkan tambahan nutrisi karena jumlah tanah yang tersedia lebih terbatas dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di lahan. Pemberian pupuk secara rutin membantu memenuhi kebutuhan unsur hara agar tanaman dapat tumbuh kuat, membentuk daun sehat, dan menghasilkan bunga serta buah.

Pada fase pertumbuhan awal, pupuk yang kaya unsur nitrogen dapat membantu perkembangan daun dan batang. Setelah tanaman mulai dewasa, kebutuhan nutrisi dapat diarahkan pada unsur fosfor dan kalium yang berperan dalam pembentukan bunga serta perkembangan buah. Penggunaan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang juga membantu menjaga kesehatan media tanam.

Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan sesuai dosis dan kondisi tanaman. Terlalu banyak pupuk justru dapat menyebabkan akar terganggu atau pertumbuhan tanaman tidak seimbang. Perawatan yang konsisten dengan pemberian nutrisi yang tepat akan meningkatkan peluang kelengkeng dalam drum untuk cepat memasuki masa produktif.

6. Melakukan Pemangkasan untuk Mengatur Bentuk dan Merangsang Buah

Pemangkasan merupakan teknik penting agar pohon kelengkeng yang ditanam dalam drum tetap memiliki bentuk yang rapi dan pertumbuhan yang terkendali. Karena ruang tumbuh terbatas, cabang yang terlalu banyak dapat membuat tanaman menghabiskan energi untuk pertumbuhan daun dan ranting saja, bukan untuk pembentukan buah.

Pemangkasan dapat dilakukan dengan membuang cabang yang kering, sakit, atau tumbuh tidak beraturan. Selain menjaga tampilan tanaman, langkah ini juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di antara cabang sehingga risiko serangan hama dan penyakit dapat dikurangi. Daun yang terlalu rimbun juga dapat menghalangi cahaya masuk ke bagian dalam tanaman.

Dengan pemangkasan yang tepat, energi tanaman dapat lebih fokus pada pembentukan tunas produktif. Cabang yang sehat dan kuat akan memiliki peluang lebih besar menghasilkan bunga. Teknik ini menjadi salah satu cara agar tanaman kelengkeng tetap produktif meskipun ditanam dalam wadah seperti drum besar.

7. Melakukan Perawatan Rutin dan Mengendalikan Hama Penyakit

Perawatan rutin menjadi kunci agar pohon kelengkeng dalam drum dapat tumbuh sehat dan cepat menghasilkan buah. Pemeriksaan tanaman secara berkala perlu dilakukan untuk melihat kondisi daun, batang, dan media tanam. Jika ditemukan tanda-tanda masalah seperti daun menguning, bercak, atau adanya serangga, penanganan sebaiknya dilakukan sejak awal.

Hama seperti kutu daun, ulat, atau serangga tertentu dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan merusak bagian daun dan tunas muda. Selain itu, kondisi media yang terlalu lembap dapat memicu munculnya penyakit pada akar. Menjaga kebersihan area sekitar tanaman serta memastikan drainase berjalan baik menjadi langkah pencegahan yang penting.

Selain pengendalian hama, lakukan juga perawatan tambahan seperti menggemburkan media tanam dan mengganti sebagian tanah jika kualitasnya mulai menurun. Dengan kombinasi pemilihan bibit yang tepat, media tanam berkualitas, pemberian nutrisi, serta perawatan rutin, tanaman kelengkeng di drum besar memiliki peluang lebih tinggi untuk tumbuh subur, cepat panen, dan menghasilkan buah yang lebat.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kelengkeng di Drum Besar agar Cepat Panen dan Berbuah Lebat 

1. Apakah pohon kelengkeng bisa ditanam di drum besar? Ya, kelengkeng dapat ditanam di drum besar asalkan menggunakan bibit unggul, media tanam yang tepat, dan perawatan rutin.

2. Berapa ukuran drum yang cocok untuk menanam kelengkeng? Gunakan drum berukuran besar agar akar memiliki ruang tumbuh yang cukup dan tanaman dapat berkembang lebih optimal.

3. Apakah kelengkeng dalam drum bisa cepat berbuah? Bisa. Dengan memilih bibit cangkok atau okulasi serta memberikan perawatan yang tepat, kelengkeng dalam drum dapat lebih cepat memasuki masa berbuah.

4. Media tanam apa yang cocok untuk kelengkeng dalam drum? Campuran tanah subur, kompos, pupuk kandang matang, dan bahan seperti sekam bakar dapat membantu menciptakan media tanam yang gembur dan kaya nutrisi.

5. Berapa kali kelengkeng dalam drum perlu disiram? Penyiraman dilakukan sesuai kondisi media tanam. Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang agar akar tidak membusuk.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |