Apakah Melompat Bisa Menambah Tinggi Badan? Ini Fakta dan Penjelasannya

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Klaim seputar cara meninggikan tubuh selalu menarik perhatian, termasuk pertanyaan apakah melompat bisa menambah tinggi badan. Gerakan sederhana ini kerap dianggap ampuh merangsang pertumbuhan, terutama di kalangan anak dan remaja.

Jawaban singkatnya, melompat berpotensi membantu pertumbuhan pada anak dan remaja yang lempeng pertumbuhannya masih terbuka. Namun pada orang dewasa, apakah melompat bisa menambah tinggi badan, jawabannya tidak karena pertumbuhan tulang sudah berhenti.

Dilansir dari Healthline, para ilmuwan memperkirakan perbedaan tinggi badan antarindividu sekitar 60 hingga 80 persen ditentukan faktor genetik, sedangkan 20 hingga 40 persen sisanya dipengaruhi faktor lingkungan seperti nutrisi. Artinya, melompat hanyalah faktor pendukung, bukan penentu utama tinggi tubuh seseorang.

Apakah Melompat Bisa Menambah Tinggi Badan? Ini Penjelasannya

Melompat termasuk aktivitas berdampak tinggi (high impact) yang memberi tekanan pada sistem rangka dan otot. Saat melompat, tubuh menerima gaya reaksi dari tanah, dan sesaat ketika mendarat kerangka menahan beban beberapa kali lipat berat tubuh. Tekanan mekanis ini bukan hal yang merugikan, melainkan mengikuti prinsip Wolff yang menyatakan tulang beradaptasi dan membentuk ulang dirinya sesuai beban yang diterimanya.

Pada anak dan remaja yang lempeng pertumbuhannya masih aktif, lompatan yang rutin memberi sinyal kepada lempeng untuk memproduksi lebih banyak sel tulang rawan yang kemudian mengeras menjadi tulang. Sejumlah penelitian bahkan menemukan kaitan antara aktivitas fisik intensif dengan laju pertambahan tinggi pada anak usia 9 hingga 15 tahun, serta melaporkan intervensi lompat selama 24 minggu pada anak bertubuh pendek yang memengaruhi jalur hormon GH-IGF-1 pendorong pertumbuhan.

Ceritanya berbeda bagi orang dewasa. Begitu lempeng pertumbuhan menutup, yang umumnya terjadi pada akhir masa pubertas, tulang berhenti memanjang. Hal senada berlaku untuk berbagai latihan yang diklaim meninggikan badan. 

Dengan kata lain, melompat menjadi faktor pendukung pertumbuhan bagi yang masih dalam masa pertumbuhan, sedangkan bagi orang dewasa manfaatnya lebih pada kebugaran dan postur. Jika Anda mencari cara menambah tinggi badan untuk orang dewasa, fokusnya bergeser pada memperbaiki postur, bukan memanjangkan tulang.

Bagaimana Melompat Merangsang Pertumbuhan Tinggi Badan

Kunci pertumbuhan tinggi terletak pada lempeng pertumbuhan atau lempeng epifisis. Lempeng ini merupakan area tulang rawan khusus di dekat ujung tulang panjang, dan pertambahan tinggi terutama terjadi karena pemanjangan tulang panjang selama lempeng masih aktif atau terbuka.

Menjelang akhir pubertas, perubahan hormon membuat lempeng mengeras dan menutup. Pada perempuan lempeng ini umumnya menutup di usia sekitar 16 tahun, sedangkan pada laki-laki antara 14 hingga 19 tahun. Menariknya, justru hormon estrogen pada laki-laki maupun perempuan yang menutup lempeng pertumbuhan tersebut. 

Di sinilah melompat berperan. Aktivitas fisik intensitas tinggi, khususnya gerakan eksplosif seperti melompat, termasuk salah satu perangsang alami hormon pertumbuhan manusia (HGH) yang paling efektif. Namun perlu dipahami, begitu lempeng pertumbuhan menutup, lonjakan hormon sebanyak apa pun tidak lagi berubah menjadi tambahan tinggi karena hormon tidak bisa lagi memengaruhi tinggi setelah pemanjangan tulang berhenti.

Lalu mengapa tubuh terasa sedikit lebih tinggi setelah berolahraga? Tinggi badan memang sedikit berubah sepanjang hari akibat kompresi dan dekompresi cakram tulang rawan di tulang belakang. Jika peregangan bisa menurunkan sementara tekanan dan kompresi pada tulang belakang serta sendi, sehingga tinggi badan meningkat seketika. Sayangnya, tidak ada bukti bahwa efek semacam ini bersifat permanen.

Ragam Olahraga Melompat yang Menunjang Tinggi Badan

Bagi anak dan remaja, berbagai olahraga berbasis lompatan bisa menjadi cara menyenangkan untuk menunjang pertumbuhan. Beberapa cabang bahkan sudah lama dikenal mendukung tinggi badan, karena gerakan seperti melompat, berlari, dan menembak bola pada basket tidak hanya menstimulasi lempeng pertumbuhan, tetapi juga menguatkan otot serta koordinasi. Anda dapat menelusuri beragam olahraga mempercepat tinggi badan sebagai pelengkap.

  1. Lompat tali (skipping). Gerakan melompat yang berkesinambungan memberi tekanan sedang pada tulang panjang sehingga membantu proses pemanjangan tulang. Ketahui bahwa skipping adalah lompat tali yang murah dan praktis, lengkap dengan cara melakukan lompat tali yang benar.
  2. Basket. Lompatan berulang untuk memasukkan bola ke ring memacu peregangan tubuh dan merangsang pertumbuhan tulang panjang di kaki. Simak juga manfaat bermain bola basket bagi tubuh secara menyeluruh.
  3. Voli. Mirip basket, voli sarat lompatan sekaligus peregangan tangan dan bahu yang baik untuk fleksibilitas tubuh bagian atas dan tulang belakang.
  4. Jump squat. Menggabungkan squat dengan lompatan untuk melatih kekuatan otot kaki dan memperbaiki postur, dua hal yang menunjang penampilan tinggi.
  5. Box jump. Melompat ke atas kotak atau permukaan lebih tinggi meningkatkan kekuatan otot inti dan daya ledak yang mendukung keseimbangan.
  6. Tuck jump dan plyometric. Lompatan cepat berintensitas tinggi memberi rangsangan kuat pada otot dan tulang, sekaligus memperkuat sendi lutut dan pergelangan kaki.

Meski bermanfaat, porsi latihan perlu diperhatikan. Latihan berdampak sangat tinggi, terutama di trampolin, berisiko mencederai lempeng pertumbuhan pada anak. Karena itu, kombinasikan lompatan dengan olahraga berdampak rendah seperti berenang; pelajari manfaat berenang untuk kesehatan dan beragam manfaat olahraga renang.

Manfaat Melompat Selain Menambah Tinggi Badan

Kalaupun tidak lagi menambah tinggi setelah lempeng pertumbuhan menutup, melompat tetap memberi banyak keuntungan. Latihan yang menguatkan otot inti dan punggung membantu memperbaiki postur, sehingga seseorang bisa berdiri lebih tegak dan tampak lebih tinggi.

  1. Memperbaiki postur tubuh. Lompatan dalam posisi tegak melatih tulang belakang tetap stabil, sehingga postur yang lebih baik menciptakan ilusi tubuh yang lebih jenjang.
  2. Meningkatkan kepadatan tulang. Olahraga berdampak tinggi seperti melompat terbukti menambah kepadatan mineral tulang, yang penting untuk mencegah osteoporosis. Dukung pula dengan makanan dan minuman yang baik untuk tulang.
  3. Membakar kalori dan lemak. Lompat tali efektif membakar kalori, cocok untuk membentuk tubuh proporsional. Simak manfaat skipping untuk diet dan manfaat skipping bagi kesehatan.
  4. Menyehatkan jantung. Gerakan melompat memacu detak jantung sehingga stamina kardiovaskular terlatih. Baca lebih lanjut manfaat lompat tali bagi tubuh.
  5. Melatih koordinasi dan fokus. Latihan lompat tali secara rutin meningkatkan keseimbangan dan memperbaiki koordinasi antara otak, kaki, serta gerakan tubuh lainnya.
  6. Menumbuhkan kepercayaan diri. Aktivitas fisik yang menantang bisa mengangkat rasa percaya diri.

Faktor Lain yang Menentukan Tinggi Badan

Tinggi badan tidak ditentukan oleh satu aktivitas saja. Berdasarkan laporan Vinmec, satu studi menanyai 500 pakar kedokteran olahraga, dan 85 persen menyatakan latihan angkat beban tidak perlu dihindari, sehingga membantah mitos bahwa olahraga menghambat pertumbuhan. Berikut faktor-faktor yang perlu diperhatikan.

  1. Genetik. Faktor keturunan adalah prediktor tunggal terbesar tinggi badan, dan tinggi orang tua menjadi petunjuk utama tinggi seorang anak.
  2. Nutrisi. Pola makan seimbang yang kaya nutrisi seperti kalsium dan vitamin D mendukung pertumbuhan serta kepadatan tulang. Lengkapi menu harian dengan makanan tinggi kalsium.
  3. Tidur berkualitas. Tidur yang dalam membantu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara efektif, dan anak serta remaja disarankan tidur 8 hingga 11 jam setiap malam. Simak pula cara meninggikan badan untuk remaja.
  4. Hormon. Ada banyak hormon yang terlibat dalam pertumbuhan, tetapi penggerak utamanya adalah hormon tiroid dan hormon pertumbuhan.
  5. Aktivitas fisik teratur. Gerakan aktif memperkuat otot dan tulang serta meningkatkan produksi hormon pertumbuhan. Telusuri pilihan cara cepat tinggi melalui olahraga.
  6. Usia dan jenis kelamin. Laki-laki cenderung memiliki periode pertumbuhan lebih panjang, yang berkontribusi pada tinggi akhir yang umumnya lebih tinggi dibanding perempuan.

Pada akhirnya, melompat memang bisa menjadi bagian dari usaha meninggikan badan selama masa pertumbuhan, tetapi hasil terbaik datang dari kombinasi nutrisi, tidur cukup, dan gaya hidup sehat. Untuk gambaran lengkap, telusuri cara meninggikan badan secara alami serta pilihan olahraga sederhana untuk menambah tinggi badan yang bisa dilakukan di rumah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Melompat dan Tinggi Badan

Apakah melompat bisa menambah tinggi badan pada orang dewasa?

Tidak, orang dewasa tidak bisa menambah tinggi badan melalui lompatan setelah lempeng pertumbuhan menutup. Meski begitu, latihan yang memperbaiki postur seperti penguatan otot inti dan punggung tetap membantu seseorang berdiri lebih tegak sehingga tampak sedikit lebih tinggi, walaupun tinggi sebenarnya tidak berubah.

Untuk anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, latihan lompat umumnya cukup dilakukan sekitar 20 hingga 30 menit per hari, tiga sampai lima kali seminggu. Porsi ini memberi rangsangan pada tulang tanpa tekanan berlebihan, dan sebaiknya dikombinasikan dengan olahraga lain, nutrisi seimbang, serta istirahat yang cukup.

Sampai usia berapa tinggi badan masih bisa bertambah?

Bagi kebanyakan orang, tinggi badan tidak lagi bertambah setelah usia 18 hingga 20 tahun karena lempeng pertumbuhan telah menutup. Perempuan cenderung berhenti tumbuh lebih awal dibanding laki-laki, sehingga masa pertumbuhan sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan pola hidup sehat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |