Ingin Konsisten Jadi Member Gym di Sela Kesibukan? Coba 8 Tips Jitu dari Pegiat Kebugaran

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ingin konsisten jadi member gym di sela kesibukan, sering menjadi pertanyaan masyarakat dengan jadwal padat tetapi ingin tetap mempertahankan kebugaran. Tak bisa dipungkiri, menjaga rutinitas olahraga di tengah jadwal padat memang bukan perkara mudah. Banyak orang semangat mendaftar gym di awal bulan, tetapi perlahan mulai jarang datang karena pekerjaan menumpuk, jadwal meeting padat, atau rasa lelah setelah beraktivitas seharian. Akibatnya, membership gym hanya menjadi formalitas tanpa hasil yang maksimal.

Padahal, konsisten berolahraga memiliki banyak manfaat, mulai dari menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan stamina, hingga membantu mengurangi stres akibat tekanan pekerjaan. Maka,  mencari cara agar tetap aktif berolahraga meski memiliki kesibukan yang tinggi setiap harinya, semakin banyak dicari.

Melia (29), yang telah bertahun-tahun menjadi member gym di salah satu pusat kebugaran Yogyakarta, membeberkan beberapa tips konsisten jadi member gym di sela kesibukan. Di ceritanya, di tengah kesibukannya sebagai pegawai swasta yang hampir setiap hari berangkat kerja, dia masih bisa konsisten datang ke gym bahkan hampir 7 kali dalam seminggu.

“Kebetulan kalau aku sendiri memang dari awal ngegym sampai sekarang pola latihannya 4 sampai 5 seminggu, dan sekarang 5 sampai 6 kali karena ada 1 hari yang dimana aku latihan kardio juga,”tutur Melia melalui sambungan telepon dengan tim redaksi Liputan6.com pada Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut, Melia memaparkan secara terperinci rahasinya konsisten jadi member gym dari awal sampai hari ini. Berikut informasi selengkapnya, yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk Anda.

1. Langsung Jadi Member Gym daripada Sekadar Coba Sekali

Sesuai pengalamannya, Melia berbagi saran buat pemula yang ingin datang ke gym untuk langsung sekalian saja menjadi member, meskipun kalau mau coba sekali dahulu tidak apa-apa juga. Karena jika sudah menjadi member gym, biasanya orang akan lebih termotivasi untuk datang lagi karena tidak mau uang yang sudah dikeluarkan berakhir sia-sia.

“Ini pendapat aku ya, sesuai pengalamanku. Biasanya ada orang yang mau ngegym itu awalnya coba-coba. Ya udahlah ya, aku mau coba gym sehari aja atau visit atau insidental. Cuma kalau aku pribadi, aku sangat menyarankan untuk kita harus langsung menjadi member tersebut,” ujar Melia.

“Di tempat gym itu bisa untuk sebulan pembayarannya, mending kita langsung jadi member tersebut. Jadi menurut aku, jangan coba-coba, tapi langsung jadi member gym. Nah itu salah satu tips konsisten juga. Karena kalau kita udah jadi member, mindset kita pasti berpikiran bahwa oh aku udah membayar nih, kalau misal aku nggak berangkat, ya rada sayang gitu loh,” sambungnya.

2. Tentukan Jadwal Gym Seperti Agenda Penting

Ingin konsisten jadi member gym di sela kesibukan juga bisa dimulai dari cara Anda memandang olahraga itu sendiri. Banyak orang hanya menjadikan gym sebagai aktivitas tambahan sehingga mudah dibatalkan ketika ada pekerjaan lain yang muncul secara mendadak. Padahal, olahraga seharusnya diprioritaskan layaknya meeting penting atau janji kerja. Bahasa lainnya, menjadikan olahraga sebagai lifestyle adalah sesuatu yang menyenangkan tanpa merasa ‘terpaksa’ melakukan.

“Ubah mindset atau pola pikir kita bahwasannya ketika kita mau ngegym jangan terlalu fokus untuk target gemuk ke kurus, tapi lebih ke jadiin lifestyle agar badan lebih fit dibanding sebelumnya,” ujar Melia.

“Pola latihannya itu buat pemula 2-3 kali dalam seminggu. Itu udah sangat cukup. Karena kalau aku kan bisa 5-6 kali dalam seminggu, nah itu kan dulu aku juga bertahap. Setiap orang kan pasti punya ketahanan tubuh berbeda-beda,” imbuhnya.

Ketika jadwal sudah ditentukan secara konsisten, tubuh dan pikiran akan lebih mudah beradaptasi dengan rutinitas tersebut. Selain itu, gunakan pengingat di ponsel atau kalender digital agar jadwal olahraga tidak terlewat. Cara sederhana ini cukup efektif membantu meningkatkan disiplin, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.

3. Pilih Gym yang Dekat dengan Aktivitas Harian

Salah satu alasan seseorang malas pergi ke gym adalah jarak yang terlalu jauh. Waktu perjalanan yang panjang sering kali membuat energi terkuras sebelum mulai berolahraga. Karena itu, memilih lokasi gym yang strategis menjadi langkah penting agar tetap rutin latihan.

Anda bisa memilih gym yang dekat kantor, rumah, atau berada di jalur perjalanan sehari-hari. Dengan begitu, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu tambahan hanya untuk datang ke tempat fitness. Semakin mudah akses menuju gym, semakin besar kemungkinan Anda datang secara rutin.

Trik ini terbukti membantu banyak orang yang ingin konsisten jadi member gym di sela kesibukan. Bahkan ketika jadwal sedang padat, Anda tetap memiliki kesempatan menyempatkan waktu latihan tanpa harus mengorbankan aktivitas utama lainnya.

4. Fokus pada Durasi, Bukan Lama Latihan

Masih banyak orang berpikir olahraga harus dilakukan berjam-jam agar efektif. Padahal latihan singkat dengan intensitas yang tepat tetap memberikan manfaat besar bagi tubuh. Kunci utamanya adalah konsistensi, bukan durasi yang terlalu panjang.

Jika jadwal Anda sangat sibuk, cukup luangkan waktu 30 hingga 45 menit untuk latihan. Anda bisa fokus pada gerakan compound seperti squat, push-up, deadlift, atau treadmill interval agar pembakaran kalori tetap optimal dalam waktu singkat.

5. Cari Partner Workout agar Lebih Semangat

Berolahraga sendirian terkadang membuat motivasi cepat menurun. Karena itu, memiliki teman gym bisa menjadi solusi efektif untuk menjaga semangat tetap stabil. Kehadiran partner workout membantu Anda lebih disiplin datang sesuai jadwal.

Selain membuat latihan terasa lebih menyenangkan, partner gym juga bisa saling mengingatkan ketika salah satu mulai malas datang. Bahkan, suasana kompetitif kecil saat latihan dapat membantu meningkatkan performa olahraga secara perlahan. Hal itu pula yang dipaparkan Melia.

“Kalau mau tambah seru, biasanya cari temen yang memang sekiranya satu frekuensi untuk ngegym. Tapi kalau misalnya biasa sendiri juga gapapa. Tapi kalau merasa butuh ada temen, coba cari temen yang sekiranya bisa untuk diajak ngegym bareng. Itu juga akan seru biar kita ketagihan ngegym,” cerita Melia.

Tidak sedikit orang berhasil mempertahankan rutinitas fitness karena memiliki komunitas atau teman olahraga yang suportif. Faktor lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap konsistensi seseorang dalam menjalani gaya hidup sehat.

6. Tetapkan Target yang Realistis

Menurut Melia, salah satu kesalahan umum member gym pemula adalah memasang target terlalu tinggi dalam waktu singkat. Akibatnya, mereka mudah kecewa ketika hasil belum terlihat sesuai harapan. Kondisi ini sering berujung pada hilangnya motivasi untuk berolahraga.

Ia menyarankan untuk memulai gym dengan target sederhana seperti rutin datang tiga kali seminggu selama satu bulan atau menurunkan berat badan secara bertahap. Target kecil yang tercapai akan memberikan rasa puas dan meningkatkan semangat untuk terus melanjutkan latihan.

“Kita harus punya goals dan goalsnya harus realistis. Karena kalau misalkan goalsnya nggak realistis atau terlalu membandingkan kita dengan influencer lain, misalnya nih: dalam 1 bulan target awal harus turun (berat badan) 5kg, menurutku itu kurang tepat ya,” ujar Melia.

“Tapi mending tentuin aja misalnya dalam satu bulan (target turun berat badan) 1kg aja dulu, itu udah cukup bagus. Atau misalnya kita berawal dari kurus dan target kita membuat badan lebih berisi, nah itu (baiknya) naiknya (berat badan) harus sama pas waktu ketika turun berat badan. Jadi kalau sebulan naiknya 1kg itu udah sangat bagus,” ia menambahkan.

7. Temukan Aktivitas yang Bisa Dinikmati Sepanjang Gym

Konsisten akan lebih mudah dilakukan jika dilakukan sembari melakukan sesuatu yang disuka, bukan karena dipaksa. Misalnya, angkat beban dengan menyetel playlist (lagu) favorit atau bahkan sesi kardio sambil memperdengarkan podcast kesukaan. Hal itu pula yang sering dilakukan Melia untuk saat dirinya berada di tempat gym.

“(Untuk lebih menikmati ngegym) kalau aku di awal dulu juga pasti ngeplay musik. Jadi pasti aku bawa TWS (True Wireless Stereo) atau headphone yang di mana aku akatn ngeplay musik yang seru atau yang kita suka, dan biasanya bisa memengaruhi mood untuk ngegym,” tutur Melia.

8. Jangan Abaikan Pola Istirahat dan Nutrisi

Konsistensi olahraga tidak hanya ditentukan oleh latihan di gym, tetapi juga pola hidup secara keseluruhan. Tubuh yang terlalu lelah akibat kurang tidur akan membuat Anda kehilangan energi untuk berolahraga secara rutin. Pastikan kebutuhan tidur tercukupi minimal tujuh jam setiap malam.

Bahkan saat olahraga di gym dan tubuh merasa sakit-sakit, jeda sejenak juga bisa menjadi solusi. Karena itu, penting untuk meningkatkan intensitas latihan secara bertahap agar tubuh tetap nyaman dan terhindar dari cedera.

“Memang ketika awal ngegym dan misalnya awalnya kita jarang olahraga atau orang yang biasa olahraga tak jarang angkat beban, terus pas mau mulai angkat beban (di gym), pasti besoknya akan doms (delay onset musle) atau njarem kalau dalam bahasa Jawa, badan pasti pegel dan sakit-sakit. Tapi hal itu sangat lumrah di awal ketika kita mulai ngegym,” ujar Melia.

“Ketika merasa badan seperti itu, ya pelan-pelan progresnya, seperti ya sudah besok rest dulu buat ngegym, tapi setelah itu harus lanjut lagi. Karena kalau misalnya kita nggak lanjut-lanjut lagi malah takutnya jadi males-malesan. Jadi balik lagi, kita harus tentuin tujuan ngegym. Meskipun akan sulit di awal, tapi akan enak di selanjutnya,” imbuhnya.

Selain itu, perhatikan asupan makanan agar tubuh mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas harian sekaligus latihan fitness. Ketika tubuh terasa lebih bugar, motivasi datang ke gym juga meningkat. Karena itu, menjaga keseimbangan antara olahraga, istirahat, dan pola makan menjadi kunci penting bagi siapa saja yang ingin konsisten jadi member gym di sela kesibukan.

“Tapi di sisi lain kalau kita mau konsisten ngegym, kita juga perlu fokus atur  pola makan. Jadi kalau misalkan kita mau ngegym terus tapi pola makan nggak diatur, biasanya juga cenderung akan membuat kita merasa stress sendiri, entah karena berat badannya nggak sesuai dengan tujuan atau apapun itu. Jadi, balik lagi, kalau misal ngegym, akan lebih baik beriringan dengan mengatur pola makan,” Melia memungkasi perbincangan.

Melia sendiri menjadi pegiat gym sejak beberapa tahun lalu, diawali dari keinginannya untuk mencapai tubuh lebih ideal dan sehat. Puncaknya adalah saat badai Covid 2019, di mana kesadarannya untuk berolahraga makin meningkat. Terlebih di tempat gym, dia menemukan kesenangan baru, termasuk kebugaran dan relasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Konsisten Jadi Member Gym

1. Bagaimana cara tetap rutin gym saat sibuk bekerja?

Buat jadwal olahraga tetap dan perlakukan seperti agenda penting yang tidak mudah dibatalkan.

2. Berapa durasi ideal gym untuk orang sibuk?

Sekitar 30–45 menit sudah cukup efektif jika dilakukan secara konsisten.

3. Apakah lokasi gym memengaruhi konsistensi?

Ya, gym yang dekat rumah atau kantor lebih memudahkan Anda datang rutin.

4. Kenapa banyak orang berhenti gym di tengah jalan?

Biasanya karena target terlalu tinggi, kurang motivasi, atau jadwal yang tidak teratur.

5. Apa kunci utama agar konsisten olahraga?

Disiplin, target realistis, dan menjaga keseimbangan antara aktivitas, istirahat, serta pola makan sehat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |