Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kamu merasa hampa meskipun sedang berada di tengah keramaian atau dikelilingi orang-orang terdekat? Perasaan kesepian seperti inilah yang sering digambarkan sebagai feeling lonely, dan artinya jauh lebih dalam dari sekadar kondisi fisik tanpa teman di sekitarmu.
Secara sederhana, feeling lonely artinya merasakan tekanan atau ketidaknyamanan yang muncul ketika seseorang merasakan kesenjangan antara keinginan akan koneksi sosial dan pengalaman nyata yang dimilikinya. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, kapan saja, tanpa memandang usia, status sosial, atau jumlah teman yang ada di sekitarnya.
Dilansir dari WHO, laporan WHO Commission on Social Connection menemukan bahwa 1 dari 6 orang di seluruh dunia mengalami kesepian. Meskipun semua kelompok usia dan wilayah terdampak, kesepian paling umum terjadi di kalangan remaja dan dewasa muda, yakni sekitar 1 dari 5 orang.
Baca juga: Feeling Artinya Perasaan, Pahami Makna dan Contoh Penggunaannya
Apa Itu Feeling Lonely? Memahami Arti dan Maknanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195544/original/002125300_1745377872-d46dbe69-f2a8-4fac-974a-59464e074fc4.jpg)
Perbesar
Secara psikologis, feeling lonely atau kesepian adalah kondisi tekanan emosional yang muncul ketika seseorang merasakan adanya kesenjangan antara hubungan sosial yang diinginkan dan yang benar-benar dimilikinya. Kata feeling sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti merasakan, sementara lonely adalah kata sifat yang berarti kesepian atau sunyi. Jadi secara harfiah, feeling lonely artinya sedang merasakan kesepian. Namun dalam konteks kehidupan sehari-hari dan kajian psikologi, maknanya melampaui sekadar terjemahan kata per kata.
Sebagaimana dikutip dari Psychology Today, kesepian didefinisikan sebagai perasaan subjektif yang muncul ketika ada ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diinginkan dan yang benar-benar dimiliki seseorang. Artinya, seseorang bisa saja memiliki interaksi sosial yang rutin tetapi tetap merasa terputus secara emosional jika interaksi tersebut tidak memiliki kedalaman atau makna. Bahkan orang-orang yang dikelilingi orang lain sepanjang hari, atau berada dalam pernikahan yang sudah lama, masih bisa mengalami kesepian yang mendalam dan meresap.
Dr. Vivek Murthy, mantan U.S. Surgeon General dan Co-chair WHO Commission on Social Connection, dikutip dari ABC News menyatakan, "Kesepian itu seperti rasa lapar atau haus. Itu adalah perasaan yang kita alami ketika sesuatu yang kita butuhkan untuk bertahan hidup hilang dari kehidupan kita."
Penting untuk dipahami bahwa kondisi feeling lonely bukan merupakan diagnosis medis, melainkan pengalaman emosional yang bersifat sangat personal. Setiap orang mengalami kesepian dengan cara mereka sendiri. Kamu mungkin merasa murung, kosong, atau merasa tidak cocok di mana pun. Ada yang meresponsnya dengan menarik diri dari lingkungan, sementara yang lain justru berusaha lebih keras untuk menjalin koneksi sosial yang lebih bermakna. Mengenali bahwa perasaan ini nyata dan valid adalah langkah pertama untuk mengatasinya.
Baca juga: Apa Arti Feeling Lonely, Memahami Perasaan Kesepian dan Cara Mengatasinya
Perbedaan Feeling Lonely dan Being Alone
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3304217/original/040905700_1606117362-sleeping-woman-her-legs_1150-138.jpg)
Perbesar
Banyak orang masih mencampuradukkan antara being alone (sendirian) dan feeling lonely (merasa sepi). Padahal secara psikologis, keduanya memiliki karakteristik dan dampak yang sangat berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar kita tidak salah menilai kondisi emosional diri sendiri maupun orang lain.
Mengacu pada penjelasan dari Psychology Today, kedua pengalaman ini sering diperlakukan sebagai hal yang sama, padahal sains menunjukkan bahwa keduanya sangat berbeda. Sendirian adalah kondisi fisik, yakni saat kamu berada seorang diri, mungkin sedang bekerja, beristirahat, atau sengaja memilih kesendirian. Kesepian, di sisi lain, adalah pengalaman psikologis berupa perasaan bahwa hubungan yang kamu miliki tidak memenuhi kebutuhanmu akan koneksi. Kamu bisa sendirian tanpa merasa kesepian, dan bisa merasa lonely meskipun dikelilingi banyak orang.
Berdasarkan penjelasan dari iPractice, sendirian adalah kenyataan objektif bahwa kamu sedang bersama dirimu sendiri, sedangkan kesepian bersifat subjektif karena merujuk pada perasaan terisolasi. Saat kamu sendirian, kamu mungkin masih merasa bahagia, tetapi hal itu tidak mungkin terjadi ketika kamu merasa kesepian. Inilah sebabnya banyak orang yang menikmati waktu sendiri (solitude) justru merasakan ketenangan dan kreativitas, sementara mereka yang mengalami feeling lonely merasakan kekosongan emosional yang menyakitkan.
Dengan kata lain, solitude adalah pilihan sadar yang bisa memberikan energi positif, sementara loneliness adalah kondisi yang tidak diinginkan dan sering kali memicu stres serta kesedihan. Seseorang yang belajar menikmati waktu sendiri justru cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik dibandingkan mereka yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain.
Penyebab Seseorang Mengalami Feeling Lonely
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4081788/original/041320700_1657179267-eutah-mizushima-2TlAsvhqiL0-unsplash_1_.jpg)
Perbesar
Perasaan feeling lonely tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan bisa memicu kondisi ini. Memahami akar penyebab kesepian membantu seseorang mengidentifikasi masalah lebih awal dan menemukan solusi yang tepat.
Merujuk penjelasan dari Wikipedia, penyebab kesepian sangat beragam, mulai dari masalah sistemis, faktor genetik, pengaruh budaya, kurangnya hubungan bermakna, kehilangan yang signifikan, ketergantungan berlebihan pada teknologi pasif, hingga pola pikir yang memperkuat dirinya sendiri.
Berikut beberapa penyebab utama seseorang mengalami feeling lonely:
- Transisi Kehidupan yang Besar — Pindah ke kota baru, memulai pekerjaan di lingkungan asing, lulus sekolah, atau merantau jauh dari keluarga sering kali memutus ikatan sosial yang sudah terjalin. Membangun jaringan pertemanan baru memerlukan waktu, dan selama masa transisi inilah rasa kesepian sangat umum terjadi.
- Kehilangan Orang Terdekat — Dukacita akibat kematian pasangan, anggota keluarga, atau perceraian merupakan pemicu utama kesepian emosional. Kehilangan sosok yang biasanya menjadi tempat berbagi cerita menciptakan kekosongan dalam rutinitas sosial seseorang.
- Kurangnya Hubungan yang Bermakna — Memiliki banyak kenalan tidak menjamin seseorang terhindar dari feeling lonely. Jika hubungan yang ada bersifat dangkal dan tidak memenuhi kebutuhan emosional, perasaan kesepian dalam hubungan tetap bisa muncul, bahkan saat bersama pasangan.
- Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan — Di era digital, ironisnya konektivitas internet yang tinggi justru kerap membuat individu merasa semakin terputus. Kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial bisa memperburuk rasa kesepian.
- Rendahnya Rasa Percaya Diri — Sebuah studi yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine menemukan bahwa perasaan tidak berarti bagi orang lain (anti-mattering) dan ketakutan bahwa kehadirannya tidak penting berkaitan dengan tingkat kesepian yang lebih tinggi.
- Kondisi Kesehatan Mental — Depresi, kecemasan sosial, atau gangguan mood lainnya sering membuat seseorang menarik diri dari pergaulan. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan, sebab semakin seseorang mengisolasi diri, semakin kuat pula perasaan lonely yang dirasakannya.
- Budaya Kerja Modern — Berdasarkan laporan Gallup State of the Global Workplace, sebanyak 20 persen karyawan di seluruh dunia mengalami kesepian setiap hari. Budaya kerja jarak jauh yang berkepanjangan dan minimnya interaksi tatap muka di kantor turut berkontribusi terhadap peningkatan ini, terutama di kalangan karyawan muda.
Dampak Feeling Lonely terhadap Kesehatan Fisik dan Mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225187/original/071496100_1747656249-Keehatan_mental.jpg)
Perbesar
Perasaan feeling lonely bukan sekadar masalah emosional yang bisa diabaikan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kesepian bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Para ahli bahkan menyetarakan dampak kesepian dengan kebiasaan merokok.
Kesepian dan isolasi sosial juga disebut memiliki risiko kesehatan yang setara dengan merokok 15 batang rokok per hari. Kesepian berdampak pada kesejahteraan individu maupun stabilitas sosial, yang berujung pada risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung, kecemasan, bahkan kematian dini.
Berikut dampak feeling lonely yang perlu diwaspadai:
- Peningkatan Risiko Depresi — Studi dari NCBI menunjukkan bahwa individu yang selalu merasa kesepian memiliki probabilitas depresi sebesar 50,2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah merasa kesepian yaitu hanya 9,7 persen.
- Gangguan Kardiovaskular — Hubungan sosial yang buruk, isolasi sosial, dan kesepian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen dan risiko stroke sebesar 32 persen.
- Penurunan Fungsi Kognitif — Pada orang dewasa yang lebih tua, kesepian dan isolasi sosial kronis dapat meningkatkan risiko mengembangkan demensia sekitar 50 persen.
- Gangguan Tidur — Penelitian menunjukkan bahwa kesepian berkaitan dengan peningkatan kesulitan tidur, termasuk kualitas tidur yang buruk, fragmentasi tidur, dan fungsi di siang hari yang menurun.
- Dampak pada Kesehatan Tulang — Riset terbaru bahkan mengungkap bahwa kesepian tidak hanya memengaruhi kesehatan mental tetapi juga kesehatan tulang pada pria, dengan ditemukannya penurunan kepadatan mineral tulang akibat isolasi sosial.
- Peningkatan Risiko Kematian Dini — Kesepian dikaitkan dengan sekitar 100 kematian setiap jam, atau lebih dari 871.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.
Cara Efektif Mengatasi Perasaan Feeling Lonely
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4703853/original/067778600_1704110070-Ilustrasi_introvert__diam__kesepian__diri_sendiri__merenung.jpg)
Perbesar
Mengatasi feeling lonely membutuhkan langkah proaktif dan kesabaran. Kabar baiknya, ada banyak strategi berbasis bukti yang bisa diterapkan untuk mengurangi perasaan kesepian dan membangun koneksi sosial yang lebih bermakna.
Ini diartikan, jika kamu merasa kesepian, itu tidak berarti kamu gagal dalam hubungan atau kehidupan. Itu berarti kamu adalah manusia, dengan sistem saraf yang dirancang untuk koneksi. Berikut langkah-langkah efektif yang bisa kamu coba:
- Akui dan Terima Perasaanmu — Langkah pertama mengatasi feeling lonely adalah mengakui bahwa kamu memang sedang merasa kesepian. Perasaanmu itu penting, jadi cobalah untuk tidak menolaknya. Mengakui kesepian bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kesadaran diri yang sehat.
- Bangun Koneksi yang Bermakna — Alih-alih mengejar banyak pertemanan, fokuslah membangun hubungan berkualitas dengan beberapa orang yang membuat kamu merasa didengar dan dipahami. Hubungi teman lama atau keluarga yang membuatmu nyaman, dan ajak mereka untuk menghabiskan waktu bersama.
- Bergabung dengan Komunitas — Mencari kelompok dengan minat yang sama, seperti komunitas olahraga, klub buku, atau kelas keterampilan, memberikan alasan alami untuk bertemu orang baru. Bergabung dengan komunitas memungkinkan terjadinya interaksi yang suportif dan organik.
- Praktikkan Mindfulness dan Rasa Syukur — Koneksi juga dimulai dari dalam diri. Memperlakukan kesepian dengan kebaikan (self-compassion) alih-alih penghakiman dapat melunakkan intensitasnya. Teknik mindfulness dan menulis jurnal rasa syukur setiap hari terbukti membantu mengurangi perasaan negatif akibat kesepian.
- Lakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin — Berolahraga melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati. Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga kelompok juga membuka peluang untuk terhubung dengan orang lain secara alami.
- Gunakan Teknologi dengan Bijak — Media sosial bisa menjadi alat yang baik untuk tetap terhubung, tetapi penggunaan pasif seperti sekadar scrolling justru sering memperburuk perasaan lonely. Menurut Murthy, cara paling efektif untuk terhubung dengan manusia lain masih melalui pertemuan langsung.
- Lakukan Kebaikan untuk Orang Lain — Menjadi relawan atau melakukan tindakan kebaikan acak (random acts of kindness) bisa membangun rasa memiliki dan mengurangi isolasi. Membantu orang lain menciptakan koneksi emosional yang sering kali lebih mendalam dari percakapan biasa.
- Bicarakan Perasaanmu — Berbicara tentang perasaanmu adalah salah satu langkah paling kuat yang bisa kamu ambil. Ini membantu melepaskan sebagian ketegangan yang seharusnya kamu simpan, dan membuatnya lebih mudah untuk menghadapi pikiran, emosi, dan kekhawatiranmu.
- Cari Bantuan Profesional — Jika perasaan feeling lonely sudah berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau konselor adalah langkah yang tepat. Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir yang memperburuk kesepian.
Baca juga: 76 Persen Jomblo di Indonesia Kesepian, Bahaya untuk Kesehatan Mental
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Feeling Lonely
Apakah feeling lonely itu hal yang normal?
Ya, merasa kesepian adalah pengalaman manusiawi yang sangat wajar dan universal. Kesepian bisa muncul setelah sesuatu yang besar berubah, setelah kehilangan seseorang, atau saat kamu sedang mencari arah dalam hidup. Ini adalah perasaan yang normal. Hampir setiap orang pernah merasakannya di titik tertentu dalam hidupnya. Namun, jika perasaan ini berlangsung dalam jangka panjang dan mulai mengganggu keseharian, sebaiknya mulai mengambil langkah proaktif untuk mengatasinya atau mencari bantuan profesional.
Apa perbedaan antara kesepian sementara dan kesepian kronis?
Kesepian sementara biasanya dipicu oleh kejadian spesifik, seperti pindah ke kota baru atau kehilangan orang terdekat, dan umumnya hilang seiring waktu. Sementara itu, kesepian kronis berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sering kali tanpa pemicu eksternal yang jelas, dan dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta dunia di sekitarnya. Kesepian kronis inilah yang perlu mendapat perhatian lebih serius karena risikonya terhadap kesehatan mental dan fisik jauh lebih besar.
Mengapa seseorang bisa merasa feeling lonely meski punya banyak teman?
Kesepian terkait erat dengan kualitas hubungan seseorang, bukan hanya jumlah koneksi yang dimilikinya. Seseorang yang memiliki banyak teman tetapi hubungan tersebut bersifat dangkal, tanpa kedekatan emosional yang nyata, tetap bisa merasakan feeling lonely. Hal ini menunjukkan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar kehadiran fisik orang lain, melainkan koneksi emosional yang autentik dan perasaan bahwa kamu benar-benar dimengerti.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578276/original/069800500_1782536590-kzBcqhcYpmjFPs0rLgcsVcAPdZRCDTfprIZfmQiy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578271/original/080587600_1782536579-qjFAnWLPQJ7tvpzzZHcdrpNCiNIiaLjYIxq95rd7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8622487/original/003747800_1782615123-5522.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578250/original/046917800_1782536560-iihI8MgiCOrBPiQaiPWuha8fxFUJBjYsWGmSBMNL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3567322/original/028219600_1631249136-LISA_-__LALISA__M_V_1-51_screenshot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578313/original/088623400_1782536628-yWY6IRv0g3etnzN9E9ccOdQNLq2KAvzFDeDe92m3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8621449/original/094727600_1782613211-mukbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578308/original/036897100_1782536625-CVTppM5xANeYANYLnMITDULP7FDbtmSKTvDq8z39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8572534/original/075309700_1782527460-Gk4H70DUF5Dj9nz4eBnBN9bSTYbsMOgybV7fhYYd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8530732/original/018783800_1782463240-dtNsLFy77MBpeNYELMDde973RkLntwvSs0kK39FP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578242/original/083573000_1782536553-IUoEFkOueJbTvXvXvx6jPHzxNaJ4DrfpH5bZa57V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4124810/original/002868200_1660588979-2650285.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578235/original/083305500_1782536546-azSocbleieiulLd82Cvrb3Qm6PSXTwk7PXkkqFLG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4750758/original/023433400_1708658904-athletics-1526988_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3042158/original/019227800_1580894353-Photo_by_Valeria_Ushakova_from_Pexels.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4823506/original/002682400_1714995462-IMG_2380.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8571898/original/096822100_1782526558-8740416028389982792.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8530738/original/018988700_1782463246-FkoezjwuTIPQLaSnXxekLl55Qjzyp1Ol4gGpttCy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4941051/original/016044700_1725953188-pexels-mikhail-nilov-7777136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456559/original/004113200_1766902385-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_12.56.48.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)