Empat Pelaku Sekap Keluarga Pekerja Kripto, Aset Digital Rp 818 Juta Raib

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Empat tersangka melarikan diri setelah seorang pekerja sektor kripto asal Prancis, beserta istri dan kedua anaknya disekap di rumah mereka di Vendin-le-Vieil. Penyelidik dilaporkan mengaitkan serangan ini dengan pencurian kripto senilai 40.000 euro atau Rp 818,25 juta (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.460).

Mengutip crypto.news, Senin (21/9/2026) dari laporan BFMTV 20 September 2026, empat orang memasuki rumah keluarga itu di Pas-de-Calais pada malam hari dan mengikat pasangan suami-istri serta anak-anak mereka berusia 8 dan 12 tahun.

Penyelidik sedang memeriksa apakah pelaku secara khusus menargetkan sang ayah karena pekerjaannya di bidang kripto.

Laporan selanjutnya memberikan gambaran lebih jelas mengenai dugaan kerugian keuangan itu. Le Parisien menyebutkan temuan awal mengindikasikan keempat penyerang memaksa sang ayah menyerahkan kode akses sebelum mengambil kripto hampir 40.000 euro. Surat kabar itu menyatakan, keluarga tersebut disekap selama lebih dari tiga jam.

Menurut laporan yang sama, para tersangka kemudian pergi menggunakan kendaraan dan masih dalam pengejaran penyelidik. Pihak berwenang Prancis belum mengidentifikasi keempat orang tersebut secara terbuka ataupun mengungkapkan apakah penyelidik telah melacak aset digital yang ditransfer ke dompet kripto tertentu.

Laporan awal BFMTV menyebutkan sang ayah berhasil menghubungi layanan darurat sekitar pukul 8 pagi pada Minggu saat keluarganya masih dalam keadaan disekap. Keberhasilannya meminta bantuan memicu para penyusup untuk melarikan diri sebelum polisi sempat menangkap mereka.

Tindak kekerasan juga terjadi dalam serangan tersebut. Sang ayah dianiaya, sementara sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada BFMTV wajah putrinya dipukul menggunakan kunci mobil. Laporan publik tidak menyebutkan adanya cedera yang mengancam jiwa pada anggota keluarga mana pun.

Tidak ada laporan yang menyebutkan identitas pemberi kerja pria tersebut, rincian kepemilikan kripto, maupun peran profesionalnya selain keterangan ia bekerja di sektor mata uang kripto. Belum ada bukti yang dipublikasikan yang menjelaskan bagaimana para tersangka mengetahui keterkaitannya dengan aset digital.

Penyelidikan Masih Tahap Awal

Empat tersangka masih dalam pencarian setelah insiden penyusupan ke rumah tersebut.

Penyelidikan masih berada pada tahap awal. BFMTV awalnya melaporkan jumlah aset yang dicuri tidak diketahui, namun laporan Le Parisien kemudian menyebutkan perkiraan kerugian mata uang kripto mendekati €40.000 berdasarkan informasi awal penyelidikan.

Berdasarkan laporan terbaru per 20 September, belum ada penangkapan yang diumumkan. Pihak berwenang belum merilis deskripsi mengenai para tersangka, kendaraan yang dilaporkan digunakan untuk melarikan diri, ataupun alamat dompet mata uang kripto yang terkait dengan dugaan transfer tersebut.

Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jenis mata uang kripto apa yang ditransfer. Demikian pula, belum dipastikan apakah korban mengendalikan dana tersebut secara langsung, menyimpannya untuk tujuan profesional, atau mengaksesnya melalui platform kustodian.

Hingga saat berita ini diterbitkan, tidak ditemukan pernyataan jaksa penuntut umum yang menyebutkan adanya dakwaan resmi dalam penyelidikan kasus Vendin-le-Vieil.

Oleh karena itu, laporan ini mengategorikan insiden tersebut sebagai dugaan kasus penculikan, penyekapan, dan pemerasan yang terkait dengan kripto, tanpa menyebutkan pasal pidana spesifik yang dikenakan terhadap para tersangka yang belum teridentifikasi.

Kasus Penculikan Terkait Kripto Melonjak

Otoritas Prancis menangani lonjakan kasus penculikan terkait kripto

Kasus Vendin-le-Vieil ini menyusul serangkaian tindak kekerasan yang menargetkan individu yang terkait dengan mata uang kripto beserta kerabat mereka di Prancis.

Gendarmerie Nasional Prancis menyatakan pada Juli, pihak berwenang telah mencatat 77 kasus penculikan dan penyekapan yang terkait dengan sektor mata uang kripto sejak awal tahun 2026. Tinjauan mereka pada 12 September mengenai masalah ini menyebutkan insiden yang melibatkan kepemilikan kripto, percobaan penculikan, atau penyekapan terjadi kira-kira setiap dua hingga tiga hari sekali.

Data sebelumnya dari Kantor Kejaksaan Nasional Prancis untuk Kejahatan Terorganisir mencatat 135 insiden terkait penculikan yang berhubungan dengan mata uang kripto dari 2023 hingga pertengahan April 2026.

Kebocoran Data

Sebanyak 47 kasus telah dibuka sepanjang 2026 hingga periode tersebut, dibandingkan dengan 67 insiden pada 2025 dan 18 insiden pada 2024, menurut laporan Gendarmerie yang mengacu pada data kejaksaan.

Gendarmerie menyatakan kebocoran data berskala besar turut memperparah masalah keamanan ini dengan mengungkap informasi seperti identitas, jumlah kepemilikan aset, dan alamat rumah para pemilik aset kripto.

Respons nasional mereka memadukan intervensi fisik, pelacakan blockchain, forensik digital, dan kegiatan intelijen yang dirancang untuk mengidentifikasi pelaku penyerangan serta pihak yang diduga mengoordinasikan kejahatan tersebut dari jarak jauh.

Sebagaimana dilaporkan oleh crypto.news pada Juli mengenai statistik penculikan terkait kripto di Prancis, pihak berwenang telah menangkap sekitar 200 orang melalui penyelidikan dan operasi pencegahan terkait pola serangan yang terus meningkat ini.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |