Liputan6.com, Jakarta - Warga Singapura, Malone Lam, mengaku bersalah di pengadilan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (8/9/2026) atas tuduhan konspirasi pemerasan terkait peran dalam sindikat pencurian cryptocurrency atau kripto.
Pria berusia 22 tahun itu mengakui dirinya mengatur dan memimpin kelompok kejahatan yang mencuri lebih dari US$ 260 juta atau Rp 4,56 triliun (estimasi kurs Rp 17.550 per dolar AS) dari sejumlah korban.
Kelompok tersebut menyasar orang-orang yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar menggunakan serangan social engineering atau rekayasa sosial.
Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (9/9/2026), kasus ini diyakini menjadi perkara pertama terkait Bitcoin yang dibangun Departemen Kehakiman AS menggunakan Racketeer Influenced and Corrupt Organizations (RICO) Act. Perkara tersebut juga mencakup tuduhan konspirasi penipuan melalui jaringan komunikasi serta pencucian uang.
Atas perbuatannya, Lam terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Dalam persidangan yang berlangsung hampir dua setengah jam di Washington, DC, jaksa Christopher Howland mengatakan Lam "played multiple roles" atau memainkan banyak peran dalam sindikat tersebut.
Modus Rekayasa Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344090/original/060404100_1788933286-AP26247717157749.jpg)
Perbesar
Lam beberapa kali berbicara selama persidangan, terutama untuk memastikan bahwa dirinya memahami dan menyetujui uraian kasus yang disampaikan jaksa.
Mengenakan seragam penjara berwarna hijau zaitun muda dan kaus putih, Lam juga mengungkapkan bahwa dirinya rutin menemui terapis dan mengonsumsi obat untuk mengatasi depresi, kecemasan, serta membantu mengatasi gangguan tidur.
Ketika hakim bertanya bagaimana pengakuannya, Lam sempat menghela napas panjang sebelum menjawab:
“Saya mengaku bersalah, Yang Mulia.”
Dalam kasus tersebut, sebanyak 18 terdakwa telah didakwa. Lam menjadi terdakwa ke-11 yang menyatakan bersalah.
Dalam menjalankan aksinya, Lam mengorganisasi serangan rekayasa sosial yang menyasar pemilik aset kripto dalam jumlah besar.
Ia bersama komplotannya menyamar sebagai karyawan perusahaan tepercaya, termasuk Google. Mereka kemudian membujuk korban agar memberikan informasi pribadi seperti kata sandi, seed phrase, dan kode autentikasi.
Informasi tersebut digunakan untuk mendapatkan akses ke dompet kripto milik korban.
Curi 4.100 Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344095/original/056735400_1788933300-AP26247717154420.jpg)
Perbesar
Salah satu pencurian terbesar dilakukan pada Agustus 2024. Saat itu, Lam dan komplotannya berhasil memperoleh lebih dari 4.100 Bitcoin milik seorang korban di Washington, DC.
Nilai aset kripto tersebut mencapai sekitar US$ 230 juta pada saat pencurian terjadi.
Lam ditangkap pada September 2024, hanya beberapa pekan setelah aksi tersebut.
Setelah memperoleh aset kripto hasil kejahatan, Lam dan anggota kelompoknya berusaha menghilangkan jejak digital dengan mencuci cryptocurrency tersebut. Mereka juga mengubah hasil pencurian menjadi kartu pembayaran atau uang tunai.
Namun, gaya hidup mewah Lam justru menarik perhatian aparat penegak hukum.
Lam diketahui menghabiskan jutaan dolar untuk membeli mobil mewah, jam tangan, pakaian, jet pribadi, petugas keamanan, hingga properti sewaan di Miami, Los Angeles, dan Hamptons.
Ia bahkan memiliki sejumlah kendaraan mewah. Beberapa di antaranya bernilai hingga US$ 3,8 juta.
Pengeluarannya untuk hiburan malam juga mencapai ratusan ribu dolar dalam satu kesempatan.
Habiskan US$ 569.000 di Klub Malam
Dalam salah satu kesempatan, Lam dilaporkan menghabiskan sekitar US$ 569.000 hanya untuk satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles.
Pengakuan bersalah tersebut mengakhiri ketidakpastian selama berbulan-bulan mengenai apakah Lam akan menerima kesepakatan dengan jaksa atau memilih menjalani persidangan.
Pemerintah AS mengajukan tawaran kesepakatan baru pada November 2025. Dalam persidangan pada Mei 2026, pengacara Lam mengatakan telah terjadi "significant progress" dalam perkara tersebut. Namun, saat itu belum ada kesepakatan yang diumumkan.
Sejumlah orang yang diduga menjadi komplotan Lam juga sebelumnya menyatakan siap bersaksi melawannya jika kasus tersebut berlanjut ke persidangan.
Lam dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 8 Desember 2026 untuk sidang status. Dalam agenda tersebut, hakim diperkirakan akan menetapkan tanggal pembacaan hukuman.
Selain menghadapi hukuman penjara, Lam dan para komplotannya juga diperintahkan mengembalikan dana hasil pencurian kepada para korban dengan nilai lebih dari US$ 245 juta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5244922/original/072045700_1749267953-Foto_Ilustrasi_DBS__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740424/original/062893500_1707701851-fotor-ai-2024021283117.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762236/original/071720400_1709618206-fotor-ai-2024030512563.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3589344/original/052527000_1633066032-New_Project__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320294/original/004269400_1786343656-ChatGPT_Image_Aug_10__2026__01_33_36_PM__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302024/original/069793300_1753969621-Gemini_Generated_Image_9sncvd9sncvd9snc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4750922/original/000470300_1708667884-WhatsApp_Image_2024-02-22_at_16.29.58__1_.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335960/original/064344900_1788080479-pexels-cottonbro-6862836.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524608/original/093373500_1627531623-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4817823/original/031533900_1714478938-pexels-cottonbro-studio-6963307.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)







