Liputan6.com, Jakarta - Fenomena frugal living semakin populer di kalangan Generasi Z sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, inflasi, dan gaya hidup konsumtif. Generasi Z, yang dicirikan oleh ambisi, kreativitas, dan individualitas, seringkali menghadapi tekanan sosial yang terkait dengan hedonisme dan Fear of Missing Out (FOMO). Namun, melalui pengalaman langsung dan komunikasi yang efektif, Gen Z menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mengatasi tantangan ini dan mengadopsi konsep frugal living, gaya hidup yang berfokus pada kehati-hatian finansial dan tujuan jangka panjang.
Frugal living bukan berarti pelit, melainkan pengelolaan keuangan secara sadar dan strategis untuk mencapai kebebasan finansial. Konsep ini membantu individu menghindari kebiasaan konsumtif dan memastikan pengeluaran memiliki nilai serta manfaat yang optimal.
Artikel ini akan membahas 7 kiat praktis frugal living untuk Gen Z yang mudah diterapkan sehari-hari. Tujuannya adalah agar Gen Z tetap tampil stylish, bersosialisasi, dan produktif tanpa menguras dompet, sekaligus membangun stabilitas ekonomi yang lebih kuat di masa depan. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/5/2026).
1. Prioritaskan Barang dengan Value Jangka Panjang
Frugal living untuk Gen Z bukan berarti selalu mencari yang termurah, melainkan memilih barang yang paling memberi manfaat dalam jangka panjang. Banyak Gen Z terjebak membeli barang murah hanya karena tren, namun akhirnya cepat rusak dan harus diganti, yang jika dihitung-hitung justru lebih boros.
Barang berkualitas biasanya memiliki desain yang lebih timeless, sehingga tidak akan cepat ketinggalan zaman meskipun tren fashion berganti. Dengan memilih barang yang awet, Gen Z tetap bisa tampil stylish tanpa perlu mengeluarkan biaya berlebihan secara terus-menerus.
Sebagai contoh, memilih tas berbahan poliester yang kuat, sepatu dengan sol kokoh, atau elektronik dengan garansi panjang akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pembelian adalah investasi yang bijak, bukan sekadar pengeluaran impulsif.
2. Manfaatkan Promo dan Diskon dengan Cerdas
Sebagai generasi yang akrab dengan e-commerce, Gen Z sering tergoda promo kilat, diskon besar-besaran, hingga cashback. Namun, banyak orang akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, hanya karena merasa rugi jika melewatkan promo.
Di sinilah prinsip frugal living sangat membantu, karena mengajarkan untuk tetap disiplin: belanja hanya saat ada kebutuhan nyata, bukan karena sekadar tergoda harga miring. Promo sebaIKNya diperlakukan sebagai cara menghemat, bukan alasan untuk belanja impulsif yang justru memicu pemborosan.
Solusinya adalah membuat daftar kebutuhan sebelum belanja, dan gunakan promo hanya untuk barang yang memang sudah direncanakan. Memanfaatkan fitur wishlist atau price alert dapat membantu menunggu harga terbaik, dan survei IDN Research Institute menunjukkan bahwa 60% Gen Z aktif mencari promosi dan diskon sebagai cara menghemat pengeluaran.
3. Mix & Match Outfit Lama untuk Tampilan Baru
Banyak Gen Z merasa harus selalu punya outfit baru setiap kali nongkrong atau membuat konten media sosial, padahal rahasia tampil stylish sebenarnya ada pada kemampuan mix and match pakaian yang sudah dimiliki.
Gen Z dapat mencari inspirasi mix and match melalui platform seperti TikTok atau Instagram, yang tidak hanya hemat, tetapi juga melatih kreativitas dalam berpenampilan.
Ini adalah inti dari frugal living untuk Gen Z, di mana mereka tidak perlu mengeluarkan uang setiap bulan untuk membeli baju baru, tetapi tetap terlihat fashionable dengan gaya unik yang khas. Selain itu, membeli barang preloved atau thrifting juga menjadi pilihan populer di kalangan Gen Z untuk tetap stylish dan hemat serta mendukung keberlanjutan.
4. Kurangi Nongkrong Mahal, Ganti Aktivitas Hemat Bermakna
Nongkrong di kafe hits memang menyenangkan, tetapi jika terlalu sering, jelas bisa menguras dompet. Survei menunjukkan bahwa 54% Gen Z mengurangi kegiatan sosial seperti berkumpul dengan teman untuk menghemat pengeluaran.
Ada banyak alternatif hemat tapi seru yang bisa dicoba, seperti mengadakan pIKNik di taman kota, masak bareng teman (potluck), jalan santai atau olahraga bersama, atau membuat konten kreatif (TikTok, YouTube) tanpa biaya besar.
Aktivitas seperti ini biasanya lebih memorable dan tidak kalah menyenangkan dibanding sekadar nongkrong sambil jajan mahal. Selain hemat, kegiatan ini juga bisa mempererat hubungan dengan teman atau keluarga, serta mengurangi tekanan FOMO.
5. Investasi pada Diri Sendiri, Bukan Sekadar Barang Branded
Barang mewah seringkali mengalami devaluasi yang tinggi; sebagai contoh, nilai mobil dapat turun sebesar 63% dalam 2–3 tahun setelah pembelian. Jika seseorang membeli mobil seharga 100 juta rupiah, dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun, nilainya bisa jatuh menjadi 60 sampai 70 juta rupiah, ditambah kondisi fisik yang tidak selalu prima.
Investasi pada diri sendiri memiliki Return on Investment (ROI) yang tinggi dan lebih berharga dalam jangka panjang. Ini bisa berupa mengikuti kursus online, sertifikasi, atau workshop untuk meningkatkan skill.
Pilihan lainnya adalah membeli laptop atau tablet untuk menunjang skill (desain, coding, data analyst), serta membeli buku, pelatihan, atau alat pendukung produktivitas. Dengan berinvestasi pada diri sendiri, gaya yang dimiliki akan terasa lebih autentik, bukan sekadar ikut tren.
6. Bedakan Kebutuhan (Needs) vs Keinginan (Wants)
Frugal living mengajarkan prioritas: membeli karena butuh, bukan karena ingin sesaat. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang diperlukan untuk bertahan hidup dan kesejahteraan, seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, utilitas, dan perawatan kesehatan. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal tambahan yang meningkatkan kenyamanan atau kepuasan, tetapi tidak esensial.
Sebelum membeli, penting untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah ini benar-benar diperlukan dalam 30 hari ke depan? Apakah ada alternatif gratis atau lebih murah? Apakah ini akan membantu produktivitas atau hanya gengsi semata?
Membuat anggaran bulanan dan mematuhi batas pengeluaran untuk kategori wants (maksimal 10–20% dari pendapatan) dapat membantu mengelola keuangan dengan lebih baik dan menghindari pengeluaran impulsif.
7. Mulai Menabung dan Investasi Sejak Dini
Banyak Gen Z masih terjebak dalam siklus paycheck to paycheck karena gaya hidup konsumtif, padahal memulai investasi sejak dini adalah langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar di masa depan. Semakin cepat memulai, semakin banyak waktu bagi uang untuk berkembang.
Terapkan aturan 50/30/20 untuk mengelola pendapatan bersih: 50% untuk kebutuhan (biaya sewa, makan, transportasi, tagihan), 30% untuk keinginan (aktivitas tidak esensial seperti makan di restoran atau traveling), dan 20% untuk tabungan & investasi (dana darurat, investasi, atau membayar utang).
Investasi pada aset yang tidak mengalami devaluasi ekstrem, seperti emas atau properti, akan memiliki keuntungan yang lebih besar di kemudian hari karena dapat mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Reksa dana pasar uang dan Surat Berharga Negara (SBN) juga merupakan pilihan investasi yang aman dan mudah bagi Gen Z untuk mengamankan masa depan finansial.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Frugal Living
Q: Apa itu frugal living?
A: Frugal living adalah gaya hidup yang menekankan pengelolaan keuangan secara sadar, strategis, dan efisien, bukan berarti pelit, tetapi bijak dalam membedakan kebutuhan versus keinginan.\
Q: Apakah frugal living cocok untuk Gen Z yang suka tren?
A: Sangat cocok. Frugal living justru mengajarkan Gen Z untuk tetap mengikuti tren secara cerdas, misalnya dengan mix and match pakaian yang sudah ada, membeli barang preloved atau thrifting, atau memanfaatkan promo tanpa berutang.
Q: Bagaimana cara memulai frugal living bagi pemula?
A: Anda bisa memulai dari hal kecil, seperti mencatat semua pengeluaran selama sebulan, mengurangi jajan di luar, membawa bekal, dan membiasakan menabung 10–20% dari pendapatan sebelum belanja.
Q: Bagaimana mengatasi rasa FOMO (Fear of Missing Out) saat teman-teman nongkrong di tempat mahal?
A: Untuk mengatasi FOMO, cari alternatif aktivitas seru yang lebih hemat, lalu ajak teman-teman ikut. Jika tetap ingin ikut, atur anggaran khusus untuk sosialisasi dan patuhi batasnya. Gen Z juga dapat menerapkan 'loud budgeting' dengan menyatakan prioritas keuangan mereka kepada teman-teman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6373166/original/025106500_1779248271-Desain_Rumah_Kampung_1_Lantai_dengan_Dapur_Luas_di_Belakang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6371444/original/074285800_1779246650-Usaha_Depan_Rumah_Type_45_yang_Cocok_untuk_Perumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6365480/original/008573800_1779240645-ChatGPT_Image_20_Mei_2026__08.28.52.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557531/original/072163800_1776333869-pohon_sawo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6306545/original/080759300_1779180922-labu_siam_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6299751/original/094550500_1779174283-Toko_Kelontong_dengan_Aneka_Frozen_Food_Siap_Masak_Populer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6316079/original/095497800_1779190101-kebun_selada.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497559/original/081983100_1770635200-head-shot-brunette-lying-bed-reading-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6304582/original/074041600_1779179081-Gemini_Generated_Image_9krk7a9krk7a9krk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6302708/original/049470100_1779177171-jemurrrrr_cov.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6299749/original/054425600_1779174220-Menanam_Kacang_Panjang_Rambat_dengan_Para-Para_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6288411/original/025348600_1779163153-Rumah_Kampung_1_Lantai_dengan_Teras_Lebar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6286554/original/097047800_1779161329-Ide_Jualan_Minuman_Dingin_di_Teras_Rumah_Type_45_saat_Musim_Kemarau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284871/original/070916900_1779159715-ChatGPT_Image_May_19__2026__10_01_00_AM_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6279211/original/086063400_1779154087-Gemini_Generated_Image_2frjdw2frjdw2frj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568989/original/071455900_1777425589-jeruk2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478030/original/086626700_1768888289-Menanam_Serai_di_Polybag__Gemini_AI__5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6215634/original/079618400_1779093205-Gemini_Generated_Image_o9ddnio9ddnio9dd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6216491/original/061950200_1779094023-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209555/original/012815900_1779087778-HL_kebun_sayur.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410733/original/065340700_1762943225-IMG_9134.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845191/original/066087800_1716884377-Food_processor_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983415/original/005222400_1730112240-fotor-ai-20241028174255.jpg)