- Apa keunggulan utama desain rumah kampung 1 lantai dengan dapur luas di belakang?
- Bagaimana konsep area makan semi terbuka mendukung iklim tropis?
- Material apa yang sering digunakan untuk menciptakan kesan tropis dan etnik pada rumah kampung?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Mendambakan hunian yang nyaman, fungsional, dan estetik di tengah suasana pedesaan? Konsep rumah kampung satu lantai kini semakin diminati, terutama dengan penekanan pada area fungsional seperti dapur yang luas dan area makan semi terbuka. Desain-desain ini tidak hanya mengakomodasi kebutuhan gaya hidup modern, tetapi juga mempertahankan esensi kehangatan dan kedekatan dengan alam khas rumah kampung.
Setiap desain menawarkan perpaduan unik antara tradisi dan modernitas, dengan solusi cerdas untuk pencahayaan, sirkulasi udara, serta koneksi visual ke lingkungan sekitar. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang efisien, sehat, dan menyenangkan bagi penghuninya. Dari sentuhan tropis minimalis hingga etnik tradisional, industrial-rustik, modern kontemporer, konsep taman di tengah, rumah panggung modern, hingga konsep terbuka dengan taman vertikal, setiap desain dirancang untuk memaksimalkan kenyamanan dan fungsionalitas.
Lantas apa saja inspirasi desain rumah kampung 1 lantai dengan dapur luas di belakang rumah dan area makan semi terbuka? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (20/5/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Desain Kampung Tropis Modern dengan Sentuhan Minimalis
Desain ini memadukan kesederhanaan rumah kampung tradisional dengan estetika modern minimalis, serta adaptasi terhadap iklim tropis. Konsep utamanya berfokus pada pencahayaan alami yang optimal, sirkulasi udara yang baik, dan koneksi visual yang kuat antara interior dan eksterior rumah. Denah rumah umumnya memanjang ke belakang, dengan teras dan ruang tamu di area depan yang terhubung langsung.
Ruang keluarga ditempatkan di tengah, berfungsi sebagai inti hunian. Di bagian belakang, terdapat dapur yang dirancang sangat luas, memungkinkan berbagai aktivitas memasak tradisional maupun modern. Penempatan dapur di area ini memastikan asap dan bau masakan tidak mengganggu area utama rumah, didukung oleh jendela-jendela besar atau bukaan permanen yang memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami. Material yang digunakan bisa berupa kombinasi beton ekspos untuk countertop dan kayu untuk kabinet, menciptakan kesan hangat namun modern. Dapur yang luas di bagian belakang rumah sangat ideal untuk rumah kampung, memungkinkan aktivitas memasak yang lebih leluasa dan meminimalkan penyebaran bau ke area lain.
Area makan terletak persis di samping dapur, dirancang semi terbuka dengan atap yang menaungi namun tanpa dinding permanen di satu atau dua sisi. Sisi yang terbuka ini biasanya menghadap ke taman belakang atau area hijau, menciptakan pengalaman makan yang menyatu dengan alam. Konsep ruang makan semi terbuka memungkinkan penghuni menikmati suasana luar ruangan sambil tetap terlindungi dari cuaca, sangat cocok untuk iklim tropis. Penggunaan material seperti lantai teraso atau keramik kasar dan furnitur kayu solid akan memperkuat nuansa kampung yang modern.
Estetika minimalis dicapai melalui penggunaan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, dan krem, dipadukan dengan sentuhan material alami seperti kayu jati atau meranti untuk kusen, pintu, dan beberapa elemen dinding. Lantai menggunakan keramik motif kayu atau semen ekspos, sementara atap pelana dengan overstek lebar khas rumah tropis akan melindungi dari panas matahari dan hujan. Penggunaan material alami seperti kayu dan batu alam adalah ciri khas arsitektur tropis yang juga sering ditemukan pada rumah-rumah kampung, memberikan kesan hangat dan menyatu dengan lingkungan.
2. Desain Rumah Kampung Etnik dengan Dapur Tradisional
Desain ini menonjolkan kekayaan arsitektur etnik Indonesia, mengadopsi elemen-elemen tradisional dari berbagai daerah namun tetap fungsional untuk kehidupan modern. Fokusnya adalah pada detail ukiran, penggunaan material lokal, dan tata ruang yang mengakomodasi kebiasaan masyarakat kampung. Rumah ini memiliki teras depan yang luas, sering disebut sebagai “pendopo mini” atau “bale-bale,” yang berfungsi sebagai area penerima tamu.
Ruang tamu dan ruang keluarga terintegrasi dalam satu area terbuka, sementara koridor menuju belakang rumah akan mengarah ke kamar tidur dan akhirnya ke dapur serta area makan. Dapur dirancang sangat luas, seringkali dengan area terpisah untuk “dapur kotor” dan “dapur bersih”. Dapur kotor bisa berupa area semi-terbuka dengan tungku kayu atau kompor tradisional, sementara dapur bersih lebih modern. Dapur tradisional di rumah kampung seringkali memiliki area terpisah untuk memasak dengan tungku kayu, yang membutuhkan ventilasi yang sangat baik. Dinding dapur bisa menggunakan kombinasi bata ekspos atau anyaman bambu, memberikan sentuhan etnik yang kuat, dilengkapi jendela-jendela besar dengan kisi-kisi kayu atau ukiran untuk menambah estetika.
Area makan biasanya berupa “bale-bale” atau panggung kecil yang ditinggikan, terletak di samping dapur dan menghadap ke halaman belakang. Atapnya bisa berupa atap genteng atau ijuk dengan struktur kayu yang kokoh. Tanpa dinding permanen, area ini memungkinkan angin sepoi-sepoi masuk dan pemandangan taman yang asri. Bale-bale atau panggung terbuka adalah elemen arsitektur tradisional yang sering digunakan sebagai area makan atau bersantai di rumah-rumah kampung, menawarkan koneksi langsung dengan alam. Furnitur kayu ukir atau bangku panjang dari bambu akan melengkapi suasana etnik.
Material dominan adalah kayu (jati, ulin, meranti) untuk struktur, dinding, dan lantai, dengan batu alam juga digunakan untuk pondasi atau elemen dekoratif. Atap menggunakan genteng tanah liat atau ijuk. Ukiran-ukiran tradisional pada kusen, pintu, atau tiang menjadi ciri khas yang kuat, dan warna-warna alami kayu serta tanah mendominasi. Penggunaan kayu sebagai material utama dan detail ukiran adalah ciri khas arsitektur etnik Indonesia yang memberikan karakter kuat pada bangunan.
3. Desain Rumah Kampung Industrial-Rustik
Desain ini menggabungkan elemen industrial yang kasar dan fungsional dengan sentuhan rustik khas kampung, menciptakan tampilan yang unik dan berkarakter. Ciri khasnya adalah penggunaan material ekspos seperti beton, baja, dan kayu daur ulang. Tata letak rumah mungkin memiliki fasad yang lebih modern dengan sentuhan industrial, dengan ruang tamu dan keluarga berupa konsep open-plan.
Dapur dan area makan ditempatkan di bagian belakang, dengan transisi yang mulus ke area luar. Dapur dirancang luas dengan layout yang efisien. Dinding bisa berupa bata ekspos atau semen acian kasar, sementara countertop dari beton ekspos atau stainless steel memberikan nuansa industrial. Rak-rak terbuka dari baja atau kayu daur ulang menambah kesan rustik. Gaya industrial seringkali menggunakan material ekspos seperti beton dan baja, yang dapat dipadukan dengan elemen kayu untuk menciptakan nuansa rustik. Jendela-jendela besar dengan bingkai besi hitam akan memaksimalkan cahaya dan ventilasi.
Area makan ini terletak di samping dapur, dengan atap kanopi atau pergola dari baja ringan yang ditumbuhi tanaman rambat. Lantai bisa menggunakan semen poles atau paving block. Dinding di satu sisi bisa berupa roster beton atau kisi-kisi kayu untuk privasi sekaligus sirkulasi udara. Pergola dengan tanaman rambat adalah solusi efektif untuk menciptakan area semi-terbuka yang teduh dan estetis, cocok untuk ruang makan di luar ruangan. Meja makan panjang dari kayu solid atau beton dengan bangku-bangku besi akan melengkapi gaya industrial-rustik.
Kombinasi beton ekspos, bata ekspos, baja hitam, dan kayu daur ulang adalah kunci estetika desain ini. Warna-warna didominasi abu-abu, hitam, cokelat tanah, dan warna alami kayu. Pencahayaan menggunakan lampu gantung industrial dengan bohlam filamen. Gaya rustik seringkali memanfaatkan material daur ulang dan elemen yang belum dihaluskan, menciptakan tampilan yang otentik dan berkarakter.
4. Desain Rumah Kampung Modern Kontemporer dengan Atap Limasan
Desain ini mengambil inspirasi dari bentuk atap limasan tradisional Jawa yang ikonik, namun mengaplikasikannya pada struktur rumah modern kontemporer. Hasilnya adalah rumah yang terlihat familiar namun dengan sentuhan modern yang bersih dan fungsional. Rumah ini memiliki denah yang efisien, dengan area depan yang bisa berupa carport dan taman kecil.
Ruang tamu dan keluarga berada di tengah, dengan bukaan besar ke samping atau belakang. Dapur dan area makan ditempatkan di bagian belakang, memanfaatkan bentuk atap limasan untuk menciptakan ruang yang tinggi dan lapang. Dapur dirancang luas dengan layout L-shape atau U-shape, memaksimalkan ruang kerja. Jendela-jendela tinggi atau clerestory windows di bawah atap limasan akan membawa banyak cahaya alami. Atap limasan tidak hanya estetis tetapi juga fungsional, memungkinkan ketinggian plafon yang lebih tinggi dan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam ruangan. Kabinet dapur bisa menggunakan finishing HPL motif kayu terang atau warna solid minimalis, sementara lantai keramik motif semen atau granit akan memberikan kesan modern yang bersih.
Area makan ini berada di bawah perpanjangan atap limasan, menciptakan ruang yang terlindungi namun terbuka. Dinding di satu sisi bisa diganti dengan pintu geser kaca lebar yang bisa dibuka penuh, menghubungkan langsung ke taman atau kolam ikan kecil. Pintu geser kaca adalah solusi modern untuk menciptakan ruang semi-terbuka yang fleksibel, memungkinkan integrasi antara interior dan eksterior. Lantai bisa menggunakan dek kayu atau keramik yang sama dengan dapur untuk menciptakan kesinambungan. Furnitur makan minimalis dari kayu atau metal akan cocok dengan gaya kontemporer.
Estetika desain ini didominasi warna putih, abu-abu, dan cokelat muda. Dinding eksterior bisa menggunakan kombinasi plesteran halus dan batu alam, dengan atap genteng keramik berwarna gelap. Penggunaan kaca yang dominan untuk bukaan dan interior yang bersih dengan garis-garis tegas menjadi ciri khasnya. Gaya kontemporer menekankan pada kesederhanaan, garis bersih, dan penggunaan material modern, seringkali dipadukan dengan elemen tradisional untuk sentuhan lokal.
5. Desain Rumah Kampung dengan Konsep Taman di Tengah (Courtyard House)
Desain ini mengadaptasi konsep courtyard house atau rumah dengan taman di tengah, yang sangat efektif untuk iklim tropis. Meskipun hanya satu lantai, taman di tengah berfungsi sebagai paru-paru rumah, memberikan pencahayaan dan ventilasi alami ke semua ruangan, termasuk dapur dan area makan. Rumah ini memiliki denah berbentuk U atau L yang mengelilingi sebuah taman kecil di tengah.
Ruang tamu dan kamar tidur menghadap ke taman ini, sementara dapur dan area makan ditempatkan di salah satu sisi “U” atau “L” yang menghadap langsung ke taman tengah dan juga memiliki bukaan ke halaman belakang. Dapur dirancang luas dan terletak di bagian belakang rumah, namun juga memiliki bukaan besar ke taman tengah. Ini menciptakan dua arah ventilasi silang yang sangat efektif. Konsep courtyard house sangat cocok untuk iklim tropis karena memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami ke seluruh ruangan, termasuk dapur. Dapur bisa memiliki island di tengah untuk area persiapan tambahan, dengan material keramik motif mozaik untuk backsplash dan countertop beton poles.
Area makan ini berada di antara dapur dan taman tengah, dengan atap yang menaungi namun tanpa dinding permanen di sisi yang menghadap taman. Ini menciptakan pengalaman makan alfresco yang intim dan terlindungi. Area makan yang menghadap langsung ke taman tengah memberikan suasana yang tenang dan asri, ideal untuk bersantap bersama keluarga. Lantai bisa menggunakan dek kayu atau batu alam yang berlanjut ke taman. Furnitur makan dari rotan atau kayu ringan akan menambah kesan tropis.
Kombinasi plesteran putih, kayu terang, dan tanaman hijau yang melimpah menjadi ciri khas estetika desain ini. Lantai menggunakan keramik atau teraso, dengan atap datar atau atap pelana rendah. Estetika yang bersih, terang, dan menyatu dengan alam sangat ditekankan. Penggunaan material alami dan penekanan pada ruang hijau adalah ciri khas desain rumah tropis yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan.
6. Desain Rumah Kampung Panggung Modern
Desain ini mengadaptasi bentuk rumah panggung tradisional yang umum di banyak daerah di Indonesia, namun dengan sentuhan modern. Peninggian rumah dari tanah memiliki banyak keuntungan, terutama di daerah rawan banjir atau untuk sirkulasi udara yang lebih baik. Rumah ini dibangun di atas tiang-tiang atau pondasi tinggi, dengan area bawah yang bisa dimanfaatkan sebagai carport, area servis, atau ruang santai semi-terbuka.
Lantai utama diakses melalui tangga, dengan ruang tamu, kamar tidur, dan area servis berada di lantai atas. Dapur dan area makan ditempatkan di bagian belakang, seringkali dengan balkon atau teras yang diperpanjang. Dapur terletak di bagian paling belakang lantai utama, dirancang luas dengan jendela-jendela besar yang menghadap ke pemandangan sekitar. Karena posisinya yang lebih tinggi, dapur akan mendapatkan sirkulasi udara yang sangat baik. Rumah panggung secara alami memiliki sirkulasi udara yang lebih baik karena posisinya yang ditinggikan dari tanah, sangat menguntungkan untuk dapur yang membutuhkan ventilasi optimal. Kabinet dapur bisa menggunakan material plywood dengan finishing natural atau cat warna cerah.
Area makan ini berada di teras belakang yang luas, yang merupakan perpanjangan dari dapur. Teras ini dilindungi oleh atap rumah namun tanpa dinding, menciptakan ruang makan alfresco dengan pemandangan yang lebih luas. Teras belakang yang luas pada rumah panggung dapat berfungsi sebagai area makan semi-terbuka yang nyaman, menawarkan pemandangan dan udara segar. Pagar teras bisa berupa kisi-kisi kayu atau railing minimalis. Furnitur makan dari kayu atau bambu akan sangat cocok dengan suasana ini.
Struktur utama bisa kombinasi beton dan kayu, dengan dinding eksterior menggunakan siding kayu atau plesteran halus. Lantai kayu untuk area dalam dan teras, serta atap pelana atau perisai. Estetika bersih, modern, namun tetap hangat dengan sentuhan kayu. Penggunaan kayu sebagai material utama pada rumah panggung modern memberikan kesan alami dan hangat, sekaligus mempertahankan esensi arsitektur tradisional.
7. Desain Rumah Kampung dengan Konsep Terbuka dan Taman Vertikal
Desain ini memaksimalkan konsep keterbukaan dan integrasi dengan alam, bahkan di lahan yang mungkin tidak terlalu luas. Penggunaan taman vertikal atau dinding hijau menjadi solusi inovatif untuk membawa elemen alam ke dalam rumah. Rumah ini memiliki denah yang sangat terbuka di area publik, dengan ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur mungkin berada dalam satu ruang besar tanpa sekat permanen.
Area makan semi terbuka akan menjadi transisi ke taman belakang yang mungkin dilengkapi dengan taman vertikal. Dapur dirancang luas dan menyatu dengan ruang keluarga, namun posisinya tetap di bagian belakang. Dinding belakang dapur bisa berupa kaca lebar yang menghadap ke taman vertikal atau dinding hijau. Ini tidak hanya memberikan pemandangan yang indah tetapi juga membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Taman vertikal atau dinding hijau adalah solusi inovatif untuk menghadirkan elemen alam ke dalam rumah, bahkan di lahan terbatas, dan dapat membantu mendinginkan ruangan. Material countertop bisa dari solid surface atau granit, dengan kabinet minimalis.
Area makan ini terletak di samping dapur, dengan atap transparan atau pergola yang ditutupi tanaman rambat. Dinding di satu sisi bisa berupa dinding roster atau kisi-kisi kayu yang berfungsi sebagai penyangga tanaman rambat atau taman vertikal kecil. Atap transparan atau pergola dengan tanaman rambat memungkinkan cahaya alami masuk sambil tetap memberikan keteduhan, menciptakan suasana makan yang nyaman di area semi-terbuka. Lantai bisa menggunakan keramik motif batu alam atau dek kayu. Meja makan dari kayu solid dengan kursi-kursi ringan akan cocok dengan suasana alami.
Kombinasi plesteran putih, kaca, kayu terang, dan elemen hijau dari tanaman menjadi ciri khas estetika desain ini. Lantai menggunakan keramik atau semen poles, dengan atap datar atau atap pelana minimalis. Estetika modern, segar, dan sangat terhubung dengan alam. Konsep terbuka pada rumah modern memungkinkan aliran udara dan cahaya yang maksimal, menciptakan ruang yang terasa lebih luas dan menyatu dengan lingkungan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah Kampung 1 Lantai dengan Dapur Luas
1. Apa keunggulan utama desain rumah kampung 1 lantai dengan dapur luas di belakang?
Jawaban: Keunggulan utamanya adalah memungkinkan aktivitas memasak yang lebih leluasa, meminimalkan penyebaran bau ke area lain, serta memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami di dapur.
2. Bagaimana konsep area makan semi terbuka mendukung iklim tropis?
Jawaban: Konsep semi terbuka memungkinkan penghuni menikmati suasana luar ruangan sambil tetap terlindungi dari cuaca, serta menciptakan sirkulasi udara yang baik dan koneksi langsung dengan alam, sangat cocok untuk iklim tropis.
3. Material apa yang sering digunakan untuk menciptakan kesan tropis dan etnik pada rumah kampung?
Jawaban: Material alami seperti kayu (jati, meranti), batu alam, bambu, dan genteng tanah liat sering digunakan untuk memberikan kesan hangat, menyatu dengan lingkungan, dan menonjolkan karakter etnik.
4. Apa manfaat konsep 'Courtyard House' untuk rumah kampung di iklim tropis?
Jawaban: Konsep 'Courtyard House' sangat efektif untuk iklim tropis karena memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami ke seluruh ruangan, termasuk dapur, serta menciptakan oase hijau di tengah rumah.
5. Mengapa rumah panggung modern cocok untuk daerah rawan banjir atau untuk sirkulasi udara yang lebih baik?
Jawaban: Rumah panggung memiliki sirkulasi udara yang sangat baik karena posisinya yang ditinggikan dari tanah, melindungi dari kelembaban dan potensi banjir, serta menawarkan pemandangan yang lebih luas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6371444/original/074285800_1779246650-Usaha_Depan_Rumah_Type_45_yang_Cocok_untuk_Perumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6365480/original/008573800_1779240645-ChatGPT_Image_20_Mei_2026__08.28.52.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557531/original/072163800_1776333869-pohon_sawo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6306545/original/080759300_1779180922-labu_siam_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6299751/original/094550500_1779174283-Toko_Kelontong_dengan_Aneka_Frozen_Food_Siap_Masak_Populer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6316079/original/095497800_1779190101-kebun_selada.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497559/original/081983100_1770635200-head-shot-brunette-lying-bed-reading-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6304582/original/074041600_1779179081-Gemini_Generated_Image_9krk7a9krk7a9krk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6302708/original/049470100_1779177171-jemurrrrr_cov.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6300353/original/018478400_1779174857-frugal_living_untuk_Gen_Z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6299749/original/054425600_1779174220-Menanam_Kacang_Panjang_Rambat_dengan_Para-Para_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6288411/original/025348600_1779163153-Rumah_Kampung_1_Lantai_dengan_Teras_Lebar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6286554/original/097047800_1779161329-Ide_Jualan_Minuman_Dingin_di_Teras_Rumah_Type_45_saat_Musim_Kemarau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284871/original/070916900_1779159715-ChatGPT_Image_May_19__2026__10_01_00_AM_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6279211/original/086063400_1779154087-Gemini_Generated_Image_2frjdw2frjdw2frj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568989/original/071455900_1777425589-jeruk2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478030/original/086626700_1768888289-Menanam_Serai_di_Polybag__Gemini_AI__5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6215634/original/079618400_1779093205-Gemini_Generated_Image_o9ddnio9ddnio9dd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6216491/original/061950200_1779094023-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209555/original/012815900_1779087778-HL_kebun_sayur.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179416/original/014824300_1743563839-ChatGPT_Image_Apr_2__2025__10_16_14_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410733/original/065340700_1762943225-IMG_9134.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4845191/original/066087800_1716884377-Food_processor_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)





