60 Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum yang Berkesan

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta Sebuah pidato yang bagus butuh penutup yang tak kalah manis. Di sinilah pantun penutup pidato wassalamualaikum berperan, menyulap kalimat akhir yang biasa menjadi momen yang membekas, mengundang senyum, sekaligus mengantar salam dengan cara yang santun.

Sebanyak 60 pantun berikut ini seluruhnya rangkaian orisinal yang disusun khusus untuk berbagai suasana, mulai dari sekolah, kantor, pengajian, hingga acara resmi. Semuanya berima rapi dan siap kamu bawakan tanpa terdengar pasaran. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (7/7/2026). 

Mengenal Pantun Penutup Pidato dan Fungsinya

Sebelum masuk ke daftarnya, ada baiknya memahami mengapa pantun begitu efektif untuk menutup pembicaraan. Pantun memadukan keindahan bahasa dengan pesan singkat yang mudah diingat, sehingga cocok berdampingan dengan contoh pembukaan pidato Islami yang juga memikat.

Struktur Sampiran dan Isi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah puisi Melayu yang tiap baitnya terdiri atas empat baris bersajak a-b-a-b, dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi. Sampiran berfungsi sebagai pengantar rima, sedangkan isi memuat pesan sesungguhnya, misalnya ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan salam penutup.

Pantun sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada Desember 2020 dan dikenal sebagai sajak Melayu berpola a-b-a-b yang lazim dibawakan pada upacara resmi. Karena akrab di telinga masyarakat, pantun mampu mencairkan suasana dan membuat hadirin lebih rileks menjelang akhir acara. Gaya ringan ini bisa kamu padukan dengan kata penutup pidato yang menarik dan berkesan agar kesannya makin kuat.

Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum yang Singkat dan Padat

Kategori ini cocok untuk kamu yang ingin menutup dengan cepat namun tetap berkelas, termasuk beberapa pantun kilat dua baris. Sandingkan dengan kata pembukaan pidato singkat agar pembuka dan penutupmu selaras.

1. Terbit fajar di ufuk timur,

embun menetes di daun rapuh.

Cukuplah sudah lidah bertutur,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kembang melati harum mewangi,

gugur sekuntum di tepi telaga.

Sampai di sini saya akhiri,

wassalamualaikum, jumpa di lain masa.

3. Layang-layang putus talinya,

wassalamualaikum, sekian pidatonya.

4. Ikan berenang di air jernih,

cukup sekian, saya ucap terima kasih.

5. Padi merunduk di sawah luas,

disapu angin senja yang teduh.

Ucapan saya sudahlah tuntas,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Pecah ombak di batu karang,

salam penutup, saya undur sekarang.

7. Bulan purnama menyinari malam,

cahaya jatuh menjelang subuh.

Saya tutup tutur dengan salam,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Buah kelapa jatuh ke lumpur,

sekian dari saya, penuh syukur.

Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum untuk Acara Resmi

Untuk seminar, rapat, atau sambutan kenegaraan, pilih pantun berwibawa dengan diksi yang tertib. Nuansanya mirip dengan contoh pidato singkat untuk berbagai acara maupun teks pidato resmi kenegaraan.

9. Tinta emas menulis riwayat,

tersimpan rapi di lemari utuh.

Semoga sambutan membawa manfaat,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

10. Berlayar kapal menembus badai,

nakhoda teguh pantang mengeluh.

Sepatah dua kata telah usai,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

11. Bunga seroja tumbuh di taman,

mekar berseri dipandang megah.

Terima kasih atas segala perhatian,

mohon maaf bila ada yang salah.

12. Mentari pagi menyapa cakrawala,

menyinari embun di pucuk daun.

Sekian sambutan singkat dari saya,

semoga bermanfaat sepanjang tahun.

13. Air terjun deras mengalir,

membasahi batu yang teguh.

Tibalah sudah pada kata akhir,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

14. Kain tenun bermotif indah,

dijahit rapi oleh bunda.

Cukup sekian sambutan ini sudah,

semoga berkesan di dalam dada.

15. Perahu berlabuh di dermaga,

nelayan pulang membawa hasil.

Izinkan saya undur diri saja,

semoga pertemuan ini berhasil.

16. Rembulan naik menghias cakrawala,

bintang berkedip di langit biru.

Demikian amanat dari saya,

semoga menjadi ilmu yang baru.

Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum yang Lucu dan Menghibur

Kalau audiens mulai mengantuk, pantun jenaka adalah penyelamatnya. Gaya kocak seperti ini juga banyak ditemui pada pantun Sunda lucu yang segar dan mengundang tawa.

17. Beli martabak isinya keju,

dimakan ramai sampai gembul.

Pidato usai, jangan cemberut dulu,

tepuk tangannya yang betul.

18. Ada kucing tidur di genteng,

mimpi berburu ikan teri.

Kalau pidato saya kurang mentereng,

maklum, baru belajar berdiri.

19. Naik odong-odong keliling kota,

bayar seribu dapat tiga lagu.

Sudah habis pidato kita,

jangan pulang sebelum foto dulu.

20. Makan seblak level dewa,

kepedasan sampai menangis.

Cukup sekian pidato saya,

mumpung belum ada yang nangis.

21. Beli boba di ujung gang,

antre panjang sampai lelah.

Pidato ini saya sudahi sekarang,

sebelum kalian tidur berjamaah.

22. Pergi mancing dapat sepatu,

sepatu butut penuh lumut.

Salam penutup dari daku,

wassalamualaikum, jangan cemberut.

23. Kucing oren rebut kerupuk,

lari kencang ditendang bapak.

Pidato sudah, perut pun keruyuk,

wassalamualaikum, ayo makan enak.

24. Sinyal wifi timbul tenggelam,

loading lama bikin resah.

Saya pungkasi dengan salam,

wassalamualaikum, semoga berkah.

Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum untuk Pelajar dan Mahasiswa

Cocok untuk presentasi kelas, lomba pidato, hingga sambutan organisasi. Gaya penutup semacam ini pas dipakai pada pidato ketua OSIS, contoh pidato Hari Kartini, maupun pidato Hari Kartini untuk anak SD.

25. Menyalin catatan di buku tulis,

tinta habis pena pun aus.

Presentasi kami cukupkan manis,

wassalamualaikum, terima kasih tulus.

26. Berangkat sekolah naik sepeda,

sampai gerbang bel berbunyi.

Terima kasih Bapak Ibu Guru tercinta,

wassalamualaikum, sampai jumpa lagi nanti.

27. Ujian tiba belajar semalam,

ditemani kopi yang legit.

Pidato perpisahan kututup dengan salam,

wassalamualaikum, raih cita setinggi langit.

28. Praktikum kimia mencampur zat,

gelas ukur berbaris rapi.

Semoga presentasi ini bermanfaat,

wassalamualaikum, jumpa esok hari.

29. Membuka laptop mengetik makalah,

baterai lemah nyaris padam.

Semoga presentasi tiada yang salah,

wassalamualaikum, saya akhiri dengan salam.

30. Wisuda tiba toga dikenakan,

foto bersama penuh tawa.

Terima kasih atas segala bimbingan,

wassalamualaikum, doakan langkah saya.

31. Diskusi kelas ramai berdebat,

argumen tajam saling beradu.

Sekian pemaparan yang kami buat,

wassalamualaikum, semoga menambah ilmu.

32. Pengurus OSIS berkumpul di aula,

membahas program dengan cermat.

Pidato ketua cukup sampai di sana,

wassalamualaikum, salam hormat.

Pantun Penutup Pidato Penuh Doa dan Harapan

Menutup dengan doa membuat pesanmu terasa tulus dan mendalam. Semangatnya sejalan dengan ajakan kebaikan pada pidato singkat tentang pergaulan bebas yang sarat pesan moral.

33. Menabur benih di tanah subur,

tumbuh menghijau di kala pagi.

Semoga ilmu ini membawa syukur,

wassalamualaikum, berkah menanti.

34. Air mengalir dari mata air,

menyejukkan sawah dan ladang.

Semoga pesan tadi tak sekadar mampir,

wassalamualaikum, hingga jumpa mendatang.

35. Awan berarak di langit senja,

dihalau angin menuju barat.

Semoga hajat kita terlaksana,

wassalamualaikum, penuh berkat.

36. Menanam mawar di halaman rumah,

disiram embun setiap subuh.

Semoga majelis ini penuh berkah,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

37. Pelangi muncul selepas hujan,

tujuh warna menghias langit.

Semoga rezeki kita dilapangkan,

wassalamualaikum, hati tak lagi sempit.

38. Menyalakan pelita di malam kelam,

cahaya lembut menembus gelap.

Saya akhiri tutur dengan salam,

wassalamualaikum, semoga doa terkabul lengkap.

39. Berlayar sampan menuju seberang,

mendayung tenang tak tergesa.

Semoga niat baik kita terbentang,

wassalamualaikum, diridhai Yang Maha Esa.

40. Menyemai padi di petak sawah,

menanti musim menuai hasil.

Semoga usaha kita diberkahi Allah,

wassalamualaikum, semoga cita berhasil.

Pantun Penutup Pidato yang Puitis dan Reflektif

Untuk momen perpisahan atau acara yang menyentuh, pantun bernuansa syahdu akan meninggalkan kesan yang lama. Rasanya senada dengan kata-kata Islami menyentuh hati dan kata mutiara Islami pencerah kehidupan.

41. Senja meluruh di garis cakrawala,

mewarnai laut jingga keemasan.

Waktu berpisah akhirnya tiba,

wassalamualaikum, simpan pesan dalam ingatan.

42. Daun terakhir gugur di ranting,

dipeluk angin musim yang tua.

Setiap pertemuan menyimpan penting,

wassalamualaikum, kenang dalam jiwa.

43. Ombak berbisik pada karang,

menuturkan rindu yang terpendam.

Kata perpisahan kini datang,

wassalamualaikum, larut bersama malam.

44. Bintang berpijar di langit malam,

menemani sepi yang membeku.

Izinkan tuturku ditutup salam,

wassalamualaikum, hingga jumpa waktu.

45. Embun menggantung di daun pandan,

menetes jatuh ditimpa cahaya.

Segala pesan sudah kusampaikan,

wassalamualaikum, resapi maknanya.

46. Sungai tua mengalir ke muara,

membawa cerita sepanjang jalan.

Waktu jua yang memisahkan kita,

wassalamualaikum, jaga persahabatan.

47. Rembulan pucat di balik awan,

menyelinap sepi tanpa suara.

Sekian kisah yang kututurkan,

wassalamualaikum, semoga bermakna.

48. Kabut turun menyelimuti lembah,

menutup jalan yang berliku.

Tutur kata cukup sampai di sini sudah,

wassalamualaikum, semoga menetap di kalbu.

Pantun Penutup Pidato Wassalamualaikum untuk Acara Keagamaan

Kultum, tausiah, dan pengajian akan terasa lebih hangat bila ditutup pantun bernapas rohani. Kamu bisa memperkayanya dengan pantun Islami penuh makna, pantun agama Islam, serta pantun nasehat untuk kehidupan.

49. Menjelang buka menunggu azan,

segelas teh dan kurma tiga.

Cukup sekian kultum di bulan Ramadan,

wassalamualaikum, semoga puasa diterima.

50. Ke masjid melangkah selepas magrib,

menata saf lurus menghadap kiblat.

Cukup sekian nasihat yang karib,

wassalamualaikum, semoga menuai rahmat.

51. Tasbih berputar di jemari tua,

zikir mengalir menyejuk kalbu.

Sekian majelis ilmu kita,

wassalamualaikum, semoga menambah ilmu.

52. Lantunan Quran menggema merdu,

menyentuh hati yang sedang gundah.

Cukup sekian ceramah dariku,

wassalamualaikum, semoga membawa hidayah.

53. Air wudu membasuh wajah,

menyucikan diri sebelum salat.

Sekian pesan taqwa yang indah,

wassalamualaikum, mari perbaiki niat.

54. Menara masjid menjulang tinggi,

azan berkumandang memanggil hamba.

Cukup sekian tausiah pagi ini,

wassalamualaikum, semoga menjadi amal utama.

55. Sujud panjang di sepertiga malam,

air mata luruh memohon ampun.

Kututup pengajian dengan salam,

wassalamualaikum, mari berbenah sepanjang tahun.

56. Membaca shalawat mengharap syafaat,

hati tenteram jiwa pun teduh.

Demikian kultum semoga bermanfaat,

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pantun Penutup Pidato Bahasa Jawa (Parikan)

Dalam budaya Jawa, pantun dikenal sebagai parikan yang ringan sekaligus sarat pesan. Untuk versi yang lebih lengkap, telusuri pantun penutup pidato bahasa Jawa, dan bila ingin nuansa daerah lain, ada pula pantun Minang penutup.

57. Awan-awan mangan roti,

rotine legi rasa nangka.

Cekap semanten atur kula iki,

wassalamualaikum, nyuwun ngapura sedaya.

Artinya: Siang-siang makan roti, rotinya manis rasa nangka; cukup sekian ucapan saya ini, wassalamualaikum, mohon maaf semua.

58. Numpak sepur menyang Sala,

tuku gethuk digawa mulih.

Matur nuwun sampun rawuh sedaya,

wassalamualaikum, mugi tansah pinaringan sih.

Artinya: Naik kereta ke Solo, beli getuk dibawa pulang; terima kasih semua sudah hadir, wassalamualaikum, semoga selalu dilimpahi kasih sayang.

59. Mangan gudeg neng Yogyakarta,

lawuhe krecek pedhes gurih.

Cekap semanten atur kula,

wassalamualaikum, mugi kita pikantuk sih.

Artinya: Makan gudeg di Yogyakarta, lauknya krecek pedas gurih; cukup sekian ucapan saya, wassalamualaikum, semoga kita memperoleh kasih sayang.

60. Tuku pring kanggo pager latar,

pringe diusung nganggo pedati.

Mangga sedaya tansah tulung-tinulung lan sabar,

wassalamualaikum, mugi rukun ngantos mati.

Artinya: Beli bambu untuk pagar halaman, bambunya diangkut pakai pedati; mari semua saling tolong-menolong dan bersabar, wassalamualaikum, semoga rukun sampai akhir hayat.

Tips Membawakan Pantun Penutup Pidato agar Berkesan

Pantun yang bagus akan sia-sia bila dibawakan asal-asalan. Sebagaimana pantun penutup presentasi dan pantun pembukaan presentasi yang butuh penempatan tepat, penutup pidato pun perlu teknik.

Atur Jeda dan Intonasi

Bacalah sampiran dengan tempo santai, lalu beri jeda sesaat sebelum masuk ke isi. Turunkan nada pada baris ketiga dan tegaskan baris terakhir yang berisi salam, supaya hadirin otomatis terdorong menjawab wassalamualaikum. Latih dua sampai tiga kali agar lidah tidak tersendat saat tampil.

Sesuaikan dengan Suasana Audiens

Bawakan pantun jenaka untuk audiens muda dan santai, sedangkan pantun bernuansa doa lebih pas untuk majelis keagamaan atau acara resmi. Sesuaikan pula diksinya, mirip cara memilih kata mutiara Arab yang tepat untuk konteks tertentu.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Pantun Penutup Pidato

1. Apa itu pantun penutup pidato?

Pantun penutup pidato adalah pantun yang disampaikan di akhir pidato untuk menutup penyampaian secara sopan, menarik, dan mudah diingat oleh audiens.

2. Mengapa pantun sering digunakan sebagai penutup pidato?

Karena pantun dapat menciptakan kesan yang lebih hangat, menghibur, sekaligus memperkuat pesan yang telah disampaikan.

3. Pantun penutup pidato cocok digunakan untuk acara apa saja?

Pantun ini cocok digunakan dalam acara resmi, seminar, perpisahan, wisuda, lomba, hingga kegiatan sekolah dan organisasi.

4. Apa ciri-ciri pantun penutup pidato yang baik?

Pantun yang baik memiliki rima yang sesuai, bahasa yang santun, mudah dipahami, dan berisi ucapan terima kasih, permohonan maaf, atau harapan.

5. Apakah pantun penutup pidato harus lucu?

Tidak. Pantun dapat dibuat lucu, formal, inspiratif, atau menyentuh, tergantung tema pidato dan karakter acara.

6. Bagaimana memilih pantun penutup pidato yang tepat?

Pilih pantun yang selaras dengan tema pidato, sesuai dengan audiens, dan menggunakan bahasa yang sopan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |