15 Cara Membahagiakan Diri Sendiri yang Sederhana dan Terbukti Secara Ilmiah

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus ditunggu datang dari orang lain atau keadaan yang serba sempurna. Cara membahagiakan diri sendiri justru dimulai dari hal-hal kecil yang bisa kamu kendalikan setiap hari.

Mulai dari bersyukur, meluangkan me time, sampai menjaga pola pikir, semuanya berperan besar. Dengan langkah yang tepat, cara membahagiakan diri sendiri terasa jauh lebih ringan dan bisa dijalani secara konsisten.

Berdasarkan riset yang dihimpun Greater Good Science Center Universitas California, Berkeley, kebahagiaan adalah keterampilan yang dapat ditumbuhkan lewat latihan, bukan bakat yang dimiliki segelintir orang saja. Artinya, siapa pun punya peluang yang sama untuk melatih dan merawat rasa bahagianya.

Cara Membahagiakan Diri Sendiri dengan Menata Pola Pikir

Kebahagiaan yang stabil lahir dari cara berpikir, bukan semata dari kejadian di luar diri. Oleh sebab itu, cara membahagiakan diri sendiri yang paling mendasar adalah menata ulang pola pikir dan hubunganmu dengan dirimu sendiri. Dalam bukunya, Happiness, Matthieu Ricard menuliskan, "Kebahagiaan adalah keadaan pemenuhan batin, bukan pemuasan keinginan tanpa henti akan hal-hal di luar diri."

  1. Kenali dan Terima Diri Sendiri: Sisihkan waktu untuk berdialog dengan diri, memahami kelebihan dan kekurangan, serta mengenali apa yang benar-benar membuatmu senang. Kebiasaan meluangkan waktu untuk diri sendiri membantumu mengenali kekuatan dan kelemahan tanpa perlu menghakiminya.

  2. Perbanyak Rasa Syukur: Tuliskan tiga hal yang kamu syukuri setiap hari, sekecil apa pun itu. Menerapkan jurnal syukur harian melatih otak untuk fokus pada hal yang kamu miliki, bukan pada yang belum tercapai.

  3. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Apa yang tampil di media sosial umumnya hanya potongan terbaik dari hidup seseorang. Fokuslah pada perjalananmu sendiri; kebiasaan bersyukur dan berpikir positif jauh lebih menenangkan daripada terus mengukur diri dengan tolok ukur orang lain.

  4. Ubah Pikiran Negatif Menjadi Lebih Positif: Ketika muncul pikiran seperti "aku pasti gagal", tantang kebenarannya dan gantikan dengan sudut pandang yang lebih realistis. Ada banyak cara menghilangkan pikiran negatif, mulai dari mengalihkan fokus hingga menuliskannya agar tidak menumpuk di kepala.

  5. Berdamai dengan Masa Lalu: Menyimpan luka lama hanya akan menjadi beban yang sewaktu-waktu meledak. Belajar berdamai dengan masa lalu berarti menerima apa yang terjadi, mengambil pelajarannya, lalu melangkah maju dengan hati yang lebih ringan.

  6. Nikmati Momen-Momen Kecil (Savoring): Secangkir kopi hangat, udara pagi, atau tawa bersama teman adalah sumber kebahagiaan yang sering terlewat. Mengutip Mindful, menyisihkan waktu untuk benar-benar menyadari dan menikmati hal-hal baik di sekitar kita dapat menambah rasa bahagia secara nyata.

Menulis ternyata menjadi salah satu cara paling murah untuk merawat pikiran. Neil Pasricha, dikutip dari Quillbot, menyatakan, "Menulis selama dua puluh menit tentang pengalaman positif akan meningkatkan kebahagiaan secara dramatis."

Baca juga: 5 Cara Berdamai dengan Masa Lalu agar Hidup Lebih Baik

Cara Membahagiakan Diri Sendiri lewat Gaya Hidup Sehat dan Kebiasaan Harian

Selain pola pikir, tubuh dan rutinitas harian punya andil besar terhadap suasana hati. Karena itu, cara membahagiakan diri sendiri berikutnya berfokus pada kebiasaan sehat yang bisa kamu ulang setiap hari. Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi menuliskan, "Hidup yang penuh sukacita adalah kreasi pribadi yang tidak bisa disalin dari sebuah resep."

  1. Terapkan Pola Hidup Sehat: Makan bergizi, tidur cukup 7-8 jam, dan bergerak aktif adalah fondasi kebahagiaan. Berbagai manfaat olahraga bagi kesehatan mental berasal dari pelepasan hormon endorfin yang memperbaiki mood dan meredakan stres.

  2. Luangkan Me Time dan Jalani Hobi: Sesekali berhenti sejenak dari tuntutan pekerjaan untuk menikmati hal yang kamu suka. Me time memberi otak kesempatan untuk beristirahat, menjernihkan pikiran, dan mengurangi tekanan sehari-hari.

  3. Biasakan Tersenyum: Tersenyum, bahkan saat sedang berat, memicu otak melepaskan dopamin yang memperbaiki suasana hati. Cobalah tersenyum pada diri sendiri di depan cermin setiap pagi, seperti salah satu kunci sederhana agar tetap bahagia.

  4. Batasi dan Detoks Media Sosial: Terlalu lama menelusuri linimasa mudah memicu rasa rendah diri. Mengacu pada ulasan yang dimuat Psychology Today, meninggalkan media sosial untuk periode yang cukup panjang berpotensi meningkatkan kepuasan hidup secara keseluruhan.

  5. Tetapkan Batasan yang Sehat: Berani berkata "tidak" pada hal yang merugikan dirimu adalah bentuk kasih sayang, bukan keegoisan. Menurut para terapis, praktik self love yang sehat justru melibatkan pembentukan batasan agar kamu punya ruang untuk tumbuh.

  6. Gunakan Kekuatan Utama Dirimu: Kenali kekuatan karakter yang kamu miliki, lalu terapkan dengan cara baru setiap hari. Martin Seligman, tokoh yang dikenal sebagai bapak psikologi positif, menyatakan, "Kehidupan yang baik terwujud dengan meraih kebahagiaan lewat penggunaan kekuatan utama dirimu setiap hari."

  7. Rencanakan Sesuatu yang Bisa Dinantikan: Rasa antusias menunggu sebuah momen sama membahagiakannya dengan momen itu sendiri. Dilansir dari Buffer, lonjakan kebahagiaan tertinggi justru muncul pada tahap merencanakan liburan, dengan efek yang bisa bertahan hingga delapan minggu.

Kalau kamu masih bingung membedakan waktu untuk diri sendiri dan waktu bersama orang lain, memahami perbedaan me time dan quality time akan membantumu membagi porsi keduanya secara seimbang.

Cara Membahagiakan Diri Sendiri Tanpa Bergantung pada Orang Lain

Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain kerap membuat kita kelelahan mengejar validasi. Padahal, cara membahagiakan diri sendiri yang paling kokoh adalah menemukan sumber bahagia dari dalam diri sekaligus dari hubungan yang sehat dengan sekitar.

  1. Jadilah Diri Sendiri: Berpura-pura menjadi orang lain hanya menguras tenaga dan emosi. Menerapkan self love atau cinta diri sendiri membuatmu lebih bebas berekspresi dan menerima diri apa adanya.

  2. Rawat Hubungan dengan Orang Terdekat: Tunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga, sahabat, atau pasangan. Saat orang yang kamu sayangi bahagia, kebahagiaan itu ikut mengalir kembali kepadamu, dan merawat diri sendiri justru memampukanmu mencintai orang lain dengan lebih utuh.

  3. Berbuat Baik dan Menolong Orang Lain: Kebaikan kecil, seperti membantu tetangga atau menjadi relawan, memberi rasa puas tersendiri. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berbuat baik memicu pelepasan dopamin dan oksitosin di otak, zat yang membuat kita merasa lebih tenang dan terhubung.

  4. Habiskan Waktu dengan Alam: Tak perlu ke luar kota, cukup berjalan di taman terdekat. Menghabiskan waktu di alam, meski hanya sekitar 30 menit dalam seminggu, dapat membantu menurunkan tingkat stres dan memperbaiki suasana hati.

  5. Pilih Pengalaman ketimbang Barang: Membeli barang memberi kesenangan sesaat, tetapi pengalaman meninggalkan kenangan yang bertahan lama. Riset tentang pola belanja menemukan bahwa orang yang membelanjakan uangnya untuk pengalaman, seperti berkumpul bersama teman atau menonton konser, cenderung lebih bahagia dibandingkan yang membeli barang.

  6. Pelajari Keterampilan Baru: Menantang diri mempelajari hal baru, dari memasak sampai bermain alat musik, memberi rasa pencapaian yang menyenangkan. Aktivitas ini menyibukkan pikiran secara positif sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri.

Ingatlah bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang meraih hal-hal besar. Merujuk temuan yang dipaparkan dalam buku The How of Happiness karya Sonja Lyubomirsky, sekitar 40 persen kebahagiaan ditentukan oleh aktivitas dan pilihan yang kita lakukan sehari-hari, bukan oleh keadaan di luar diri.

Kesalahan yang Sering Membuat Kita Sulit Bahagia

Terkadang, yang menghalangi kita bahagia bukanlah kurangnya usaha, melainkan kebiasaan keliru yang tanpa sadar dipelihara. Sebagaimana disampaikan Kementerian Kesehatan, menerapkan self love dan merawat diri dapat menjaga kesehatan mental serta menurunkan risiko gangguan psikis seperti depresi dan kecemasan. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:

  • Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain: Menjadikan validasi orang lain sebagai satu-satunya sumber bahagia membuatmu rapuh dan mudah kecewa.

  • Terus membandingkan hidup di media sosial: Menjadikan pencapaian orang lain sebagai standar hanya menumbuhkan rasa kurang yang tak ada habisnya.

  • Terjebak overthinking: Memikirkan hal yang belum tentu terjadi menguras energi mental. Kenali beragam cara mengatasi overthinking agar pikiran lebih tenang.

  • Mengejar kesempurnaan: Menuntut segalanya sempurna membuatmu sulit menghargai proses dan pencapaian kecil yang sudah diraih.

  • Mengabaikan tubuh: Kurang tidur, jarang bergerak, dan pola makan berantakan berdampak langsung pada suasana hati.

  • Menahan diri dari hal yang disukai: Terlalu pelit pada diri sendiri, bahkan untuk hal sederhana, perlahan mengikis kegembiraan.

  • Terlalu keras pada diri sendiri: Kritik diri yang berlebihan menurunkan harga diri; belajar memaafkan diri jauh lebih menyembuhkan. Perbanyak juga membaca kata-kata motivasi untuk diri sendiri agar semangatmu terjaga.

Menariknya, banyak orang justru menganggap kebahagiaan sebagai bentuk keegoisan. Padahal meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah sikap egois, melainkan cara mengisi ulang energi agar kamu bisa memberi yang terbaik untuk orang lain.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membahagiakan Diri Sendiri

Apa arti membahagiakan diri sendiri?

Membahagiakan diri sendiri berarti mengambil tanggung jawab penuh atas kebahagiaanmu tanpa menunggu keadaan sempurna atau persetujuan orang lain. Ini mencakup menerima diri apa adanya, merawat tubuh dan pikiran, serta memberi ruang bagi hal-hal yang benar-benar membuatmu senang.

Bagaimana cara membahagiakan diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain?

Mulailah dari hal yang bisa kamu kendalikan sendiri, seperti bersyukur, meluangkan me time untuk kesehatan mental, menjalani hobi, berolahraga, serta menjaga pola tidur. Dengan menemukan sumber bahagia dari dalam diri, kamu tidak lagi bergantung penuh pada validasi orang lain.

Apakah membahagiakan diri sendiri termasuk sikap egois?

Tidak. Membahagiakan diri sendiri berbeda dengan egois karena tujuannya adalah menjaga kesejahteraan tanpa merugikan orang lain. Justru dengan diri yang bahagia dan sehat, kamu punya lebih banyak energi dan kesabaran untuk peduli kepada sekitar.

Pada akhirnya, kebahagiaan bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar mati-matian, melainkan cara kita menjalani setiap hari. Guru Zen Thich Nhat Hanh menyatakan, "Tidak ada jalan menuju kebahagiaan; kebahagiaan itulah jalannya." Jadikan langkah-langkah di atas kebiasaan kecil yang kamu ulang perlahan, dan temukan lebih banyak inspirasi dari kumpulan kata-kata bahagia yang menyentuh hati maupun kata-kata menikmati hidup untuk menemani perjalananmu menjadi pribadi yang lebih bahagia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |