Liputan6.com, Jakarta Dalam dinamika politik internasional, istilah negara adidaya kerap muncul untuk menggambarkan bangsa-bangsa yang mampu membentuk tatanan dunia. Konsep ini menjadi semakin relevan di tengah pergeseran kekuatan global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.
Negara adidaya adalah sebuah negara yang memiliki kekuatan militer atau ekonomi, atau keduanya, serta pengaruh umum yang jauh melampaui negara-negara lain. Keberadaan negara adidaya menentukan arah kebijakan global, mulai dari perdagangan hingga keamanan internasional.
Dilansir dari Britannica, negara adidaya didefinisikan sebagai "negara yang tidak dapat diabaikan di panggung dunia dan tanpa kerja samanya tidak ada masalah dunia yang dapat diselesaikan." Pemahaman mendalam tentang negara adidaya membantu kita memahami bagaimana dunia bekerja dan ke mana arah geopolitik masa depan.
Pengertian Negara Adidaya menurut Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1642806/original/084888700_1499488253-KTT-G20-Donald-Trump-Vladimir-Putin3.jpg)
Perbesar
Istilah negara adidaya atau superpower memiliki makna yang mendalam dalam studi hubungan internasional. Karakteristik mendasar yang konsisten dengan semua definisi negara adidaya adalah bangsa atau negara yang telah menguasai tujuh dimensi kekuatan negara, yaitu geografi, populasi, ekonomi, sumber daya, militer, diplomasi, dan identitas nasional. Meski demikian, para ahli memiliki sudut pandang berbeda dalam mendefinisikan konsep ini.
Berikut beberapa definisi negara adidaya menurut para ahli terkemuka:
- Profesor Paul Dukes — Dikutip dari Wikipedia (English), Dukes menyatakan, "Sebuah negara adidaya harus mampu menjalankan strategi global, termasuk kemampuan menghancurkan dunia; menguasai potensi ekonomi dan pengaruh yang luas; serta menyajikan ideologi yang universal."
- Profesor June Teufel Dreyer — Dikutip dari Wikipedia (English), Dreyer menegaskan, "Sebuah negara adidaya harus mampu memproyeksikan kekuatannya, baik lunak maupun keras, secara global."
- Dr. Ian Bremmer — Dalam bukunya Superpower: Three Choices for America's Role in the World, dikutip dari Wikipedia (English), Bremmer berargumen bahwa negara adidaya adalah "sebuah negara yang mampu menggunakan kekuatan militer, politik, dan ekonomi yang cukup untuk membujuk negara-negara di setiap wilayah dunia agar mengambil tindakan penting yang tidak akan mereka lakukan tanpa dorongan tersebut."
- Lyman Miller — Miller mendefinisikan negara adidaya sebagai negara yang memiliki keunggulan dalam empat sumbu kekuatan, yaitu militer, ekonomi, politik, dan budaya.
- Hans Morgenthau dan Kenneth Waltz — Menurut para sarjana realis seperti Morgenthau dan neorealis seperti Waltz, jumlah negara adidaya merupakan faktor paling menentukan dalam politik internasional. Keberadaan satu, dua, atau banyak negara adidaya (dunia unipolar, bipolar, atau multipolar) menentukan stabilitas tatanan internasional, serta prospek perang dan perdamaian.
- Britannica — Meskipun istilah negara adidaya paling sering digunakan untuk menggambarkan negara yang kekuatan keseluruhannya unggul, istilah ini kadang digunakan secara lebih terbatas untuk menyebut negara yang kekuatannya unggul di satu bidang tertentu, misalnya negara adidaya militer atau negara adidaya ekonomi.
Baca juga: Amerika Serikat sebagai Negara Adidaya, Mengapa Pengaruhnya Masih Dominan?
Sejarah Munculnya Istilah Negara Adidaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8626027/original/008450500_1782620733-pexels-khanh-quan-731747215-20063688.jpg)
Perbesar
Konsep negara adidaya merupakan tambahan yang relatif baru dalam leksikon ilmu politik. Istilah ini pertama kali digunakan untuk menggambarkan Imperium Britania, yang pada akhir abad ke-19 memperluas kekuasaan Ratu Victoria atas hampir seperempat permukaan daratan dunia dan lebih dari seperempat populasi dunia. Namun, penggunaannya dalam konteks politik modern baru dimulai saat Perang Dunia II berkecamuk.
Istilah negara adidaya dalam makna politiknya saat ini diciptakan oleh ahli geostrategis Belanda-Amerika, Nicholas Spykman, dalam serangkaian ceramah pada tahun 1943 tentang bentuk potensial dari tatanan dunia baru pasca-perang. Spykman membahas konsep ini dalam bukunya The Geography of the Peace, yang menekankan supremasi global maritim Imperium Britania dan Amerika Serikat sebagai hal esensial bagi perdamaian dunia.
Setahun kemudian pada 1944, William T. R. Fox, seorang profesor kebijakan luar negeri Amerika, menggunakan kata negara adidaya untuk mengidentifikasi kategori kekuatan baru yang mampu menduduki status tertinggi di dunia. Menurutnya, pada saat itu terdapat tiga negara yang merupakan negara adidaya, yaitu Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Britania Raya.
Mengacu pada Britannica, selama Perang Dingin, para sarjana umumnya menggunakan konsep ini untuk merujuk secara eksklusif pada dua protagonis utamanya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pada tahun 1990-an, setelah berakhirnya Perang Dingin dan melemahnya kekuatan Rusia, Amerika Serikat memperoleh posisi dominasi global. Beberapa sarjana berpendapat bahwa istilah negara adidaya tidak lagi menangkap keunggulan globalnya yang tak tertandingi, dan istilah alternatif seperti hyperpower, hegemon global, dan kekaisaran disarankan sebagai penggantinya.
Baca juga: 6 Penyebab Runtuhnya Uni Soviet Menurut Sejarah
Kriteria dan Karakteristik Negara Adidaya
Untuk memahami mengapa suatu negara layak menyandang status negara adidaya, terdapat sejumlah kriteria dan karakteristik yang harus dipenuhi. Sebagaimana disampaikan Vaia, negara-negara adidaya memiliki pengaruh yang besar terhadap sistem politik global. Mereka memiliki kapabilitas politik, ekonomi, dan militer yang lebih besar daripada negara lain sehingga dianggap unggul secara geopolitik.
Berdasarkan World Population Review, peringkat kekuatan yang disusun oleh US News dikompilasi dari skor masing-masing negara dalam enam atribut yang terkait dengan kekuatan nasional: kepemimpinan, pengaruh ekonomi, kekuatan ekspor, pengaruh politik, kekuatan aliansi internasional, dan kekuatan militer. Berikut karakteristik utama yang membedakan negara adidaya:
- Kekuatan Ekonomi — Negara adidaya memiliki PDB yang sangat besar, persentase perdagangan internasional yang tinggi, dan mata uang yang digunakan sebagai cadangan devisa global. Kekuatan ekonomi menjadi fondasi bagi semua dimensi kekuatan lainnya.
- Kekuatan Militer — Negara-negara yang merupakan adidaya seringkali adalah yang terbesar di dunia dalam hal wilayah dan teritori. Semua daratan yang luas ini biasanya berarti lebih banyak peluang untuk menimbun sumber daya, ruang bagi populasi yang terus bertumbuh, dan tenaga kerja yang besar.
- Pengaruh Politik dan Diplomatik — Negara adidaya memiliki kemampuan untuk memengaruhi keputusan organisasi internasional seperti PBB, NATO, dan G20. Keanggotaan tetap di Dewan Keamanan PBB menjadi salah satu indikator penting.
- Kekuatan Budaya (Soft Power) — Kemampuan menyebarkan nilai-nilai, budaya populer, dan ideologi ke seluruh dunia. Amerika Serikat, misalnya, mendominasi industri hiburan, teknologi, dan pendidikan tinggi global.
- Keunggulan Teknologi — Negara adidaya memimpin dalam inovasi teknologi, dari kecerdasan buatan hingga eksplorasi ruang angkasa. Kemampuan ini memperkuat posisi mereka di sektor militer maupun ekonomi.
- Kapasitas Demografis — Populasi yang besar, produktif, dan terdidik menjadi aset penting. Michael Beckley dari Tufts University, dikutip dari World Population Review, menyatakan, "Pertumbuhan ekonomi jangka panjang bergantung pada geografi, demografi, dan institusi politik suatu negara, dan Amerika Serikat berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan kekuatan pesaingnya di ketiga kategori tersebut."
- Sumber Daya Alam — Akses terhadap sumber daya energi, mineral, dan pangan memberikan kemandirian strategis bagi negara adidaya.
Selain istilah negara adidaya, terdapat pula konsep hyperpower. Selain negara adidaya, terdapat juga negara hyperpower. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan satu negara adidaya tunggal yang menguasai dunia. Antara tahun 1850 dan 1910, Britania Raya dianggap sebagai hyperpower.
Baca juga: 10 Negara Digdaya yang Punya Pangkalan Militer di Luar Negeri
Daftar Negara Adidaya dari Masa ke Masa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1610080/original/065534100_1496211006-Gorbachev_Bush_19900601.jpg)
Perbesar
Sepanjang sejarah, status negara adidaya telah berpindah tangan berkali-kali. Selama ribuan tahun yang lalu, banyak bangsa memiliki kemampuan untuk memengaruhi bangsa lain melalui kekuatan militer mereka, tetapi dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melancarkan kampanye yang saat ini hanya membutuhkan satu minggu atau satu bulan. Berikut perjalanan negara-negara yang menyandang status adidaya dari berbagai era:
- Kekaisaran Persia Akhemeniyah (550–330 SM) — Kekaisaran Persia dianggap sebagai negara adidaya pertama di dunia. Di bawah pemerintahan Cyrus Agung, kekaisaran ini membentang dari Mesir hingga India.
- Kekaisaran Romawi (27 SM–395 M) — Roma berhak menempati posisi teratas daftar. Republik yang berubah menjadi kekaisaran ini bertahan selama 500 tahun dan pada dasarnya menemukan jangkauan global. Pada saat terbesar, bagian Afrika, Eropa, dan Timur Tengah berada di bawah kekuasaan Roma.
- Kekaisaran Mongol (1206–1368) — Menghitung negara-negara vasal dan sekutu yang membayar upeti, kekaisaran ini menguasai lebih dari seperempat daratan dunia.
- Imperium Britania (1783–1957) — Imperium Britania adalah kekaisaran paling luas dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai kekuatan besar yang paling utama, menguasai 25% populasi dunia dan mengendalikan sekitar 25% dari total luas daratan Bumi.
- Uni Soviet (1945–1991) — Sebelum pembubarannya, Uni Soviet mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya dunia bersama Amerika Serikat selama empat dekade setelah Perang Dunia II. Terkadang disebut juga "Kekaisaran Soviet", negara ini menjalankan hegemoni di Eropa Tengah dan Timur serta di seluruh dunia melalui kekuatan militer dan ekonomi.
- Amerika Serikat (1945–Sekarang) — Pada 1991, Uni Soviet dibubarkan akibat runtuhnya komunisme, dan Amerika Serikat muncul sebagai satu-satunya negara adidaya. Hingga saat ini, hanya Amerika Serikat yang memenuhi standar untuk diklasifikasikan sebagai negara adidaya.
Merujuk Study.com, Britania Raya mengalami masalah politik dan keuangan yang menghancurkan hingga akhirnya jatuh dari daftar negara adidaya. Sementara itu, runtuhnya Uni Soviet pada 1991 mengubah tatanan dunia secara fundamental dari bipolar menjadi unipolar.
Baca juga: Inilah Negara Adidaya Terkuat dari Masa ke Masa
Negara Adidaya Potensial di Abad ke-21
Keseimbangan kekuatan global terus bergeser, dan setidaknya beberapa negara adidaya saat ini pada akhirnya akan memudar seiring waktu dan perubahan mengikis kekuatan mereka. Di tengah dinamika ini, sejumlah negara telah diidentifikasi sebagai kandidat negara adidaya masa depan. Saat ini, diskusi akademis telah mengidentifikasi Tiongkok, Uni Eropa, India, dan Rusia sebagai kandidat potensial untuk mencapai status negara adidaya.
Sebagaimana dilaporkan World Population Review, firma konsultan manajemen PricewaterhouseCoopers memprediksi bahwa tidak hanya India tetapi juga Brasil, Meksiko, dan Nigeria akan muncul sebagai negara adidaya pada tahun 2050. Berikut analisis negara-negara yang berpotensi menjadi negara adidaya baru:
- Tiongkok — Pandangan ini semakin menguat bahwa Tiongkok telah menjadi negara adidaya yang mapan dalam beberapa tahun terakhir, sering dianggap sebagai satu-satunya negara lain yang menyaingi Amerika Serikat di abad ke-21. Dengan PDB terbesar kedua di dunia, Tiongkok terus memperluas pengaruh globalnya melalui inisiatif seperti Belt and Road. Tiongkok terus memperoleh kemajuan di panggung dunia: meningkatkan jangkauan diplomatiknya, naik menjadi salah satu kontributor terbesar bagi ekonomi global, dan mendorong kemajuan teknologi—terutama dalam kecerdasan buatan (AI) dan teknologi hijau. Namun, Tiongkok menghadapi tantangan domestik yang masih bertahan: populasi yang menua dan menyusut, kurangnya imigrasi terampil, serta kekhawatiran internasional tentang status soft power-nya.
- India — India memiliki keunggulan berupa populasi muda yang sangat besar dan terus bertumbuh dengan usia median 28 tahun, dibandingkan dengan usia median Tiongkok yang 40 tahun. Pada 2003, Goldman Sachs memprediksi bahwa India akan menjadi negara adidaya ekonomi pada tahun 2050. India juga memiliki kekuatan militer yang terus berkembang, program luar angkasa yang mengesankan, dan sektor teknologi informasi kelas dunia.
- Uni Eropa — Meskipun bukan negara tunggal, Uni Eropa kerap diperhitungkan sebagai entitas adidaya potensial. Dengan ekonomi gabungan terbesar di dunia, populasi lebih dari 440 juta jiwa, dan pengaruh diplomatik yang luas, UE memiliki modal besar. Namun, keraguan yang meningkat muncul sejak 2022 seputar potensi Rusia untuk mendapatkan status negara adidaya mengingat ekonominya yang menurun dan kinerja militer yang buruk selama invasi ke Ukraina.
- Rusia — Apakah Rusia adalah negara adidaya global saat ini masih menjadi perdebatan. Rusia adalah negara terbesar di dunia berdasarkan luas daratan, mencakup sebagian besar Asia utara dan Eropa Timur. Rusia juga merupakan salah satu pemasok utama minyak, gas alam, dan gandum di dunia. Meski demikian, PDB Rusia pada 2020 hanya sekitar 1,4 triliun dolar AS, kira-kira 10% dari PDB Tiongkok dan kurang dari 7% PDB Amerika Serikat.
George Friedman, pendiri Geopolitical Futures, dikutip dari situs tersebut, menekankan bahwa jika kita berpikir hanya ada sedikit kekuatan besar di dunia, maka definisinya jauh lebih kompleks dari sekadar penghitungan senjata dan prajurit. Dikatakan bahwa dalam perang, pertempuran sesungguhnya bersifat psikologis—kemampuan membentuk persepsi realitas mungkin merupakan faktor penentu kekuatan yang paling penting.
Baca juga: 6 Hal yang Mengancam Status Amerika Serikat sebagai Negara Adidaya
Pergeseran Kekuatan Global dan Masa Depan Negara Adidaya
Dunia saat ini tengah menyaksikan transformasi besar dalam konstelasi kekuatan global. Sebuah laporan tahun 2012 oleh National Intelligence Council memprediksi bahwa status negara adidaya Amerika Serikat akan terkikis menjadi sekadar "yang pertama di antara yang setara" pada 2030, tetapi tetap akan menjadi yang tertinggi di antara negara-negara paling kuat di dunia. Prediksi ini mencerminkan tren multipolaritas yang kian nyata.
Meskipun mengalami kemunduran signifikan dalam ekonomi, usaha militer, dan pengaruh diplomatiknya pada dekade pertama abad ke-21, AS tetap menjadi satu-satunya negara dengan keunggulan jelas di semua sumber kekuatan. Pertanyaan tentang kemunduran Amerika telah menjadi tema umum dalam studi hubungan internasional. Dengan transformasi Tiongkok menjadi kekuatan ekonomi raksasa, perdebatan terus berlanjut mengenai apakah Tiongkok dapat diharapkan tidak hanya mendominasi Asia tetapi juga bersaing dengan Amerika Serikat sebagai negara adidaya global lainnya.
Pergeseran ini tampak jelas dalam beberapa indikator. Mengacu pada data Hurun Global Rich List 2026, Tiongkok kini memiliki jumlah miliarder lebih banyak daripada Amerika Serikat, menandakan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa hegemoni global AS merupakan anomali pasca-Perang Dingin, dan dunia tengah bergerak menuju kondisi yang lebih multipolar dengan "banyak kekuatan besar di berbagai belahan dunia."
Di sisi lain, beberapa pakar berpendapat bahwa kerentanan terbesar Amerika Serikat adalah kemungkinan kemerosotan dari dalam, terutama mengingat iklim politik yang sangat terpecah saat ini. Polarisasi politik domestik, ketimpangan kekuatan militer antar-negara, dan persaingan teknologi menjadi faktor yang akan membentuk lanskap negara adidaya dalam beberapa dekade mendatang.
Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Dua Negara Adidaya AS dan China
Baca juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Ekonomi Global Jadi Korbannya
Pertanyaan Seputar Negara Adidaya
Apa yang dimaksud dengan negara adidaya?
Negara adidaya, atau disebut juga global superpower, adalah bangsa-bangsa paling kuat di dunia. Negara adidaya menempati posisi dominan di panggung dunia dan dicirikan oleh kemampuannya untuk memberikan pengaruh atau memproyeksikan kekuatan dalam skala global. Kebijakan ekonomi, militer, dan luar negeri negara adidaya diawasi secara ketat oleh negara-negara lain dan dapat sangat memengaruhi dunia.
Negara mana saja yang saat ini dianggap sebagai negara adidaya?
Amerika Serikat saat ini merupakan satu-satunya negara yang statusnya sebagai negara adidaya mendapat konsensus luas. Sementara itu, sejak pertengahan 2020-an, Tiongkok semakin sering disebut sebagai negara adidaya dengan haknya sendiri. Rusia, meskipun memiliki kekuatan militer besar dan arsenal nuklir terbesar, masih diperdebatkan statusnya karena tantangan ekonomi dan demografis yang dihadapinya.
Bisakah Indonesia menjadi negara adidaya di masa depan?
Indonesia memiliki potensi besar sebagai kekuatan regional yang terus berkembang. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, kekayaan sumber daya alam melimpah, dan posisi strategis di persimpangan dua samudra, Indonesia memiliki modal penting. Meskipun belum masuk kategori negara superpower teratas, peningkatan konsisten dalam kekuatan budaya, ekonomi, dan militer menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi kekuatan global yang diperhitungkan di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8329429/original/007215100_1782199256-Pk7yX5tkJE0ZH1fYNWXGxYUn7k45WGtVO2dRyYkP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578254/original/013351700_1782536564-14ShyWJBiFGRqY36PtKZbMr8MMWJTZ22hQ2T2RNL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578266/original/004633100_1782536575-cab0zw5xlAyNqBQHwtb2YOalkjmqCcC1pNESvvU0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578258/original/002486200_1782536567-hufK2gbWEXLi3UH0XaMwvgf9SVyofoAiB0pTBJSv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154120/original/063622600_1741332856-Minta_maaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578238/original/099106200_1782536549-uOORD6Gz9R6KcHB6OHjjVRR4WhA5UgBx9GoawAR1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578203/original/084198500_1782536503-wx4k3Hddo8gOA5105NRD727ug93CfsWlx9MppeQO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3436858/original/012136300_1619085156-woman-screaming-megaphone_171337-17803.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8629697/original/073532600_1782626818-saling_menyapa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578268/original/069357000_1782536576-lgtdxQIB4H0IBGCyWFmqjE2Q0cmi5CQp7aIaftqV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4305800/original/058866600_1674885682-klemen-vrankar-lcT_p8kLCsc-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578276/original/069800500_1782536590-kzBcqhcYpmjFPs0rLgcsVcAPdZRCDTfprIZfmQiy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578271/original/080587600_1782536579-qjFAnWLPQJ7tvpzzZHcdrpNCiNIiaLjYIxq95rd7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578260/original/087162000_1782536568-dmBGHSviznnxZggpXfDE6I8scoAXBu5kwA5jphm8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8622487/original/003747800_1782615123-5522.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578250/original/046917800_1782536560-iihI8MgiCOrBPiQaiPWuha8fxFUJBjYsWGmSBMNL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3567322/original/028219600_1631249136-LISA_-__LALISA__M_V_1-51_screenshot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578313/original/088623400_1782536628-yWY6IRv0g3etnzN9E9ccOdQNLq2KAvzFDeDe92m3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8621449/original/094727600_1782613211-mukbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578308/original/036897100_1782536625-CVTppM5xANeYANYLnMITDULP7FDbtmSKTvDq8z39.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)