Liputan6.com, Jawa Timur - Kesalahan dalam mengatasi hama padi masih menjadi masalah utama di sektor pertanian, terutama bagi petani kecil dan pemula. Banyak petani yang terlambat menyadari serangan hama atau bahkan salah mengendalikan hama tersebut. Hal ini tentu berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hasil panen padi.
Dalam wawancara dengan Amanda Aprillia, Petugas POPT di wilayah kerja Kecamatan Gampengrejo, Kayen Kidul, dan Pagu, Kediri, Jawa Timur terungkap bahwa sebagian besar kesalahan petani berakar dari kurangnya pemahaman terhadap jenis hama dan gejalanya. Selain itu, penggunaan pestisida yang tidak tepat juga menjadi penyebab utama kegagalan pengendalian.
Melalui artikel ini, kita akan membahas berbagai kesalahan yang sering terjadi, sekaligus solusi yang dapat diterapkan petani agar pengendalian hama menjadi lebih efektif, aman, dan berkelanjutan. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (13/4/2026).
1. Tidak Mengenali Jenis Hama dan Penyakit dengan Tepat
Kesalahan yang paling sering dilakukan petani adalah tidak mampu membedakan antara serangan hama dan penyakit tanaman. Banyak petani yang masih bingung dalam mengidentifikasi apakah tanaman mereka diserang oleh serangga atau oleh patogen seperti jamur dan bakteri. Akibatnya, tindakan yang diambil sering kali tidak sesuai dengan penyebab kerusakan tanaman.
Ketidaktepatan ini menyebabkan penggunaan pestisida yang salah, misalnya menggunakan insektisida untuk mengatasi penyakit yang seharusnya ditangani dengan fungisida. Hal ini tidak hanya membuat pengendalian tidak efektif, tetapi juga meningkatkan biaya produksi dan risiko kerusakan lingkungan.
“Kesalahannya itu mereka belum tahu ini serangannya jamur atau serangan hama. Jadi mereka belum begitu paham tentang gejala-gejala suatu penyakit atau hama, sehingga penyemprotannya sering tidak sesuai dengan yang harus dikendalikan,” ujar Amanda Aprillia.
2. Terlambat Mengendalikan Hama Setelah Gejala Muncul
Banyak petani baru mengambil tindakan setelah tanaman menunjukkan gejala kerusakan yang cukup parah. Padahal, pengendalian hama seharusnya dilakukan sejak tahap pencegahan, bukan saat serangan sudah meluas. Keterlambatan ini membuat populasi hama semakin sulit dikendalikan.
Pola pikir reaktif ini masih umum terjadi, terutama karena minimnya edukasi mengenai pentingnya monitoring rutin di lahan pertanian. Padahal, deteksi dini dapat membantu petani mengambil langkah cepat sebelum kerugian semakin besar.
“Petani itu lebih sering menunggu sampai ada gejalanya dulu baru dikendalikan. Seharusnya pengendalian dilakukan sebagai pencegahan, bukan setelah tanaman sudah terkena serangan,” jelas Amanda Aprillia.
3. Penggunaan Pestisida Kimia yang Tidak Sesuai Aturan
Penggunaan pestisida kimia masih menjadi pilihan utama bagi banyak petani. Namun, kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan dosis yang berlebihan atau mencampur berbagai jenis pestisida tanpa perhitungan yang tepat. Praktik ini justru berbahaya bagi tanaman, lingkungan, dan kesehatan manusia.
Selain itu, penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan juga dapat menyebabkan resistensi hama. Dalam jangka panjang, hama menjadi lebih kebal sehingga membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk dikendalikan, yang tentu merugikan petani.
“Biasanya petani kalau menyemprot itu overdosis, ditambah-tambah dan dicampur-campur. Padahal seharusnya tidak seperti itu, harus mengikuti aturan pada kemasan,” ungkap Amanda Aprillia.
4. Tidak Memanfaatkan Metode Pengendalian Alami
Masih banyak petani yang belum memanfaatkan metode pengendalian alami seperti pestisida nabati atau agen hayati. Padahal, metode ini lebih aman, ramah lingkungan, dan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian hama.
Pestisida nabati dapat dibuat dari bahan-bahan alami seperti daun mimba, daun pepaya, dan daun sirsak. Selain itu, agen hayati seperti jamur dan bakteri tertentu dapat digunakan untuk mengendalikan hama secara biologis tanpa merusak ekosistem.
“Untuk yang paling aman, bisa menggunakan pestisida nabati atau agen pengendali hayati, seperti jamur yang menyerang jamur lain atau bakteri yang mengendalikan bakteri,” kata Amanda Aprillia.
5. Mengabaikan Faktor Lingkungan dan Perubahan Cuaca
Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya serangan hama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, banyak petani yang belum memperhatikan faktor ini dalam strategi pengendalian mereka. Padahal, kondisi lingkungan sangat memengaruhi perkembangan hama.
Selain itu, resistensi hama terhadap pestisida juga semakin meningkat akibat penggunaan yang tidak bijak. Kombinasi antara perubahan iklim dan kesalahan penggunaan pestisida membuat pengendalian hama menjadi semakin kompleks.
“Penyebab meningkatnya serangan hama itu salah satunya faktor cuaca, dan juga resistensi hama terhadap pestisida,” jelas Amanda Aprillia.
People Also Ask
1. Apa hama padi yang paling sering menyerang?
Jawaban: Hama yang paling sering menyerang adalah wereng batang cokelat dan penyakit hawar daun bakteri.
2. Kapan waktu terbaik untuk mengendalikan hama padi?
Jawaban: Pengendalian sebaiknya dilakukan sejak dini sebagai langkah pencegahan, bukan saat gejala sudah parah.
3. Apakah pestisida kimia masih boleh digunakan?
Jawaban: Masih boleh, tetapi hanya jika populasi hama sudah melewati ambang batas dan harus sesuai dosis.
4. Apa alternatif alami untuk mengendalikan hama?
Jawaban: Pestisida nabati dari daun mimba, pepaya, dan sirsak serta agen hayati bisa menjadi solusi.
5. Mengapa hama semakin sulit dikendalikan?
Jawaban: Karena faktor cuaca dan resistensi hama akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550577/original/058215100_1775704419-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7672023/original/043732100_1780466458-Tanaman_Buah_Naga_di_Halaman_Sempit_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7682135/original/048579500_1780477777-telkom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5684337/original/002540700_1778557153-Pilihan_Lantai_Kasar_untuk_Teras_Rumah_Minimalis_yang_Desainnya_Sedang_Tren_di_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3519054/original/089734200_1627033794-image__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/808416/original/069227600_1423479074-gaji-pns-150209b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7678469/original/005443100_1780473887-Desain_Teras_Rumah_Kampung_Tanpa_Pagar_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7594297/original/085799100_1780377242-5784936626705938171.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7667203/original/096498600_1780461093-Warna_Pagar_Biru_Abu-Abu__Blue_Grey__untuk_Rumah_Desa__Gemini_AI_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7665497/original/094919600_1780459482-8277881854838347198.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7665576/original/089610800_1780459565-Rumah_Kampung_Kombinasi_Kayu_dan_Bata_Ekspos.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7662807/original/011104800_1780456526-Teras_Rumah_Mungil_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7661658/original/011228900_1780455005-Inspirasi_Kolam_Ikan_Semen_Mini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7659485/original/068281100_1780452776-bersih_4a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7610643/original/087561600_1780395754-14633058885469999340.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7603904/original/044064600_1780388000-Tanaman_Buah_Naga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6029363/original/060696500_1778920427-cara_ternak_udang_di_ember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7598978/original/074817300_1780382459-HL_bambu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7600086/original/096516800_1780383712-Gemini_Generated_Image_2jmym02jmym02jmy.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737072/original/075912900_1707287679-IMG_20240207_132746_637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914750/original/064241400_1568789055-20190918-Menengok-Budidaya-Rumput-Laut-di-Pulau-Panggang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)