:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396173/original/007134000_1782277236-eCqJYPUqCSQpqnnHwy0DthuBfLNKLL7L1qNc4STW.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Bhinneka Tunggal Ika merupakan frasa dari bahasa Jawa Kuno yang bermakna "Persatuan dalam Keberagaman" dan diabadikan dalam Pasal 36A Konstitusi Indonesia, merujuk pada kesatuan bangsa yang terdiri atas beragam budaya, bahasa daerah, ras, etnis, agama, serta kepercayaan. Memahami contoh Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari menjadi langkah penting agar semboyan ini tidak sekadar menjadi jargon, melainkan benar-benar terasa dalam praktik sosial masyarakat Indonesia.
Indonesia dikenal luas karena keberagaman yang dimilikinya dari sisi masyarakat, budaya, bahasa, hingga agama, dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis yang menjadikannya wadah peleburan beragam latar belakang dan keyakinan. Ragam contoh Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan di berbagai lingkup, mulai dari lingkungan rumah, sekolah, hingga level kebijakan negara.
Frasa ini berasal dari puisi Jawa Kuno Kakawin Sutasoma, yang ditulis oleh Mpu Tantular, seorang pujangga terkenal di masa Kerajaan Majapahit pada abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Puisi tersebut memuat ajaran toleransi antara pemeluk agama Hindu (khususnya Siwaisme) dan Buddha, sebuah semangat yang hingga kini masih relevan bagi bangsa Indonesia.
Pengertian Bhinneka Tunggal Ika dan Asal-Usul Sejarahnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472044/original/029125800_1782375199-pexels-dhanil-prayudy-wibowo-2154696532-33650329.jpg)
Perbesar
Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan sebagai "berbeda itu, namun tetap satu" atau "satu dari banyak", dan secara konvensional dimaknai sebagai "Persatuan dalam Keberagaman" — bahwa meskipun bangsa Indonesia beraneka ragam, mereka tetap menjadi satu kesatuan. Pengertian ini menjadi landasan utama untuk mengenal setiap contoh Bhinneka Tunggal Ika yang hadir dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengacu pada riset yang diterbitkan Pharos Journal of Theology, kata "Bhinneka" merupakan gabungan polimorfemik dari kata "bhina" dan "ika"; dalam bahasa Sansekerta, "bhina" berasal dari kata "bhid" yang berarti "berbeda", lalu berevolusi menjadi "bhinna" dan digabungkan dengan "ika" (itu), sehingga "Bhinneka" bermakna "yang berbeda itu", sementara "Tunggal ika" berarti "yang satu itu", yang secara struktural dimaknai "berbeda namun tetap satu".
Bhinneka Tunggal Ika berasal dari epik Jawa Kuno abad ke-14, Kakawin Sutasoma, yang digubah oleh pendeta Buddha Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit (1293–1527). Sebagaimana dikutip dari Buddhistdoor Global, ungkapan lengkapnya "Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma mangrwa" (Mereka beragam, namun satu; tidak ada kebenaran yang terbagi) mengungkapkan visi non-dual atas realitas.
Semboyan ini kemudian dimasukkan ke dalam lambang negara Garuda Pancasila, yang dirancang oleh Sultan Hamid II dan diumumkan kepada publik pada 15 Februari 1950. Frasa ini, bersama Pancasila dan 20 pasal lainnya, secara resmi dimasukkan ke dalam Konstitusi Indonesia setelah amandemen kedua disahkan dalam sidang MPR pada 7–18 Agustus 2000.
Baca juga: Arti Bhinneka Tunggal Ika, Ketahui Sejarah dan Prinsipnya
Contoh Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8521798/original/066548300_1782449908-1975512151645130821.jpeg)
Perbesar
Penerapan contoh Bhinneka Tunggal Ika bisa dijumpai dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Di sebuah negara yang seberagam Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika berfungsi sebagai pengingat untuk merayakan dan melestarikan identitas unik setiap kelompok sekaligus mendorong persatuan dan solidaritas. Berdasarkan data Global Peace Foundation, selama proses pembangunan bangsa, para pemimpin Indonesia mengakui bahwa negara kepulauan yang sedemikian beragam ini membutuhkan prinsip-prinsip pemersatu yang bersifat jelas untuk mengikat rakyat dalam kesepakatan bersama.
Berikut sejumlah contoh Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari:
- Menghargai perbedaan agama dan keyakinan — Menghormati hak setiap orang untuk memeluk agama yang berbeda tanpa memaksakan keyakinan pribadi kepada orang lain.
- Saling tolong-menolong tanpa memandang latar belakang — Membantu tetangga atau teman yang sedang dalam kesulitan, terlepas dari perbedaan suku, ras, atau status sosial.
- Berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong — Ikut serta dalam kerja bakti lingkungan bersama warga dari berbagai latar belakang.
- Menghormati tradisi dan adat istiadat yang berbeda — Mengapresiasi upacara adat daerah lain meski bukan berasal dari budaya tersebut.
- Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu — Memilih bahasa Indonesia dalam komunikasi formal agar semua pihak bisa saling memahami.
- Tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis SARA — Menahan diri dari menyebarkan konten provokatif yang memecah belah masyarakat.
- Menghadiri perayaan hari besar agama lain sebagai bentuk penghormatan — Memberikan ucapan selamat atau menghadiri undangan teman yang berbeda keyakinan.
- Bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah — Mengutamakan dialog dan konsensus ketimbang memaksakan kehendak satu kelompok.
Michael Novak, filsuf politik Amerika, dikutip dari AZ Quotes menyatakan, "Persatuan dalam keberagaman adalah pencapaian tertinggi sebuah peradaban, sebuah kesaksian atas kemungkinan-kemungkinan paling mulia dari umat manusia. Pencapaian ini dimungkinkan melalui kepedulian mendalam terhadap pilihan, dalam suasana kepercayaan sosial."
Baca juga: 90 Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Bhinneka Tunggal Ika di Lingkungan Sekolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4489871/original/023179100_1688442281-ed-us-JvS_AaDbzzw-unsplash.jpg)
Perbesar
Lingkungan sekolah merupakan ruang strategis untuk menerapkan contoh Bhinneka Tunggal Ika sejak usia dini. Studi dari Journal of Social Science Education menunjukkan bahwa buku teks dan praktik di ruang kelas mampu menggambarkan serta mentransformasikan konsep Bhinneka Tunggal Ika menjadi hal yang nyata dan bermakna bagi siswa, sebagaimana dipraktikkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, komunitas yang lebih luas, maupun tingkat nasional, termasuk dalam upacara keagamaan, arsitektur, dan kegiatan gotong royong.
Berikut contoh Bhinneka Tunggal Ika yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah:
- Berteman tanpa membeda-bedakan suku dan agama — Siswa dari berbagai latar belakang duduk bersama, belajar kelompok, dan bermain tanpa sekat.
- Menghargai pendapat teman saat diskusi — Memberi ruang bagi setiap siswa untuk menyampaikan gagasan, meskipun berbeda pandangan.
- Mengikuti kegiatan pentas seni budaya Nusantara — Siswa mempelajari dan menampilkan tarian, lagu, atau teater dari berbagai daerah di Indonesia.
- Tidak mem-bully teman karena perbedaan fisik atau budaya — Menanamkan sikap empati dan penghormatan atas keunikan setiap individu.
- Membentuk kelompok belajar lintas budaya — Guru mendorong pembentukan kelompok yang memadukan siswa dari beragam latar belakang.
- Menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah — Tidak mengganggu teman yang berpuasa, berdoa, atau menjalankan ritual keagamaan lainnya.
- Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan kebersamaan — Pramuka, palang merah remaja, atau sanggar seni yang melibatkan kolaborasi lintas latar belakang.
Baca juga: Apa Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Ini Penjelasan Lengkapnya
Contoh Bhinneka Tunggal Ika di Lingkungan Masyarakat dan Bernegara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8521799/original/011965500_1782449909-1221752910225054671.jpeg)
Perbesar
Pada tataran yang lebih luas, contoh Bhinneka Tunggal Ika tampak jelas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua, Indonesia menjadi rumah bagi kelompok masyarakat yang beragam — mulai dari Batak di Sumatra Utara, Dayak di Kalimantan, Ambon di Maluku, Jawa, Sunda, Bali, Aceh, hingga Minangkabau — masing-masing dengan bahasa yang berbeda, dan tugas berat menyatukan seluruh kelompok ini di bawah satu sistem pemerintahan merupakan salah satu pencapaian besar sebuah bangsa di abad ke-20.
GPF Indonesia, bersama para mitranya, telah bekerja sejak 2010 untuk menciptakan platform antaragama guna terlibat dalam pembangunan komunitas yang melampaui batas agama, budaya, kelas sosioekonomi, dan lainnya. Mengutip Global Peace Foundation, Indonesia saat ini memiliki dua organisasi masyarakat sipil terbesar di dunia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang secara aktif menjaga semangat kebhinnekaan di akar rumput.
Dalam konteks global, konsep persatuan dalam keberagaman tidak hanya dimiliki Indonesia. Uni Eropa, dengan 27 negara anggota yang memiliki budaya, bahasa, dan sistem politik yang beragam, juga mengadopsi moto "United in diversity" sebagai komitmen untuk merangkul perbedaan sambil bekerja menuju tujuan bersama. Singapura pun menjadi contoh modern persatuan dalam keberagaman — meski berukuran kecil, negara ini menampung mozaik kelompok etnis Tionghoa, Melayu, India, dan Eurasia, dengan pemerintah yang aktif mendorong multikulturalisme melalui kebijakan integrasi etnis dan kohesi sosial.
Berikut contoh Bhinneka Tunggal Ika di tingkat masyarakat dan bernegara:
- Perayaan hari besar keagamaan secara damai — Masyarakat saling mengucapkan selamat dan menjaga ketertiban saat perayaan agama lain berlangsung.
- Gotong royong antarwarga lintas suku — Kerja bakti membersihkan lingkungan yang melibatkan semua warga tanpa sekat.
- Musyawarah desa yang inklusif — Setiap kelompok masyarakat mendapat kesempatan bersuara dalam pengambilan keputusan bersama.
- Festival budaya daerah — Pemerintah daerah menyelenggarakan festival yang menampilkan keragaman seni dan budaya dari berbagai komunitas.
- Jaminan kebebasan beragama dalam konstitusi — Undang-Undang Dasar 1945 menjamin hak setiap warga untuk memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaannya.
- Perkawinan lintas suku dan budaya — Peleburan dua tradisi keluarga yang berbeda dalam satu upacara pernikahan mencerminkan indahnya keberagaman.
Baca juga: Apa Arti Semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Pahami Maknanya bagi Indonesia
Prinsip-Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang Perlu Dipahami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116561/original/043751000_1738378772-1738375539519_apa-tujuan-dilakukan-musyawarah.jpg)
Perbesar
Setiap contoh Bhinneka Tunggal Ika yang telah diuraikan di atas tidak bisa dilepaskan dari prinsip-prinsip mendasar yang melandasi semboyan tersebut. Sebagaimana disampaikan kemdikbud.go.id, makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan kondisi Indonesia yang memiliki banyak perbedaan, tetapi bangsa ini tetap menjadi satu bangsa yang kuat dalam persatuan dan kesatuan. Memahami prinsip-prinsip ini membantu setiap warga menerapkan contoh Bhinneka Tunggal Ika secara lebih sadar dan bermakna.
- Toleransi — Sikap menghargai perbedaan budaya, keyakinan, suku, dan pandangan hidup merupakan fondasi utama. Melalui semboyan ini, rakyat Indonesia berupaya mewujudkan persatuan dan keharmonisan, yang esensial bagi keberlanjutan bangsa.
- Inklusivitas — Setiap orang memiliki hak yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang apa pun.
- Mengakomodasi keberagaman — Bukan sekadar menerima, tetapi secara aktif mengapresiasi keberagaman sebagai kekuatan kolektif.
- Non-diskriminasi — Menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, agama, suku, atau golongan tertentu.
- Kesetaraan — Semua kelompok masyarakat memiliki kedudukan dan hak yang sama di mata hukum dan dalam kehidupan sosial.
- Gotong royong — Semangat gotong royong mewujudkan persatuan dalam keberagaman; meski berbeda latar belakang, suku, agama, atau status sosial, masyarakat bersatu — nilai persatuan ini sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca juga: Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Memiliki Arti Apa? Begini Cara Menerapkannya
Mengapa Bhinneka Tunggal Ika Penting untuk Masa Depan Bangsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3468914/original/052875100_1622432405-organic-flat-pancasila-day-illustration_23-2148927324.jpg)
Perbesar
Ketika Indonesia menghadapi ancaman konflik berbasis identitas dari dalam maupun tantangan terhadap demokrasinya dalam berbagai bentuk, menjadi penting untuk melihat kembali dan memahami apa yang telah memungkinkan terwujudnya "persatuan dalam keberagaman" di Indonesia. Contoh Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan secara konsisten menjadi tameng paling efektif melawan perpecahan sosial.
Dari perspektif internasional, semangat persatuan dalam keberagaman memiliki urgensi yang semakin tinggi. Seperti yang dilaporkan United Nations, negara-negara yang para pemimpinnya mulai mempertanyakan atau bahkan menolak rasionalitas multikulturalisme mungkin akan terbantu dengan mempelajari pengalaman nyata masyarakat multikultural di belahan dunia lain, khususnya negara-negara pascakolonial — dan pertukaran pengalaman antarbudaya semacam ini dapat memainkan peran konstruktif dalam dunia yang semakin terhubung, terutama dalam meredakan ketegangan internal negara.
Bhinneka Tunggal Ika lebih dari sekadar semboyan nasional — ia adalah cara hidup bagi masyarakat Indonesia, yang mewujudkan sifat keberagaman negara ini sekaligus mendorong persatuan, toleransi, dan rasa hormat di antara rakyatnya. Setiap contoh Bhinneka Tunggal Ika yang dipraktikkan secara nyata akan memperkuat fondasi kebangsaan untuk generasi mendatang.
Dalam dunia kerja, merangkul tenaga kerja multikultural tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, tetapi juga meningkatkan kolaborasi dan inovasi, karena individu dari latar belakang budaya yang berbeda membawa pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan unik yang menghasilkan pemecahan masalah yang lebih kreatif dan gagasan yang lebih inovatif. Hal ini membuktikan bahwa prinsip keberagaman budaya bukan hanya soal harmoni sosial, melainkan juga motor penggerak kemajuan.
Baca juga: Jelaskan Penyebab Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia
Baca juga: Semboyan Bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, Ketahui Penerapannya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Bhinneka Tunggal Ika
Apa yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika?
Bhinneka Tunggal Ika secara konvensional diterjemahkan sebagai "Persatuan dalam Keberagaman", yang berarti meskipun bangsa Indonesia beragam, mereka tetap menjadi satu kesatuan. Semboyan ini berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular pada abad ke-14, dan kini tertera pada lambang negara Garuda Pancasila sebagai pengingat pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
Bagaimana contoh penerapan Bhinneka Tunggal Ika di sekolah?
Contoh Bhinneka Tunggal Ika di sekolah dapat diwujudkan dengan berteman tanpa membedakan suku, agama, atau ras, menghargai perbedaan pendapat saat diskusi kelas, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan pentas seni budaya Nusantara yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai daerah Indonesia. Guru juga dapat membentuk kelompok belajar lintas latar belakang untuk menumbuhkan semangat kolaborasi.
Mengapa Bhinneka Tunggal Ika penting bagi Indonesia?
Semboyan ini memiliki makna besar dalam mendorong persatuan nasional dan toleransi, serta menjadi pengingat bahwa meskipun kita berbeda, kita semua adalah bagian dari satu bangsa. Dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan enam agama yang diakui, Indonesia membutuhkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekayaan dan kekuatan bangsa.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516289/original/009988100_1782441721-9eVNap2FZaJ4K5k64XFPqiSiRmSAqg9dHn9NZf2O.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516284/original/057624900_1782441718-0aFw4K2mPuhc6bH8qRKIYLfXPXy90XU9DJ0wP8G2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516310/original/034308100_1782441744-txLQIh2a8rLQmWZ54giyw9lTSKLOWnBpomYqFyaa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516298/original/002489600_1782441739-Sn1onhZ3cRTuzVfyPC077A7PYYs99iVkOU644O7C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472965/original/031158700_1782381676-yRVKw5ShE9Rz4Gg9B1REsz5BXWScHIQXzNzaZrjI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516239/original/000280100_1782441685-wzpHSgGQllKdnocVxVbZWbJvq5RzWrAH9jLoEhOZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516323/original/064279100_1782441751-QhWeIyM1BS2Kx53LaLanvpXCyrFiY2Pq1QoOEZPr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516319/original/082969000_1782441748-x6jFTBSmdguoI1yC00LKXSj5VFG5kFOrKriq0GXA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516311/original/070077100_1782441745-66Qk27g1UFJRlSfhnXza1ga3lFMQWg46e9QrmiiQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516228/original/067413100_1782441678-wsjbFDRACuYSGBgeEoJ1N65o9a3e2sRfcqBbrM15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516244/original/016161400_1782441690-jfxo3e0voZAqtXYVSyOpjLkyTItzyFHeDK8kV1rO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516242/original/073778700_1782441688-u57XkpMYgEOCG9BjkGgJkTrj9hhrFKKIG0rcdP0h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4745840/original/050884300_1708237717-WhatsApp_Image_2024-02-18_at_13.25.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516187/original/098494300_1782441648-dDfNB1JmTn7OOx0963lSV0x4X2qs5Z26uFByX4xJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1689462/original/060408700_1503553006-dpr3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472963/original/062760700_1782381668-JTD912kLn4IZNMTNj9tUgrCV1RecNbQsk662mq15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516261/original/074230700_1782441707-0HbEcw17XifIugGVAcJ2DSLVMQGU6ZDYCpD0wbcm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516175/original/074190500_1782441640-LMOUgimO8HypVkgCqh2Xt8yem7jLp36QhgJmgcfM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516232/original/071570100_1782441683-AG34Kim5YaXvAOsb8tI4CPUwVh5JEs7yOxdD21kY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516227/original/027036200_1782441677-Utb2XNkqGCdcFCboKE2u8L9hzLhxIpQUXm3SfELg.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)