Ciri-Ciri Mertua Toxic dan Cara Bijak Menghadapinya

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Menikah tidak hanya menyatukan dua orang, tetapi juga dua keluarga besar dengan kebiasaan yang berbeda. Sayangnya, tidak semua menantu beruntung mendapat mertua yang hangat, sebagian justru berhadapan dengan sikap yang menekan.

Mengenali ciri ciri mertua toxic sejak dini penting agar kamu bisa menjaga kewarasan sekaligus keharmonisan rumah tangga. Yang membedakan mertua sekadar cerewet dengan yang benar-benar toxic adalah pola sikap negatif yang berulang dan merugikan.

Mengutip Choosing Therapy, perilaku mertua toxic umumnya muncul sebagai pola negatif berulang berupa kontrol, manipulasi, atau perilaku kasar terhadap anggota keluarga, dan tak jarang terbentuk dari kebiasaan yang mereka pelajari dari keluarga asalnya sendiri. Memahami ciri ciri mertua toxic akan membantumu bersikap tepat, bukan malah menyalahkan diri sendiri.

Apa Itu Mertua Toxic?

Secara sederhana, mertua toxic adalah mertua yang perilakunya secara konsisten menghadirkan energi negatif dan ketegangan di dalam keluarga. Sebagaimana dikutip dari Marriage.com, sosok seperti ini cenderung terlalu mengontrol, gemar mengkritik, dan kurang menghormati, serta sering ikut campur dalam pernikahan atau cara anaknya mengasuh anak. Kondisi ini berbeda dengan situasi normal saat kamu masih bisa membangun hubungan baik dengan mertua lewat komunikasi yang wajar.

Perilaku ini pun tidak selalu disengaja. Kadang ia lahir dari pola yang mereka pelajari dari keluarga asalnya, sehingga terbawa tanpa disadari sampai memengaruhi anak dan menantunya. Dalam buku Toxic In-Laws, Susan Forward menuliskan, "Mertua toxic adalah orang-orang yang menciptakan kekacauan nyata melalui berbagai serangan terhadap dirimu dan pernikahanmu." Serangan itu bisa terang-terangan dan agresif, bisa pula halus dan tersembunyi, sehingga sering sulit dibuktikan.

Ciri-Ciri Mertua Toxic yang Perlu Kamu Kenali

Tidak semua sikap menyebalkan otomatis toxic, jadi kamu perlu melihat polanya, bukan kejadian sesekali. Berikut ciri ciri mertua toxic yang paling sering muncul dan bisa kamu anggap sebagai tanda mertua yang kurang menyenangkan

  • Tidak menghormati batasan. Datang tanpa pemberitahuan, masuk ke ruang pribadi tanpa mengetuk, atau memaksakan kehendak di wilayah privat rumah tanggamu.
  • Selalu merasa benar. Enggan minta maaf dan menganggap dirinya paling tahu soal mengurus rumah, memasak, sampai membesarkan anak.
  • Manipulatif dan bermuka dua. Manis di depan orang, menyindir di belakang, memakai rasa bersalah, gaslighting, atau menawarkan bantuan yang selalu bersyarat.
  • Suka mengontrol dan ikut campur berlebihan. Michele Goldman, psikolog, dikutip dari Yahoo Lifestyle menyatakan, "Mertua toxic akan menyisipkan diri ke dalam keputusan pengasuhan anak, bahkan mengasuhnya dengan cara berbeda dari caramu."
  • Gemar mengkritik dan meremehkan. Dr. Holly Schiff, psikolog klinis berlisensi, dikutip dari Parade menyatakan, "Mertua bersifat toxic jika mereka terus-menerus mengkritik kamu atau pasanganmu, nyaris tanpa pujian." 
  • Pasif-agresif dan gemar mendiamkan. Mendiamkan atau silent treatment termasuk bentuk kekerasan psikologis karena pelaku memakai kesunyian untuk merendahkan korban.
  • Suka bergosip. Menyebarkan versi ceritanya sendiri tentang dirimu ke keluarga besar maupun tetangga.
  • Menyalahkan atas segala hal. Bahkan untuk hal yang tidak kamu lakukan, kamu tetap saja dijadikan kambing hitam.
  • Membanding-bandingkan. Menyandingkanmu dengan menantu lain atau masa lalu pasanganmu demi membuatmu merasa kecil.
  • Ikut campur urusan finansial. Mengatur cara kalian membelanjakan uang atau mengorek detail keuangan keluargamu yang bersifat privat.
  • Mengadu domba dan menyabotase momen spesial. Sengaja memicu pertengkaranmu dengan pasangan atau merusak perayaan penting.
  • Tidak menganggap menantu bagian keluarga. Sengaja lupa mengajakmu ke acara keluarga atau membuatmu merasa dikucilkan saat hadir.

Kenapa Seseorang Bisa Menjadi Mertua Toxic?

Memahami akar masalahnya membuatmu lebih tenang dan tidak buru-buru menyalahkan diri. Sebagian besar sikap ini justru lahir dari rasa takut, bukan kebencian murni. Tatiana Dyachenko, psikolog dan terapis hubungan, dikutip dari Fatherly menyatakan, "Alasan utama seorang mertua berperilaku seperti ini adalah karena mereka merasa terancam olehmu." Kehadiranmu dianggap "mengambil" anak kesayangan mereka, sehingga muncul sikap posesif dan mengontrol.

Berdasarkan sebuah studi yang dikutip Paired, sekitar 44 persen pria maupun wanita melaporkan pernah mengalami konflik dengan ibu mertua. Perilaku toxic ini kerap berakar dari rasa takut tergeser dari kehidupan anaknya, pola kelekatan yang cemas, hingga ekspektasi peran tradisional yang kaku.

Faktor lain adalah pola yang diwariskan dari keluarga asal dan minimnya refleksi diri. Psikolog Nick Wignall, dikutip dari YourTango menyatakan, "Cara terbaik melatih kesadaran diri adalah dengan membangun kebiasaan yang mendorongnya." Tanpa kebiasaan itu, sikap menyakitkan mudah terulang tanpa disadari pelakunya. Meski begitu, memahami penyebab bukan berarti membenarkan. Kamu tetap berhak sehat secara mental, apa pun latar konflik hubungan mertua dan menantu yang kamu alami.

Dampak Mertua Toxic bagi Menantu dan Rumah Tangga

Berhadapan dengan mertua toxic dalam jangka panjang bukan sekadar bikin kesal, tetapi bisa menguras kesehatan mentalmu. Berikut dampak yang paling sering dirasakan para menantu.

  • Rasa percaya diri menurun. Kritik dan penyalahan yang terus-menerus membuatmu ragu pada kemampuan sendiri, bahkan sulit mengambil keputusan kecil.
  • Gangguan kesehatan mental. Tekanan yang berulang dapat memicu ketegangan yang berujung pada menurunnya harga diri, kecemasan, hingga depresi.
  • Keretakan rumah tangga. Jika pasangan tidak berpihak, pertengkaran sulit dihindari dan keharmonisan keluarga ikut terancam.

Meski bukan diagnosis klinis resmi, tekanan dari hubungan mertua-menantu yang buruk dikenal sebagai pola stres psikologis yang nyata, dengan respons berupa kecemasan, depresi, dan konflik hubungan - sebagian menyebutnya "mother-in-law syndrome". Situasi ekstrem bahkan sempat viral, seperti kisah seorang ayah di India yang menjemput putrinya keluar dari rumah mertua toxic lalu merayakan kebebasannya. Karena itu, kenali pula hal yang dilarang bagi mertua agar kamu paham batas wajarnya.

Cara Menghadapi Mertua Toxic dengan Bijak

Kabar baiknya, punya mertua toxic bukan akhir dari segalanya. Kamu hanya perlu strategi yang tenang, tegas, dan kompak dengan pasangan. Berikut langkah praktis yang bisa kamu terapkan.

  • Bicarakan terbuka dengan pasangan. Ceritakan apa yang kamu rasakan tanpa menyerang, lalu sepakati sikap bersama sebagai fondasi untuk menjalin hubungan baik dengan mertua.
  • Jadikan pasangan satu tim. Sering-seringlah terbuka agar kalian sama-sama tahu kebenaran dan tidak mudah diadu domba.
  • Tetapkan batasan yang sehat. Sampaikan dengan sopan bahwa keputusan rumah tangga adalah tanggung jawabmu dan pasangan.
  • Tetap tenang dan sopan. Simpan tenaga, atur napas, dan jangan terpancing; latih dulu cara tetap tenang hadapi mertua galak sebelum acara keluarga.
  • Jangan menyalahkan diri sendiri. Omongan negatif mereka adalah cerminan diri mereka, bukan nilai dirimu; sisihkan waktu merawat diri sebelum dan sesudah bertemu.
  • Terima bahwa kamu tak bisa mengubah mereka. Para terapis menegaskan kamu tidak punya kuasa untuk mengubah watak mertua, dan bisa jadi mereka memang tidak akan berubah, jadi fokuslah menjaga kedamaianmu.
  • Batasi kontak atau cari bantuan profesional. Bila sudah merusak mental, kurangi frekuensi bertemu; jika perlu, jadwalkan konseling dengan psikolog.

Kalau hubungan masih di tahap awal, kamu bisa berinvestasi pada pendekatan positif, mulai dari cara mengambil hati calon mertua, trik menghadapi calon mertua saat persiapan pernikahan, sampai persiapan diri ketika pertama bertemu calon mertua. Sebagian orang juga mengamalkan doa meluluhkan hati calon mertua sebagai ikhtiar, sementara yang lain fokus pada usaha memikat hati mertua lewat sikap tulus.

Pada akhirnya, kunci menghadapi ciri ciri mertua toxic adalah menjaga kewarasan tanpa memutus silaturahmi secara kasar. Dengan komunikasi yang sehat, batasan yang jelas, dan dukungan pasangan, kamu tetap bisa menjaga hubungan dengan ibu mertua pada level yang aman bagi mentalmu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mertua Toxic

Apa bedanya mertua toxic dan mertua yang sekadar cerewet?

Mertua cerewet biasanya hanya sesekali berkomentar dan tidak berniat merusak. Mertua toxic menunjukkan pola berulang yang mengontrol, memanipulasi, dan perlahan menggerus harga dirimu. Pegangan paling praktis adalah lihat polanya dan bagaimana perasaanmu setelah berinteraksi dengannya.

Apakah mertua toxic bisa berubah?

Bisa, tetapi hanya jika ia mau menyadari perilakunya dan bersedia berbenah. Kamu tidak bisa memaksanya berubah, jadi arahkan energimu untuk menetapkan batasan dan menjaga kesehatan mental sendiri. Jika ada perbaikan, sambut sebagai bonus, bukan target utama.

Bagaimana jika pasangan tidak percaya mertuanya toxic?

Sampaikan dengan tenang disertai contoh konkret, bukan tuduhan atau emosi. Ajak pasangan berdiskusi dari sisi perasaanmu, dan bila buntu, pertimbangkan konseling agar ada pihak netral yang membantu menjembatani komunikasi kalian.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |