Cara Fermentasi Eceng Gondok Untuk Pakan Bebek, Hasil Inovasi Bermanfaat Bagi Lingkungan

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Eceng gondok (Eichhornia crassipes) selama ini dikenal sebagai tanaman air pengganggu yang merusak ekosistem perairan. Namun kini, cara fermentasi eceng gondok untuk pakan bebek menjadi solusi cerdas yang mengubah gulma berbahaya menjadi sumber nutrisi berharga bagi ternak.

Proses fermentasi mampu meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar eceng gondok, sehingga lebih mudah dicerna oleh bebek. Fermentasi eceng gondok untuk pakan bebek juga terbukti menekan biaya produksi peternak karena bahan baku tersedia melimpah di alam secara gratis.

Dua pelajar SMP Negeri 1 Banjarnegara berhasil mengubah eceng gondok dari Waduk Mrica yang selama ini menjadi masalah lingkungan menjadi pakan ternak unggas bernilai gizi tinggi dan ekonomis. Berikut Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (26/2/2026).

Inovasi Fermentasi Eceng Gondok untuk Pakan Bebek

Dua siswi bernama Rosyadha Astuningtyas dan Ambar Fauzatun Ni’mah, mengembangkan riset sederhana mengolah eceng gondok melalui proses fermentasi menggunakan campuran EM4, bekatul, dan molase menjadi pakan alternatif entok (itik serati).

"Selama ini eceng gondok hanya dibersihkan dan dibuang, padahal kandungan nutrisinya cukup tinggi," kata Rosyadha.

Dalam eksperimen tersebut, dua kelompok entok digunakan sebagai pembanding, satu diberi pakan bekatul biasa, satu lagi diberi campuran eceng gondok fermentasi. Hasilnya, entok yang diberi pakan eceng gondok fermentasi menunjukkan pertambahan berat badan lebih besar dengan kondisi kesehatan stabil.

“Pakan fermentasi eceng gondok tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan unggas secara nyata,” jelas Ambar.

Dari eksperimen tersebut, disimpulkan jika eceng gondok yang dulu dianggap sampah kini bisa menjadi sumber daya berharga yang dimanfaatkan menjadi produk lebih bermanfaat. “Kalau eceng gondok bisa diolah jadi pakan, berarti kita bisa membersihkan waduk sambil membantu peternak,” ujar Rosyadha.

Cara Membuat Fermentasi Eceng Gondok

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Untuk memulai fermentasi eceng gondok, peternak perlu menyiapkan bahan utama berupa eceng gondok segar yang sudah dicuci bersih dan dipotong-potong kecil berukuran 2-5 cm. Selain itu dibutuhkan starter fermentasi seperti EM4, ragi tape, atau molases (tetes tebu) sebagai sumber energi bagi mikroorganisme pengurai.

Peralatan yang diperlukan meliputi wadah atau drum plastik kedap udara berkapasitas 20-100 liter, pisau atau mesin pencacah, timbangan, dan plastik atau terpal untuk menutup wadah fermentasi. Pastikan semua peralatan dalam kondisi bersih dan bebas dari kontaminan yang dapat merusak proses fermentasi.

Bahan tambahan seperti dedak padi, jagung giling, atau tepung ikan boleh ditambahkan dalam jumlah kecil untuk memperkaya kandungan nutrisi hasil fermentasi. Penambahan bahan berprotein tinggi ini akan meningkatkan nilai gizi eceng gondok fermentasi secara keseluruhan sehingga lebih optimal sebagai pakan bebek pedaging maupun petelur.

2. Langkah Pembuatan

Langkah pertama adalah panen dan persiapan bahan baku. Pilih eceng gondok yang segar, muda, dan bebas dari pencemaran kimia atau logam berat. Cuci hingga bersih menggunakan air mengalir, kemudian cacah atau potong menjadi bagian kecil berukuran 2-5 cm agar proses fermentasi berjalan lebih merata dan cepat.

Langkah kedua adalah proses inokulasi starter. Larutkan 10-20 ml EM4 atau 100 gram ragi tape ke dalam 1 liter air yang telah dicampur 2 sendok makan molases. Siramkan larutan starter ini secara merata ke seluruh bagian eceng gondok yang telah dicacah dan aduk hingga tercampur sempurna. Pastikan tingkat kelembapan campuran sekitar 60-70% agar mikroorganisme dapat bekerja optimal.

Langkah ketiga adalah proses inkubasi anaerobik. Masukkan campuran eceng gondok dan starter ke dalam wadah kedap udara, padatkan agar tidak ada rongga udara di dalamnya, lalu tutup rapat. Simpan di tempat teduh dengan suhu ruang 25-35 derajat Celsius selama 3-7 hari. Setelah proses selesai, eceng gondok fermentasi siap digunakan ditandai dengan aroma asam segar khas fermentasi dan tekstur yang lebih lembut.

Cara Pemberian Eceng Gondok Fermentasi pada Bebek

Eceng gondok fermentasi tidak boleh diberikan secara langsung dalam jumlah penuh sebagai pengganti seluruh pakan bebek. Pemberian yang disarankan menggantikan 15-30% dari total pakan harian bebek agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara seimbang dan pertumbuhan bebek tidak terganggu.

Untuk bebek periode starter (0-2 minggu), mulailah dengan proporsi yang sangat kecil, sekitar 5-10% dari total pakan, lalu tingkatkan secara bertahap seiring pertumbuhan anak bebek. Pada bebek dewasa atau fase grower dan finisher, porsi eceng gondok fermentasi dapat ditingkatkan hingga 20-30% dari total pakan harian tanpa menurunkan performa produksi.

Campurkan eceng gondok fermentasi dengan pakan konsentrat, jagung, atau dedak sebelum diberikan kepada bebek. Hindari menyimpan campuran pakan terlalu lama setelah dicampur, sehingga sebaiknya habiskan dalam satu hari pemberian.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk fermentasi eceng gondok? Proses fermentasi eceng gondok untuk pakan bebek umumnya membutuhkan waktu 3-7 hari pada suhu ruang 25-35 derajat Celsius. Durasi fermentasi bisa lebih singkat jika menggunakan starter yang aktif dan kondisi anaerob terjaga dengan baik, serta bisa lebih lama di lingkungan bersuhu rendah. Indikator fermentasi berhasil adalah munculnya aroma asam segar dan tekstur bahan yang lebih lunak.

2. Apakah semua jenis eceng gondok bisa difermentasi untuk pakan bebek? Ya, semua jenis eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada dasarnya dapat difermentasi untuk pakan bebek. Namun, pilih bagian tanaman yang masih muda dan segar karena mengandung lebih banyak nutrisi dan lebih mudah dicerna. Hindari menggunakan eceng gondok dari perairan yang tercemar bahan kimia, limbah industri, atau logam berat karena dapat membahayakan kesehatan bebek.

3. Starter apa yang paling efektif untuk fermentasi eceng gondok? Starter yang paling banyak digunakan dan mudah didapatkan di Indonesia adalah EM4 (Effective Microorganism 4) yang tersedia di toko pertanian. Selain EM4, ragi tape, yakult, atau molases juga bisa digunakan sebagai sumber mikroorganisme pengurai. Pemilihan starter tergantung pada ketersediaan bahan dan biaya yang dimiliki peternak, karena masing-masing dapat memberikan hasil fermentasi yang baik jika diaplikasikan dengan benar.

4. Berapa dosis optimal eceng gondok fermentasi dalam ransum bebek? Dosis optimal eceng gondok fermentasi dalam ransum bebek berkisar antara 15-30% dari total pakan harian tergantung usia dan fase produksi bebek. Untuk bebek starter dosis dianjurkan 5-10%, sementara bebek grower dan finisher dapat menerima hingga 20-30%. Pengenalan dilakukan secara bertahap untuk menghindari stres pencernaan dan memastikan bebek beradaptasi dengan baik terhadap pakan baru.

5. Bagaimana cara menyimpan eceng gondok fermentasi agar tahan lama? Eceng gondok fermentasi dapat disimpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Dalam kondisi penyimpanan yang tepat dan anaerob, eceng gondok fermentasi bisa bertahan hingga 2-4 minggu. Setelah wadah dibuka, gunakan segera dalam satu hari karena paparan udara akan mempercepat kerusakan dan pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |