Liputan6.com, Jakarta Diremehkan orang lain adalah pengalaman yang perlahan bisa menggerus rasa percaya diri. Cara agar tidak diremehkan orang lain sebenarnya berakar pada bagaimana kita membangun nilai diri dan membawa diri di hadapan sekitar.
Kuncinya bukan bersikap sombong, melainkan menegaskan harga diri lewat sikap, ucapan, dan tindakan yang konsisten. Dengan langkah yang tepat, cara agar tidak diremehkan orang lain bisa dilatih siapa saja, bahkan oleh pribadi yang pendiam sekalipun.
Mengacu pada riset yang dihimpun Science of People, hampir separuh pekerja merasa tidak dihargai bukan karena kurang terampil, melainkan karena bias persepsi orang lain. Psikolog menyebut pola ini sebagai Golem Effect, yaitu ketika ekspektasi rendah dari sekitar membuat kita perlahan meragukan diri dan tampil di bawah potensi sebenarnya, berikut ulasan Liputan6.com.
Cara agar Tidak Diremehkan Orang Lain dengan Membangun Diri dari Dalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247881/original/025821500_1749548661-couple-having-conversation-moment__2_.jpg)
Perbesar
Fondasi paling utama dari cara agar tidak diremehkan orang lain terletak pada diri sendiri. Sebelum menuntut penghargaan dari luar, kita perlu lebih dulu yakin dan menghargai nilai yang kita miliki. Berikut langkah membangunnya dari dalam.
-
Bangun kepercayaan diri: Rasa percaya diri memancar dari cara kita berbicara, bersikap, dan menghadapi tantangan. Mulailah dengan mengenali kelebihan, menetapkan tujuan realistis, dan belajar dari kesalahan tanpa menghakimi diri. Kamu bisa melatih rasa percaya diri lewat hal kecil, seperti berbicara di depan cermin atau mengikuti kelas pengembangan diri.
-
Kenali nilai (value) diri: Pahami apa yang membuatmu berharga dan pantas dihargai. Ketika kamu betul-betul mengenali potensimu, komentar merendahkan tidak lagi mudah menggoyahkan. Belajar mencintai diri sendiri dan menghargai diri sendiri tanpa bergantung pada validasi orang lain adalah kuncinya.
-
Ubah cara bicara pada diri sendiri: Cara kita berbicara kepada diri berdampak besar pada citra diri. Gantilah kritik batin dengan afirmasi positif untuk diri sendiri. Dilansir dari Psychology Today, kritik batin membuat kita meragukan tindakan sendiri dan menahan diri, hingga ikut merendahkan nilai apa pun yang datang dari kita
-
Perluas pengetahuan dan keterampilan: Orang yang menguasai bidangnya cenderung lebih dihormati. Teruslah belajar keterampilan baru sesuai minat agar nilai tawarmu naik. Bruce Lee, dikutip dari Goalcast, menyatakan, "Pengetahuan akan memberimu kekuatan, tetapi karakter memberimu rasa hormat."
-
Tunjukkan konsistensi: Keselarasan antara ucapan dan tindakan membuatmu terlihat stabil dan bisa diandalkan. Jika kamu sering berubah-ubah hanya demi menyenangkan orang lain, lama-lama perkataanmu diabaikan. Pegang teguh nilai yang kamu yakini agar orang berpikir dua kali sebelum meremehkanmu.
Filsuf Confucius, dikutip dari Goalcast, menyatakan, "Hormatilah dirimu sendiri, maka orang lain akan menghormatimu."
Baca juga: panduan lengkap tips meningkatkan keyakinan diri.
Menegaskan Wibawa Lewat Sikap, Komunikasi, dan Bahasa Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203309/original/0_1745925301-business-finance-employment-female-successful-entrepreneurs-concept-confident-good-looking-female-office-manager-lady-white-jacket-smiling-looking-determined-win-case-court_1258-58834.jpg)
Perbesar
Setelah kuat dari dalam, langkah cara agar tidak diremehkan orang lain berikutnya adalah menegaskannya lewat sikap yang tampak. Wibawa lahir dari cara membawa diri, bukan dari kesombongan. Perhatikan komunikasi, bahasa tubuh, dan batasan yang kamu tunjukkan.
-
Terapkan komunikasi asertif: Komunikasi asertif berarti menyampaikan pendapat secara jujur dan tegas tanpa merendahkan lawan bicara. Gunakan nada yang jelas, hindari suara ragu, dan berani berbicara dengan tegas saat menolak hal yang tidak pantas.
-
Perbaiki bahasa tubuh dan postur: Berdirilah tegak, jaga kontak mata, dan tampilkan bahasa tubuh yang percaya diri. Sebagaimana dilaporkan Time, sekitar 60 persen komunikasi kita bersifat nonverbal, sehingga postur tubuh yang tegak sering berbicara lebih keras daripada kata-kata.
-
Tetapkan batasan yang jelas: Orang yang tidak punya batasan mudah dimanfaatkan. Beranikan diri menetapkan batasan yang sehat dan katakan tidak tanpa rasa bersalah berlebihan. Kemampuan mempertahankan batasan diri mengirim pesan bahwa kamu menghargai diri sendiri.
-
Jaga penampilan dan sikap: Penampilan rapi bukan soal merek mahal, melainkan cerminan bagaimana kamu menghargai diri dan orang lain. Pakaian yang bersih dan pantas menciptakan kesan pertama yang kuat sekaligus menambah rasa percaya diri.
-
Kelola emosi dan tetap tenang: Pribadi yang tenang di tengah tekanan terlihat lebih berwibawa. Alih-alih bereaksi emosional saat dipancing, tarik napas dan fokus pada solusi. Sikap elegan agar dihargai ini membuatmu sulit dijatuhkan.
Rrasa hormat paling konsisten justru diraih oleh mereka yang menepati janji, hadir tepat waktu, dan menjaga kualitas pekerjaan tetap tinggi. Wibawa, dengan kata lain, dibangun dari keandalan sehari-hari, bukan sekadar cara berkomunikasi dengan baik yang tampak sesaat.
Strategi Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325367/original/004947000_1755963947-cute-couple-with-camera-posing-white-wall_11zon.jpg)
Perbesar
Tidak semua orang akan langsung menghargaimu, dan itu wajar. Bagian dari cara agar tidak diremehkan orang lain adalah tahu bagaimana menyikapi mereka yang gemar merendahkan. Berikut strateginya dengan kepala dingin.
-
Jangan terlalu ambil hati: Sering kali penilaian rendah lebih banyak bercerita tentang bias orang tersebut ketimbang tentang dirimu. Cobalah bersikap penasaran dan berempati, lalu simpan energimu untuk hal yang lebih penting daripada meladeni komentar mereka.
-
Bergerak dalam diam: Tidak perlu mengumumkan setiap rencana, target, atau pencapaian kepada orang yang meremehkanmu. Biarkan hasil yang berbicara setelah semuanya rampung, sehingga langkahmu tidak terbaca sejak awal.
-
Terapkan batasan berbasis tindakan: Alih-alih berkata "berhenti meremehkan aku", tunjukkan lewat perbuatan. Misalnya, "Aku tidak akan melanjutkan obrolan ini bila tidak saling menghormati," lalu benar-benar melangkah pergi. Pahami pula arti boundaries agar penerapannya konsisten.
-
Buktikan lewat hasil: Cara paling elegan membungkam keraguan adalah dengan konsistensi hasil. Fokus pada pertumbuhanmu sendiri agar orang perlahan mengubah cara memandangmu, seperti diulas dalam beragam tips agar dihormati dan tidak diremehkan serta dihargai dan dihormati orang lain.
Eldridge Cleaver, dikutip dari Success Consciousness, menyatakan, "Rasa hormat menuntut dirinya sendiri dan tidak dapat diberikan maupun ditahan ketika ia memang layak diterima."
Kebiasaan yang Diam-Diam Membuatmu Mudah Diremehkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510142/original/047664800_1771819222-59372.jpg)
Perbesar
Terkadang bukan orang lain yang salah, melainkan ada kebiasaan kecil tanpa sadar yang membuat kita tampak mudah diremehkan. Mengenalinya sejak dini membantu memperbaiki cara membawa diri. Menariknya, justru orang yang paling kompeten kerap meremehkan kemampuannya sendiri karena mengira semua orang bisa melakukan hal yang sama mudahnya. Pola pikir merendahkan diri ini perlu diwaspadai agar tidak menular ke cara kita bersikap di depan orang lain.
-
Terlalu sering minta maaf: Meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahanmu membuat posisimu terlihat lemah dan mudah ditekan.
-
Mengeluh terus-menerus: Keluhan yang berulang menurunkan energi sekitar dan membuatmu tampak tidak solutif.
-
Ragu menyuarakan pendapat: Diam saat punya gagasan membuat kontribusimu tidak terlihat, padahal itu bagian penting menjadi lebih dihormati.
-
Bahasa tubuh tertutup: Bahu membungkuk dan menghindari kontak mata memancarkan sinyal tidak percaya diri.
-
Mengumbar semua rencana: Membeberkan target sebelum terwujud membuka celah bagi orang untuk meremehkan atau menyabotase.
-
Bergantung pada validasi: Terlalu haus pengakuan membuat sikapmu mudah diarahkan, sehingga sulit terlihat tidak lagi direndahkan.
Pada akhirnya, cara agar tidak diremehkan orang lain adalah perpaduan antara harga diri yang kokoh, sikap tegas, dan konsistensi yang ditunjukkan setiap hari. Kamu memegang kendali atas cara duniamu memandangmu, jadi teruslah bertumbuh dan tetap menjadi versi terbaik dari dirimu.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Diremehkan Orang Lain
Kenapa saya sering diremehkan orang lain?
Umumnya karena sinyal yang kita pancarkan, seperti kurang percaya diri, bahasa tubuh tertutup, atau kebiasaan merendahkan diri sendiri. Selain itu, penilaian orang lain kerap dipengaruhi bias dan kesan pertama, bukan kemampuanmu yang sebenarnya.
Apa yang harus dilakukan ketika diremehkan orang lain?
Tetap tenang dan jangan terpancing emosi, lalu tegaskan batasan secara sopan bila perlu. Fokuskan energi pada pengembangan diri dan biarkan hasil kerja yang membuktikan nilaimu seiring waktu.
Apakah orang pendiam lebih mudah diremehkan?
Tidak selalu. Sikap pendiam sering keliru diartikan sebagai lemah, padahal orang tenang yang konsisten, tegas saat perlu, dan menjaga bahasa tubuh yang kuat justru bisa sangat disegani.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4714224/original/024842100_1705056522-pexels-vika-glitter-4140308.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313065/original/018106200_1785575800-2149405367.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311076/original/067563800_1785387094-8NYGfOwvKlxUTjDY52ro5FS6yPZbZGJkJkeL4uWi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311062/original/035607100_1785387078-jQyj6bGTu1NF9Mekx2PY3Z75LsQMywL3RqhNDcsY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312829/original/062638300_1785562496-adrian-swancar-roCfgvkBLVY-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311066/original/017286800_1785387083-w0Cpybd8UVJzZEyjP9v6kH5Hgz9VcAd488or22Fp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311068/original/049780800_1785387085-zzd0T8Cl5Kw1SYaGxhkbpc9Oc2caxDiyZJyMag3x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4905821/original/093231700_1722396078-Ilustrasi_bulan_Agustus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311085/original/066515100_1785387105-G3rmvr1b2aq4KbpejkfFZ2hNYbCza2IY0b7o0nOU.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207813/original/099765500_1746273577-depressed-girl-crying-because-break-up-with-boyfriend-while-supportive-female-friend-expressing-sympathy-being-sorry-her-saying-everything-will-be-alright.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312368/original/083721700_1785488890-Gemini_Generated_Image_orri10orri10orri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309367/original/072494700_1785225643-BeY0Rp135g3hr1rYz4iHWfU2Mpuq9xBbVdyh1TLe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5189871/original/029158500_1744805944-people-emotions-young-woman-holds-hands-heart-smiles-camera-stands-against-studio-background-isolated-white_176420-47979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312113/original/071953700_1785481138-74c5ef7a-9aca-4e2c-93bc-b20ee4261263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304897/original/022822200_1784776836-joIajhbI7DFQZoOfLrHkY0rO5Uh16n9NGE2Va7q9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312447/original/079392600_1785493170-stocksnap-guy-2617866_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393121/original/077960300_1761543189-woman-ongoing-gua-sha-face-procedure.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312218/original/013143400_1785483610-ChatGPT_Image_Jul_31__2026__02_24_00_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310607/original/096417900_1785325135-watermarked_img_12803590074672241242.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547657/original/046072000_1775466242-Inspirasi_Meja_Taman_dari_Batu_dan_Kayu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436756/original/083213400_1765185072-messy-interior-full-clothing.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546799/original/048840800_1775368452-jenis_rangka_kandang_ayam_yang_aman_ari_predator.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)