Liputan6.com, Jakarta Kesan pertama terbentuk begitu cepat, bahkan sebelum sepatah kata panjang keluar dari mulut. Cara agar orang menyukai kita dalam hitungan detik ternyata bertumpu pada sinyal nonverbal, bukan pada kesempurnaan penampilan atau status.
Kabar baiknya, keterampilan sosial ini bisa dilatih siapa saja. Cara agar orang menyukai kita dalam hitungan detik dimulai dari senyum yang tulus, tatapan hangat, dan sikap tubuh yang terbuka.
Dilansir dari Psychology Today, dibutuhkan hanya sekitar tujuh detik bagi otak untuk membentuk kesan pertama, sebab manusia cenderung menilai orang lain dari cara ia terlihat dan terdengar, bukan dari kata-katanya. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (30/7/2026).
Cara agar Orang Menyukai Kita dalam Hitungan Detik lewat Bahasa Tubuh
Tubuh berbicara lebih dahulu daripada mulut. Sebagian besar cara agar orang menyukai kita dalam hitungan detik ditentukan oleh isyarat yang kita pancarkan sejak langkah pertama memasuki ruangan.
Penelitian komunikasi klasik menunjukkan bahwa porsi terbesar kesan pertama dibentuk oleh sinyal nonverbal, seperti postur, ekspresi wajah, dan cara menatap. Karena itu, memperbaiki bahasa tubuh sering kali lebih berdampak daripada sekadar memilih kata yang bagus.
-
Buka sikap tubuh: Jangan menyilangkan tangan di depan dada. Arahkan bahu dan dada ke lawan bicara agar Anda terkesan hangat, antusias, dan siap terhubung.
-
Mulai kontak mata: Tahan tatapan sekitar dua sampai tiga detik saat menyapa. Kontak mata secukupnya menandakan ketertarikan tanpa terkesan mengintimidasi.
-
Lempar senyum tulus: Senyum yang menjangkau sampai ke mata memancarkan ketulusan, berbeda dengan senyum yang dipaksakan. Beri jeda singkat sebelum tersenyum agar terasa khusus untuk lawan bicara.
-
Condongkan tubuh ke depan: Sedikit mencondongkan badan menunjukkan bahwa Anda menyimak. Jangan berlebihan sampai kehilangan keseimbangan.
-
Jaga postur rileks: Berdiri atau duduk tegak dengan bahu sedikit ditarik ke belakang. Postur semacam ini memancarkan kepercayaan diri yang menular ke lawan bicara.
-
Simpan ponsel dan hadir penuh: Meletakkan gawai saat mengobrol adalah kebiasaan sederhana yang membuat lawan bicara merasa benar-benar diperhatikan dan dihargai.
Leil Lowndes, pakar komunikasi, dalam bukunya How to Talk to Anyone menuliskan, "Jeda sepersekian detik itu meyakinkan orang bahwa senyum Anda tulus dan hanya untuk mereka."
Baca juga: Membaca bahasa tubuh yang memancarkan rasa percaya diri
Cara agar Orang Menyukai Kita dalam Hitungan Detik saat Memulai Percakapan
Setelah kesan visual terbentuk, kalimat pembuka menentukan arah percakapan. Pada tahap ini, cara agar orang menyukai kita dalam hitungan detik bertumpu pada bagaimana kita membuat lawan bicara merasa didengarkan dan diperhatikan.
Mengacu pada riset Harvard Business School, orang yang mengajukan lebih banyak pertanyaan, terutama pertanyaan lanjutan, terbukti lebih disukai karena dianggap responsif, peduli, dan penuh perhatian.
-
Sapa lebih dulu dan sebut nama: Awali dengan sapaan ramah seperti "halo", jabat tangan dengan erat, lalu ulangi namanya. Menyebut nama seseorang membuatnya merasa istimewa.
-
Ajukan pertanyaan lanjutan: Alih-alih mendominasi, gali lebih dalam dari jawaban lawan bicara. Kebiasaan bertanya pertanyaan lanjutan membuat obrolan mengalir dan Anda terasa hangat.
-
Jadilah pendengar aktif: Tatap lawan bicara, jangan memotong, dan tahan keinginan mendominasi. Menjadi pendengar yang baik membuat orang merasa dipahami dalam sekejap.
-
Temukan titik kesamaan: Angkat minat, pengalaman, atau selera yang serupa sejak awal. Kesamaan memberi rasa akrab karena manusia cenderung menyukai orang yang terasa mirip dengan dirinya.
-
Beri pujian yang spesifik: Puji usaha atau kepribadian, bukan basa-basi kosong. Pujian tulus menjadi salah satu kebiasaan pribadi yang penuh karisma.
-
Selaraskan nada dan tempo bicara: Jika lawan bicara berbicara pelan dan tenang, sesuaikan iramanya. Penyelarasan halus ini menumbuhkan rasa nyaman tanpa disadari.
Alison Wood Brooks, asisten profesor di Harvard Business School, dikutip dari Forbes menyatakan, "orang yang banyak bertanya cenderung lebih disukai dan menggali lebih banyak informasi dari lawan bicaranya."
Baca juga: Mendengarkan aktif saat menghadapi lawan bicara yang keras kepala
Cara agar Orang Menyukai Kita dalam Hitungan Detik lewat Kehangatan dan Pola Pikir
Teknik apa pun terasa kosong tanpa kehangatan yang tulus. Inti cara agar orang menyukai kita dalam hitungan detik adalah memancarkan rasa aman lebih dahulu, bukan berusaha keras tampil mengesankan.
Secara evolusioner, otak lebih dulu bertanya "apakah orang ini bisa dipercaya?" sebelum menilai kemampuannya. Vanessa Van Edwards, peneliti perilaku, dalam bukunya Cues menuliskan, "Karisma adalah keseimbangan antara kehangatan dan kompetensi."
-
Pancarkan kehangatan sebelum kompetensi: Tunjukkan bahwa Anda ramah dan bisa dipercaya lebih dulu. Kesan pintar atau sukses akan lebih mudah diterima setelah rasa aman terbentuk.
-
Jadilah pihak yang menyambut: Jangan menunggu disambut, tetapi jadilah yang pertama membuat orang lain merasa diterima. Fokus pada kenyamanan lawan bicara justru membuat Anda paling diingat.
-
Datang dengan harapan disukai: Ekspektasi bahwa Anda akan ditolak membuat sikap tertutup dan dingin. Masuki ruangan dengan asumsi bahwa orang-orang terbuka untuk berkenalan.
-
Bagikan sedikit kerentanan: Mengakui hal kecil seperti "saya selalu sedikit canggung di acara begini" justru mencairkan suasana. Keterbukaan ringan memberi izin bagi orang lain untuk santai.
-
Bawa energi positif: Kurangi keluhan dan tebarkan optimisme, sebab suasana hati menular. Anda tidak perlu menjadi people pleaser, cukup tulus dan hangat.
-
Kelola emosi dengan tenang: Sikap yang stabil membuat orang merasa aman berada di dekat Anda. Kemampuan mengontrol emosi adalah keterampilan yang bisa dilatih, bukan bakat bawaan.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan British Psychological Society, orang lain umumnya menyukai kita lebih daripada yang kita kira, sehingga kecemasan berlebihan tentang kesan pertama sering kali tidak beralasan.
Baca juga: Empati tulus sebagai kunci pribadi yang mudah disukai
Rahasia Psikologi di Balik Kesan Pertama yang Disukai
Selain keterampilan yang bisa dilatih, ada sejumlah mekanisme psikologis yang diam-diam memengaruhi mengapa seseorang terasa menyenangkan sejak awal. Memahaminya membantu Anda bersikap lebih alami, bukan manipulatif.
Sebagaimana dikutip dari Science of People, otak melakukan thin-slicing, yaitu memotret dan menilai kehangatan serta kompetensi seseorang dalam waktu kurang dari satu detik. Nalini Ambady, psikolog yang meneliti penilaian kilat, dikutip dari Harvard Magazine menuturkan, "Penilaian tipis ini seperti mengendarai sepeda; jika Anda mulai mencermati setiap gerakan, Anda akan terjatuh."
-
Efek halo: Satu sifat positif yang menonjol, seperti keramahan, membuat orang berasumsi Anda juga cerdas dan kompeten. Kesan awal yang baik mewarnai penilaian selanjutnya.
-
Efek sekadar terpapar: Semakin sering seseorang berinteraksi positif dengan Anda, semakin besar rasa sukanya. Keakraban menumbuhkan kenyamanan.
-
Efek Benjamin Franklin: Meminta bantuan kecil yang wajar justru bisa membuat orang lebih menyukai Anda, karena mereka menyimpulkan bahwa mereka peduli.
-
Efek pratfall: Orang kompeten yang sesekali membuat kesalahan kecil terasa lebih manusiawi dan mudah didekati dibanding sosok yang tampak sempurna.
-
Efek bunglon: Meniru bahasa tubuh lawan bicara secara halus membangun kedekatan. Hal ini mirip dengan tanda-tanda ketertarikan lewat gestur yang muncul tanpa disadari.
-
Kita menyukai yang mirip: Kesamaan nilai, minat, hingga cara berpakaian memberi rasa aman, sehingga orang lebih cepat merasa terhubung.
-
Liking gap dan efek sorotan: Kita cenderung merasa lebih diperhatikan dan dinilai lebih tajam daripada kenyataannya. Sebagian besar orang justru sibuk mencemaskan diri sendiri.
Menariknya, semua mekanisme ini bisa Anda pertajam lewat kebiasaan kecil sehari-hari, termasuk melatih kecerdasan emosional dan memupuk rasa percaya diri yang tenang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Disukai dalam Hitungan Detik
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar seseorang menyukai kita?
Penelitian menunjukkan otak membentuk kesan pertama hanya dalam hitungan detik, umumnya sekitar tujuh detik pertama pertemuan. Karena itu, kehangatan yang dipancarkan lewat senyum, tatapan, dan sikap tubuh terbuka sejak awal punya bobot yang jauh lebih besar daripada kata-kata.
Apa cara tercepat agar disukai orang yang baru dikenal?
Mulailah dengan senyum tulus, kontak mata yang wajar, sapaan ramah, dan menyebut nama lawan bicara. Lanjutkan dengan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan minat tulus serta mencari titik kesamaan, sehingga orang baru merasa didengarkan dan diterima sejak menit pertama.
Apakah kemampuan membuat orang cepat menyukai kita bisa dipelajari?
Bisa. Kehangatan, mendengarkan aktif, dan pengelolaan emosi adalah keterampilan yang dapat dilatih, bukan bakat bawaan. Konsistensi menjalankan kebiasaan kecil sehari-hari justru lebih menentukan daripada anggapan bahwa seseorang sudah "menarik dari sananya".
Pada akhirnya, kunci membuat orang menyukai Anda dengan cepat bukanlah berpura-pura, melainkan berani menurunkan tembok lebih dulu agar orang lain merasa aman. Terapkan langkah-langkah sederhana ini secara konsisten, dan Anda akan lebih mudah membuat orang lain nyaman sekaligus dicintai banyak orang dalam berbagai situasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309227/original/012404600_1785221435-FaEXdNAbFI3CB82e5JEAP6HuVFiFWto5ysQPtG6r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309570/original/072744800_1785231642-zaOZZ0AtvQgovICRWctJqMBNnLPlcyReQKK6ybli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309412/original/016430100_1785226838-fChpNWInkHryJwcTrSxYrD4eCmu6yo3ts8DQ0Dv7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311488/original/046782500_1785403631-46159ed0-db48-4951-807f-042c7eaeaa20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309587/original/097543500_1785231659-NtmkPkvbmXzNJIZOM3DYkIp9Pcgp2VJ9qpgURo2G.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309414/original/044657100_1785226840-3LuwnYFyLnU5RggHtKtD2SnbFJubGZeqQsM3yV2G.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309578/original/033274100_1785231651-tOgq4sYb7FBm0IKu16HDy6OgrUZZA2tew0xFgrIE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1810351/original/099737500_1513939965-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311336/original/079904600_1785399624-manipulator_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227786/original/098051800_1747820971-portrait-expressive-young-woman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4820889/original/079281500_1714729823-IMG_2361.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3208018/original/000884800_1597309312-pexels-mareefe-932587.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311225/original/071897500_1785393602-85a8b2fc-bd89-48a8-8083-f20b1c062b6b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311163/original/023063200_1785390897-b998785d-c28c-49e5-a1d8-4bb00e04f4af.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497800/original/004670400_1770690027-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4210564/original/060662600_1667283991-Healthy_Sleep.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2844599/original/074376800_1562228940-attractive-beautiful-beauty-1582641.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235851/original/072546600_1748437174-happy-young-asian-woman-feel-success-winning-celebrating-sitting-with-laptop-smartphone-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4936366/original/066612700_1725438341-pexels-charlotte-may-5966011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309417/original/061815400_1785226843-0QJoWSiMUkWz6nKEKSQo55hqB91Mi6P53ElHrfbw.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488914/original/060208200_1769769767-Gemini_Generated_Image_gzkq69gzkq69gzkq.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547657/original/046072000_1775466242-Inspirasi_Meja_Taman_dari_Batu_dan_Kayu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436756/original/083213400_1765185072-messy-interior-full-clothing.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455652/original/002116600_1766723248-burnout.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545127/original/074338100_1775126289-tips_menata_kebun_buah_di_belakang_rumah_agar_terlihat_rapi_dan_asri.jpg)