Liputan6.com, Jakarta Dribble merupakan teknik paling fundamental dalam permainan bola basket yang wajib dikuasai setiap pemain, dari pemula hingga profesional. Memahami bagaimana cara melakukan dribble yang benar menjadi langkah awal sebelum menguasai teknik lanjutan seperti passing, shooting, dan lay up.
Secara mendasar, dribble dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai menggunakan satu tangan sambil bergerak di lapangan. Kunci dari bagaimana cara melakukan dribble secara efektif terletak pada kontrol ujung jari, posisi tubuh yang rendah, serta kemampuan membaca situasi lapangan tanpa terus menatap bola.
Dilansir dari MasterClass, dribbling merupakan keterampilan fundamental bola basket yang membutuhkan koordinasi mata-tangan, timing yang tepat, serta latihan konsisten agar pemain mampu melindungi bola dari lawan dan mengarahkannya ke ring untuk mencetak poin. Oz Martin, pendiri Legacy Youth Sports, dikutip dari Nike.com menyatakan, "Dribbling adalah hal paling penting dalam bola basket."
Baca juga: Dribbling adalah Gerakan Menggiring Bola, Kenali Macam-macamnya dalam Basket
1. Cara Melakukan Dribble Dasar yang Benar dalam Bola Basket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8400295/original/011304000_1782281901-39e41943-5873-4b03-add6-895de46f5e5e.jpg)
Perbesar
Langkah pertama untuk memahami bagaimana cara melakukan dribble adalah menguasai teknik dasarnya terlebih dahulu. Tanpa fondasi yang kuat, variasi dribble tingkat lanjut akan sangat sulit dikembangkan. Berikut langkah-langkah melakukan dribble dasar yang perlu dikuasai setiap pemain.
-
Posisikan Tubuh dalam Sikap Atletis: Tekuk lutut dengan kaki dibuka selebar bahu, condongkan badan sedikit ke depan, dan jaga pusat gravitasi tetap rendah. Posisi ini memberikan keseimbangan optimal, mempercepat reaksi terhadap pergerakan lawan, serta membuat jarak antara tangan dan lantai lebih pendek sehingga pantulan bola lebih mudah dikontrol.
-
Gunakan Ujung Jari dan Bantalan Tangan: Rentangkan jari-jari secara merata di permukaan bola dan gunakan ujung jari serta bantalan jari untuk mengontrol bola, bukan telapak tangan. Berdasarkan Jr. NBA, pemain juga perlu menjaga agar pantulan bola tidak melebihi tinggi pinggang, karena hal ini memberikan kontrol lebih baik dan mempersulit lawan untuk mencuri bola.
-
Pantulkan Bola dengan Pergelangan Tangan dan Lengan Bawah: Dorong bola ke lantai menggunakan gerakan lengan bawah dan pergelangan tangan. Hindari mengayunkan seluruh lengan karena akan menghasilkan pantulan yang kurang terkendali dan menghabiskan lebih banyak tenaga. Gerakan yang ringkas dan terfokus pada pergelangan tangan menghasilkan presisi tinggi.
-
Jaga Pantulan Bola Tetap Rendah: Idealnya, pantulan bola tidak melebihi tinggi pinggang saat dribble dalam kondisi dijaga lawan. Pantulan rendah memperkecil waktu bola berada di udara, sehingga mengurangi kesempatan lawan untuk merebut. Saat situasi lapangan lebih terbuka, pantulan bisa sedikit lebih tinggi untuk mempercepat pergerakan.
-
Angkat Kepala dan Baca Situasi Lapangan: Jaga kepala tetap tegak dan arahkan pandangan ke depan lapangan, bukan ke bola. Kebiasaan menatap bola saat mendribble membatasi kemampuan membaca posisi rekan tim, pergerakan lawan, dan peluang serangan. Mulailah berlatih dribble di tempat tanpa melihat bola, lalu tingkatkan ke dribble sambil berjalan.
-
Latih Kedua Tangan Secara Seimbang: Kemampuan mendribble hanya dengan tangan dominan membuat pola permainan mudah diprediksi lawan. Pemain harus belajar mendribble dengan sama baiknya menggunakan kedua tangan, karena saat seorang pemain mampu melakukan ini, peluang serangannya langsung berlipat ganda. Biasakan meluangkan porsi latihan yang setara untuk tangan kanan dan kiri.
Bob Knight, pelatih legendaris NCAA, dikutip dari Coaches Clipboard menyatakan, "Tidak ada yang bisa menjaga seorang pendribble yang handal."
Baca juga: Menggiring dalam Permainan Bola Basket Berarti Dribbling, Ketahui Jenisnya
2. Cara Melakukan Variasi Dribble untuk Mengecoh Lawan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401269/original/073526400_1782283112-12699538-32fd-4f39-94e2-0d9de5a3a267.jpg)
Perbesar
Setelah teknik dasar dikuasai, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara melakukan dribble dengan variasi gerakan agar efektif melewati pertahanan lawan. Variasi dribble memungkinkan pemain menciptakan ruang, mengubah arah secara tiba-tiba, dan mengecoh lawan melalui perubahan kecepatan maupun pola pantulan. Berikut beberapa variasi dribble yang wajib dipelajari.
-
Crossover Dribble: Pindahkan bola dari satu tangan ke tangan lainnya secara cepat di depan tubuh dengan pantulan rendah dan tajam. Teknik ini sangat penting untuk menjaga kontrol bola dan mengecoh pemain bertahan, karena dengan menyilangkan tangan, pemain dapat mengubah arah dribble dengan cepat tanpa kehilangan penguasaan bola. Semakin rendah dan cepat pantulan crossover dilakukan, semakin sulit bagi lawan untuk mengantisipasinya.
-
Between the Legs Dribble: Pantulkan bola melewati sela kedua kaki dari satu tangan ke tangan lainnya. Teknik ini melindungi bola secara alami karena posisi kaki bertindak sebagai penghalang bagi jangkauan tangan lawan. Pastikan posisi kaki cukup lebar, lutut tetap ditekuk, dan pantulan bola tetap rendah serta terkontrol saat melewati celah kaki.
-
Behind the Back Dribble: Alihkan bola ke tangan lain melalui belakang punggung tanpa mengubah arah pandangan. Gerakan ini sangat berguna saat lawan berada di sisi depan dan menutup jalur crossover biasa. Kunci keberhasilannya terletak pada fleksibilitas pergelangan tangan, timing yang tepat, dan keberanian untuk mengeksekusi tanpa melihat bola selama proses perpindahan.
-
Hesitation Dribble (Change of Pace): Perlambat tempo dribble secara drastis seolah-olah hendak berhenti atau menembak, lalu percepat gerakan secara eksplosif untuk meninggalkan lawan. Perubahan kecepatan yang tidak terduga ini membuat lawan kehilangan keseimbangan dan membuka celah penetrasi ke ring. Teknik ini sangat efektif untuk pemain yang cerdas membaca posisi lawan.
-
Spin Move: Lakukan putaran 360 derajat dengan badan sambil menjaga bola tetap dekat tubuh menggunakan satu tangan. Gerakan ini dipakai untuk menghindar dari lawan yang berada sangat dekat dan menutup jalur ke depan. Pastikan bola tetap terlindungi oleh tubuh selama proses putaran dan segera lanjutkan dribble begitu putaran selesai agar tidak terjadi pelanggaran.
Mengacu pada Under Armour, teknik dribble dengan satu tangan sambil mengangkat lengan non-dribble untuk menahan lawan merupakan salah satu variasi yang sering dipraktikkan oleh center dan power forward. Kemampuan menggabungkan berbagai variasi dribble ini secara spontan di lapangan menjadi pembeda antara pemain biasa dan pemain berkualitas tinggi.
Baca juga: Lay Up adalah Salah Satu Teknik yang Efektif dalam Olahraga Basket
3. Cara Melatih Dribble Secara Efektif untuk Semua Level
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8417692/original/051389100_1782302945-2148767580.jpg)
Perbesar
Mengetahui teori saja tidak cukup tanpa latihan yang terstruktur dan konsisten. Untuk benar-benar menguasai bagaimana cara melakukan dribble dengan segala variasinya, diperlukan sesi latihan yang progresif dari tingkat dasar hingga lanjutan. Berikut beberapa metode latihan yang terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan dribble.
-
Pound Drill (Latihan Pantulan Kuat): Berdiri dalam posisi atletis dan pantulkan bola sekuat mungkin ke lantai menggunakan satu tangan selama 30 detik, lalu ganti ke tangan lainnya. Latihan ini memperkuat pergelangan tangan, membangun kontrol dasar, serta melatih konsistensi tenaga pantulan. Variasikan ketinggian pantulan mulai dari setinggi pinggang, dada, hingga bahu untuk melatih adaptasi kekuatan.
-
Stationary Crossover Drill: Berdiri diam dengan kaki selebar bahu, lalu pindahkan bola dari tangan kanan ke tangan kiri secara berulang melalui pantulan rendah di depan tubuh. Mulailah dengan tempo lambat untuk membangun koordinasi, kemudian tingkatkan kecepatan secara bertahap seiring kontrol membaik. Latihan ini membentuk fondasi untuk crossover dribble yang cepat di pertandingan sesungguhnya.
-
Figure Eight Drill: Berdiri dengan posisi kaki terbuka lebar, lalu dribble bola membentuk pola angka delapan di sekitar dan di antara kedua kaki secara kontinu. Sebagaimana dilaporkan BreakthroughBasketball.com, latihan ini termasuk dalam rangkaian Maravich Drills yang terkenal, meliputi latihan seperti mengoper bola mengelilingi tubuh, figure eight dribble, spider dribble, dan drop and catch.
-
Cone Weave Drill: Susun lima hingga tujuh cone atau penanda dalam satu garis dengan jarak sekitar satu meter antar cone. Dribble bola sambil berkelok-kelok melewati setiap cone, bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri saat melewati sisi berbeda. Latihan ini mensimulasikan situasi menghindari dan melewati lawan secara langsung di lapangan pertandingan.
-
Latihan Dribble Sambil Duduk: Bagi pemula yang masih kesulitan menjaga keseimbangan, mulailah berlatih dribble sambil duduk di kursi atau bangku rendah. Metode ini membantu pemain fokus sepenuhnya pada gerakan tangan dan merasakan ritme pantulan bola tanpa harus memikirkan koordinasi kaki terlebih dahulu. Setelah terbiasa, berdirilah dan lanjutkan ke dribble sambil berjalan, kemudian berlari.
-
Two-Ball Dribbling: Dribble dua bola basket secara bersamaan untuk melatih kedua tangan bekerja secara harmonis dan meningkatkan koordinasi keseluruhan. Mulailah dengan memantulkan kedua bola secara bersamaan, lalu coba pola bergantian di mana tangan kanan dan kiri memantulkan bola secara berseling. Latihan ini sangat menantang tetapi memberikan dampak signifikan pada kemampuan ball handling.
Pete Maravich, legenda bola basket dunia yang dikenal dengan kreativitas dribble-nya, dikutip dari AZQuotes menyatakan, "Kontrol ujung jari, putaran balik bola, ikuti gerakannya."
Kesalahan Umum Saat Melakukan Dribble dan Tips Mengatasinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401136/original/077306400_1782282984-cbcb5daa-42ea-4c53-9d2c-89cfa51741c8.jpg)
Perbesar
Dalam proses mempelajari dribble bola basket, ada sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan pemain pemula maupun menengah tanpa disadari. Mengenali dan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan keliru ini sama pentingnya dengan menguasai bagaimana cara melakukan dribble itu sendiri, karena kesalahan teknis dapat menghambat seluruh perkembangan permainan.
Mengutip BlazePod, dribbling merupakan inti dari permainan bola basket dan salah satu keterampilan paling fundamental yang harus dikuasai, karena pada intinya dribbling memungkinkan pemain untuk memajukan bola, menciptakan peluang, dan menghindari lawan sebagai fondasi permainan ofensif.
-
Memukul Bola dengan Telapak Tangan: Banyak pemula yang menampar bola alih-alih mendorongnya dengan ujung jari dan bantalan tangan. Kebiasaan ini mengurangi kontrol secara drastis dan membuat pantulan bola tidak konsisten. Cobalah latihan ball slaps, yaitu memindahkan bola dari satu tangan ke tangan lain dengan tepukan lembut untuk merasakan kontak yang benar antara jari dan permukaan bola.
-
Menatap Bola Terus-Menerus: Kebiasaan menunduk menatap bola saat mendribble merupakan kesalahan paling klasik di kalangan pemain baru. Hal ini membatasi kemampuan membaca situasi lapangan, mendeteksi rekan tim yang terbuka, dan mengantisipasi pergerakan lawan. Latih dribble tanpa melihat bola secara bertahap, dimulai dari posisi diam lalu berkembang ke dribble sambil berjalan.
-
Pantulan Bola Terlalu Tinggi: Memantulkan bola melampaui tinggi pinggang atau bahkan dada memberikan waktu ekstra bagi lawan untuk merebut bola. Jaga pantulan tetap rendah, idealnya antara setinggi lutut hingga pinggang, terutama saat berada di zona bertahan atau di dekat lawan. Pantulan tinggi hanya digunakan saat transisi cepat di lapangan terbuka.
-
Dribble Tanpa Tujuan yang Jelas: Banyak pemain langsung memantulkan bola begitu menerimanya tanpa rencana yang jelas. Para pelatih menekankan bahwa setiap dribble harus memiliki tujuan spesifik, seperti memajukan bola ke area serangan, menuju ring untuk mencetak poin, membuka jalur passing, atau mengatur tempo permainan.
-
Hanya Mengandalkan Tangan Dominan: Mendribble hanya dengan satu tangan membuat pola permainan mudah dibaca dan diantisipasi lawan. Lawan cukup menutup sisi tangan dominan untuk menghentikan serangan secara efektif. Dedikasikan setidaknya separuh waktu latihan dribble untuk tangan non-dominan agar kemampuan kedua tangan lebih seimbang.
-
Posisi Badan Terlalu Tegak: Berdiri tegak saat mendribble mengurangi keseimbangan, memperlambat reaksi, dan membuat jarak tangan ke lantai terlalu jauh. Selalu jaga lutut tetap ditekuk dan pusat gravitasi tubuh tetap rendah, terutama saat menghadapi tekanan bertahan dari lawan. Posisi rendah juga memudahkan transisi cepat ke gerakan lain seperti passing atau shooting.
-
Tidak Melindungi Bola dengan Tangan Bebas: Tangan yang tidak sedang mendribble sebaiknya diposisikan untuk melindungi bola dari jangkauan tangan lawan, bukan dibiarkan menggantung tanpa fungsi. Gunakan lengan non-dribble sebagai perisai alami dengan mengangkatnya di antara bola dan pemain bertahan, tanpa melakukan pushing atau kontak ilegal.
Nikola Jokic, pebasket bintang Denver Nuggets, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Saya selalu mencintai mendribble bola. Bahkan saat berjalan sendirian, saya selalu suka mendribble dan membayangkan pemain bertahan ada di depan saya."
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dribble Bola Basket
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai dribble dasar?
Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung intensitas latihan dan kemampuan motorik masing-masing individu. Secara umum, dengan latihan rutin selama 15 hingga 30 menit setiap hari, pemula dapat menguasai teknik dribble dasar dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu. Konsistensi menjadi kunci utama untuk membentuk koordinasi tangan dan memori otot yang diperlukan agar dribble terasa alami.
Apakah dribble hanya boleh dilakukan dengan satu tangan?
Dalam aturan resmi bola basket, dribble memang harus dilakukan menggunakan satu tangan pada satu waktu. Pemain tidak diperbolehkan menyentuh bola dengan kedua tangan secara bersamaan saat mendribble karena hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran double dribble. Meskipun demikian, pemain boleh bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri selama proses dribble berlangsung, asalkan tidak menyentuh bola dengan kedua tangan secara simultan.
Apa perbedaan antara dribble rendah dan dribble tinggi?
Dribble rendah dilakukan dengan pantulan bola setinggi lutut dan umumnya digunakan saat pemain berada di dekat lawan untuk melindungi bola dari upaya perebutan. Sementara itu, dribble tinggi dilakukan dengan pantulan bola setinggi pinggang hingga dada, biasanya dipakai saat transisi cepat ke area lawan tanpa tekanan bertahan yang ketat. Pemain perlu menguasai keduanya agar mampu beradaptasi dengan berbagai situasi yang terjadi di lapangan.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516289/original/009988100_1782441721-9eVNap2FZaJ4K5k64XFPqiSiRmSAqg9dHn9NZf2O.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516284/original/057624900_1782441718-0aFw4K2mPuhc6bH8qRKIYLfXPXy90XU9DJ0wP8G2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516310/original/034308100_1782441744-txLQIh2a8rLQmWZ54giyw9lTSKLOWnBpomYqFyaa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516298/original/002489600_1782441739-Sn1onhZ3cRTuzVfyPC077A7PYYs99iVkOU644O7C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472965/original/031158700_1782381676-yRVKw5ShE9Rz4Gg9B1REsz5BXWScHIQXzNzaZrjI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516239/original/000280100_1782441685-wzpHSgGQllKdnocVxVbZWbJvq5RzWrAH9jLoEhOZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516323/original/064279100_1782441751-QhWeIyM1BS2Kx53LaLanvpXCyrFiY2Pq1QoOEZPr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516319/original/082969000_1782441748-x6jFTBSmdguoI1yC00LKXSj5VFG5kFOrKriq0GXA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516311/original/070077100_1782441745-66Qk27g1UFJRlSfhnXza1ga3lFMQWg46e9QrmiiQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516228/original/067413100_1782441678-wsjbFDRACuYSGBgeEoJ1N65o9a3e2sRfcqBbrM15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516244/original/016161400_1782441690-jfxo3e0voZAqtXYVSyOpjLkyTItzyFHeDK8kV1rO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516242/original/073778700_1782441688-u57XkpMYgEOCG9BjkGgJkTrj9hhrFKKIG0rcdP0h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4745840/original/050884300_1708237717-WhatsApp_Image_2024-02-18_at_13.25.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516187/original/098494300_1782441648-dDfNB1JmTn7OOx0963lSV0x4X2qs5Z26uFByX4xJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1689462/original/060408700_1503553006-dpr3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472963/original/062760700_1782381668-JTD912kLn4IZNMTNj9tUgrCV1RecNbQsk662mq15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516261/original/074230700_1782441707-0HbEcw17XifIugGVAcJ2DSLVMQGU6ZDYCpD0wbcm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516175/original/074190500_1782441640-LMOUgimO8HypVkgCqh2Xt8yem7jLp36QhgJmgcfM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516232/original/071570100_1782441683-AG34Kim5YaXvAOsb8tI4CPUwVh5JEs7yOxdD21kY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516227/original/027036200_1782441677-Utb2XNkqGCdcFCboKE2u8L9hzLhxIpQUXm3SfELg.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)