:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263014/original/066628400_1781856632-BOIVRik9YEPuR75tAey3443ZILwv4cEdmBILgNEs.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Bawang merah (Allium cepa) menerapkan dua strategi reproduksi sekaligus, yaitu reproduksi seksual melalui biji dan reproduksi aseksual (vegetatif) melalui umbi lapis. Memahami bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah menjadi bekal penting bagi siapa saja yang ingin membudidayakan tanaman bumbu dapur ini secara mandiri.
Secara alami, bawang merah bereproduksi dengan membentuk umbi lapis, yaitu metode vegetatif alami yang tidak memerlukan proses pembuahan. Selain umbi lapis, bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah juga dapat dipahami melalui metode pembagian umbi dan perkecambahan biji, meski metode terakhir jarang digunakan karena memakan waktu lebih lama.
Dilansir dari Study.com, metode menanam tanaman bawang dari umbi, batang, akar, atau daun dikenal sebagai propagasi vegetatif, yakni proses di mana tumbuhan berkembang secara aseksual. Reproduksi aseksual ini secara efisien menghasilkan klon yang identik secara genetik, sehingga sifat unggul tanaman induk tetap terjaga pada keturunannya.
Baca juga: Vegetatif Adalah Perkembangbiakan Tumbuhan Tanpa Proses Perkawinan, Kenali Jenisnya
1. Perkembangbiakan Bawang Merah melalui Umbi Lapis (Vegetatif Alami)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515375/original/026243200_1782440475-Perkembangbiakan_Bawang_Merah_melalui_Umbi_Lapis__Vegetatif_Alami_.jpeg)
Perbesar
Cara paling umum dan alami dalam menjawab pertanyaan bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah adalah melalui umbi lapis. Pada bagian tengah bawang merah terdapat siung yang nantinya tumbuh tunas dan menjadi tumbuhan baru. Metode ini tergolong perkembangbiakan vegetatif alami karena terjadi tanpa campur tangan manusia secara khusus. Berikut langkah-langkah yang terjadi dalam proses tersebut.
-
Pemilihan umbi induk yang sehat: Memilih umbi yang tepat sangat penting untuk keberhasilan propagasi bawang merah, karena umbi harus dalam keadaan sehat dan bebas penyakit agar pertumbuhan berlangsung optimal. Pilih umbi berusia sekitar 80 hingga 100 hari setelah panen dengan permukaan kulit yang utuh dan tidak busuk.
-
Pemotongan ujung umbi: Sepertiga bagian atas umbi dipotong dan dibuang sebelum ditanam. Pemotongan bagian atas umbi ini akan menghasilkan lebih banyak tunas baru sehingga produktivitas tanaman meningkat. Langkah ini membantu tunas menembus lapisan umbi dengan lebih mudah.
-
Penanaman umbi ke media tanam: Tanam umbi pada kedalaman sekitar 5 hingga 7 sentimeter untuk melindungi umbi dari fluktuasi suhu. Pastikan posisi umbi tegak dengan bagian akar menghadap ke bawah. Jarak tanam antarumbi idealnya sekitar 10 hingga 15 sentimeter agar tidak saling berebut nutrisi.
-
Pertumbuhan akar serabut dan tunas: Umbi tumbuh melalui perkembangan radikula dan daun bendera, setelah itu daun sejati mulai muncul. Akar serabut tumbuh dari pangkal umbi untuk menyerap air dan unsur hara dari tanah. Fase ini biasanya berlangsung selama 10 hingga 30 hari setelah penanaman.
-
Pembentukan umbi lapis baru: Cadangan makanan yang tersimpan di dalam umbi menjadi sumber energi bagi tunas baru untuk berkembang, kemudian mengembangkan batang dan tumbuh menjadi tumbuhan bawang yang baru. Karena anak umbi menempel pada umbi lapis induknya, tumbuhan bawang merah baru juga tumbuh di dekatnya membentuk rumpun.
Berdasarkan penjelasan dari Vedantu, umbi lapis adalah sejenis modifikasi batang bawah tanah yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di bawah permukaan tanah, di mana sisik berdaging yang banyak menyelubungi batang berbentuk cakram, dengan akar adventif tumbuh dari dasar umbi, dan fungsi utamanya adalah menyimpan cadangan makanan.
Baca juga: Jahe Berkembang Biak dengan Cara? Berikut Macam-Macam Perkembangbiakan Tumbuhan
2. Perkembangbiakan Bawang Merah melalui Pembagian Umbi (Vegetatif Buatan)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515377/original/056613800_1782440475-Perkembangbiakan_Bawang_Merah_melalui_Pembagian_Umbi__Vegetatif_Buatan_.jpeg)
Perbesar
Selain vegetatif alami, teknik lain yang menjelaskan bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah adalah melalui pembagian umbi secara manual. Proses ini melibatkan pemisahan umbi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil untuk ditanam sebagai bibit baru. Metode ini cukup populer di kalangan petani karena mampu memperbanyak jumlah bibit dari satu umbi induk. Berikut tahapan lengkapnya.
-
Pemilihan umbi induk yang matang: Pilih umbi yang sehat dan bebas penyakit, idealnya berukuran sedang dengan diameter sekitar 2,5 hingga 5 sentimeter karena ukuran ini memberikan keseimbangan terbaik untuk perkembangan. Pastikan umbi sudah melewati masa dormansi dan mulai menunjukkan tanda-tanda akan bertunas.
-
Pembelahan umbi secara hati-hati: Potong umbi memanjang melalui pangkal tunas untuk membagi umbi menjadi dua bagian yang masing-masing tetap memiliki bagian tunas dan dasar akar, karena tanpa keduanya pertunasan mustahil terjadi. Gunakan pisau bersih dan tajam agar potongan rapi dan risiko infeksi jamur berkurang.
-
Pengeringan potongan umbi: Setelah dibelah, angin-anginkan potongan umbi selama beberapa jam hingga permukaan bekas potongan mengering. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko pembusukan saat umbi ditanam ke dalam tanah.
-
Penanaman ke media tanam yang tepat: Bawang merah tumbuh paling baik di tanah lempung dengan suplai nutrisi yang seimbang dan proporsi humus yang tinggi. Tanam potongan umbi dengan posisi bagian akar menghadap ke bawah pada kedalaman sekitar 3 hingga 5 sentimeter.
-
Perawatan awal dan penyiraman: Setelah penanaman, siram umbi secara menyeluruh. Jaga kelembapan tanah tetap stabil tanpa menyebabkan genangan air, karena bawang merah termasuk tanaman yang sensitif terhadap kelebihan air. Media tanam campuran cocopeat juga dapat digunakan untuk menjaga kelembapan ideal.
Perlu diingat pula bahwa propagasi dari bawang merah yang dibeli di toko biasanya tidak terlalu berhasil, karena jenis ini sering kali sudah disimpan terlalu lama dan berasal dari varietas yang telah dikawinsilangkan secara berlebihan.
Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah di Galon Bekas untuk Pemula
3. Perkembangbiakan Bawang Merah melalui Biji (Reproduksi Generatif)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6206862/original/072978500_1779085429-mulai_menanam.jpg)
Perbesar
Metode ketiga yang menjelaskan bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah adalah melalui reproduksi generatif menggunakan biji. Reproduksi seksual ini memperkenalkan keragaman genetik yang sangat penting bagi kemampuan adaptasi jangka panjang spesies terhadap perubahan lingkungan. Meski prosesnya lebih panjang, metode ini kian diminati karena menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan bebas patogen tular umbi. Berikut tahapan reproduksi melalui biji secara lengkap.
-
Fase pembungaan (bolting): Bawang merah melakukan reproduksi seksual melalui proses yang disebut bolting, yang distimulasi oleh perubahan faktor lingkungan seperti paparan cahaya atau pergeseran suhu. Bawang merah merupakan tanaman biennial, yakni membentuk umbi pada tahun pertama dan berbunga pada tahun kedua.
-
Proses vernalisasi: Sebelum berbunga, tanaman bawang merah memerlukan periode pendinginan yang disebut vernalisasi. Pembentukan tangkai biji memerlukan periode pendinginan ini, dan induksi pembungaan terjadi saat tanaman atau umbi terpapar suhu sekitar 7 hingga 13 derajat Celsius selama kurang lebih satu bulan atau lebih lama.
-
Penyerbukan oleh serangga: Mengutip USDA ARS, tanaman allium memiliki bunga sempurna tetapi tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri karena benang sari jantan melepaskan serbuk sari sebelum kepala putik betina menjadi reseptif, sehingga penyerbukan silang terjadi melalui serangga seperti lalat dan lebah.
-
Pembentukan dan pematangan biji: Setelah proses pembungaan yang bisa memakan waktu hingga empat minggu, bawang merah mengembangkan biji di dalam polong yang pada akhirnya akan terbelah dan melepaskan bijinya, di mana biji bawang merah umumnya berukuran lebih kecil daripada biji bawang jenis lain.
-
Penyemaian biji ke persemaian: Biji yang sudah matang ditaburkan ke media semai yang lembap dan gembur. Kecambah biasanya mulai muncul dalam waktu satu hingga tiga minggu setelah penaburan. Setelah bibit memiliki dua hingga tiga helai daun sejati, bibit siap dipindahkan ke lahan tanam utama dengan jarak yang memadai.
Fase pembungaan sangat penting untuk produksi biji karena menarik penyerbuk yang esensial bagi keberhasilan pembentukan benih, dan penyerbukan silang selama tahap ini dapat meningkatkan keragaman genetik yang menghasilkan kualitas biji lebih baik.
Tahapan Siklus Hidup dan Faktor Keberhasilan Perkembangbiakan Bawang Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6206864/original/020954800_1779085430-menyiram.jpg)
Perbesar
Untuk memahami secara menyeluruh bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah, penting juga mengetahui siklus hidup dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Mengacu pada riset yang dipublikasikan PubMed Central (NCBI), siklus hidup bawang merah dapat dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap bibit, tahap pembentukan umbi, dan tahap pembungaan. Bawang merah juga merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga pemahamannya berdampak langsung bagi para petani maupun pelaku urban farming.
-
Fotoperiodisme (durasi cahaya matahari): Bawang merah varietas hari panjang memerlukan 14 hingga 16 jam cahaya matahari untuk memicu proses pembentukan umbi, sementara varietas hari pendek hanya membutuhkan 10 hingga 12 jam. Beberapa varietas tergolong intermediate dan memerlukan setidaknya 12 jam cahaya sebelum mulai memproduksi umbi. Di Indonesia yang terletak di wilayah tropis, varietas hari pendek umumnya lebih cocok dibudidayakan.
-
Fase vegetatif dan jumlah daun: Setiap daun yang terbentuk selama fase vegetatif akan merepresentasikan satu lapisan cincin pada umbi, dan tanaman bawang umumnya menghasilkan 8 hingga 12 daun selama fase ini. Semakin banyak daun yang terbentuk, semakin besar potensi ukuran umbi.
-
Kondisi tanah dan drainase: Pastikan tanah memiliki drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat merusak umbi. Tanah yang ideal untuk budidaya bawang merah memiliki pH antara 5,5 hingga 6,5 dengan kandungan bahan organik yang memadai.
-
Pemupukan yang tepat waktu: Seorang pakar budidaya, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Pupuk seimbang (10-20-10) diperlukan saat penanaman agar bawang merah membangun sistem perakaran yang sehat." Setelah tiga minggu, bawang memerlukan aplikasi nitrogen murni (21-0-0) setiap dua hingga tiga minggu karena nitrogen mendorong pertumbuhan daun yang perlu diberikan secara berkala hingga pembentukan umbi dimulai.
-
Suhu lingkungan: Suhu lingkungan ideal untuk pertumbuhan bawang merah adalah 27 hingga 32 derajat Celsius, dengan paparan sinar matahari yang cukup minimal 70 persen. Suhu yang terlalu dingin memperlambat pertumbuhan vegetatif, sementara suhu terlalu panas dapat memicu pembungaan dini yang tidak diinginkan.
-
Pengendalian hama dan penyakit: Hama utama yang menyerang bawang merah antara lain ulat grayak dan lalat pengorok daun. Menjaga kebersihan lahan tanam dan melakukan rotasi tanaman membantu menekan populasi hama. Bunga marigold terbukti efektif mengusir lalat bawang dan kutu daun bila ditanam di sekitar barisan bawang merah.
-
Waktu panen yang tepat: Proses dari penanaman benih hingga panen bisa memakan waktu sekitar 180 hari. Tanda bawang merah siap dipanen adalah saat daun mulai menguning dan rebah, serta umbi sudah terlihat menyembul dari permukaan tanah. Setelah dicabut, umbi perlu dijemur selama beberapa hari sebelum disimpan.
Sebagaimana diungkapkan dalam riset yang dimuat PubMed Central (NCBI), dalam hal total produksi tahunan dunia, bawang menempati peringkat kedua di antara tanaman hortikultura setelah tomat. Selain bernilai ekonomi, bawang merah juga kaya manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidan, fitokimia, dan senyawa sulfur di dalamnya.
Baca juga: 7 Manfaat Kulit Bawang bagi Kesehatan dan Kecantikan
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perkembangbiakan Bawang Merah
Mengapa bawang merah disebut berkembang biak dengan umbi lapis?
Bawang merah disebut berkembang biak dengan umbi lapis karena umbinya terbentuk dari tumpukan pangkal daun yang tersusun rapi dan berlapis-lapis, di mana di antara lapisan tersebut terdapat bakal tunas yang bila ditanam akan tumbuh menjadi tanaman baru. Struktur berlapis inilah yang membedakan umbi lapis dari jenis umbi lainnya seperti umbi batang pada kentang atau umbi akar pada wortel. Tumbuhan lain yang juga berkembang biak dengan cara serupa antara lain bawang putih, bawang bombay, bunga bakung, dan bunga lili.
Berapa lama proses perkembangbiakan bawang merah dari umbi hingga siap panen?
Proses perkembangbiakan bawang merah dari penanaman umbi hingga panen umumnya memerlukan waktu sekitar 60 hingga 90 hari untuk metode vegetatif menggunakan umbi lapis. Fase pertumbuhan dimulai dari munculnya radikula dan daun bendera pada hari ke-10 hingga ke-30 setelah penanaman, kemudian berlanjut hingga umbi mencapai diameter 2,5 hingga 7,5 sentimeter pada hari ke-110 hingga ke-150. Sementara jika menggunakan biji, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai lima hingga enam bulan.
Apakah bawang merah bisa ditanam dari sisa dapur?
Bawang merah bisa ditanam dari bagian pangkal umbi yang tersisa dengan meletakkannya di air atau tanah, namun biasanya menghasilkan beberapa umbi kecil alih-alih satu umbi besar. Metode ini cocok untuk sekadar menghasilkan daun bawang segar di rumah, tetapi kurang ideal jika tujuannya adalah memperoleh umbi bawang merah berukuran besar. Bagi pemula, cara menanam bawang merah di lahan sempit menggunakan umbi bibit yang sengaja disiapkan tetap menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan.
Mengetahui bagaimana cara berkembang biak tumbuhan bawang merah secara menyeluruh memungkinkan siapa saja untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing. Baik melalui umbi lapis, pembagian umbi, maupun biji, setiap metode memiliki keunggulan tersendiri yang dapat dimanfaatkan demi hasil panen yang optimal.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516289/original/009988100_1782441721-9eVNap2FZaJ4K5k64XFPqiSiRmSAqg9dHn9NZf2O.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516284/original/057624900_1782441718-0aFw4K2mPuhc6bH8qRKIYLfXPXy90XU9DJ0wP8G2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516310/original/034308100_1782441744-txLQIh2a8rLQmWZ54giyw9lTSKLOWnBpomYqFyaa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516298/original/002489600_1782441739-Sn1onhZ3cRTuzVfyPC077A7PYYs99iVkOU644O7C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472965/original/031158700_1782381676-yRVKw5ShE9Rz4Gg9B1REsz5BXWScHIQXzNzaZrjI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516239/original/000280100_1782441685-wzpHSgGQllKdnocVxVbZWbJvq5RzWrAH9jLoEhOZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516323/original/064279100_1782441751-QhWeIyM1BS2Kx53LaLanvpXCyrFiY2Pq1QoOEZPr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516319/original/082969000_1782441748-x6jFTBSmdguoI1yC00LKXSj5VFG5kFOrKriq0GXA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516311/original/070077100_1782441745-66Qk27g1UFJRlSfhnXza1ga3lFMQWg46e9QrmiiQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516228/original/067413100_1782441678-wsjbFDRACuYSGBgeEoJ1N65o9a3e2sRfcqBbrM15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516244/original/016161400_1782441690-jfxo3e0voZAqtXYVSyOpjLkyTItzyFHeDK8kV1rO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516242/original/073778700_1782441688-u57XkpMYgEOCG9BjkGgJkTrj9hhrFKKIG0rcdP0h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4745840/original/050884300_1708237717-WhatsApp_Image_2024-02-18_at_13.25.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516187/original/098494300_1782441648-dDfNB1JmTn7OOx0963lSV0x4X2qs5Z26uFByX4xJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1689462/original/060408700_1503553006-dpr3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8472963/original/062760700_1782381668-JTD912kLn4IZNMTNj9tUgrCV1RecNbQsk662mq15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516261/original/074230700_1782441707-0HbEcw17XifIugGVAcJ2DSLVMQGU6ZDYCpD0wbcm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516175/original/074190500_1782441640-LMOUgimO8HypVkgCqh2Xt8yem7jLp36QhgJmgcfM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516232/original/071570100_1782441683-AG34Kim5YaXvAOsb8tI4CPUwVh5JEs7yOxdD21kY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8516227/original/027036200_1782441677-Utb2XNkqGCdcFCboKE2u8L9hzLhxIpQUXm3SfELg.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771366/original/095377800_1710334195-Ilustrasi_cabai_rawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504344/original/010747100_1771232765-7b452ecb-d1e1-4445-9f54-69b3c15abe5f.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515848/original/010205500_1772196753-Chief_Financial_Officer_Tokocrypto__Sefcho_Rizal-27_Februari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)