:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573729/original/055585400_1694589634-Ilustrasi_cemas__gelisah__resah.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Perasaan gelisah kerap datang tiba-tiba meski hari terasa baik-baik saja. Banyak orang bertanya-tanya apa penyebab gelisah tanpa sebab yang mereka alami. Kondisi ini membingungkan karena tidak ada pemicu yang tampak nyata. Padahal, rasa cemas semacam ini adalah respons tubuh yang wajar dan sangat umum terjadi.
Memahami penyebab gelisah tanpa sebab menjadi langkah awal untuk mengelolanya. Dengan mengenali akarnya, penanganan yang tepat bisa dilakukan lebih dini.
Dilansir dari Healthline, meski kecemasan kadang terasa muncul begitu saja, umumnya tetap ada penyebab yang mendasarinya seperti faktor genetik, cara kerja otak, atau kondisi kesehatan yang menyertainya. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (31/7/2026).
Apa Itu Gelisah Tanpa Sebab?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854771/original/025933800_1717645486-Ilustrasi_serangan_panik__cemas__gelisah.jpg)
Perbesar
Gelisah tanpa sebab adalah perasaan resah, cemas, atau tidak tenang yang muncul tanpa pemicu yang tampak jelas. Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai kecemasan mengambang bebas atau free-floating anxiety, yaitu rasa waswas yang seolah mengambang dan sulit ditautkan pada satu hal tertentu.
Sebagaimana disampaikan American Psychological Association, kecemasan mengambang bebas merupakan "rasa gelisah dan cemas yang menyebar serta bersifat kronis, yang tidak diarahkan pada situasi atau objek tertentu." Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Sigmund Freud untuk menggambarkan kecemasan yang tidak menempel pada satu ketakutan spesifik.
Walaupun bukan diagnosis medis yang berdiri sendiri, perasaan ini tetap nyata dan bisa mengganggu keseharian. Berdasarkan data Kemenkes RI, sepanjang 2020 di awal pandemi COVID-19 tercatat lebih dari 18.000 orang mengalami gangguan kecemasan, menandakan betapa umumnya masalah kesehatan mental ini. Karena itu, penting membedakan rasa cemas biasa dengan tanda-tanda anxiety atau gangguan kecemasan yang lebih serius.
Apa Penyebab Gelisah Tanpa Sebab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225256/original/071075000_1598953156-photo-1483410859390-6dbb1dc2337d.jpg)
Perbesar
Meski terasa acak, sebenarnya ada banyak faktor yang bekerja diam-diam di latar belakang saat seseorang sering merasa cemas dan gelisah. Pemicunya bisa berasal dari kondisi biologis, pengalaman masa lalu, hingga gaya hidup sehari-hari.
Sejumlah penelitian mengungkap bahwa sekitar sepertiga risiko mengembangkan gangguan kecemasan umum berasal dari faktor genetik, sehingga kecenderungan cemas bisa "diwariskan" dalam keluarga. Berikut ini beberapa penyebab gelisah tanpa sebab yang paling sering ditemukan.
- Stres kronis yang menumpuk. Tekanan pekerjaan, keuangan, atau hubungan yang menumpuk perlahan dapat mengaktifkan sistem respons ancaman tubuh, meski tidak ada peristiwa besar yang terlihat. Stres yang terpendam lama membuat sistem saraf terus siaga.
- Faktor genetik dan keturunan. Jika ada anggota keluarga dengan riwayat gangguan kecemasan, peluang seseorang mengalaminya menjadi lebih besar. Kerentanan ini sebagian ditentukan oleh bagaimana otak memproses rasa takut.
- Ketidakseimbangan neurotransmitter. Zat kimia otak seperti serotonin dan dopamin berperan mengatur suasana hati. Saat kadarnya tidak seimbang, gejala cemas dapat muncul tanpa pemicu dari luar.
- Trauma masa lalu yang belum tuntas. Pengalaman menyakitkan yang belum benar-benar dihadapi bisa mengendap di alam bawah sadar. Trauma ini kemudian muncul sebagai rasa waswas yang sulit dijelaskan asal-usulnya.
- Kurang tidur. Tidur yang kurang, baik durasi maupun kualitasnya, membuat otak lebih reaktif terhadap stres dan emosi menjadi tidak stabil. Kaitan erat antara penyebab susah tidur dan gelisah sering membentuk lingkaran yang saling memperburuk.
- Perubahan hormon. Fluktuasi hormon menjelang menstruasi, saat kehamilan, atau memasuki menopause dapat memengaruhi suasana hati. Perubahan hormon testosteron pada laki-laki saat stres berat juga bisa memicu hal serupa.
- Gangguan tiroid. Masalah pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme, dapat menimbulkan rasa gelisah yang kadang disertai perubahan berat badan atau detak jantung tidak teratur.
- Respons "fight-or-flight" yang salah baca. Amigdala, bagian kecil di otak, bertugas mendeteksi bahaya dan memicu respons melawan atau lari. Kadang sistem ini keliru menafsirkan situasi aman sebagai ancaman, sehingga kecemasan muncul tanpa alasan logis.
Kompleksitas inilah yang membuat penyebabnya sering tumpang-tindih. Untuk memahami sisi psikologisnya lebih dalam, ada baiknya menyimak pembahasan soal psikologi cemas berlebihan beserta dampaknya.
Pemicu Fisik yang Sering Terlewat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043003/original/040595700_1654404129-pexels-andrea-piacquadio-3755755__3_.jpg)
Perbesar
Selain faktor psikologis, ada pemicu fisik tersembunyi yang jarang disadari, terutama saat kegelisahan menyerang di pagi hari. Mengacu pada riset yang terhimpun di pangkalan data NCBI, tubuh melepaskan lonjakan hormon kortisol secara alami dalam 30 hingga 45 menit pertama setelah bangun, dan pada orang yang cemas respons ini bisa berlebihan sehingga terasa seperti gelombang kepanikan alih-alih kesiagaan. Fenomena ini dikenal sebagai cortisol awakening response dan menjelaskan mengapa banyak orang merasa gelisah begitu membuka mata.
Kadar gula darah juga berperan penting. Setelah berpuasa sepanjang tidur malam, gula darah turun ke titik terendah pada pagi hari, dan otak yang sangat bergantung pada glukosa dapat salah menafsirkan kondisi ini sebagai ancaman. Akibatnya, muncul sensasi gemetar, jantung berdebar, dan rasa tidak nyaman yang menyerupai kecemasan padahal tidak ada penyebab psikologis apa pun.
Kafein menjadi pemicu berikutnya yang kerap diremehkan. Sebagai stimulan sistem saraf, kafein meningkatkan kewaspadaan sekaligus dapat mencetuskan rasa cemas. Penelitian menunjukkan lebih dari separuh penderita gangguan panik mengalami serangan panik setelah mengonsumsinya. Inilah alasan mengapa kopi bisa menyebabkan anxiety pada sebagian orang yang sensitif.
Sebaliknya, gejala putus kafein pada mereka yang terbiasa minum kopi juga dapat memunculkan rasa gelisah, disertai sakit kepala dan sulit konsentrasi. Selain itu, efek samping obat tertentu seperti obat asma, dekongestan, atau suplemen dapat memicu kecemasan, sehingga penting mengenali batas aman dan dampak buruk konsumsi kafein berlebihan bagi tubuh dan pikiran.
Cara Mengatasi Gelisah Tanpa Sebab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4689607/original/074166400_1702864604-Ilustrasi_khawatir__cemas__gelisah.jpg)
Perbesar
Kabar baiknya, gelisah tanpa sebab umumnya bisa mereda begitu seseorang mengenali polanya dan menerapkan gaya hidup sehat. Mengutip Calm, melacak emosi, kebiasaan, dan sumber stres harian dapat membantu mengungkap pemicu tersembunyi di balik kecemasan yang terasa acak. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa dicoba.
- Latihan pernapasan. Coba teknik 4-7-8: tarik napas melalui hidung selama 4 detik, tahan 7 detik, lalu embuskan perlahan selama 8 detik. Cara ini menarik napas dalam-dalam untuk merangsang sistem saraf parasimpatik yang menenangkan.
- Olahraga ringan teratur. Jalan kaki, yoga, atau bersepeda 20-30 menit membantu tubuh melepaskan endorfin yang memperbaiki suasana hati dan menurunkan kecemasan.
- Batasi kafein dan gula. Kurangi kopi, teh, dan makanan tinggi gula secara bertahap, lalu ganti dengan air putih atau teh herbal yang menenangkan.
- Tidur cukup dan teratur. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam dan hindari gawai satu jam sebelum tidur. Simak pula cara mengatasi susah tidur agar kualitas istirahat membaik.
- Menulis jurnal. Menuangkan pikiran dan kekhawatiran ke dalam tulisan membantu mengosongkan beban di kepala sekaligus mengenali pola pemicu.
- Bercerita pada orang tepercaya. Dukungan sosial terbukti menurunkan tingkat kecemasan dan memberi rasa tenang saat perasaan gelisah muncul.
- Mindfulness dan meditasi. Memusatkan perhatian pada saat ini membantu otak berhenti membayangkan skenario terburuk yang memicu kegelisahan.
- Konsultasi profesional. Jika gelisah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, bantuan psikolog atau psikiater dapat memberi penanganan yang tepat.
Perlu diwaspadai jika rasa gelisah datang terus-menerus, berat, dan disertai keluhan seperti jantung berdebar atau sulit konsentrasi. Sebagaimana diungkapkan Simply Psychology, seorang spesialis dapat memakai terapi bicara untuk membantu menemukan penyebab kecemasan yang tidak disadari, sehingga tidak perlu ragu mencari pertolongan. Untuk panduan praktis lainnya, tersedia pula ulasan tentang cara menghilangkan cemas berlebihan.
Merujuk Priory, sebagian kegelisahan yang tampak tanpa sebab justru berakar pada kondisi medis seperti gangguan tiroid, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan yang gejalanya menyerupai kecemasan. Karena itu, memeriksakan kesehatan fisik ke dokter kadang menjadi langkah penting untuk menyingkap akar masalah yang selama ini tak disadari.
Baca juga: Tiba-tiba perasaan tidak enak, ini penyebab dan cara mengatasinya
Baca juga: Gejala penyakit cemas berlebihan dan cara mengatasinya yang efektif
Menenangkan Hati yang Gelisah dari Sisi Spiritual
Bagi banyak orang di Indonesia, pendekatan spiritual menjadi pelengkap penting dalam meredakan kegelisahan. Dalam pandangan Islam, hati yang tidak tenang sering dikaitkan dengan kondisi batin, seperti lemahnya iman, jarang berzikir, atau terlalu terfokus pada urusan duniawi hingga melupakan ketenangan jiwa. Pembahasan lengkap soal penyebab hati tidak tenang menurut Islam dapat menjadi rujukan yang menenangkan.
Beberapa amalan diyakini membantu menumbuhkan rasa aman dan tawakal, mulai dari memperbanyak zikir, menjaga salat, memperbanyak istighfar, hingga bergaul dengan orang-orang saleh. Berzikir dan berdoa dinilai mampu menghadirkan ketenangan batin sekaligus memfokuskan pikiran pada hal-hal yang lebih besar daripada kekhawatiran sehari-hari. Panduan langsung dari Al-Qur'an mengenai cara menenangkan hati gelisah juga banyak dibahas para ulama.
Pendekatan ini tidak menggantikan penanganan medis, tetapi keduanya bisa berjalan seiring untuk menjaga kesehatan mental. Bagi yang ingin mengamalkan bacaan tertentu, tersedia kumpulan doa hati gelisah lengkap dengan artinya, serta ulasan tentang cara menghilangkan cemas berlebihan menurut Islam sebagai ikhtiar batin.
Baca juga: 6 alasan munculnya perasaan sedih tanpa sebab yang jelas
Baca juga: 24 penyebab susah tidur di malam hari
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Gelisah Tanpa Sebab
Apakah gelisah tanpa sebab itu berbahaya?
Sesekali merasa gelisah tanpa pemicu jelas adalah bagian normal dari sistem respons alami tubuh dan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika kegelisahan menjadi sering, intens, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kecemasan yang perlu diperhatikan. Mengenali intensitas dan pola munculnya menjadi kunci untuk membedakan keduanya.
Apa yang harus dilakukan saat tiba-tiba merasa gelisah?
Langkah pertama yang paling cepat adalah mengatur napas secara perlahan dan dalam untuk menenangkan sistem saraf. Setelah itu, alihkan perhatian ke aktivitas yang menuntut fokus pada saat ini, batasi kafein, dan cukupi kebutuhan tidur. Menuliskan apa yang dirasakan atau bercerita ke orang tepercaya juga membantu meringankan beban pikiran.
Kapan gelisah tanpa sebab perlu diperiksakan ke dokter?
Segera cari bantuan profesional jika rasa gelisah berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala fisik seperti jantung berdebar, sulit tidur, dan tidak mampu berkonsentrasi. Kondisi berkepanjangan ini bisa menandakan gangguan kecemasan atau masalah medis lain, seperti gangguan tiroid, yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter atau psikolog.
Pada akhirnya, gelisah tanpa sebab bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Dengan mengenali pemicunya, menerapkan gaya hidup sehat, dan tidak ragu meminta bantuan saat dibutuhkan, ketenangan yang selama ini terasa jauh bisa kembali diraih sedikit demi sedikit.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207813/original/099765500_1746273577-depressed-girl-crying-because-break-up-with-boyfriend-while-supportive-female-friend-expressing-sympathy-being-sorry-her-saying-everything-will-be-alright.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312368/original/083721700_1785488890-Gemini_Generated_Image_orri10orri10orri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360415/original/611719069-picture-frustrated-young-dark-haired-female-studying-skin-her-arm-after-she-fell-off-bike-student-girl-dressed-stylish-striped-t-shirt-looking-her-elbow-feeling-itch-pain_343059-1454__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309367/original/072494700_1785225643-BeY0Rp135g3hr1rYz4iHWfU2Mpuq9xBbVdyh1TLe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5189871/original/029158500_1744805944-people-emotions-young-woman-holds-hands-heart-smiles-camera-stands-against-studio-background-isolated-white_176420-47979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312113/original/071953700_1785481138-74c5ef7a-9aca-4e2c-93bc-b20ee4261263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304897/original/022822200_1784776836-joIajhbI7DFQZoOfLrHkY0rO5Uh16n9NGE2Va7q9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312447/original/079392600_1785493170-stocksnap-guy-2617866_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393121/original/077960300_1761543189-woman-ongoing-gua-sha-face-procedure.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312218/original/013143400_1785483610-ChatGPT_Image_Jul_31__2026__02_24_00_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310607/original/096417900_1785325135-watermarked_img_12803590074672241242.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4764690/original/056553200_1709782989-yellow-flower-with-background-yellow-flowers-out-focus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4844846/original/34749200_1716872094-poor-pity-cute-asian-brunette-female-student-cannot-stand-loud-noises-able-study-noisy-dormitory-look-up-disturbed-displeased-frowning-complaining-ignorant-neighbours-shut-ears.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311897/original/030521300_1785467123-25d23368-b8a0-420b-9045-1efda2e82fd3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309231/original/092290000_1785221439-2kYmhcGa71SBVNPIe01bmXiT7hTTKmkLAio9kEpI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165737/original/058439500_1742194452-Wadah_plastik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309227/original/012404600_1785221435-FaEXdNAbFI3CB82e5JEAP6HuVFiFWto5ysQPtG6r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309570/original/072744800_1785231642-zaOZZ0AtvQgovICRWctJqMBNnLPlcyReQKK6ybli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311061/original/019610000_1785387077-8e5en2nL0OqxEgKkvoHklkBDxoFlanThRRHK0xZc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309412/original/016430100_1785226838-fChpNWInkHryJwcTrSxYrD4eCmu6yo3ts8DQ0Dv7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4139250/original/062746500_1661755911-Binance.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547657/original/046072000_1775466242-Inspirasi_Meja_Taman_dari_Batu_dan_Kayu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436756/original/083213400_1765185072-messy-interior-full-clothing.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/663000/original/IMF-logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546799/original/048840800_1775368452-jenis_rangka_kandang_ayam_yang_aman_ari_predator.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762386/original/063474700_1709622795-fotor-ai-20240305141114.jpg)