Liputan6.com, Jakarta - Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang diam-diam iri ternyata bisa dilihat polanya. Rasa iri merupakan hal yang dapat muncul ketika seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain, terutama saat melihat pencapaian yang dianggap mudah diraih. Perasaan tersebut bisa semakin kuat ketika kesuksesan orang lain terlihat datang tanpa banyak kesulitan.
Namun, rasa iri tidak selalu disampaikan secara langsung. Perasaan tersebut dapat disembunyikan melalui kalimat yang terdengar seperti pujian, tetapi sebenarnya mengandung sindiran.
Seseorang yang diam-diam iri mungkin tidak akan mengakuinya. Akan tetapi, cara berbicara dan komentar yang terasa sedikit menyakitkan bisa menjadi petunjuk. Kesuksesan orang lain dapat membuat seseorang merasa kurang karena tanpa sadar membandingkan dirinya dengan orang tersebut.
Berikut beberapa kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang diam-diam iri, dihimpun Liputan6.com dari laman Your Tango, Kamis (10/9).
1. “Kamu Sungguh Beruntung”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4843926/original/068798200_1716798063-Ilustrasi_teman__konflik__bertengkar__iri.jpg)
Perbesar
Terkadang, “kamu sungguh beruntung” bisa menjadi komentar yang tulus. Biasanya, dapat terlihat apakah seseorang mengatakannya dengan tulus atau secara pasif-agresif.
Namun, jika seseorang diam-diam iri, mereka mungkin kesulitan bersikap tulus. Ada kemungkinan terdapat sesuatu yang tersembunyi di balik ucapan tersebut.
Orang-orang yang menganggap hidup dan kesuksesan seseorang tercapai tanpa usaha biasanya tidak benar-benar merasa bahagia atas pencapaiannya. Sejak awal, mereka tidak melihat apa yang istimewa dari pencapaian, pertumbuhan, atau kemajuan orang tersebut.
Terutama bagi mereka yang merasa malu dengan diri sendiri dan tidak menyukai kehidupannya, mereka cenderung hanya melihat keberuntungan atau hak istimewa yang dimiliki orang lain, bahkan ketika mereka sendiri menikmati keuntungan yang tidak pernah dimiliki orang tersebut.
2. “Pasti Menyenangkan Ya”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194791/original/073061500_1596093133-beautiful-women-are-happy-with-online-product-sales_40919-1195.jpg)
Perbesar
Perilaku pasif-agresif dapat muncul dalam berbagai bentuk. Pujian yang terselubung merupakan salah satu contohnya. Ketika seseorang berbagi sesuatu lalu mendapat jawaban, “Pasti menyenangkan ya,” mungkin sebenarnya orang yang mengucapkannya tidak benar-benar merasa seperti itu.
Sebaliknya, ucapan tersebut mungkin menunjukkan kecemburuan. Merasa iri pada kehidupan seseorang bukanlah hal yang aneh dan cukup sering terjadi. Namun, ketika seseorang mencoba menyembunyikannya melalui pujian yang terselubung, hal tersebut bisa membuat frustrasi.
Berbagi pencapaian lalu mendapat respons seperti ini memang bisa terasa sulit. Dari ucapan tersebut, dapat terlihat bahwa orang tersebut sebenarnya tidak bahagia atas pencapaian yang diceritakan. Hal itu dapat menjadi tanda bahwa ada rasa iri yang disembunyikan.
3. “Aku Berharap Aku Punya Itu”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4609674/original/098613000_1697188618-tim-gouw-bwki71ap-y8-unsplash.jpg)
Perbesar
Jika seorang teman mengatakan kalimat seperti ini, mereka mungkin diam-diam iri pada kehidupan orang lain. Baik ketika seseorang membeli barang baru maupun menemukan pasangan baru, orang yang iri mungkin kesulitan untuk ikut merayakan kebahagiaannya.
Alih-alih berfokus pada bagaimana pencapaian tersebut berdampak positif, mereka terlalu sibuk membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Melihat orang lain sukses membuat mereka diam-diam merasa iri.
Mereka mungkin mengatakan, “Aku berharap aku punya itu” untuk melibatkan diri dalam percakapan. Alih-alih merasa senang atas pencapaian tersebut, mereka justru fokus pada bagaimana kesuksesan orang lain memengaruhi perasaan mereka.
Memang tidak jarang seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Namun, bagi sebagian orang, hal tersebut dapat berkembang ke tingkat yang berbeda hingga mereka mulai bersikap pasif-agresif seolah tanpa alasan yang jelas.
4. “Kamu Sudah Berubah”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194771/original/600_1596092487-envy-sad-sulking-moody-redhead-teenage-girl-nightwear-looking-pointing-upper-left-corner-unsatisfied-jealous-expression-seeing-something-she-wants-feeling-uneasy-blue-wall_1258-6555.jpg)
Perbesar
Seiring dengan kesuksesan yang semakin meningkat, seseorang mungkin mengalami perubahan. Hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan. Prioritas bisa berbeda dan waktu yang dimiliki untuk teman-teman mungkin menjadi lebih sedikit.
Jika seseorang mengatakan bahwa orang lain sudah berubah, mereka mungkin iri dengan kehidupan tersebut. Alih-alih mendukung, mereka mungkin berharap orang tersebut masih berada di level yang sama dengan mereka.
Pada kenyataannya, kecemburuan dapat memicu perilaku pasif-agresif. Ketika seseorang merasa cemburu, ia mungkin memiliki harga diri yang rendah. Ia tidak lagi melihat dirinya sendiri dalam diri orang lain dan ingin merendahkan orang tersebut agar merasa lebih baik.
Mungkin seseorang menjalani kehidupan yang membuat orang lain iri. Ia bisa saja berpura-pura menginginkan yang terbaik, tetapi mungkin memiliki motif tersembunyi.
5. “Kamu Sekarang Selalu Sibuk Sekali”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195249/original/095060800_1745333291-friends_23-2148168152.jpg)
Perbesar
Jika seseorang baru saja mendapat promosi atau sedang menjalani hubungan baru yang bahagia, prioritas mungkin berubah. Ia bisa saja memiliki lebih sedikit waktu untuk dihabiskan bersama teman dibandingkan sebelumnya.
Seorang teman yang baik akan memahami hal tersebut dan mendukung perubahan jadwal. Namun, jika seseorang diam-diam iri, mereka hampir selalu menggunakan kalimat seperti “Kamu sekarang selalu sibuk” untuk membuat orang lain merasa tidak enak atas perubahan jadwal tersebut.
Mereka mungkin berusaha membuat orang lain merasa bersalah. Alih-alih merasa senang atas pencapaian tersebut, mereka mencari cara untuk menjadikan situasi tersebut tentang diri mereka sendiri. Mereka mungkin mengkritik jadwal yang sibuk karena merasa iri.
6. “Aku Tidak Akan Melakukan Itu”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953102/original/031934400_1727273319-pexels-cottonbro-6070057.jpg)
Perbesar
Ketika seseorang melakukan sesuatu yang membuatnya bangga, wajar jika ia ingin menceritakannya kepada orang-orang di sekitar. Namun, jika cerita tersebut dibalas dengan kalimat “Aku tidak akan melakukan itu”, ucapan tersebut bisa terasa menyakitkan.
Jika disampaikan secara pasif-agresif, orang tersebut mungkin berpura-pura sedang memberikan nasihat yang tulus. Namun, bisa terlihat bahwa ada niat buruk di baliknya.
Mereka melihat kesuksesan orang lain dan berusaha merendahkannya agar merasa lebih baik. Kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain dapat menimbulkan perasaan bahwa diri sendiri tidak cukup. Sampai batas tertentu, membandingkan diri dan merasa tidak cukup merupakan hal yang wajar.
Hal tersebut menjadi rumit ketika seseorang mulai merasa bersalah karena merasa tidak cukup atau iri.
7. “Jangan Sampai Itu Membuatmu Sombong”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918975/original/054043200_1723705758-pexels-hson-10423651.jpg)
Perbesar
Jika seseorang diam-diam iri, mereka mungkin membuat komentar yang terdengar seperti lelucon tetapi memiliki makna tersembunyi. “Jangan sampai itu membuatmu sombong” bisa terdengar seperti komentar menggoda.
Terkadang, kalimat tersebut memang bisa dikatakan kepada teman sebagai candaan. Namun, jika seseorang mengatakannya dan terasa menyinggung, bisa jadi ucapan tersebut disampaikan secara pasif-agresif karena iri. Ini bukan lelucon. Ada sindiran tersembunyi di baliknya.
Jika komentar tersebut terasa bukan sekadar candaan, penilaian terhadap situasi tersebut dapat menjadi petunjuk. Ada kemungkinan orang tersebut berbicara karena cemburu. Penting untuk mempercayai penilaian sendiri dalam situasi seperti ini.
8. “Bagus buat Kamu”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2910999/original/060321400_1568434173-business-women-collaborate-collaboration-1569076.jpg)
Perbesar
Ketika seseorang berkata “bagus buat kamu”, ucapan tersebut mungkin terdengar seperti pujian dan seolah menunjukkan bahwa mereka benar-benar merasa senang. Namun, jika terdapat nada menyakitkan dari cara mengatakannya, komentar tersebut bisa menjadi bentuk pasif-agresif.
Komentar itu mungkin terdengar sarat dengan sarkasme. Mereka seolah berpura-pura menganggap kesuksesan orang lain bukan masalah besar, padahal sebenarnya merasa cemburu terhadap pencapaian tersebut.
Kenyataannya, orang yang iri sulit untuk ikut merayakan kesuksesan orang lain. Ketika membandingkan diri dengan orang lain, mereka dapat merasa kurang berharga. Saat orang lain mencapai tujuan yang mereka impikan, mereka mungkin berpura-pura senang dengan mengatakan “bagus buat kamu”, padahal sebenarnya tidak sungguh-sungguh.
Pertanyaan Seputar Kalimat yang Sering Diucapkan oleh Orang yang Diam-diam Iri
1. Apa ciri-ciri orang yang diam-diam iri?
Salah satu tandanya dapat terlihat dari komentar yang terdengar seperti pujian, tetapi memiliki nada menyindir atau membuat orang lain merasa tidak nyaman.
2. Apakah kalimat “kamu sungguh beruntung” selalu menunjukkan rasa iri?
Tidak selalu. Kalimat tersebut bisa menjadi komentar yang tulus, tetapi dalam konteks tertentu juga dapat disampaikan secara pasif-agresif oleh orang yang merasa iri.
3. Mengapa orang yang iri menggunakan kalimat pasif-agresif?
Rasa iri tidak selalu disampaikan secara langsung. Sebagian orang mungkin menyembunyikannya melalui komentar atau pujian yang memiliki makna tersirat.
4. Apakah kalimat “kamu sudah berubah” berarti seseorang iri?
Tidak selalu. Perubahan prioritas dan berkurangnya waktu bersama teman merupakan bagian dari kehidupan. Namun, dalam situasi tertentu, kalimat tersebut dapat menjadi bentuk pasif-agresif.
5. Bagaimana mengenali komentar yang mengandung sindiran?
Perhatikan cara penyampaian, nada bicara, dan apakah komentar tersebut terasa berbeda dari pujian yang tulus. Kalimat seperti “bagus buat kamu” atau “jangan sampai itu membuatmu sombong” dapat memiliki makna tersirat tergantung konteksnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3129117/original/013664000_1589524975-Landscape_View_Of_Hagia_Sophia_In_Istanbul__Turkey.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344923/original/063064200_1789012688-c7209ccb-64ac-48ca-bff7-6612fc6032c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344886/original/072502000_1789011310-stationary_lucu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5313243/original/095847800_1754989033-pexels-mart-production-7290081.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5751244/original/037596000_1778651848-asian-woman-dreaming-while-sleeping-bed-bedroom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344830/original/076268300_1789007262-48227bb0-a74b-44ed-acdb-f6bb89649b73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3152904/original/070386700_1592208404-emotional-young-woman-was-depressed-sofa_1150-15515.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152215/original/037201300_1741241082-WhatsApp_Image_2025-03-06_at_1.04.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344075/original/098557800_1788932932-pexels-shvets-production-7513046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344324/original/072842300_1788942797-pexels-olly-3931645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343978/original/058437100_1788929639-Gemini_Generated_Image_nu8z7snu8z7snu8z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441129/original/097567900_1765453500-steve-dimatteo-KkEj7OysI8o-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3018102/original/093620400_1578636974-nursultan-bakyt-Y0YYO_oelIo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343949/original/087092100_1788927507-850092f6-ca17-4e13-b903-ecc6ec6c646c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3286241/original/042725300_1604457960-pexels-japheth-mast-569170__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812625/original/047453500_1714032458-IMG_2196.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343820/original/057650100_1788919013-ChatGPT_Image_9_Sep_2026__08.55.48.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340408/original/008202300_1788504660-B7dq6NL9S1VyzV4r10J9n3v2UY5yxgGjUBiVrxWA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330810/original/054199300_1756368009-ChatGPT_Image_28_Agu_2025__14.58.30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339571/original/022705600_1788420102-01M1JPWTCK73AEE8GEQER6NQ1G.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335960/original/064344900_1788080479-pexels-cottonbro-6862836.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524608/original/093373500_1627531623-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4817823/original/031533900_1714478938-pexels-cottonbro-studio-6963307.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)







