7 Alasan Seseorang Tiba-tiba Kehilangan Minat pada Banyak Hal, Tak Selalu karena Bosan

7 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Alasan seseorang tiba-tiba kehilangan minat pada banyak hal dapat terlihat ketika aktivitas yang sebelumnya menyenangkan mulai terasa hambar. Menonton film favorit, menjalani hobi, bertemu teman, hingga melakukan rutinitas sehari-hari mungkin tidak lagi memberikan kepuasan seperti biasanya.

Dalam psikologi, kondisi ketika seseorang sulit merasakan kesenangan dari kegiatan yang disukai dikenal sebagai anhedonia. Namun, alasan seseorang tiba-tiba kehilangan minat pada banyak hal tidak selalu berkaitan dengan gangguan mental karena hal tersebut juga dapat menjadi respons sementara terhadap stres.

Selain itu, alasan seseorang tiba-tiba kehilangan minat pada banyak hal bisa berkaitan dengan burnout, mati rasa secara emosional, depresi, kecemasan, atau perubahan besar dalam kehidupan. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini dapat mulai memengaruhi aktivitas dan keseharian.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Refresh Psychiatry tentang alasan seseorang tiba-tiba kehilangan minat pada banyak hal, Kamis (10/9/2026).

1. Mengalami Anhedonia

Anhedonia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan atau kehilangan kemampuan untuk merasakan kesenangan dari aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan. Misalnya, makanan favorit tidak lagi terasa menarik, hobi yang dulu membuat bersemangat mulai terasa biasa saja, atau berkumpul bersama orang terdekat tidak memberikan kebahagiaan seperti sebelumnya.

Kondisi ini dapat muncul dalam bentuk anhedonia sosial maupun fisik. Anhedonia sosial ditandai dengan berkurangnya ketertarikan untuk berinteraksi atau menghabiskan waktu bersama orang lain, sedangkan anhedonia fisik berkaitan dengan berkurangnya kemampuan merasakan kenikmatan dari pengalaman fisik seperti makanan, sentuhan, atau aktivitas tertentu.

2. Mengalami Stres Berkepanjangan

Stres yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat membuat seseorang kehilangan ketertarikan terhadap berbagai aktivitas. Ketika pikiran terus berada dalam kondisi tertekan tanpa cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri, energi mental dapat terkuras sehingga kegiatan yang biasanya menyenangkan terasa tidak menarik.

Pada kondisi seperti ini, kehilangan minat dapat menjadi respons terhadap tekanan yang sedang dihadapi. Seseorang mungkin tetap menjalankan rutinitas, tetapi melakukannya tanpa antusiasme atau rasa puas seperti biasanya.

3. Mengalami Burnout

Burnout dapat menjadi salah satu alasan seseorang tiba-tiba merasa tidak tertarik pada berbagai kegiatan, terutama ketika perubahan tersebut berkaitan dengan sumber tekanan tertentu seperti pekerjaan, pendidikan, atau tanggung jawab merawat orang lain.

Kondisi ini umumnya berkembang secara bertahap setelah seseorang menghadapi tekanan dalam waktu lama tanpa mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Berbeda dari kehilangan minat yang lebih menyeluruh, burnout terkadang lebih terasa pada area kehidupan yang menjadi sumber stres. Seseorang bisa merasa sangat lelah dan tidak bersemangat terhadap pekerjaan, tetapi masih dapat menikmati hobi atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

4. Mengalami Mati Rasa Secara Emosional

Kehilangan minat juga dapat berkaitan dengan mati rasa secara emosional atau emotional numbness. Kondisi ini bukan hanya ditandai dengan berkurangnya kesedihan, tetapi juga membuat seseorang merasa sulit merasakan emosi secara keseluruhan, termasuk kebahagiaan dan antusiasme.

Orang yang mengalaminya mungkin merasa menjalani kehidupan secara otomatis atau seperti berada di luar dirinya sendiri. Perasaan tersebut dapat muncul setelah mengalami kehilangan, perubahan besar, masa transisi, atau pengalaman yang terasa terlalu berat untuk diproses dalam waktu singkat.

5. Menghadapi Perubahan Besar dalam Kehidupan

Peristiwa besar dalam kehidupan dapat mengubah kondisi emosional seseorang dan membuat berbagai aktivitas yang sebelumnya menarik terasa kurang berarti. Kehilangan seseorang, perubahan lingkungan, peralihan fase kehidupan, atau pengalaman yang sangat menguras emosi dapat membuat seseorang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

Dalam situasi tertentu, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan munculnya mati rasa emosional sehingga ketertarikan terhadap berbagai kegiatan ikut menurun. Karena itu, kehilangan minat setelah menghadapi peristiwa besar tidak selalu berarti seseorang sudah tidak menyukai hal-hal tersebut untuk selamanya.

6. Mengalami Depresi

Kehilangan minat merupakan salah satu gejala utama yang dapat muncul pada depresi, terutama ketika seseorang mengalami anhedonia. Perubahan ini biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi dapat disertai suasana hati yang terus rendah, rasa putus asa atau bersalah, perubahan pola tidur dan nafsu makan, serta kesulitan berkonsentrasi.

Pada depresi, hilangnya minat cenderung memengaruhi berbagai aspek kehidupan sekaligus, bukan hanya satu kegiatan tertentu. Seseorang mungkin tidak lagi menikmati hobi, enggan bertemu orang lain, kesulitan menyelesaikan pekerjaan, hingga kehilangan motivasi melakukan aktivitas sehari-hari.

7. Mengalami Kecemasan atau Kondisi Psikologis Tertentu

Kehilangan minat tidak hanya dapat berkaitan dengan depresi. Gangguan kecemasan juga dapat memengaruhi ketertarikan seseorang terhadap aktivitas tertentu, sementara kondisi seperti PTSD dan gangguan bipolar juga dapat disertai perubahan minat atau kemampuan merasakan kesenangan.

Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, kehilangan minat pada banyak hal sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda satu kondisi tertentu. Durasi, gejala lain yang menyertai, serta pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari perlu diperhatikan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Pertanyaan Seputar Alasan Seseorang Tiba-tiba Kehilangan Minat

Apa itu anhedonia?

Anhedonia adalah kondisi ketika seseorang sulit merasakan kesenangan dari aktivitas yang biasanya disukai, seperti menikmati makanan, berkumpul dengan orang terdekat, atau menjalani hobi.

Apa saja jenis anhedonia?

Anhedonia terbagi menjadi anhedonia sosial dan fisik. Jenis sosial ditandai berkurangnya minat berinteraksi, sedangkan jenis fisik berkaitan dengan menurunnya kemampuan menikmati makanan, sentuhan, atau aktivitas fisik.

Apa penyebab seseorang tiba-tiba kehilangan minat pada banyak hal?

Kondisi ini dapat berkaitan dengan depresi, burnout, stres, atau mati rasa secara emosional. Penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang dan perlu dilihat dari gejala lain yang menyertai.

Kapan perlu mencari bantuan profesional saat kehilangan minat?

Bantuan profesional sebaiknya dipertimbangkan jika kehilangan minat berlangsung lebih dari dua minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan hubungan sosial.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |