:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776287/original/064614700_1782873166-16145860198279096922.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah semakin diminati masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan di sekitar hunian secara maksimal. Ya, pekarangan tidak lagi sekadar ruang terbuka, tetapi dapat menjadi kebun produktif yang menyediakan sayuran, buah, hingga rempah untuk kebutuhan sehari-hari.
Dengan penataan yang tepat, halaman rumah juga tetap tampil hijau, rapi, dan meningkatkan nilai estetika hunian. Konsep ini sangat relevan, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas, menciptakan oase hijau yang fungsional dan menawan.
Berikut cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026).
1. Kebun Vertikal, Solusi Lahan Terbatas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776288/original/098207500_1782873166-6562021553947907255.jpeg)
Perbesar
Kebun vertikal adalah solusi cerdas untuk memaksimalkan lahan terbatas, terutama di perkotaan. Metode ini memungkinkan penanaman berbagai jenis sayuran secara bertingkat, seperti cabai, selada, mint, atau kangkung, sehingga menghemat tempat. Selain efisien dalam penggunaan ruang, kebun vertikal juga menambahkan dimensi visual yang unik dan artistik pada kebun Anda.
Anda dapat menggunakan rak gantung, palet kayu, atau dinding tanaman (vertical garden) untuk menanam berbagai jenis sayuran. Penataan pot yang rapi dan pemilihan variasi tanaman yang beragam dapat menciptakan pekarangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga estetik.
Memanfaatkan ruang vertikal adalah strategi cerdas untuk menciptakan kebun sayur yang rapi dan estetik, terutama pada lahan terbatas di depan rumah, demikian dijelaskan. Selain itu, dengan memanfaatkan area pagar sebagai media tanam, berbagai jenis sayuran dapat tumbuh dengan baik tanpa harus mengorbankan ruang yang seharusnya digunakan untuk aktivitas lain, sehingga halaman rumah tetap terasa lapang, tertata, dan nyaman dipandang dari berbagai sudut.
2. Solusi Wadah Kreatif untuk Tanaman Produktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776289/original/032181600_1782873167-Solusi_Wadah_Kreatif.jpeg)
Perbesar
Memilih pot dan wadah yang sesuai adalah kunci untuk menciptakan tampilan yang serasi dan menarik. Anda dapat menggunakan pot, polibag, atau wadah lain yang dapat dimanfaatkan dan menarik. Ukuran wadah harus sesuai dengan ukuran tanaman agar terlihat serasi dan mampu menopang tanaman sayuran.
Pot tanah liat, misalnya, populer karena tampilan alaminya dan kemampuannya menjaga kelembapan tanah. Pot tanah liat yang diletakkan secara teratur dapat menciptakan kesan kebun sayur yang rapi dan menyenangkan.
Pot gantung juga merupakan solusi kreatif untuk menanam sayuran seperti cabai atau tomat ceri, yang dapat digantung di balkon atau teras. Wadah bekas seperti ember atau kaleng cat juga dapat diubah menjadi pot alternatif yang estetik dengan sedikit sentuhan cat.
3. Solusi dengan Desain Raised Bed yang Rapi dan Efisien
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776290/original/065241900_1782873167-Raised_Bed.jpeg)
Perbesar
Sistem raised bed atau bedengan tinggi adalah pilihan populer untuk menciptakan kebun sayur yang rapi dan terorganisir di halaman rumah. Desain ini memberikan tampilan yang sangat terstruktur, sekaligus efektif untuk memperbaiki drainase tanah dan mempermudah perawatan kebun sayur.
Raised bed dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kayu palet, bata, atau galvalum, yang dapat disesuaikan dengan arsitektur rumah Anda. Membuat kebun sayur dengan raised bed dari kayu palet menjadi salah satu pilihan populer saat ini.
Selain itu, raised bed juga membantu menjaga kesehatan tanah dan mengurangi pertumbuhan gulma, menjadikannya cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah yang efisien.
4. Konsep Foodscaping
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776291/original/097578400_1782873167-487527356153716605.jpeg)
Perbesar
Konsep foodscaping, atau yang dikenal juga sebagai edible landscaping, adalah cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah dengan menggabungkan tanaman hias dan tanaman pangan dalam satu area yang harmonis. Konsep ini merupakan metode penataan taman yang mengintegrasikan keindahan tanaman dekoratif dengan fungsi produktif dari tanaman pangan, sehingga menciptakan lingkungan yang estetis sekaligus fungsional.
Tanaman yang digunakan dalam konsep ini dikenal sebagai edimentals, yaitu tanaman yang memiliki nilai estetika tinggi sekaligus dapat dikonsumsi. Contohnya, Anda bisa menanam selada di antara bunga marigold. Bunga-bunga seperti marigold, lavender, dan kenikir efektif mengusir hama alami yang dapat merusak sayuran, sekaligus mempercantik tampilan.
Tanaman seperti kale, artichoke, rhubarb, dan chard dengan batang berwarna cerah juga mampu menciptakan tampilan visual menarik. Edible landscaping sendiri membayangkan kembali berkebun tradisional dengan memadukan keindahan ornamental dengan kepraktisan menanam makanan.
5. Solusi Memaksimalkan Ruang dengan Tanaman Merambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776292/original/029956800_1782873168-Memaksimalkan_Ruang_dengan_Tanaman_Merambat.jpeg)
Perbesar
Memanfaatkan tanaman merambat dan penunjang adalah cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah, terutama untuk memaksimalkan ruang vertikal dan menambah daya tarik visual. Anda bisa menutupi arbor atau teralis dengan tanaman merambat yang dapat dimakan seperti tomat dan kacang-kacangan.
Tanaman seperti timun juga membutuhkan ruang untuk merambat dan dapat menghasilkan banyak buah dalam waktu relatif singkat. Selain itu, tanaman merambat seperti pole beans dan timun dapat memberikan keteduhan.
Penting untuk menanamnya di sisi utara kebun atau di area yang sudah teduh untuk melindungi tanaman lain yang menyukai cuaca lebih dingin. Trellis Vines juga menjadi pilihan menarik untuk memaksimalkan ruang vertikal.
6. Permakultur, Solusi Berkebun Berkelanjutan dan Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776293/original/058447800_1782873168-Permakultur.jpeg)
Perbesar
Menerapkan prinsip permakultur adalah cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah secara berkelanjutan dan efisien. Permakultur menekankan pada bekerja sama dengan alam, menciptakan ekosistem yang mandiri dan tangguh.
Beberapa prinsip penting meliputi "Integrasikan daripada pisahkan", "Gunakan dan hargai keanekaragaman", dan "Gunakan tepi dan hargai marginal". Permakultur adalah filosofi desain yang menekankan bekerja dengan alam daripada melawannya.
Teknik berkebun cerdas seperti tumpang sari (intercropping) dan penanaman pendamping (companion planting) menjadi lebih berguna, memanfaatkan ruang terbatas secara optimal serta menyediakan solusi alami untuk masalah umum seperti hama dan kesuburan tanah. Permakultur juga mendorong penggunaan kompos untuk membuat kebun lebih berkelanjutan dan mengurangi limbah. Prinsip desain permakultur juga mencakup "Observe and interact" sebagai dasar.
7. Solusi dengan Estetika Warna dan Bentuk Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776294/original/083564600_1782873168-487527356153716605.jpeg)
Perbesar
Memilih tanaman berdasarkan warna dan bentuknya adalah cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah dengan sentuhan artistik. Banyak tanaman pangan menawarkan daya tarik visual yang menakjubkan melalui dedaunan berwarna-warni, tekstur menarik, dan bunga musiman.
Misalnya, Anda bisa menggunakan sayuran berwarna-warni seperti rainbow chard atau purple kale sebagai fitur ornamental. Selada punya bentuk daun yang indah, berukuran lebar, dan bergelombang di bagian tepinya.
Cabai pelangi (Bolivian Rainbow) adalah primadona dalam foodscaping karena gradasi warnanya yang menyerupai lampu hias. Anda dapat menciptakan batas taman yang penuh warna dengan marigold, salvia merah, dan Swiss chard yang dapat dimakan, yang memberikan tekstur berani dengan banyak warna hijau cerah. Penataan yang simetris atau membentuk pola juga dapat membuat kebun tampak lebih artistik.
8. Solusi dengan Jalur Setapak dan Aksen Dekoratif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776295/original/017447900_1782873169-13651531934510205009.jpeg)
Perbesar
Untuk mempercantik pekarangan, tidak hanya tanaman yang perlu diperhatikan, tetapi juga elemen dekoratif lainnya. Membuat jalur setapak dari batu dapat membantu menciptakan kesan alami dan terorganisir pada kebun sayur. Jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai penunjuk jalan yang memberikan kesan rapi. Pola tata letak sederhana dan mudah dirancang seperti jalur setapak dari batu, dapat membantu tukang kebun dan pengunjung bergerak cepat melalui taman.
Selain itu, menambahkan rak tanaman, batu koral, atau elemen dekoratif lainnya juga bisa mempercantik tampilan. Tambahan rak tanaman, batu koral, atau jalur setapak juga bisa mempercantik tampilan. Penataan yang terorganisir membuat kebun tampak bersih dan elegan, menjadikannya cara menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah yang menyeluruh.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menata Pekarangan agar Menjadi Sumber Pangan
1. Apa manfaat utama menata pekarangan agar menjadi sumber pangan sekaligus mempercantik rumah?
Manfaat utamanya adalah mendapatkan pasokan pangan segar, menghemat pengeluaran, meningkatkan estetika hunian, dan menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman.
2. Bagaimana kebun vertikal membantu dalam menata pekarangan sempit?
Kebun vertikal memaksimalkan penggunaan ruang terbatas dengan menanam tanaman secara bertingkat, sehingga memungkinkan lebih banyak tanaman ditanam tanpa mengorbankan area horizontal.
3. Apa itu konsep foodscaping?
Foodscaping adalah teknik menata lanskap dengan menggabungkan tanaman hias dan tanaman pangan dalam satu area yang harmonis, menciptakan kebun yang estetis sekaligus fungsional.
4. Jenis tanaman apa yang cocok untuk diintegrasikan dalam foodscaping?
Tanaman seperti rainbow chard, purple kale, selada, cabai pelangi, serta bunga marigold dan lavender yang dapat mengusir hama, sangat cocok untuk diintegrasikan.
5. Mengapa penting untuk memperhatikan warna dan bentuk tanaman saat menata pekarangan?
Memperhatikan warna dan bentuk tanaman penting untuk menciptakan tampilan visual yang menarik, serasi, dan artistik, sehingga pekarangan tidak hanya produktif tetapi juga indah dipandang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712645/original/034510300_1782794438-N1LzgvXjlcPULQPnEEL1skslLBVoYbwPiVrgWDMz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715338/original/019852600_1782800447-JF1KV8x1QIsX8EPZOkRJ9G90tz1FP5WEp2L9CNYH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715330/original/088178300_1782800436-1ER9ngvdXIgNNVgGIXxQHqMsy8PiUi0gS2WZoXXE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782692/original/060555100_1782894733-28413fbe-5051-4e4e-a29a-c39b74dba762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8783305/original/023962300_1782895404-Gemini_Generated_Image_furpz1furpz1furp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578183/original/046780700_1782536493-SyW1NoAkdL8yHQQQNbIjj2vQ5TjaRpS1b1Y4tp4d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715347/original/057741800_1782800457-d35lrsFBeyzTItG8vT5bowBUk5f7MOA89iSP3ucR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715336/original/036239900_1782800444-ZQAriodL5E6sJYR3ln4xgeNTOQYAPPKu2wG8rniW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712344/original/003015400_1782793845-r1iGTiw7v5WSq45CebqR4WsLqecMpB6TT7szDMS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521709/original/032237800_1772698219-Taurus__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528963/original/099087500_1773301598-Cancer_Revised.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782501/original/035219800_1782889426-a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782634/original/092750000_1782892851-ey7CxqMV9KmtJDJkvn0D6ofalT9u69ABPp7CdNI2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782626/original/046907300_1782892844-c6C6O8NzO6lFydNEIBGFAzVsdaehJYPLfTp45W7U.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715334/original/094390000_1782800441-Hx79znEuh8ih29U65ibGD5RjJY8Em9Vt8IUT5M5V.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712350/original/083572500_1782793847-KX3tB5Nwp9kDERmbK5hGpdnX9ZnkTK8DjbZxfpMs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209656/original/078578800_1746439053-woman-remove-crumbs-from-face-man_23-2147744400.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8782636/original/051812900_1782892854-0aOdDnmwPIlTqeQQkj4b6Ad1wbNIbvUZ7t67aRla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779515/original/044507500_1710993660-portrait-happy-asian-woman-smiling-posing-confident-cross-arms-chest-standing-against-studio-background_1258-88983.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712368/original/055759900_1782793856-LJHSsGi7quLvhlLrIcPa5UU01yZJdcey25h8dLpw.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
