7 Cara Menabung untuk Traveling yang Ampuh, Mulai dari Rp 20 Ribu per Hari

3 hours ago 3

1. Tentukan Destinasi Impian dan Hitung Total Biayanya

Langkah awal bukan menabung, melainkan menghitung. Tentukan ke mana dan berapa lama, lalu rinci biaya: transportasi pulang-pergi, penginapan, makan, transport lokal, tiket wisata, oleh-oleh, dan dana cadangan. Buat sedikit lebih tinggi dari perkiraan agar ada penyangga.

Nora Dunn, perencana keuangan yang beralih menjadi traveler penuh waktu, dikutip dari Quicken, menyatakan, "Sangat sulit menyusun anggaran perjalanan yang akurat, karena setiap orang bepergian dengan cara yang berbeda-beda." Karena itu, sesuaikan angka dengan gaya Anda sendiri, bukan gaya orang lain di media sosial.

Butuh inspirasi tujuan? Intip daftar destinasi wisata terbaik di Indonesia yang mendunia atau pilihan wisata alam dari hidden gem sampai yang paling hits untuk memancing motivasi.

2. Pecah Target Jadi Setoran Harian yang Mungil

Inilah rahasia "Rp20 ribu sehari". Ambil total target, bagi dengan sisa waktu. Misalnya target Rp6 juta untuk perjalanan 4 hari 3 malam di dalam negeri, dengan waktu 10 bulan, berarti Rp600 ribu per bulan atau sekitar Rp20 ribu per hari.

Trik ini bukan sekadar matematika, tetapi psikologi. Memecah tujuan besar menjadi langkah kecil membuatnya terasa lebih mudah dicapai; menyisihkan Rp600 ribu per bulan terasa jauh lebih ringan daripada mengumpulkan jutaan sekaligus, dan setiap milestone memberi rasa pencapaian.

Morgan Housel, penulis buku The Psychology of Money, dikutip dari The Globe and Mail, menyatakan, "Orang tidak punya keterikatan emosional pada sebuah angka, tetapi mereka jelas punya keterikatan pada sebuah cerita." Jadikan tabungan Anda sebuah cerita: "Dana Raja Ampat" atau "Trip Reuni ke Jogja".

3. Buka "Rekening Liburan" Terpisah

Dana yang tercampur dengan rekening harian nyaris pasti terpakai. Solusinya adalah sinking fund - rekening khusus yang hanya diisi dan tidak diutak-atik sampai hari H. Pilih rekening tanpa kartu ATM, atau manfaatkan fitur "kantong" atau tabungan berjangka di bank digital.

Pakar keuangan Rachel Cruze, dikutip dari Yahoo Finance, menyebut sinking fund sebagai "cara sempurna untuk menabung demi pengeluaran besar apa pun." Satu catatan penting: sinking fund berbeda dari dana darurat, dan jangan gunakan dana darurat untuk membiayai liburan.

4. Otomatiskan dan Terapkan "Bayar Diri Sendiri Dulu"

Jangan menabung dari sisa uang akhir bulan, karena biasanya tidak ada sisanya. Atur auto-debit dari rekening gaji ke rekening liburan tepat di tanggal gajian. Prinsip ini disebut pay yourself first, dan otomatisasi membuat Anda tidak perlu mengandalkan niat setiap hari.

Sebagai kerangka pembagian, sebagaimana diungkapkan Fidelity, disarankan mengalokasikan sekitar 30 persen dari penghasilan bersih untuk hal-hal yang Anda pilih untuk dinikmati - termasuk traveling. Butuh panduan mengatur pos-pos gaji? Baca cara mengelola gaji bulanan dengan bijak.

5. Pangkas Pengeluaran Variabel dengan Tantangan No-Spend

Pengeluaran variabel adalah lahan penghematan tercepat: kopi harian, langganan streaming yang jarang dipakai, atau nongkrong impulsif. Coba tantangan no-spend selama seminggu, lalu masukkan seluruh dana yang dihemat ke rekening liburan.

Yang tak kalah penting: berhenti membandingkan liburan Anda dengan orang lain. Crissy Whalin dari Single Mom Budget Travel, dikutip dari NPR, mengatakan, "Kita punya mimpi sekelas sampanye tapi anggaran sekelas bir," lalu mengajak semua orang kembali ke bumi dan menjelajahinya dengan cara yang realistis. Jika sempat "kebobolan" saat liburan panjang, ada strategi memulihkan keuangan usai long weekend yang bisa dicontek, terutama bagi yang mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji terbatas.

6. Tambah Penghasilan dan Jual Barang Tak Terpakai

Jika penghematan belum cukup, tambah dari sisi pemasukan. Jual barang layak pakai yang menganggur di Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, OLX, atau Carousell, lalu alihkan hasilnya langsung ke rekening liburan. Pekerjaan sampingan sesuai keahlian - menulis, desain, fotografi, atau les - juga efektif.

Pendekatan ini terbukti umum dilakukan. Untuk yang gajinya masih pas-pasan, mulailah dari nominal kecil sambil membaca kiat mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil.

7. Kembangkan Dana di Instrumen Likuid

Untuk target 6-12 bulan, dana liburan bisa "bekerja" sedikit. Reksa dana pasar uang tergolong berisiko rendah, likuiditasnya tinggi, dan imbal hasilnya cenderung lebih besar daripada tabungan biasa - cocok untuk tujuan jangka pendek. Anda bisa membelinya lewat aplikasi seperti Bibit atau Bareksa, dan produknya diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Timeline Realistis

  • Minggu 1: tentukan destinasi, hitung target, buka rekening liburan, aktifkan auto-debit.
  • Bulan 1: setoran pertama masuk otomatis; evaluasi pengeluaran variabel.
  • Bulan 3: sekitar 30 persen target terkumpul; mulai pantau promo tiket.
  • Bulan 6: lebih dari separuh dana siap; kunci tanggal dan pesan tiket saat harga turun.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Mencampur dana liburan dengan rekening harian sehingga mudah terpakai.
  • Menabung dari "sisa" gaji, bukan menyisihkan di awal.
  • Menetapkan target terlalu besar sampai cepat menyerah.
  • Menguras dana darurat demi liburan.
  • Menaruh dana jangka pendek di instrumen berisiko tinggi.
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |