Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang membiarkan notifikasi di ponselnya menumpuk hingga puluhan bahkan ratusan tanpa segera dibuka. Kebiasaan tersebut sekilas mungkin terlihat seperti tanda malas atau tidak peduli terhadap pesan yang masuk.
Namun, dari sudut pandang psikologis, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan beberapa kecenderungan tertentu. Mulai dari keinginan melakukan sesuatu secara sempurna, kesulitan menentukan prioritas, hingga kehati-hatian ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Meski begitu, jumlah notifikasi tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai kepribadian seseorang. Kondisi seperti kelelahan dan tingkat stres juga dapat memengaruhi cara seseorang merespons berbagai pemberitahuan. Lebih lanjut, berikut ciri orang yang membiarkan notifikasi menumpuk tanpa dibuka menurut psikologi, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (2/9).
1. Cenderung Perfeksionis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5262979/original/043595200_1750759687-medium-shot-woman-working-laptop.jpg)
Perbesar
Mengutip laman Note, orang yang membiarkan notifikasi menumpuk dapat memiliki kecenderungan perfeksionis. Mereka mungkin tidak ingin mengerjakan sesuatu secara setengah-setengah dan cenderung ingin memberikan perhatian penuh ketika mulai mengerjakannya.
Dalam konteks pesan, membuka satu notifikasi bukan sekadar membaca. Seseorang mungkin merasa harus memahami isinya, memikirkan jawaban, lalu memberikan respons yang dianggap tepat. Jika belum memiliki waktu atau energi untuk melakukan semuanya, pesan akhirnya ditunda.
Pola tersebut kemudian dapat membuat notifikasi terus bertambah karena setiap pesan menunggu sampai orang tersebut merasa siap untuk menanganinya.
2. Bisa Mengalami Beban Kognitif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2897005/original/037458700_1567142934-aaker-MnUPJSf_040-unsplash.jpg)
Perbesar
Ketika terlalu banyak hal harus dipikirkan sekaligus, seseorang dapat mengalami cognitive load atau beban kognitif. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih sulit menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Akibatnya, muncul pola berpikir seperti “nanti saja” terhadap berbagai notifikasi. Satu pesan mungkin tidak terasa berat, tetapi ketika digabungkan dengan pekerjaan, urusan pribadi, dan informasi lainnya, semuanya dapat terasa semakin membebani.
Notifikasi pun akhirnya menumpuk karena perhatian seseorang sedang terbagi ke terlalu banyak hal.
3. Cenderung Menunda Pengambilan Keputusan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4941561/original/024401900_1726013721-Ilustrasi_sugesti__berpikir__mengambil_keputusan__ragu.jpg)
Perbesar
Membuka notifikasi sering kali diikuti keputusan kecil. Setelah membaca pesan, seseorang perlu menentukan apakah harus membalas, apa yang perlu dikatakan, atau kapan waktu yang tepat untuk memberikan respons.
Ketika sedang tidak ingin mengeluarkan energi untuk mengambil keputusan tersebut, seseorang dapat memilih menundanya. Bahkan, tindakan sederhana seperti membuka notifikasi dapat terasa sebagai pemicu stres kecil ketika pikiran sedang penuh.
Karena itu, kebiasaan menumpuk notifikasi bisa berkaitan dengan kecenderungan menghindari keputusan untuk sementara waktu.
4. Lebih Berhati-hati Saat Berkomunikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219235/original/063296300_1747208835-woman-with-jade-roller-doing-her-beauty-routine.jpg)
Perbesar
Tidak semua orang merasa nyaman memberikan respons secara spontan. Sebagian mungkin terlebih dahulu memikirkan bagaimana sebaiknya menjawab pesan yang diterima.
Pertanyaan seperti “Apa yang harus saya katakan?” atau “Apakah jawaban saya akan memberikan kesan yang salah?” dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons.
Kecenderungan tersebut membuat pesan lebih mudah ditunda, terutama jika seseorang merasa belum berada dalam kondisi yang tepat untuk memberikan jawaban dengan baik.
5. Bisa Lebih Mudah Merasakan Beban dalam Interaksi Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307450/original/083759500_1785035908-pexels-ferhanozbek-8500895.jpg)
Perbesar
Pesan, email, atau percakapan dengan orang lain bukan hanya berupa informasi. Di dalamnya terdapat hubungan interpersonal yang juga perlu dipertimbangkan.
Bagi sebagian orang, membalas pesan dapat menimbulkan beban emosional karena mereka memikirkan perasaan atau tanggapan lawan bicara. Ketika beban tersebut terasa terlalu besar, seseorang dapat memilih menghindari pesan untuk sementara waktu.
Karena itu, membiarkan notifikasi menumpuk tidak selalu berarti seseorang tidak ingin berhubungan dengan orang lain. Bisa saja mereka justru ingin memberikan respons dengan lebih hati-hati, tetapi belum mampu melakukannya saat itu.
6. Cenderung Berhati-hati dan Penuh Pertimbangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685336/original/017215300_1702477768-Ilustrasi_main_HP__media_sosial__tersenyum.jpg)
Perbesar
Jika berbagai kecenderungan tersebut digabungkan, orang yang membiarkan notifikasi menumpuk dapat digambarkan sebagai tipe yang lebih hati-hati dan penuh pertimbangan.
Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi sebelum bertindak. Keinginan untuk memberikan respons yang tepat dapat membuat mereka tidak terburu-buru membuka atau membalas pesan.
Dengan demikian, jumlah notifikasi yang banyak tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang tidak teratur. Cara setiap orang menghadapi informasi dan komunikasi memang dapat berbeda.
Tidak Selalu Berarti Malas atau Tidak Peduli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4406672/original/3073200_1682487809-happiness-cheerful-smiling-young-adult-asian-female-woman-wear-yellow-cloth-hand-conversation-smartphone-sofa-home-remote-quarantine-lock-down-period-home-interior-background_1_.jpg)
Perbesar
Meski dari luar terlihat seperti kebiasaan mengabaikan pesan, menumpuknya notifikasi tidak otomatis berarti seseorang malas atau tidak peduli.
Seseorang bisa saja sedang terlalu banyak memikirkan sesuatu, merasa kewalahan, atau belum siap menghadapi interaksi tambahan. Bahkan, orang yang biasanya cepat merespons pun dapat membiarkan notifikasi menumpuk ketika sedang lelah.
Dalam kondisi tersebut, keengganan membuka pesan dapat menjadi bentuk sementara dari keinginan untuk tidak memproses informasi lebih banyak.
Kondisi Seseorang Juga Bisa Memengaruhi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258218/original/081636500_1670831125-pexels-shvets-production-8036689_1_.jpg)
Perbesar
Penting untuk melihat kebiasaan tersebut berdasarkan kondisi, bukan hanya kepribadian. Seseorang yang biasanya selalu membuka pesan dengan cepat dapat berubah ketika sedang mengalami kelelahan atau tekanan.
Dengan kata lain, banyaknya notifikasi dapat menjadi salah satu gambaran mengenai kondisi seseorang saat itu, bukan ukuran pasti mengenai seperti apa kepribadiannya.
Karena itu, tidak tepat jika seseorang langsung dicap malas, cuek, atau tidak peduli hanya karena membiarkan notifikasi menumpuk.
Bagaimana Jika Notifikasi Sudah Terlalu Banyak?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325045/original/078113100_1755923869-jonas-leupe-QQ2d5naZee0-unsplash.jpg)
Perbesar
Jika notifikasi sudah menumpuk, tidak perlu memaksakan diri menyelesaikan semuanya sekaligus. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah memulai dari tindakan kecil.
Cobalah membuka satu notifikasi yang paling penting dan memberikan respons yang diperlukan. Setelah itu, lanjutkan ke pesan berikutnya. Menyelesaikan tugas-tugas kecil dapat membantu membangun kembali rasa mampu mengendalikan keadaan.
Pada akhirnya, baik orang yang cepat membersihkan notifikasi maupun mereka yang membiarkannya menumpuk sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang lebih penting adalah memahami alasan di balik kebiasaan tersebut dan kondisi yang sedang dialami, bukan sekadar melihat jumlah notifikasi di layar ponsel.
1. Apakah membiarkan notifikasi menumpuk berarti seseorang malas?
Tidak selalu. Kebiasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beban kognitif, kelelahan, atau keinginan memberikan respons yang tepat.
2. Apakah orang yang membiarkan notifikasi menumpuk cenderung perfeksionis?
Bisa saja. Sebagian orang mungkin menunda membuka pesan karena ingin memberikan respons secara menyeluruh dan tidak terburu-buru.
3. Mengapa seseorang memilih menunda membuka notifikasi?
Seseorang mungkin merasa kewalahan, kesulitan menentukan prioritas, atau ingin menghindari keputusan kecil yang muncul setelah membaca pesan.
4. Apakah jumlah notifikasi dapat menunjukkan kepribadian seseorang?
Tidak. Banyaknya notifikasi tidak cukup untuk menentukan kepribadian karena kebiasaan tersebut juga dapat dipengaruhi kondisi dan situasi yang sedang dialami.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5201148/original/021441000_1745812371-874cf836-3fd9-478a-bb4f-51b35b1af954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4406672/original/3073200_1682487809-happiness-cheerful-smiling-young-adult-asian-female-woman-wear-yellow-cloth-hand-conversation-smartphone-sofa-home-remote-quarantine-lock-down-period-home-interior-background_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4536618/original/086191200_1691980067-woman-smiling-with-coffee-laptop_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338691/original/087566100_1788337862-pexels-armin-rimoldi-5269653__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4941561/original/024401900_1726013721-Ilustrasi_sugesti__berpikir__mengambil_keputusan__ragu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249626/original/073920200_1749655768-side-view-woman-eating-doughnut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486437/original/020989100_1769586669-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_14.40.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338283/original/063086200_1788321406-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306430/original/088596500_1784878450-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4598161/original/051002500_1696403454-ello-AEU9UZstCfs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4567997/original/063787700_1694148747-20230908082134__fpdl.in__young-woman-sleeping-her-bed_1303-30229_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337488/original/023797100_1788247509-Menghitung_Uang_Kembalian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337440/original/038192700_1788245804-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256523/original/098337300_1781160622-cara_menghilangkan_bau_yang_mengundang_kucing_datang_ke_teras.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4952899/original/035752000_1727258014-pexels-liza-summer-6347515.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227870/original/095342200_1747824429-steptodown.com663981.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4790256/original/021674400_1711940355-pexels-cottonbro-studio-3419692.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317506/original/083864000_1786016624-2149283345.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336746/original/072216700_1788174644-Gemini_Generated_Image_oi3erboi3erboi3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424932/original/065224400_1683867888-romantic-beautiful-young-female-with-pleasant-shining-smile-keeps-hands-chest_1_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331419/original/064388100_1787542428-6aced2e1-068d-4b8e-b934-dfed5ae4b4b3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028260/original/094937500_1732871703-fotor-ai-2024112916143.jpg)
