Liputan6.com, Jakarta - Kolang-kaling, buah kenyal yang berasal dari pohon aren, merupakan salah satu bahan makanan favorit yang kerap diolah menjadi berbagai hidangan manis, terutama saat momen spesial seperti bulan Ramadan atau hari raya. Teksturnya yang unik dan rasanya yang segar menjadikannya primadona dalam es buah, manisan, atau kolak. Namun, untuk mendapatkan hidangan kolang-kaling yang lezat dan berkualitas, pemilihan bahan baku yang tepat menjadi kunci utama.
Memilih kolang-kaling berkualitas di pasar terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari usia buah hingga kondisi penyimpanannya. Kesalahan dalam memilih bisa berakibat pada kolang-kaling yang keras, berbau asam, atau bahkan tidak aman untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tips memilih kolang-kaling berkualitas di pasar agar tetap segar dan kenyal. Lantas bagaimana saja tips memilih kolang kaling berkualitas di pasar agar tetap segar dan kenyal? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (28/2/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pilih Kolang Kaling yang Masih Muda
Langkah pertama dalam memilih kolang kaling berkualitas adalah memastikan buahnya masih muda. Kolang-kaling muda memiliki ciri fisik yang khas, yaitu bentuknya pipih, lebar, dan tipis. Tekstur inilah yang akan menghasilkan sensasi empuk dan kenyal saat diolah, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai resep.
Sebaliknya, kolang-kaling yang sudah tua cenderung memiliki tekstur yang lebih keras dan seringkali terdapat lubang di bagian tengahnya. Kolang-kaling jenis ini tidak akan empuk meskipun dimasak dalam waktu yang lama, sehingga kurang cocok untuk hidangan yang mengutamakan tekstur kenyal.
Dengan memilih kolang-kaling yang masih muda, Anda tidak hanya mendapatkan tekstur yang diinginkan, tetapi juga memastikan bahwa buah tersebut lebih mudah diolah dan lezat saat dihidangkan. Perhatikan baik-baik bentuk dan ketebalannya saat berbelanja di pasar.
2. Perhatikan Warna Daging Buah
Warna daging buah kolang-kaling menjadi indikator penting kualitas dan kesegarannya. Kolang-kaling yang segar dan berkualitas tinggi umumnya memiliki warna putih alami yang cenderung bening, bahkan sedikit kusam. Warna ini menunjukkan bahwa buah tersebut belum mengalami proses pewarnaan atau penuaan yang signifikan.
Sangat penting untuk menghindari kolang-kaling yang berwarna putih pekat dan tampak terlalu bersih, karena ini bisa menjadi indikasi bahwa penjual telah menambahkan pewarna untuk membuatnya terlihat lebih menarik. Pewarnaan semacam ini dapat menyamarkan kualitas kesegaran asli kolang-kaling, sehingga Anda tidak dapat mengetahui kondisi sebenarnya.
Selain itu, hindari juga kolang-kaling yang berwarna kekuningan atau kecoklatan. Warna-warna tersebut seringkali menandakan bahwa kolang-kaling sudah disimpan terlalu lama atau kualitasnya sudah menurun. Memilih kolang-kaling dengan warna alami akan menjamin kesegaran dan rasa terbaik untuk hidangan Anda.
3. Cek Tekstur Kolang Kaling
Tekstur adalah salah satu aspek krusial dalam memilih kolang kaling berkualitas. Kolang-kaling yang baik harus memiliki tekstur yang kenyal, namun tidak terlalu keras atau terlalu lembek. Saat Anda menekannya, kolang-kaling yang segar akan terasa sedikit keras dan kemudian kembali ke bentuk semula, menunjukkan elastisitas yang pas.
Sebaliknya, hindari memilih kolang-kaling dengan daging buah yang lunak, terlalu lembek, atau bahkan berlendir berlebihan. Ciri-ciri ini merupakan tanda bahwa kualitas kolang-kaling sudah tidak baik, kemungkinan besar sudah lama disimpan, atau bahkan sudah mulai rusak. Kolang-kaling dengan tekstur demikian berisiko memiliki rasa asam setelah dimasak.
Untuk memastikan tekstur yang tepat, ambil satu buah kolang-kaling dan rasakan dengan jari Anda. Tekstur yang ideal akan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan dan tidak mengecewakan. Ini adalah salah satu tips paling praktis saat berbelanja di pasar.
4. Cium Aroma Kolang Kaling
Aroma kolang-kaling juga dapat menjadi petunjuk penting mengenai kesegarannya. Kolang-kaling yang segar umumnya memiliki aroma alami yang ringan dan netral. Aroma ini tidak menyengat dan tidak mengindikasikan adanya masalah pada buah.
Jika Anda mencium bau asam yang menyengat dari kolang-kaling, ini adalah tanda peringatan bahwa buah tersebut sudah terlalu lama disimpan atau bahkan sudah mulai rusak. Bau asam menunjukkan proses fermentasi yang tidak diinginkan dan dapat mempengaruhi rasa hidangan.
Di sisi lain, kolang-kaling yang tidak beraroma sama sekali juga patut dicurigai. Kondisi ini bisa jadi merupakan indikasi bahwa kolang-kaling telah ditambahkan pengawet untuk menghilangkan bau alami atau bau asamnya. Pengawet dapat menyamarkan kondisi asli buah dan berpotensi tidak aman untuk dikonsumsi.
5. Perhatikan Kondisi Air Rendaman
Kolang-kaling di pasar seringkali dijual dalam keadaan terendam air, yang bertujuan untuk menjaga kesegarannya. Saat memilih kolang kaling berkualitas, perhatikan dengan seksama kondisi air rendamannya. Air rendaman yang kental dan jernih adalah indikasi yang baik, menandakan bahwa air tersebut sering diganti dan kolang-kaling masih dalam kondisi segar.
Sebaliknya, Anda harus menghindari kolang-kaling yang air rendamannya terlihat kotor, keruh, atau bahkan memiliki banyak lendir. Kondisi air seperti ini bisa menjadi tanda bahwa air rendaman jarang diganti, sehingga kolang-kaling berpotensi ditumbuhi kuman atau tidak higienis.
Kebersihan air rendaman sangat mempengaruhi kualitas dan keamanan kolang-kaling. Kolang-kaling yang direndam dalam air kotor tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mempercepat proses pembusukan dan mempengaruhi rasa. Pastikan air rendaman tampak bersih dan terawat.
6. Pilih Bentuk yang Oval Rata
Bentuk kolang-kaling juga berperan dalam menentukan kualitasnya. Kolang-kaling yang berkualitas baik umumnya memiliki bentuk oval yang rata dan tidak terlalu tipis. Bentuk yang seragam ini tidak hanya estetis tetapi juga seringkali berkorelasi dengan tekstur yang lebih baik saat diolah.
Hindari memilih kolang-kaling yang bentuknya terlalu kecil atau tidak merata. Bentuk yang tidak beraturan atau terlalu kecil dapat mempengaruhi tekstur keseluruhan saat dimasak, membuatnya kurang kenyal atau sulit diolah. Ukuran dan bentuk yang konsisten menunjukkan kualitas panen yang baik.
Kolang-kaling yang ideal biasanya berukuran sedang. Jika ukurannya terlalu kecil, seringkali kurang kenyal, sedangkan yang terlalu besar kadang memiliki tekstur yang lebih keras. Memilih ukuran dan bentuk yang tepat akan memastikan hasil olahan yang memuaskan.
7. Perhatikan Kebersihan Lingkungan Penjualan
Aspek kebersihan lingkungan penjualan seringkali terlewatkan, padahal sangat penting dalam memilih kolang kaling berkualitas. Saat berbelanja di pasar, pastikan kolang-kaling disimpan dalam kondisi bersih, tidak bercampur dengan kotoran atau debu. Lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi bagi kolang-kaling.
Pilihlah kolang-kaling yang dikemas rapi dalam plastik atau wadah bersih. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi kolang-kaling dari kotoran, tetapi juga menunjukkan bahwa penjual peduli terhadap kebersihan produknya. Ini adalah indikator penting untuk kualitas dan keamanan pangan.
Kebersihan tempat penjualan dan cara penyimpanan secara keseluruhan sangat mempengaruhi kualitas dan keamanan kolang-kaling untuk dikonsumsi. Lingkungan yang higienis akan meminimalkan risiko kontaminasi bakteri dan menjaga kesegaran kolang-kaling lebih lama.
8. Beli dari Sumber yang Terpercaya
Untuk memastikan Anda mendapatkan kolang-kaling yang segar dan berkualitas, sangat disarankan untuk membeli dari pedagang yang terpercaya atau pasar yang dikenal memiliki stok baru setiap hari. Pedagang yang jujur dan bertanggung jawab akan menjaga reputasinya dengan menyediakan produk berkualitas.
Pedagang terpercaya cenderung memberikan informasi yang akurat mengenai asal dan kondisi kolang-kaling yang mereka jual. Mereka juga lebih peduli terhadap kualitas produknya, sehingga kemungkinan besar kolang-kaling yang dijual bebas dari bahan pengawet berbahaya atau sudah tidak segar.
Membangun hubungan baik dengan pedagang langganan juga bisa menjadi keuntungan. Anda bisa mendapatkan rekomendasi terbaik dan jaminan kualitas untuk kolang-kaling yang akan Anda beli, memastikan hidangan Anda selalu istimewa.
9. Lakukan Uji Sederhana untuk Mendeteksi Pengawet
Beberapa penjual nakal mungkin menambahkan bahan pengawet seperti formalin pada kolang-kaling untuk membuatnya tampak lebih awet dan menarik. Untuk mendeteksi kemungkinan adanya pengawet, Anda bisa melakukan uji sederhana dengan menekan kolang-kaling beberapa kali menggunakan kuku.
Jika kolang-kaling tersebut tetap elastis secara tidak wajar atau terasa sangat kenyal dan tidak mudah rusak meskipun sudah ditekan, ada kemungkinan besar kolang-kaling tersebut telah diberi pengawet. Kolang-kaling alami memang kenyal, tetapi tidak seelastis itu jika mengandung formalin.
Kewaspadaan terhadap penggunaan pengawet sangat penting demi kesehatan. Selalu berhati-hati dan lakukan pengujian kecil ini saat membeli kolang-kaling, terutama jika Anda merasa ada yang tidak biasa pada teksturnya.
10. Perhatikan Kehadiran Lalat
Kehadiran lalat pada kolang-kaling bisa menjadi indikator yang ambigu namun penting. Lalat yang hinggap pada kolang-kaling bisa menandakan bahwa buah tersebut diolah tanpa bahan kimia berbahaya, sehingga menarik serangga. Ini bisa menjadi pertanda bahwa kolang-kaling tersebut lebih alami.
Namun, Anda juga harus menghindari kolang-kaling yang dihinggapi terlalu banyak lalat. Jumlah lalat yang berlebihan bisa menjadi tanda bahwa kolang-kaling sudah tidak higienis dan berpotensi terkontaminasi oleh kuman atau bakteri. Keseimbangan adalah kuncinya dalam mengamati indikator ini.
Penting untuk mencari kolang-kaling yang tidak dihinggapi lalat sama sekali (karena mungkin ada pengawet) dan juga tidak dihinggapi terlalu banyak lalat. Observasi ini membutuhkan kejelian untuk memastikan Anda mendapatkan kolang-kaling yang alami dan higienis.
Setelah berhasil memilih kolang kaling berkualitas di pasar, langkah selanjutnya adalah penanganan yang tepat untuk menjaga kesegaran dan kekenyalannya. Segera cuci bersih kolang-kaling di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa lendir atau rasa asam. Proses ini juga membantu membersihkan bakteri yang mungkin menempel.
Untuk hasil terbaik, Anda bisa merendam kolang-kaling dalam air cucian beras selama 30 menit hingga beberapa jam, atau meremasnya dengan garam selama beberapa menit, lalu bilas kembali hingga kesat. Perebusan dengan tambahan daun pandan atau daun jeruk juga efektif untuk menghilangkan bau asam dan memberikan aroma yang lebih wangi pada kolang-kaling Anda. Dengan penanganan yang tepat, kolang-kaling Anda akan siap diolah menjadi hidangan lezat dan tahan lebih lama.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Memilih Kolang Kaling Berkualitas
1. Bagaimana cara memilih kolang-kaling yang masih muda?
Jawaban: Pilih kolang-kaling yang bentuknya pipih, lebar, dan tipis karena ini adalah ciri-ciri kolang-kaling muda yang akan menghasilkan tekstur empuk dan kenyal saat diolah.
2. Apa ciri-ciri kolang-kaling yang sudah diberi pengawet?
Jawaban: Kolang-kaling yang diberi pengawet seringkali terasa sangat elastis secara tidak wajar atau tidak mudah rusak saat ditekan dengan kuku, berbeda dengan kolang-kaling alami yang kenyal.
3. Mengapa kolang-kaling berwarna putih pekat perlu dihindari?
Jawaban: Kolang-kaling berwarna putih pekat bisa menjadi indikasi bahwa penjual telah menambahkan pewarna untuk membuatnya terlihat lebih menarik, sehingga kualitas kesegaran aslinya tidak dapat diketahui.
4. Bagaimana kondisi air rendaman kolang-kaling yang baik?
Jawaban: Air rendaman kolang-kaling yang baik harus terlihat kental dan jernih, menandakan bahwa air tersebut sering diganti dan kolang-kaling masih segar serta higienis.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510607/original/012918400_1771832833-Untitled_design__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515123/original/078417300_1772162085-Lipan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511799/original/065476600_1771918153-Teras_Mungil_Nan_Sejuk_dengan_Bangku_Kayu_Panjang_dan_Taman_Vertikal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404154/original/052849300_1616011409-Minyak_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515083/original/080816100_1772159680-Model_One_Set_untuk_Wanita_Bertubuh_Gemuk_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515112/original/044202400_1772161571-unnamed_-_2026-02-27T100502.583.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507854/original/065006100_1771556195-Strategi_jitu_basmi_tikus_di_plafon_tanpa_bongkar_atap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506166/original/081943800_1771408781-Hidroponik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514359/original/060296800_1772087788-Pilih_Jenis_Kayu_Tahan_Rayap_untuk_Struktur_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514277/original/031267500_1772085971-Gulungan_Tisu_Toilet_Jadi_Pot_Gantung_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513098/original/002548000_1772002902-5f96b686-a1b8-4580-b043-04dd3404a756.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513916/original/084376800_1772076684-Eceng_Gondok.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284531/original/013980200_1752640819-Depositphotos_268699902_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499928/original/094865400_1770800943-Partisi_Kayu_Kisi-kisi_Gaya_Japandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498463/original/023272500_1770707304-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484791/original/052303200_1769484950-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481462/original/033411500_1769134168-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5206469/original/037581300_1746166928-WhatsApp_Image_2025-05-02_at_1.16.53_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505963/original/077398700_1771400875-Gemini_Generated_Image_p9f6xip9f6xip9f6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4195960/original/013238400_1666110125-woman-chef-cooking-vegetables-pan.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)