Liputan6.com, Jakarta - Memiliki tanaman yang subur dan sehat adalah impian setiap pekebun, baik pemula maupun yang berpengalaman. Salah satu kunci utama untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memberikan nutrisi yang cukup melalui pupuk. Daripada bergantung pada pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan, Anda bisa memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat pupuk organik alami. Praktik ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sangat hemat biaya.
Dengan mengolah sisa-sisa dapur dan kebun, Anda dapat menciptakan sumber nutrisi yang kaya untuk tanaman. Proses ini mengubah limbah menjadi 'emas hijau' yang memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas penyerapan air, dan menyediakan mikroorganisme bermanfaat.
Membuat pupuk organik sendiri adalah langkah proaktif dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Ini adalah solusi cerdas untuk mengelola sampah rumah tangga sekaligus memberikan kehidupan baru bagi tanaman Anda. Lantas apa saja tips membuat pupuk organik alami dari bahan rumah tangga untuk tanaman lebih subur? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (12/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Membuat Kompos dari Sisa Makanan dan Daun Kering
Kompos merupakan salah satu metode paling efisien untuk mengubah sisa makanan dan bahan organik lainnya menjadi pupuk kaya nutrisi. Proses pengomposan melibatkan penguraian bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan sampah organik oleh mikroorganisme. Ini adalah cara yang sangat baik untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk berkualitas tinggi.
Untuk memulai proses pengomposan, siapkan wadah kompos atau area tumpukan di tempat yang teduh dan memiliki aerasi yang cukup. Bahan-bahan yang dapat dikomposkan meliputi sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, kantong teh, daun kering, ranting kecil, dan rumput. Pastikan dasar tumpukan dilapisi dengan ranting atau bahan kasar untuk drainase dan sirkulasi udara yang baik.
Selanjutnya, tambahkan lapisan bahan 'hijau' yang kaya nitrogen, seperti sisa makanan dan rumput segar, secara bergantian dengan lapisan bahan 'coklat' yang kaya karbon, seperti daun kering dan serutan kayu. Perbandingan ideal antara bahan hijau dan coklat adalah sekitar 1:2 atau 1:3 untuk memastikan dekomposisi yang efisien. Jaga tumpukan kompos tetap lembab seperti spons yang diperas dan aduk secara berkala (setiap beberapa hari atau minggu) untuk memberikan oksigen dan mempercepat proses penguraian.
Kompos akan siap digunakan ketika warnanya gelap, berbau tanah segar, dan teksturnya remah. Pupuk kompos ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman, menjadikannya salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang paling fundamental.
2. Pupuk Cair dari Air Cucian Beras
Air cucian beras, yang seringkali dibuang begitu saja, ternyata menyimpan potensi besar sebagai pupuk organik cair yang bermanfaat. Air ini mengandung karbohidrat, vitamin B1, serta mineral penting seperti fosfor, kalium, dan nitrogen yang esensial untuk pertumbuhan tanaman. Nutrisi ini berperan dalam memperkuat akar, merangsang pertumbuhan daun, serta meningkatkan pembungaan dan pembuahan.
Pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk sangatlah mudah. Anda cukup mengumpulkan air bekas cucian beras setiap kali Anda memasak. Air cucian beras ini dapat langsung disiramkan ke tanaman sebagai pupuk instan, atau difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan efektivitasnya.
Untuk proses fermentasi, tambahkan sedikit gula merah atau molase ke dalam air cucian beras sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme. Kemudian, diamkan campuran ini selama beberapa hari hingga satu minggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Penting untuk memastikan wadah tidak tertutup rapat agar gas yang terbentuk selama fermentasi dapat keluar.
Setelah proses fermentasi selesai, encerkan pupuk cair ini dengan air bersih, biasanya dengan perbandingan 1:1 atau 1:2. Pupuk cair yang sudah diencerkan kemudian dapat disiramkan langsung ke media tanam. Metode ini adalah salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang paling sederhana dan efektif untuk memberikan dorongan nutrisi pada tanaman Anda.
3. Pemanfaatan Cangkang Telur
Cangkang telur adalah sumber kalsium karbonat yang luar biasa, elemen vital untuk pembentukan dinding sel tanaman yang kuat. Kalsium ini juga berperan penting dalam mencegah busuk ujung buah (blossom end rot) pada tanaman tertentu seperti tomat dan paprika. Dengan memanfaatkan cangkang telur, Anda dapat memberikan asupan kalsium alami yang sangat dibutuhkan tanaman.
Untuk mengolah cangkang telur menjadi pupuk, langkah pertama adalah mencucinya hingga bersih dan mengeringkannya. Setelah kering, haluskan cangkang telur menjadi bubuk. Semakin halus bubuknya, semakin cepat kalsium dapat diserap oleh tanaman, sehingga memaksimalkan manfaatnya.
Bubuk cangkang telur yang sudah halus dapat ditaburkan langsung di sekitar pangkal tanaman atau dicampurkan ke dalam media tanam saat penanaman. Selain sebagai sumber kalsium, bubuk cangkang telur juga efektif dalam menaikkan pH tanah yang terlalu asam, menciptakan lingkungan yang lebih ideal bagi pertumbuhan tanaman.
Beberapa pekebun juga menggunakan cangkang telur yang dihancurkan secara kasar di sekitar tanaman untuk menghalangi siput dan hama lainnya. Tekstur tajam dari pecahan cangkang telur bertindak sebagai penghalang fisik, menjadikan pemanfaatan cangkang telur sebagai Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang multifungsi.
4. Ampas Kopi dan Teh sebagai Pupuk
Ampas kopi dan teh, limbah rumah tangga yang seringkali langsung dibuang, ternyata kaya akan nutrisi penting bagi tanaman. Ampas kopi mengandung nitrogen, kalium, dan fosfor, serta sedikit magnesium dan tembaga, yang semuanya krusial untuk pertumbuhan tanaman. Kandungan nutrisi ini menjadikannya pupuk yang sangat baik untuk berbagai jenis tanaman.
Ampas kopi juga memiliki sifat sedikit asam, sehingga sangat cocok untuk tanaman yang menyukai kondisi tanah asam, seperti mawar, azalea, dan blueberry. Sementara itu, ampas teh tidak kalah bermanfaat. Ampas teh juga mengandung nitrogen dan tanin yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesuburan tanah secara keseluruhan.
Selain menyediakan nutrisi makro, ampas teh juga membantu meningkatkan struktur tanah dan menyediakan nutrisi mikro yang dibutuhkan tanaman. Cara penggunaannya sangat mudah: cukup taburkan ampas kopi atau teh yang sudah kering di sekitar pangkal tanaman atau campurkan ke dalam media tanam saat penanaman.
Penting untuk menghindari menumpuk terlalu banyak ampas kopi basah karena dapat memicu pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Untuk ampas teh, Anda bisa langsung menaburkan kantong teh bekas atau membuka kantongnya dan menyebarkan isinya. Pemanfaatan ampas kopi dan teh ini adalah Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang praktis dan berkelanjutan.
5. Pupuk dari Abu Dapur/Arang
Abu dapur yang dihasilkan dari pembakaran kayu atau arang murni merupakan sumber kalium dan kalsium yang sangat baik untuk tanaman. Kalium berperan vital dalam proses pembungaan dan pembuahan, sementara kalsium membantu memperkuat struktur sel tanaman. Dengan demikian, abu dapur dapat menjadi tambahan nutrisi yang berharga bagi kebun Anda.
Namun, sangat penting untuk memastikan bahwa abu yang digunakan berasal dari pembakaran kayu murni atau arang tanpa bahan kimia tambahan. Hindari penggunaan abu dari pembakaran arang briket atau kayu yang diolah secara kimia karena dapat mengandung zat berbahaya bagi tanaman. Kehati-hatian ini menjamin keamanan dan efektivitas pupuk.
Cara penggunaannya adalah dengan menaburkan sedikit abu dapur di sekitar pangkal tanaman atau mencampurkannya ke dalam tanah. Karena abu memiliki sifat basa, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan, terutama pada tanaman yang menyukai tanah asam.
Penggunaan abu dapur yang berlebihan dapat meningkatkan pH tanah secara drastis, yang mungkin tidak cocok untuk semua jenis tanaman. Oleh karena itu, dosis yang tepat sangat penting. Memanfaatkan abu dapur secara bijak adalah salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman secara signifikan.
6. Pupuk Cair dari Sisa Sayuran dan Buah (Fermentasi)
Selain diolah menjadi kompos padat, sisa sayuran dan buah-buahan juga dapat diubah menjadi pupuk cair organik melalui proses fermentasi. Pupuk cair ini dikenal dengan berbagai nama, termasuk Pupuk Organik Cair (POC) atau Eco-Enzyme. Eco-Enzyme, misalnya, adalah larutan multifungsi hasil fermentasi sisa kulit buah dan sayuran, gula merah, dan air, yang dapat berfungsi sebagai pupuk, pembersih, dan pestisida alami.
Proses fermentasi ini secara efektif mengekstrak nutrisi dari bahan organik ke dalam bentuk cair yang mudah diserap oleh tanaman. Untuk membuat Eco-Enzyme di rumah, Anda memerlukan wadah kedap udara, sisa kulit buah dan sayuran (seperti kulit pisang atau jeruk), gula merah atau molase, dan air bersih.
Perbandingan umum yang disarankan untuk membuat Eco-Enzyme adalah 1 bagian gula merah, 3 bagian sisa organik, dan 10 bagian air. Campurkan semua bahan dalam wadah, namun sisakan ruang kosong di bagian atas untuk menampung gas yang akan terbentuk selama proses fermentasi. Tutup wadah rapat-rapat, tetapi buka sesekali untuk melepaskan gas yang terkumpul.
Proses fermentasi biasanya memakan waktu minimal 3 bulan hingga larutan siap digunakan. Setelah jadi, encerkan larutan Eco-Enzyme dengan air (misalnya perbandingan 1:1000) sebelum disiramkan ke tanaman atau disemprotkan ke daun. Pupuk cair fermentasi ini adalah Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang sangat efektif untuk nutrisi tanaman.
7. Penggunaan Kotoran Hewan Peliharaan (dengan Hati-hati)
Kotoran hewan peliharaan herbivora seperti kelinci, ayam, atau kambing dapat menjadi sumber nutrisi yang sangat baik untuk tanaman, terutama nitrogen. Kotoran hewan herbivora kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium, serta bahan organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Namun, penting untuk dicatat bahwa kotoran hewan karnivora seperti anjing atau kucing tidak disarankan karena berpotensi mengandung patogen berbahaya bagi manusia dan tanaman.
Sangat krusial untuk mengomposkan kotoran hewan terlebih dahulu sebelum menggunakannya sebagai pupuk. Kotoran segar memiliki kadar nitrogen yang sangat tinggi, yang sering disebut 'panas', dan dapat membakar akar tanaman jika diaplikasikan langsung. Selain itu, kotoran segar juga berpotensi mengandung patogen yang dapat berbahaya.
Proses pengomposan kotoran hewan harus dilakukan setidaknya selama beberapa bulan hingga satu tahun untuk memastikan patogen mati dan nutrisi di dalamnya menjadi stabil. Campurkan kotoran hewan dengan bahan 'coklat' seperti daun kering atau serutan kayu, lalu biarkan terurai secara alami.
Setelah matang dan terkomposkan dengan baik, pupuk kandang ini dapat dicampurkan ke media tanam atau ditaburkan di sekitar pangkal tanaman. Penggunaan pupuk kandang yang sudah matang adalah salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang sangat efektif, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan benar.
8. Pupuk dari Ampas Kelapa
Ampas kelapa, yang merupakan sisa dari proses pembuatan santan atau minyak kelapa, adalah bahan organik yang kaya serat dan sangat bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah. Meskipun tidak sepadat nutrisi seperti kompos, ampas kelapa memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas media tanam. Ampas kelapa mengandung serat tinggi, kalium, dan beberapa nutrisi mikro yang dapat meningkatkan kapasitas menahan air dan aerasi tanah.
Manfaat utama ampas kelapa adalah kemampuannya untuk memperbaiki tekstur tanah, terutama pada tanah liat yang padat atau tanah berpasir yang cenderung cepat kering. Dengan menambahkan ampas kelapa, tanah akan menjadi lebih gembur dan memiliki drainase yang lebih baik, sekaligus mampu menahan kelembaban lebih lama.
Untuk menggunakannya, keringkan ampas kelapa terlebih dahulu untuk menghindari pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Ampas kelapa kering dapat dicampurkan langsung ke media tanam sebagai pengganti sebagian kompos atau cocopeat, menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan akar tanaman.
Selain itu, ampas kelapa juga dapat ditambahkan ke tumpukan kompos untuk menambah bahan karbon, memperkaya kualitas kompos yang dihasilkan. Pemanfaatan ampas kelapa ini merupakan salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang cerdas untuk meningkatkan kesehatan tanah dan tanaman Anda.
9. Pupuk Cair dari Air Bekas Cucian Ikan/Daging (dengan Hati-hati)
Air bekas cucian ikan atau daging mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan mineral lainnya yang dapat bermanfaat bagi tanaman. Nitrogen dan fosfor adalah nutrisi esensial yang mendukung pertumbuhan vegetatif dan perkembangan akar tanaman. Namun, penggunaannya memerlukan kehati-hatian ekstra karena berpotensi menarik hama, menimbulkan bau tidak sedap, dan menyebarkan bakteri jika tidak diolah dengan benar.
Cara terbaik untuk memanfaatkan air cucian ini adalah dengan mengencerkannya secara signifikan sebelum diaplikasikan ke tanaman. Encerkan air bekas cucian ikan atau daging dengan perbandingan minimal 1:10 (1 bagian air cucian berbanding 10 bagian air bersih) sebelum disiramkan ke tanaman. Pengenceran ini membantu mengurangi risiko masalah yang disebutkan di atas.
Siramkan larutan yang sudah diencerkan langsung ke tanah di sekitar pangkal tanaman, dan hindari menyiram daun secara langsung. Penggunaan yang terlalu sering atau tanpa pengenceran yang cukup dapat menyebabkan masalah bau dan menarik hama ke kebun Anda. Oleh karena itu, moderasi dan pengenceran adalah kunci.
Sebagai alternatif yang lebih aman, Anda juga bisa menambahkan air cucian ini ke tumpukan kompos. Di dalam kompos, mikroorganisme akan membantu menguraikannya dan menghilangkan bau yang tidak diinginkan, menjadikannya salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang memerlukan penanganan khusus.
10. Vermikompos (Cacing Tanah) dengan Bahan Rumah Tangga
Vermikompos adalah metode pengomposan yang memanfaatkan cacing tanah untuk mengurai bahan organik menjadi pupuk yang sangat kaya nutrisi, dikenal sebagai kascing (bekas cacing). Vermikompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses dekomposisi bahan organik oleh cacing tanah, menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi dan mikroorganisme bermanfaat. Proses ini menghasilkan pupuk berkualitas tinggi yang sangat baik untuk kesuburan tanah.
Untuk memulai vermikompos di rumah, Anda memerlukan wadah vermikompos (bisa berupa kotak bertingkat atau wadah sederhana dengan lubang drainase), media alas seperti serutan kertas, daun kering, atau cocopeat, dan cacing tanah jenis Eisenia fetida (cacing merah) atau Lumbricus rubellus. Cacing merah adalah jenis yang paling umum digunakan karena kemampuannya mengonsumsi bahan organik dalam jumlah besar.
Berikan sisa makanan rumah tangga seperti kulit buah, sayuran, ampas kopi, dan kantong teh ke dalam wadah vermikompos secara berkala. Hindari memberikan sisa daging, produk susu, atau makanan berminyak karena dapat menarik hama dan menyebabkan bau tidak sedap. Penting juga untuk menjaga kelembaban media agar cacing tetap nyaman dan aktif.
Dalam beberapa minggu hingga bulan, cacing akan mengolah sisa makanan menjadi kascing yang siap digunakan sebagai pupuk padat. Selain itu, cairan yang menetes dari wadah vermikompos, yang disebut air lindi vermikompos, juga merupakan pupuk cair yang kaya nutrisi. Vermikompos adalah salah satu Tips Membuat Pupuk Organik Alami yang paling efektif dan berkelanjutan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Membuat Pupuk Organik Alami dari Bahan Rumah Tangga
1. Apa saja bahan rumah tangga yang bisa dijadikan pupuk organik?
Jawaban: Bahan-bahan rumah tangga yang bisa dijadikan pupuk organik meliputi sisa makanan, daun kering, air cucian beras, cangkang telur, ampas kopi/teh, abu dapur, sisa sayuran/buah, kotoran hewan herbivora, air cucian ikan/daging, dan ampas kelapa.
2. Bagaimana cara membuat kompos dari sisa makanan dan daun kering?
Jawaban: Untuk membuat kompos, tumpuk bahan organik 'hijau' (sisa makanan) dan 'coklat' (daun kering) dengan rasio ideal 1:2 atau 1:3, jaga kelembaban, dan aduk berkala hingga terurai menjadi kompos gelap berbau tanah.
3. Mengapa air cucian beras baik untuk tanaman?
Jawaban: Air cucian beras baik untuk tanaman karena mengandung karbohidrat, vitamin B1, serta mineral penting seperti fosfor, kalium, dan nitrogen yang esensial untuk pertumbuhan, penguatan akar, dan pembungaan tanaman.
4. Bisakah kotoran hewan peliharaan digunakan sebagai pupuk?
Jawaban: Kotoran hewan herbivora seperti kelinci atau ayam bisa digunakan, namun harus dikomposkan terlebih dahulu selama beberapa bulan hingga satu tahun untuk menghilangkan patogen dan mencegah 'bakar' pada tanaman.
5. Apa manfaat cangkang telur untuk tanaman?
Jawaban: Cangkang telur kaya kalsium karbonat yang berfungsi memperkuat dinding sel tanaman, mencegah busuk ujung buah (blossom end rot), dan membantu menaikkan pH tanah yang terlalu asam.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233167/original/036730100_1748270706-kering_12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512842/original/076345500_1771995615-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1192914/original/090596600_1459836950-paint-1262591_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527842/original/063417500_1773216070-Model_TV_Bawah_Tangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359653/original/085285800_1758685163-close-up-lettuce-texture.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3277694/original/089532800_1603633641-Cuttersnap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298772/original/031284800_1753771606-1fb35274-fba0-4fba-bab8-a3abbf9e6af1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2756915/original/019747100_1553138956-foto_HL_botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510413/original/071989800_1771827821-Gemini_Generated_Image_3p4wwn3p4wwn3p4w.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5025675/original/057317900_1732696722-fotor-ai-20241127153544.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493916/original/061832900_1770271672-Gemini_Generated_Image_wi1yb9wi1yb9wi1y.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316431/original/089814800_1755237220-765054ce-8907-4890-9831-fd83894ab617.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526650/original/031111900_1773129449-Kecoak_Dubia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499893/original/070698200_1770799311-woman-holding-paper-plastic-bags.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485003/original/053067300_1769491509-Pakan_Ternak_Kambing_Selain_Rumput.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437631/original/067112800_1765258379-Taman_Tin___Jeruk_Mini_dalam_Pot_Dekoratif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985428/original/093130200_1730277199-pexels-rdne-8580739.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2949395/original/011035900_1571981170-bananas-404536_960_720.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
