Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di perkotaan seringkali menjadi kendala bagi banyak orang yang ingin menikmati segarnya hasil panen sendiri. Namun, jangan khawatir, karena konsep berkebun di pekarangan kecil atau yang dikenal dengan urban farming semakin populer. Dengan memanfaatkan pot atau polybag, siapa pun kini bisa memiliki kebun mini yang produktif di rumah.
Menanam sayuran sendiri bukan hanya menyediakan pasokan bahan makanan segar dan sehat, tetapi juga menjadi hobi yang menyenangkan dan menenangkan. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi stres, mempercantik tampilan rumah, serta memastikan kualitas sayuran yang dikonsumsi bebas dari pestisida berbahaya. Banyak jenis tanaman daun konsumsi yang adaptif dan mudah tumbuh dalam wadah terbatas.
Lantas apa saja tanaman daun konsumsi yang cocok untuk pekarangan kecil dan bisa ditanam di pot atau polybag? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (10/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Bayam (Spinacia oleracea)
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan salah satu sayuran daun yang sangat populer dan mudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini dikenal luas karena kandungan nutrisinya yang tinggi serta pertumbuhannya yang relatif cepat, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang. Keunggulan ini membuat bayam sangat ideal untuk ditanam di pekarangan rumah yang terbatas atau bahkan di dalam wadah.
Kecocokan bayam untuk dibudidayakan di pot atau polybag tidak lepas dari karakteristik sistem perakarannya. Bayam memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu dalam, sehingga tidak memerlukan ruang tanah yang luas untuk tumbuh optimal. Hal ini memungkinkan tanaman bayam dapat berkembang dengan baik meskipun hanya ditanam dalam wadah yang relatif kecil.
Untuk menanam bayam, siapkan media tanam berupa campuran tanah subur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Benih bayam dapat disemai langsung atau dipindahkan setelah disemai di wadah terpisah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 4-6 jam setiap hari dan penyiraman teratur, terutama pagi dan sore, untuk menjaga kelembaban tanah. Panen bayam bisa dilakukan dalam 20-30 hari setelah tanam dengan memotong pangkal batang atau memetik daunnya.
Selain mudah ditanam, bayam juga kaya akan manfaat kesehatan yang luar biasa. Sayuran hijau ini mengandung vitamin A, C, K, folat, serta zat besi yang melimpah. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan mata, memperkuat tulang, dan efektif mencegah anemia, menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet harian Anda.
2. Kangkung (Ipomoea aquatica)
Kangkung (Ipomoea aquatica) adalah sayuran daun yang sangat adaptif dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Tanaman ini termasuk dalam famili Convolvulaceae dan dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, menjadikannya pilihan populer untuk budidaya di pekarangan rumah.
Kangkung sangat cocok untuk ditanam di pot atau polybag karena tidak memerlukan lahan yang luas untuk perakarannya. Tanaman ini juga toleran terhadap berbagai jenis tanah, sehingga memudahkan penanamannya dalam wadah. Fleksibilitas ini menjadikan kangkung pilihan yang praktis bagi mereka yang memiliki ruang terbatas.
Dalam menanam kangkung, gunakan media tanam berupa campuran tanah gembur dan kompos, serta pastikan pot memiliki drainase yang baik. Benih kangkung dapat ditanam langsung dengan jarak 5-10 cm antar benih. Kangkung membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang lembab, sehingga penyiraman teratur sangat penting, terutama saat cuaca panas. Panen dapat dilakukan sekitar 20-30 hari setelah tanam dengan memotong batangnya 2-3 cm di atas permukaan tanah agar bisa tumbuh kembali.
Dari segi kesehatan, kangkung kaya akan vitamin A, C, zat besi, dan antioksidan. Nutrisi-nutrisi ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh, dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Mengonsumsi kangkung secara teratur dapat mendukung gaya hidup sehat Anda.
3. Sawi (Brassica juncea)
Sawi (Brassica juncea) adalah sayuran daun yang sangat populer di Asia, dikenal dengan rasa sedikit pahit dan tekstur renyah. Tanaman ini termasuk dalam famili Brassicaceae dan banyak dikonsumsi di Indonesia. Ada beberapa jenis sawi, seperti sawi hijau dan sawi putih (pakcoy), yang keduanya cocok untuk ditanam di pot.
Sawi sangat sesuai untuk dibudidayakan di pot atau polybag karena ukurannya yang relatif kompak. Sistem perakarannya juga tidak terlalu luas, sehingga sawi mudah beradaptasi dengan ruang terbatas yang disediakan oleh wadah. Hal ini menjadikannya pilihan yang efisien untuk kebun mini di rumah.
Untuk menanam sawi, gunakan media tanam yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Benih sawi dapat disemai langsung atau disemai terlebih dahulu di wadah terpisah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 4-5 jam sinar matahari langsung setiap hari. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, namun hindari genangan air yang bisa menyebabkan busuk akar. Panen sawi dapat dilakukan sekitar 30-45 hari setelah tanam dengan memotong seluruh bagian tanaman atau memetik daun terluarnya.
Sawi memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, terutama vitamin K, A, dan C, serta antioksidan. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan tulang, menjaga penglihatan yang baik, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menambahkan sawi dalam menu harian Anda adalah langkah cerdas untuk kesehatan.
4. Selada (Lactuca sativa)
Selada (Lactuca sativa) adalah tanaman sayuran daun yang sangat populer, sering menjadi bahan utama dalam salad dan sandwich. Tanaman ini termasuk dalam famili Asteraceae dan banyak dibudidayakan karena daunnya yang renyah dan segar. Berbagai varietas selada, seperti selada keriting, romaine, dan butterhead, semuanya dapat tumbuh dengan baik di pot.
Selada sangat cocok untuk ditanam di pot atau polybag karena sistem perakarannya yang dangkal. Selain itu, tanaman ini memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk berkebun di wadah. Kemudahan ini memungkinkan Anda untuk sering memanen daun selada segar.
Dalam menanam selada, gunakan media tanam yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Benih selada dapat disemai langsung atau disemai terlebih dahulu di wadah persemaian. Selada membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 6 jam sinar matahari langsung setiap hari. Jaga kelembaban tanah secara konsisten, tetapi hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan busuk akar. Panen selada dapat dilakukan sekitar 30-60 hari setelah tanam, tergantung varietasnya, dengan memetik daun terluar secara bertahap atau memanen seluruh tanaman.
Selada dikenal rendah kalori dan kaya akan vitamin K, A, folat, serta serat. Nutrisi-nutrisi ini sangat baik untuk mendukung kesehatan pencernaan dan menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi selada segar dari kebun sendiri adalah cara lezat untuk mendapatkan asupan nutrisi penting.
5. Kemangi (Ocimum basilicum var. citratum)
Kemangi (Ocimum basilicum var. citratum) adalah herba aromatik yang sangat populer dalam masakan Indonesia, sering digunakan sebagai lalapan atau bumbu penyedap. Tanaman ini memiliki aroma khas yang menyegarkan dan mudah tumbuh, menjadikannya favorit di banyak dapur rumah tangga.
Kemangi sangat cocok ditanam di pot atau polybag karena ukurannya yang relatif kecil dan kompak. Tanaman ini dapat tumbuh subur dalam wadah, sehingga menjadi pilihan yang bagus untuk pekarangan terbatas. Anda bisa menempatkannya di balkon, teras, atau dekat jendela dapur.
Untuk menanam kemangi, gunakan media tanam yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Benih kemangi dapat disemai langsung, atau Anda bisa menanamnya dari stek batang. Kemangi membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam sehari dan penyiraman teratur untuk menjaga kelembaban tanah, namun hindari genangan air. Daun kemangi dapat dipanen secara bertahap setelah tanaman memiliki beberapa pasang daun sejati, biasanya sekitar 3-4 minggu setelah tanam. Pangkas bagian atas tanaman secara rutin untuk mendorong pertumbuhan cabang baru.
Kemangi kaya akan antioksidan, vitamin K, dan minyak esensial yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri, yang dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menambahkan kemangi segar ke dalam hidangan Anda tidak hanya memperkaya rasa tetapi juga nutrisi.
6. Seledri (Apium graveolens)
Seledri (Apium graveolens) adalah sayuran daun yang sering digunakan sebagai penyedap masakan atau hiasan. Tanaman ini termasuk dalam famili Apiaceae, dan meskipun dikenal membutuhkan banyak air, seledri dapat tumbuh dengan baik di pot dengan perawatan yang tepat.
Seledri sangat cocok ditanam di pot atau polybag karena sistem perakarannya yang tidak terlalu dalam. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk dipanen secara bertahap, memungkinkan Anda menikmati seledri segar dalam jangka waktu yang lebih lama dari satu tanaman. Ini menjadikannya pilihan efisien untuk kebun rumah.
Gunakan media tanam yang kaya bahan organik, gembur, dan mampu menahan kelembaban dengan baik saat menanam seledri. Tanaman ini dapat ditanam dari biji atau dari pangkal batang seledri yang sudah dipotong. Seledri membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 6 jam sinar matahari langsung setiap hari. Jaga tanah agar selalu lembab karena seledri sangat membutuhkan air, tetapi pastikan drainase pot tetap baik untuk mencegah busuk akar. Daun seledri dapat dipanen setelah tanaman cukup besar, biasanya sekitar 90-120 hari setelah tanam, dengan memetik daun terluarnya.
Seledri kaya akan vitamin K, C, folat, dan antioksidan. Selain itu, seledri juga memiliki sifat anti-inflamasi yang baik untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi seledri dapat mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari kesehatan tulang hingga perlindungan sel.
7. Daun Bawang (Allium fistulosum)
Daun bawang (Allium fistulosum) adalah bumbu dapur yang sangat umum digunakan di berbagai masakan, baik sebagai penyedap maupun hiasan. Tanaman ini termasuk dalam famili Amaryllidaceae dan dikenal mudah tumbuh, serta dapat dipanen berulang kali, menjadikannya pilihan yang sangat efisien untuk ditanam di rumah.
Daun bawang sangat ideal untuk ditanam di pot atau polybag karena sistem perakarannya yang dangkal. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh rapat dalam wadah kecil, memaksimalkan penggunaan ruang. Kemampuannya untuk beregenerasi setelah dipanen juga menambah nilai ekonomis dan kepraktisannya.
Untuk menanam daun bawang, gunakan media tanam yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Anda bisa menanamnya dari biji, anakan, atau bahkan dari sisa pangkal daun bawang yang dibeli dari pasar. Daun bawang membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam sehari dan penyiraman teratur untuk menjaga kelembaban tanah. Panen dapat dilakukan setelah tingginya mencapai sekitar 15-20 cm, biasanya 60-90 hari setelah tanam dari biji, atau lebih cepat jika dari anakan. Potong daunnya sekitar 2-3 cm di atas permukaan tanah agar bisa tumbuh kembali.
Daun bawang mengandung vitamin K, C, folat, dan antioksidan. Selain itu, tanaman ini juga kaya akan senyawa sulfur yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan kekebalan tubuh. Menambahkan daun bawang segar ke masakan Anda tidak hanya meningkatkan rasa tetapi juga nilai gizi.
8. Mint (Mentha spp.)
Mint (Mentha spp.) adalah genus tanaman herba aromatik yang sangat populer, dikenal dengan aroma dan rasa segarnya yang khas. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae, dan ada banyak varietas mint, seperti peppermint dan spearmint, yang semuanya mudah tumbuh dan cocok untuk pot.
Menanam mint di pot adalah cara terbaik untuk mengendalikan pertumbuhannya yang cenderung invasif jika ditanam langsung di tanah. Dengan wadah, Anda dapat dengan mudah mengelola penyebarannya, menjadikannya pilihan yang ideal untuk kebun mini di pekarangan terbatas. Ini memastikan mint tidak mengambil alih tanaman lain.
Untuk menanam mint, gunakan media tanam yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Mint paling mudah ditanam dari stek batang atau anakan. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh hingga teduh parsial; di daerah tropis, teduh parsial mungkin lebih baik untuk menghindari daun terbakar. Jaga tanah agar tetap lembab secara konsisten. Daun mint dapat dipanen kapan saja setelah tanaman memiliki beberapa pasang daun. Pangkas bagian atas tanaman secara teratur untuk mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun dan padat.
Mint memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk kemampuannya untuk membantu meredakan gangguan pencernaan dan sakit kepala. Selain itu, mint juga memiliki sifat antibakteri yang dapat mendukung kesehatan mulut dan pencernaan. Menikmati teh mint segar atau menambahkannya ke hidangan adalah cara yang bagus untuk mendapatkan manfaatnya.
9. Pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis)
Pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis), juga dikenal sebagai bok choy, adalah jenis sawi sendok yang populer dalam masakan Asia. Tanaman ini termasuk dalam famili Brassicaceae dan memiliki daun hijau gelap serta batang putih yang renyah. Pakcoy sangat cocok untuk ditanam di pot atau polybag di pekarangan rumah.
Pakcoy sangat ideal untuk ditanam di pot karena ukurannya yang kompak dan siklus hidupnya yang cepat. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk berkebun di wadah, memungkinkan Anda untuk sering memanen dan menikmati sayuran segar. Pertumbuhannya yang efisien sangat cocok untuk ruang terbatas.
Dalam menanam pakcoy, gunakan media tanam yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Benih pakcoy dapat disemai langsung atau disemai terlebih dahulu di wadah persemaian. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 4-5 jam sinar matahari langsung setiap hari. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, dan hindari kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan. Pakcoy dapat dipanen sekitar 30-45 hari setelah tanam dengan memotong seluruh bagian tanaman di pangkal.
Pakcoy kaya akan vitamin A, C, K, folat, dan kalsium. Nutrisi-nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan tulang, penglihatan yang optimal, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi pakcoy secara teratur adalah cara yang lezat untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian Anda.
10. Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra)
Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra), atau Chinese broccoli, adalah sayuran daun hijau gelap yang sangat populer dalam masakan Tiongkok. Tanaman ini termasuk dalam famili Brassicaceae dan memiliki batang tebal serta daun renyah. Kailan dapat tumbuh dengan baik di pot atau polybag, menjadikannya tambahan yang bagus untuk kebun rumah Anda.
Kailan cocok ditanam di pot karena pertumbuhannya yang tegak dan tidak terlalu menyebar. Karakteristik ini memastikan tanaman tidak memerlukan ruang yang terlalu luas, sehingga ideal untuk budidaya dalam wadah. Anda bisa menanam beberapa tanaman kailan dalam satu pot besar.
Untuk menanam kailan, gunakan media tanam yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Benih kailan dapat disemai langsung atau disemai terlebih dahulu di wadah terpisah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh atau setidaknya 6 jam sinar matahari langsung setiap hari. Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, terutama saat cuaca panas. Kailan dapat dipanen sekitar 60-75 hari setelah tanam. Potong batang utama sekitar 10-15 cm dari pangkal untuk mendorong pertumbuhan tunas samping, memungkinkan panen berkelanjutan.
Kailan kaya akan vitamin A, C, K, folat, dan kalsium. Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk mendukung kesehatan tulang, menjaga penglihatan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Menambahkan kailan ke dalam diet Anda adalah cara yang efektif untuk meningkatkan asupan gizi.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanaman Daun Konsumsi yang Cocok untuk Pekarangan Kecil
1. Tanaman daun apa saja yang cocok untuk pekarangan kecil?
Jawaban: Beberapa tanaman daun yang cocok untuk pekarangan kecil antara lain bayam, kangkung, sawi, selada, kemangi, seledri, daun bawang, mint, pakcoy, dan kailan.
2. Mengapa tanaman ini cocok ditanam di pot atau polybag?
Jawaban: Tanaman-tanaman ini umumnya memiliki sistem perakaran yang dangkal, ukuran yang kompak, dan siklus panen yang relatif cepat, sehingga mudah beradaptasi dengan ruang terbatas dalam wadah.
3. Bagaimana cara merawat tanaman daun di pot agar tumbuh subur?
Jawaban: Perawatan meliputi penggunaan media tanam yang subur dan drainase baik, memastikan pencahayaan matahari yang cukup, serta penyiraman teratur untuk menjaga kelembaban tanah.
4. Berapa lama waktu panen untuk tanaman daun ini?
Jawaban: Waktu panen bervariasi tergantung jenis tanamannya, mulai dari 20-30 hari untuk bayam dan kangkung, hingga 60-90 hari untuk daun bawang dan kailan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2949395/original/011035900_1571981170-bananas-404536_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503290/original/049636800_1771129401-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521087/original/099167200_1772680057-cover_parsel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457096/original/053841600_1766985729-Panen_Teratur___Cegah_Masalah_Sejak_Dini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525207/original/047027500_1773034235-Fermentasi_Jerami_Jadi_Pupuk_Organik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512750/original/038680400_1771992882-saus_bangkok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524359/original/072346100_1772943134-mix_and_match_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3115082/original/089161900_1588135753-clothes-on-sale-2292953.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209199/original/093378800_1746427441-WhatsApp_Image_2025-05-05_at_13.43.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437444/original/039368900_1765253532-Ide_Jualan____Receh____tapi_Banyak_Dicari_dan_Cepat_Laris_di_Dalam_Gang_Produk_Frozen_Food.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522998/original/010540500_1772785504-Pakan_Ayam_dari_Kulit_Singkong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517347/original/065009100_1772424674-ciri_kepribadian_orang_yang_selalu_berterima_kasih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489340/original/061803300_1769844493-ChatGPT_Image_31_Jan_2026__14.26.58.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497837/original/055147400_1770690890-Gemini_Generated_Image_f4kirzf4kirzf4ki.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517292/original/025815500_1772422823-f8c5206c-f3c3-479e-be07-2de37c96ab6d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481609/original/037938100_1769139472-ternak_ayam_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5087250/original/031719600_1736406157-1736398301133_perbedaan-meeting-dan-rapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473467/original/049878600_1768445987-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1877432/original/044978000_1518067795-ss_kucing_1_waifu2x_photo_noise3_tta_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4612825/original/014284200_1697463859-still-life-with-scales-justice_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441236/original/092823500_1765460853-BRI00052.jpg)
