Pencarian Pesawat MH370 Ditangguhkan, Akan Lanjut Akhir 2025

22 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 13:02 WIB

Pencarian terakhir untuk penerbangan Malaysia Airlines MH370 telah ditangguhkan per Kamis (3/4). Pencarian terakhir untuk penerbangan Malaysia Airlines MH370 telah ditangguhkan per Kamis (3/4). (AFP/Arif Kartono)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pencarian terakhir untuk penerbangan Malaysia Airlines MH370 telah ditangguhkan. Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengonfirmasi penangguhan tersebut setelah pencarian itu berlangsung lebih dari satu dekade.

Namun, Loke memastikan pencarian pesawat yang hilang sejak 2014 tersebut berlanjut sebelum 2025 berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka telah menghentikan operasi untuk sementara waktu, mereka akan melanjutkan pencarian pada akhir tahun ini," kata Loke dalam rekaman suara yang dikirim ke AFP pada Kamis (3/4).

Penangguhan diumumkan sekitar tiga bulan Malaysia mengumumkan bakal melanjutkan pencarian puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang menjadi misteri terbesar dalam penerbangan.

Kala itu, Loke mengatakan usulan untuk mencari di wilayah baru di Samudra Hindia bagian selatan datang dari perusahaan eksplorasi Ocean Infinity, yang juga sempat turut serta dalam pencarian pesawat.

[Gambas:Video CNN]

Loke mengatakan, perusahaan tersebut akan menerima uang senilai US$70 juta atau sekitar Rp1,1 triliun jika puing-puing yang ditemukan bersifat substantif.

Pada 8 Maret 2014, pesawat MH370 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak penerbangan hilang dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China. Pencarian pesawat ini dinyatakan berakhir pada 2018 lalu.

Penyelidikan pesawat mulanya tak mengesampingkan kemungkinan bahwa ada kesengajaan perubahan jalur pesawat dalam insiden tersebut.

Beberapa puing-puing yang telah terkonfirmasi berasal dari pesawat ditemukan terdampar di sepanjang pantai Afrika dan di pulau-pulau Samudra Hindia.

Lebih dari 150 penumpang asal China berada dalam penerbangan tersebut. Keluarga korban menuntut kompensasi dari Malaysia Airlines, Boeing, produsen mesin pesawat Rolls-Royce, dan grup asuransi Allianz.

Malaysia melibatkan Ocean Infinity pada 2018 lalu untuk pencarian di wilayah Samudra Hindia bagian selatan. Namun, mereka gagal dalam dua kali percobaan pencarian.

(afp/chri)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |