Liputan6.com, Jakarta Ketombe, atau yang dikenal sebagai dermatitis seboroik, merupakan kondisi di mana serpihan putih atau kekuningan muncul di kulit kepala. Masalah ini umumnya disebabkan oleh produksi minyak berlebih di kulit kepala, yang dapat memicu iritasi dan pengelupasan. Selain menimbulkan rasa gatal, ketombe juga dapat berdampak pada kesehatan rambut, seperti menyebabkan kerontokan jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk mengatasi ketombe, menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala menjadi langkah utama yang harus dilakukan. Salah satu cara efektif adalah rutin mencuci rambut dengan sampo yang sesuai. Pemilihan sampo yang tepat sangat penting, sehingga perlu memperhatikan beberapa faktor agar produk yang digunakan benar-benar mampu mengatasi ketombe tanpa menimbulkan masalah lain pada kulit kepala.
Berikut informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (6/2/2025).
Gunakan Sampo Anti Ketombe untuk Menangani dan Mencegah Ketombe
Sampo anti ketombe umumnya mengandung zat anti jamur. Namun, bagi yang memiliki kulit kepala kering, sebaiknya hindari bahan salisilat karena dapat membuat kulit kepala semakin kering.
Ada beberapa jenis bahan dalam sampo yang cocok untuk berbagai jenis kulit, antara lain:
- Kulit kepala kering: Pilih minyak pohon teh, zinc pyrithione, zinc gluconate, atau sulfur.
- Kulit kepala berminyak: Pilih minyak pohon teh, zinc pyrithione, zinc gluconate, atau sulfur dengan tambahan salisilat.
- Untuk pengguna hijab: Pilih salah satu dari bahan di atas ditambah dengan mentol.
Mentol tidak hanya memberikan kesan segar, tetapi juga membantu mengurangi gatal dan meredakan iritasi pada kulit kepala karena ketombe. Sampo anti ketombe ini aman digunakan setiap hari, bahkan untuk ibu hamil dan menyusui.
Pilih Sampo Medicated untuk Mengatasi Ketombe yang Membandel
Sampo medis memiliki formulasi yang lebih kuat untuk mengatasi masalah ketombe yang sulit diatasi. Umumnya, sampo medis ditandai dengan logo biru dan mengandung bahan seperti ketoconazole, selenium sulfida, dan tar batubara.
Namun, sampo medis biasanya cenderung membuat kulit kepala dan batang rambut menjadi lebih kering. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan sampo ini 2-3 kali seminggu dan bergantian dengan sampo yang melembapkan. Sampo ini bisa menjadi pilihan jika ketombe tetap ada setelah penggunaan selama 1-2 minggu.
Jika mengalami dermatitis seboroik, yang ditandai dengan munculnya ruam merah, sisik tebal, dan kulit yang berminyak, Anda bisa menggunakan sampo medis tambahan untuk mengatasi ketombe. Namun, jika kondisi tidak membaik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.
Jika Mengalami Ketombe dan Rambut Rontok, Atasi Ketombe Terlebih Dahulu
Jika Anda mengalami ketombe yang disertai dengan rambut rontok, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengatasi masalah ketombe. Ketombe sering kali dapat melemahkan folikel rambut, yang kemudian menyebabkan kerontokan rambut. Dengan mengatasi ketombe terlebih dahulu, biasanya Anda juga dapat mengurangi masalah kerontokan rambut yang Anda alami.
Q and A
Apa Penyebab Munculnya Ketombe?
Ketombe kering, yang terjadi pada kulit kepala yang kering, sering kali mengakibatkan kulit kepala bersisik karena sel-sel kulit mengelupas. Faktor-faktor seperti perubahan cuaca dari panas ke dingin atau kebiasaan keramas yang tidak teratur dapat menjadi penyebab utama jenis ketombe ini.
Apa yang Menyebabkan Ketombe Tidak Mau Hilang?
Jika rambut dan kulit kepala kotor dibiarkan lama, ketombe bisa sulit dihilangkan dan rambut bisa berbau tidak sedap karena penumpukan sebum, debu, dan sel kulit mati di kulit kepala.
Harus Keramas Berapa Kali untuk Menghilangkan Ketombe?
Jika kulit kepala berminyak, keramaslah setiap hari untuk hindari ketombe. Namun, jika kulit kepalamu cenderung kering, cukup keramas dua atau tiga kali seminggu.
Nama Obat Ketombe di Apotek itu Apa?
Ketoconazole adalah obat antijamur yang sering dipakai untuk merawat ketombe di kulit kepala.
Kenapa Kulit Kepala Mengelupas Seperti Ketombe?
Dermatitis seboroik sering timbul di kulit kepala dan daerah-daerah tubuh lain yang menghasilkan sebum berlebih. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini, seperti stres, hormon, cuaca dingin, iritasi oleh bahan kimia, atau penggunaan obat-obatan tertentu.