:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672335/original/085692300_1782711795-6aEGSXBfv5t2bRYulvfDjGle853r0uLQ30x0lejb.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, +62 negara mana sebenarnya? Kode panggilan negara untuk Indonesia adalah +62, sebuah pengenal universal yang memberitahu jaringan telepon bahwa panggilan tersebut ditujukan ke Indonesia.
Kode telepon negara merupakan prefiks nomor telepon khusus untuk panggilan langsung internasional (IDD), yang didefinisikan oleh International Telecommunication Union (ITU) dalam standar ITU-T E.123 dan E.164. Jadi, ketika seseorang menyebut "warga +62," istilah tersebut merujuk langsung kepada warga Indonesia.
Melansir dari Wikipedia (Telephone Country Code), kode negara awalnya diperkenalkan dan disebut "International Codes" pada tahun 1960 oleh International Telegraph and Telephone Consultative Committee (C.C.I.T.T.) Memahami +62 negara mana dan bagaimana sistem penomoran ini bekerja membantu siapa saja yang ingin berkomunikasi lintas batas negara.
Apa Itu Kode +62 dan Mengapa Menjadi Identitas Indonesia
Untuk menjawab pertanyaan +62 negara mana secara tuntas, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu kode telepon negara. Kode telepon negara adalah prefiks nomor telepon untuk menjangkau pelanggan di negara asing melalui panggilan langsung internasional (IDD), yang didefinisikan oleh ITU dalam standar E.123 dan E.164 serta membentuk rencana penomoran telepon internasional jaringan telepon publik (PSTN).
E.164 adalah standar internasional yang mendefinisikan rencana penomoran untuk jaringan telepon publik di seluruh dunia, dengan format umum untuk nomor telepon internasional yang dibatasi hanya digit dan maksimal 15 digit, dibagi menjadi kode negara satu hingga tiga digit dan nomor pelanggan maksimal 12 digit.
+62 menandakan bahwa nomor telepon tersebut berbasis di Indonesia, dan saat melakukan panggilan internasional, kode ini menggantikan angka "0" di awal nomor lokal. Kode ini berlaku untuk seluruh jenis nomor di Indonesia, baik telepon rumah dengan kode area maupun nomor seluler.
Dr. Hamadoun Touré, mantan Sekretaris Jenderal ITU, dikutip dari ITU Press Release menyatakan, "Kode negara mungkin tampak seperti hal kecil, tetapi sesungguhnya merupakan penanda nyata dari kedaulatan dan kemerdekaan."
Untuk kode area telepon rumah, angka "0" ditambahkan sebelum kode area saat melakukan panggilan jarak jauh domestik dari dalam Indonesia, namun selalu dihilangkan saat menelepon dari luar negeri. Sebagai gantinya, penelepon menggunakan kode negara Indonesia +62, diikuti kode area tanpa "0". Nomor telepon domestik di kota-kota besar memiliki 8 digit, sedangkan di daerah lain 7 digit. Nomor ponsel memiliki 9 hingga 11 digit untuk layanan pascabayar dan 10 hingga 12 digit untuk prabayar.
Sejarah Penetapan Kode +62 oleh International Telecommunication Union
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1316649/original/011509000_1471092033-telepon.jpg)
Perbesar
Pertanyaan +62 negara mana tidak lengkap tanpa memahami sejarah di balik penetapan kode ini. Sistem penomoran telepon internasional memiliki akar sejarah yang panjang dan menarik.
CCITT (kini ITU), pendahulu dari ITU Telecommunication Standardization Sector, mengembangkan daftar formal pertama kode telepon negara yang dimasukkan dalam CCITT Blue Book pada tahun 1964. Daftar tersebut disusun dengan membuat sembilan zona, meliputi Zona 1 untuk AS, Kanada, Bermuda, dan negara-negara Karibia lainnya; Zona 6 untuk Oseania dan Asia Tenggara.
Dilansir dari Wikipedia (Telephone Country Code), kode pada umumnya dialokasikan berdasarkan daratan dan kemudian dibagi lagi berdasarkan kapasitas jaringan masing-masing pada saat itu. Prancis, Inggris, AS, dan Uni Soviet memperoleh nomor preferensial karena dominasi mereka dalam bidang telekomunikasi pada masa itu.
Logikanya, negara-negara paling populer dan padat penduduk yang menjadi bagian dari badan pengawas penetapan kode internasional terstandarisasi akan menerima kode terpendek dan termudah. AS mendapat +1 karena jaringannya sudah maju dan populasinya sudah terkoneksi baik ke jaringan telepon, sementara satu-satunya akses digit tunggal lainnya, +7, diberikan kepada Uni Soviet berdasarkan populasi.
Mengacu pada Wikipedia (E.164), Rekomendasi E.164 merupakan bagian dari serangkaian standar (E.160–E.169) yang merepresentasikan redefinisi dari spesifikasi sebelumnya dalam Rekomendasi E.29 pada Red Books tahun 1960 dan 1964. Pada 1960, rencana penomoran internasional didefinisikan untuk Eropa dan sebagian Asia Barat serta beberapa negara Mediterania. Baru kemudian pada 1964, kode untuk wilayah lain termasuk Indonesia resmi ditetapkan.
Baca juga: 234 Kode Negara Mana? Simak Penjelasannya
Pembagian 9 Zona Kode Telepon Internasional
Sistem kode telepon internasional membagi dunia ke dalam sembilan zona utama. Setiap zona memiliki rentang angka tertentu yang menjadi dasar pemberian kode negara. Berdasarkan data dari Wikipedia (List of Country Calling Codes), negara-negara yang lebih besar diberikan kode dua digit mulai tahun 1960, kemudian mulai 1964 negara-negara yang lebih kecil diberikan kode tiga digit, dan praktik ini berlanjut sejak 1980-an.
Berikut pembagian zona kode telepon internasional berdasarkan ITU:
- Zona 1 – Amerika Utara dan sebagian Karibia (kode +1)
- Zona 2 – Afrika, dengan dua kode dua digit (20, 27) dan tujuh set kode tiga digit
- Zona 3 dan 4 – Eropa, menggunakan 16 kode dua digit dan empat set kode tiga digit
- Zona 5 – Amerika Tengah (termasuk Meksiko) dan Amerika Selatan
- Zona 6 – Asia Tenggara Maritim dan Oseania, menggunakan tujuh kode dua digit (60–66) dan tiga set kode tiga digit (67x–69x)
- Zona 7 – Rusia dan Kazakhstan
- Zona 8 – Asia Timur, Asia Tenggara Daratan, dan layanan khusus
- Zona 9 – Asia Barat, Asia Tengah, dan Asia Selatan
Indonesia berada di Zona 6 bersama negara-negara Asia Tenggara dan Oseania. Inilah alasan mengapa kode +62 diawali angka "6." Kode negara dua digit Indonesia menempatkannya di ITU Zona 6 dari rencana penomoran global E.164. Negara-negara tetangga di zona yang sama antara lain Malaysia (+60), Australia (+61), Filipina (+63), Selandia Baru (+64), Singapura (+65), dan Thailand (+66).
Baca juga: Ini Alasan Ada Tanda Plus pada Awal Nomor Telepon
Cara Menggunakan Kode +62 untuk Menelepon ke Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4576557/original/059061400_1694756604-iphone-410311_1280.jpg)
Perbesar
Setelah mengetahui +62 negara mana, penting pula memahami cara menggunakan kode ini dengan benar. Kesalahan dalam format penomoran sering menjadi penyebab panggilan internasional gagal tersambung. Sebagaimana dikutip dari Revolut Australia, jika Anda menelepon dari luar negeri menggunakan ponsel, simbol plus (+) adalah pengganti universal untuk kode keluar internasional negara Anda, yang berarti format +62 akan bekerja secara otomatis dari mana saja.
Berikut langkah-langkah menelepon ke Indonesia dari luar negeri:
- Tekan kode keluar internasional – Gunakan simbol "+" pada ponsel, atau tekan "00" dari sebagian besar negara, atau "011" dari Amerika Utara.
- Masukkan kode negara Indonesia – Tekan angka 62.
- Tambahkan kode area atau nomor tujuan – Untuk telepon rumah, Anda harus menggunakan kode negara diikuti kode area 2–3 digit lalu nomor lokal. Nomor ponsel di Indonesia biasanya terdiri dari 10–12 digit dan diawali angka 8.
- Hilangkan angka "0" di awal – Jika nomor lokal dimulai dengan "0" (trunk prefix), hilangkan angka tersebut karena kode negara sudah menggantikannya saat menelepon secara internasional.
Sebagai contoh, untuk menelepon nomor ponsel Telkomsel 0813-xxxx-xxxx dari luar negeri, format yang digunakan adalah +62 813-xxxx-xxxx. Sementara untuk menelepon nomor telepon rumah di Jakarta (021-xxxx-xxxx), formatnya menjadi +62 21-xxxx-xxxx.
Melakukan panggilan tanpa biaya biasanya dimungkinkan melalui aplikasi berbasis internet seperti WhatsApp, FaceTime, atau layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) lainnya, selama Anda memiliki koneksi WiFi atau data seluler yang stabil. Panggilan ini menggunakan paket data Anda, bukan menit panggilan tradisional, sehingga Anda terhindar dari biaya per menit.
Baca juga: wa.me/62, Cara Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Perlu Simpan Nomor Kontak
Perbedaan Penggunaan Kode +62 dan Awalan 0 di Indonesia
Dalam keseharian, kebanyakan masyarakat Indonesia terbiasa menuliskan nomor telepon dengan awalan "0" alih-alih menggunakan kode +62. Keduanya memang merujuk ke hal yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang penting untuk dipahami.
Awalan "0" dikenal sebagai trunk prefix atau prefiks nasional. Prefiks nasional (trunk) adalah digit atau kombinasi digit yang harus ditekan sebelum kode area saat melakukan panggilan ke pelanggan di dalam negara yang sama tetapi di luar area penomoran lokal, karena memberikan akses ke peralatan trunk keluar otomatis. Dengan kata lain, angka "0" hanya berfungsi untuk panggilan dalam negeri antar kota atau antar wilayah di Indonesia.
Sebaliknya, kode +62 berfungsi sebagai pengenal Indonesia di jaringan telepon global. Saat seseorang menggunakan format +62, panggilan dapat tersambung baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Sedangkan jika hanya menggunakan awalan "0," panggilan hanya akan berfungsi untuk komunikasi domestik di Indonesia saja.
Perbedaan ini menjadi krusial terutama dalam situasi berikut:
- Menyimpan kontak di ponsel – Menyimpan nomor dengan format +62 lebih disarankan agar kontak tetap dapat dihubungi walau sedang berada di luar negeri.
- Menggunakan WhatsApp – Aplikasi perpesanan seperti WhatsApp mengharuskan format internasional dengan kode negara, sehingga +62 menjadi standar.
- Menelepon dari luar negeri – Dalam layanan internasional, prefiks trunk negara tujuan tidak boleh ditekan. Artinya, angka "0" harus diganti dengan +62 saat menelepon Indonesia dari luar negeri.
- Bisnis dan korespondensi internasional – Dalam konteks profesional, pencantuman +62 pada nomor telepon menunjukkan lokasi negara secara jelas kepada mitra di luar negeri.
Selain kode +62, Indonesia juga diidentifikasi dengan kode ISO dua huruf "ID" (alpha-2) dan kode ISO tiga huruf "IDN" (alpha-3). Kode-kode ini sering digunakan dalam konteks administrasi internasional, pengiriman barang, dan transaksi keuangan lintas negara.
Baca juga: Waspada Kode Telepon Penipuan, Hati-hati Banyak Modus Baru
Satu hal yang perlu dicermati di era digital saat ini adalah maraknya modus penipuan menggunakan kode telepon internasional. Meskipun terhubung secara global memang luar biasa, selalu berhati-hatilah. Waspadai panggilan yang tidak diminta yang meminta informasi pribadi, terutama jika tampaknya berasal dari prefiks Indonesia +62. Verifikasi identitas sebelum membagikan data sensitif melalui telepon. Jika Anda menerima panggilan dari nomor tidak dikenal dengan kode negara asing, sebaiknya verifikasi terlebih dahulu sebelum merespons.
Baca juga: Kenali 7 Modus Penipuan Online yang Seringkali Terjadi
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode +62
Apa arti kode +62 dan negara mana yang menggunakannya?
Kode negara 0062 ditetapkan untuk Indonesia, sehingga jika Anda melihat nomor telepon atau kode panggilan internasional yang dimulai dengan +62, nomor tersebut merujuk ke Indonesia. Kode ini ditetapkan oleh ITU dan digunakan secara eksklusif untuk seluruh wilayah Indonesia, mulai dari nomor seluler berbagai operator hingga telepon rumah di semua provinsi.
Mengapa Indonesia mendapat kode +62 dan bukan angka lain?
Indonesia mendapat kode +62 karena berada di Zona 6 menurut pembagian wilayah telekomunikasi oleh ITU. Zona 6 mencakup Asia Tenggara Maritim dan Oseania. Angka "6" menunjukkan zona geografis, sementara angka "2" merupakan identifikasi spesifik yang diberikan kepada Indonesia di antara negara-negara lain dalam zona tersebut, seperti Malaysia (+60), Australia (+61), dan Singapura (+65).
Bagaimana cara menelepon nomor Indonesia dari luar negeri menggunakan kode +62?
Menelepon dari ponsel sering kali lebih mudah. Alih-alih menekan kode keluar spesifik, Anda cukup menggunakan simbol "+," yang merupakan pengganti universal. Setelah simbol "+," tekan kode negara Indonesia (62) lalu nomor lengkap Indonesia. Pastikan untuk menghilangkan angka "0" di awal nomor tujuan, misalnya 0812 menjadi 812 setelah kode +62.
Kode +62 bukan sekadar rangkaian angka biasa. Di baliknya tersimpan sejarah panjang sistem telekomunikasi dunia yang telah menghubungkan miliaran manusia lintas benua. Bagi Indonesia, kode ini menjadi identitas digital nasional di kancah komunikasi global yang terus berkembang. Dengan memahami +62 negara mana dan cara penggunaannya, siapa pun dapat berkomunikasi dengan lebih dari 277 juta penduduk Indonesia dari belahan dunia mana pun.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715340/original/073407600_1782800449-5ld9iJ7DbPpWvkYdLXPOa5EKDolN9lGWJW9v6kNH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672340/original/025427200_1782711803-YOHvUuX4iFWnlI0PHnNDSjO3yfQtrCKqPXjyLhsF.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672247/original/010025700_1782711700-5feqDVBhIsv6abGpCrr58suvuvKrs8zeYnf6x7IB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672271/original/031404600_1782711721-PIVPIWrdHIovdyPs6YsXSVxU6XcmKI7PrTl5NLGA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715349/original/089591700_1782800459-7ltZvbplY9tPeFHQdJdSfoJkkG6OZeOoRejTnHmI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1316649/original/011509000_1471092033-telepon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672392/original/043380500_1782711880-5SigqMVKgHamXINe4As1yVxA34a3hpMOqlxSjG52.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672281/original/077475900_1782711742-tliFjJnrXzqntP9zD4AHCgU9MPNtSwg7KqDE7NZJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715432/original/094985000_1782804625-horizontal-shot-desks-inside-scottish-parliament-building.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8714262/original/041393500_1782797067-Gemini_Generated_Image_b3yfdxb3yfdxb3yf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8709833/original/097236200_1782789354-kenya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715345/original/030171000_1782800455-77nbxvDQZ6wziqOGT7j7oBlGhA5cVjLvHf8rqR3C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672310/original/017687600_1782711764-4qNtUJsbfhJydmt9DRO3VfGt3sRsKBIyhefYCJle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712387/original/091493000_1782793880-mRhPAbXj4Sgp4xQDyimWHa0WwqtusDHZVx7VFgeu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672360/original/038181600_1782711824-DvpyQM3IipLkaiLInsm93LMGKAghncyQ1TsfcD3O.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8712787/original/079899400_1782794571-Screenshot_2026-06-30_113356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672348/original/065685200_1782711811-4N3xzRXvWK3afOhYQ7JIyt9wpvhya0zothkXkUQe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672231/original/040778900_1782711684-X5q8p0JRPrJc9hoGd6CVbJ0K53yhHTLe7web2cp3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672298/original/003718200_1782711754-AoCvhOBk9KkRgzDopDq8azppK9Xf7W7ou0QPdd5t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672233/original/049354400_1782711686-ZxwZxhn31Hk25qb4opi299EX8MsCP6FgxrDTilbC.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)