:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4413953/original/025962500_1683105059-administration-gfb3e76f67_1280.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda menerima panggilan atau pesan dari nomor berawalan +1 dan bertanya-tanya, "+1 negara mana?" Pertanyaan ini sangat wajar mengingat kode tersebut termasuk yang paling sering dijumpai dalam komunikasi internasional. Kode +1 merupakan identitas telekomunikasi untuk kawasan Amerika Utara yang mencakup lebih dari satu negara.
Dilansir dari Wikipedia, kode telepon negara di dunia diatur oleh International Telecommunication Union (ITU) dan dikenal sebagai Kode IDD (International Direct Dialling). Setiap negara memiliki kode unik untuk memfasilitasi panggilan internasional, dan +1 negara mana yang memakainya menjadi pertanyaan yang kerap diajukan oleh pengguna telepon di seluruh dunia.
Secara singkat, kode +1 bukan milik satu negara saja. Kode ini digunakan oleh Amerika Serikat dan Kanada sebagai dua negara utama, ditambah sejumlah wilayah Karibia dan teritori lainnya yang tergabung dalam sistem penomoran bersama. Memahami kode ini penting agar Anda bisa berkomunikasi lintas negara dengan tepat dan terhindar dari potensi penipuan.
Apa Itu Kode Negara +1?
Kode negara adalah deretan angka yang berfungsi sebagai penanda suatu negara dalam sistem telekomunikasi internasional. Mengacu pada standar ITU-T E.164, kode negara terdiri dari satu hingga tiga digit yang harus ditekan sebelum nomor telepon lokal saat melakukan panggilan lintas negara. Tanpa kode ini, sistem telekomunikasi tidak akan mampu mengarahkan panggilan ke tujuan yang benar.
Berdasarkan data dari ICANNWiki, kode +1 secara spesifik dialokasikan untuk negara-negara yang tergabung dalam North American Numbering Plan (NANP). NANP adalah sebuah sistem penomoran telepon terintegrasi yang menaungi 20 negara dan teritori, terutama di Amerika Utara serta kawasan Karibia. Sistem ini menggunakan format tiga digit kode area ditambah tujuh digit nomor lokal, sehingga setiap nomor telepon dalam jaringan NANP memiliki total sepuluh digit setelah kode negara.
Jadi ketika seseorang menanyakan +1 negara mana, jawabannya mencakup seluruh kawasan yang berpartisipasi dalam NANP. Dua negara utama pengguna kode ini adalah Amerika Serikat dan Kanada, namun banyak negara kepulauan di Karibia juga berbagi kode yang sama. Setiap negara atau wilayah dalam jaringan ini dibedakan melalui kode area tiga digit yang unik.
Sebagaimana dikutip dari Bandwidth, "panggilan yang dilakukan antara negara-negara NANP yang berbeda tetap dianggap sebagai panggilan internasional" meskipun formatnya serupa dengan panggilan domestik. Hal ini penting diperhatikan karena tarif yang dikenakan bisa berbeda dari tarif panggilan lokal.
Daftar Negara dan Teritori yang Menggunakan Kode +1
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4446821/original/055216700_1685431148-flag-gf0c737295_1280.jpg)
Perbesar
Banyak yang mengira kode +1 hanya milik Amerika Serikat. Padahal, sebagaimana dilaporkan NANPA (North American Numbering Plan Administration), terdapat lebih dari 20 negara dan teritori yang berbagi kode ini. Masing-masing dibedakan oleh kode area tiga digit yang unik.
Berikut daftar lengkap negara dan teritori pengguna kode +1:
- Amerika Serikat beserta teritorinya (Puerto Rico, Guam, Kepulauan Virgin AS, Samoa Amerika, dan Kepulauan Mariana Utara)
- Kanada dengan 26 kode area yang tersebar di seluruh provinsi
- Bermuda (kode area 441)
- Bahama (kode area 242)
- Barbados (kode area 246)
- Anguilla (kode area 264)
- Antigua dan Barbuda (kode area 268)
- Kepulauan Virgin Britania Raya (kode area 284)
- Kepulauan Cayman (kode area 345)
- Grenada (kode area 473)
- Turks dan Caicos (kode area 649)
- Montserrat (kode area 664)
- Sint Maarten (kode area 721)
- Saint Lucia (kode area 758)
- Dominika (kode area 767)
- Saint Vincent dan Grenadine (kode area 784)
- Republik Dominika (kode area 809, 829, 849)
- Trinidad dan Tobago (kode area 868)
- Saint Kitts dan Nevis (kode area 869)
- Jamaika (kode area 876, 658)
Perlu dicatat bahwa tidak semua negara di Amerika Utara menggunakan kode +1. Mengutip dari Bandwidth, negara seperti Meksiko (+52), Kuba (+53), dan Haiti (+509) tidak termasuk dalam NANP dan memiliki kode negara tersendiri yang berada di bawah World Zone 5.
Sejarah dan Alasan di Balik Kode +1
Untuk memahami mengapa +1 negara mana yang memakainya, kita perlu menilik sejarah perkembangan telekomunikasi global. Sistem kode negara tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil evolusi panjang teknologi dan regulasi internasional.
Sebagaimana disampaikan Dstny, konsep kode negara baru muncul pada awal tahun 1960-an. Pada masa itu, telepon putar (rotary phone) masih menjadi standar. Memutar angka "1" pada telepon putar membutuhkan waktu jauh lebih singkat dibandingkan angka "9". ITU kemudian memberikan kode satu digit kepada negara-negara yang paling berpengaruh dalam dunia telekomunikasi.
Amerika Serikat dan Kanada mendapatkan kode +1 karena memiliki jaringan telepon paling berkembang di dunia saat itu. AT&T (American Telephone and Telegraph Corporation) telah merancang North American Numbering Plan sejak akhir dekade 1940-an untuk menyatukan berbagai jaringan telepon lokal yang tersebar di seluruh Amerika Utara. Panggilan pertama yang dilakukan pelanggan menggunakan kode area terjadi pada 10 November 1951, dari Englewood, New Jersey ke Alameda, California.
Mengacu pada Ooma, pada awalnya hanya 86 kode area yang ditetapkan untuk seluruh Amerika Utara. New Jersey menerima kode area pertama (201), sementara Washington D.C. mendapat kode 202. Wilayah berpopulasi tinggi seperti New York diberi angka rendah (212) karena lebih cepat ditekan pada telepon putar, sedangkan wilayah berpopulasi rendah mendapat angka lebih tinggi seperti South Dakota (605).
Hanya dua kawasan di dunia yang mendapatkan kode satu digit: Amerika Utara (+1) dan Uni Soviet (+7). Sisa dunia memperoleh kode dua atau tiga digit. Pada tahun 1975, nama sistem ini diubah dari North American Integrated Network menjadi North American Numbering Plan untuk mencerminkan bertambahnya negara-negara yang bergabung dalam sistem tersebut.
Cara Menelepon ke Negara dengan Kode +1 dari Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3632540/original/073174700_1636931334-annie-spratt-goholCAVTRs-unsplash.jpg)
Perbesar
Setelah mengetahui +1 negara mana saja yang memakainya, langkah selanjutnya adalah memahami cara melakukan panggilan ke kawasan tersebut. Prosesnya cukup sederhana jika Anda mengetahui format yang benar.
- Dari ponsel: Tekan tanda + diikuti angka 1, lalu masukkan kode area tiga digit dan nomor lokal tujuh digit. Contoh: +1 212 555 1234 (untuk menelepon ke Manhattan, New York).
- Dari telepon rumah: Tekan kode akses internasional Indonesia terlebih dahulu (001, 007, atau 017), lalu 1 sebagai kode negara, diikuti kode area dan nomor lokal. Contoh: 001-1-416-555-1234 (untuk menelepon ke Toronto, Kanada).
- Melalui aplikasi VoIP: Gunakan WhatsApp, Skype, atau Viber untuk melakukan panggilan gratis melalui koneksi internet. Cukup simpan nomor dengan format +1 di depannya.
Beberapa kode area yang sering dijumpai untuk Amerika Serikat meliputi 212 (New York), 213 (Los Angeles), 312 (Chicago), 202 (Washington D.C.), dan 305 (Miami). Untuk Kanada, kode area yang umum antara lain 416 (Toronto), 604 (Vancouver), 514 (Montreal), dan 613 (Ottawa).
Baca juga: Cara Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Perlu Simpan Nomor Kontak
Penting untuk diingat bahwa meskipun Amerika Serikat dan Kanada memiliki kode negara yang sama, panggilan antar keduanya tetap dihitung sebagai panggilan internasional dengan tarif yang mungkin berbeda dari panggilan domestik. Pastikan untuk memeriksa paket layanan operator Anda sebelum melakukan panggilan jarak jauh.
Perbedaan Kode +1 dengan Kode Negara Lainnya
Dalam sistem penomoran telepon global, ITU membagi dunia ke dalam sembilan zona (World Zone) berdasarkan letak geografis. Setiap zona memiliki digit awalan yang berbeda, dan pemahaman ini membantu menjelaskan mengapa +1 negara mana yang menggunakannya berbeda dari kode-kode lainnya.
Berikut pembagian zona dunia berdasarkan digit awal kode negara:
| Zona 1 | +1 | Amerika Utara dan Karibia (NANP) |
| Zona 2 | +2x | Afrika |
| Zona 3-4 | +3x, +4x | Eropa |
| Zona 5 | +5x | Amerika Selatan dan Tengah |
| Zona 6 | +6x | Asia Tenggara dan Oseania |
| Zona 7 | +7 | Rusia dan Kazakhstan |
| Zona 8 | +8x | Asia Timur |
| Zona 9 | +9x | Asia Barat dan Timur Tengah |
Indonesia menggunakan kode +62 karena termasuk dalam Zona 6 bersama negara-negara Asia Tenggara dan Oseania. Sementara itu, kode satu digit hanya dimiliki oleh dua kawasan: +1 untuk Amerika Utara dan +7 untuk Rusia serta Kazakhstan. Negara-negara yang berpengaruh besar dalam telekomunikasi pada era 1960-an cenderung memperoleh kode yang lebih pendek dan mudah diingat.
Baca juga: Pertama di Dunia, Negara Swedia Memiliki 'Nomor Telepon'
Satu hal yang membedakan kode +1 dari kebanyakan kode negara lainnya adalah sifatnya yang shared atau berbagi. Sementara kebanyakan negara memiliki kode unik sendiri, kode +1 dipakai bersama oleh lebih dari 20 entitas. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan komunikasi di kawasan yang memiliki hubungan ekonomi dan politik erat dengan Amerika Serikat dan Kanada.
Baca juga: 8 Cara Melacak Nomor HP Lewat Internet dengan Cepat dan Mudah
Di era digital saat ini, kode +1 juga kerap dimanfaatkan oleh pelaku penipuan yang menggunakan nomor virtual untuk melancarkan aksinya. Nomor dengan awalan +1 dapat diperoleh dengan mudah melalui berbagai aplikasi, sehingga penting bagi pengguna telepon untuk tetap waspada terhadap panggilan atau pesan mencurigakan dari nomor asing.
Baca juga: Apa yang Dimaksud Kode Pos: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode Negara +1
Apakah kode +1 hanya milik Amerika Serikat?
Tidak. Kode +1 bukan eksklusif milik Amerika Serikat saja. Kode ini merupakan kode bersama untuk seluruh negara dan teritori yang tergabung dalam North American Numbering Plan (NANP), termasuk Kanada dan sekitar 20 negara serta teritori di kawasan Karibia seperti Jamaika, Bahama, Barbados, dan Trinidad dan Tobago.
Mengapa Amerika Serikat dan Kanada mendapatkan kode +1?
Pada awal 1960-an saat sistem kode negara dirancang, Amerika Utara memiliki infrastruktur telekomunikasi paling maju di dunia. Pada telepon putar yang digunakan saat itu, angka "1" adalah yang paling cepat untuk ditekan. ITU memberikan kode satu digit ini kepada kawasan yang paling banyak menerima panggilan internasional, sehingga Amerika Serikat dan Kanada memperoleh kode +1.
Bagaimana cara membedakan nomor Amerika Serikat dan Kanada jika kode negaranya sama?
Perbedaan terletak pada kode area tiga digit yang mengikuti kode negara +1. Amerika Serikat dan Kanada memiliki kode area yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih. Misalnya, kode area 416 merujuk pada Toronto (Kanada), sedangkan 212 merujuk pada New York (Amerika Serikat). Dengan mengenali kode area, Anda dapat mengidentifikasi negara dan wilayah tujuan panggilan.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672219/original/014476800_1782711656-m95ybSVEMYtwYBddBHUk1oUtBHAL3QewJpbwdKf0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672502/original/094935300_1782712057-OAXjY6Eop2P0AJIfHr5hN8YSQ0hfLth5C7GzBZRm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672409/original/059533900_1782711901-KgIEIMCkBt1eQ48KOOEILvXiEQVTvcYvozcvlF8y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672235/original/069532400_1782711688-1CP9l2n0wdy010O3tHTrtF2qK1ttdKnZW6E9QfIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672213/original/038172200_1782711650-fyhtZ1y7RsYdB4k6ais0AT7XdMgoj12xluaHOcmm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672209/original/080198200_1782711644-1xjk3YhL6KZB29X2b1NEDzpVrXaNZda8volrtYqd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461920/original/097481300_1767495335-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672413/original/007731000_1782711942-ejBXlXE7w5GcHjcxx7ubga5lWtlQZWbcm0YGS6fT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672399/original/065662100_1782711889-5TLf6l29m6e1oLrUgGmM3GAeLDavFluYpDxfUSA8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672447/original/033942700_1782711987-H99jgYzHPWO84aXyHR7rPbSidnxliHnrV6jSLZui.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3795714/original/057364000_1640484412-640px-Afghan_flag_at_the_Arg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672397/original/099390100_1782711886-1t1MTW8ikgl6W90YU4yTIL9DtBysY95pu9h0t0u4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672221/original/074259100_1782711658-jTDuoicDQbOpJqQP5ORvK82AsvxovwHmzGePjVtB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8677172/original/076434800_1782722277-close-up-person-working-call-center.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672419/original/068823500_1782711949-YhplbdD11QPCyDpsYWPsAlW5BL8GXlKtmk4szCCJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672417/original/007172800_1782711947-CMv6ulwg6JLJ2krvKQnUy8wSA9A3M6g6c8AifNfk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672449/original/091979200_1782711994-WfYm7XJyvfkb5GHPht3MYe4fCsDewCd59plT0ToD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672438/original/032435700_1782711972-ayAM9lYMqf0X8OK1aeDZdv2s1YlQ0e6RSY29wyGG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672406/original/023591600_1782711898-x96gLlcmWmuB54QQeTRAWz6vKn7vPXT3KnngexXV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672469/original/065892700_1782712015-quZHGiRsIpo7tnEneAu1qIxD4yxH7pDNB3AL8sbi.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483821/original/051631700_1769404042-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Pohon_Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546779/original/090145600_1775367164-desain_kebun_rumah_tropis_di_halaman_depan_yang_mudah_dirawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4921809/original/069866000_1724036579-pexels-muffinsaurs-994164.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527772/original/096813200_1773214160-Pakan_Ayam_dari_Fermentasi_Ampas_Kelapa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546279/original/011245400_1775283971-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537965/original/018525300_1774495433-unnamed-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542295/original/004705400_1774939053-ide_usaha_untuk_ibu_ibu_usia_50_tahun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5221053/original/081756500_1747299364-Gemini_Generated_Image_b67ztnb67ztnb67z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526709/original/037919300_1773131538-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548857/original/060307000_1775552771-pot_semen_beton.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534137/original/055681200_1773812233-Pagar_Rumah_dari_Barang_Bekas.jpg)