Departemen Urusan Veteran AS Beri Tawaran Staf untuk Resign

9 hours ago 2

CNN Indonesia

Sabtu, 05 Apr 2025 10:50 WIB

Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat dilaporkan memberikan pilihan kepada pegawai mereka untuk mengundurkan diri dengan gaji hingga akhir September 2025. Ilustrasi pegawai pemerintah federal AS. Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat dilaporkan memberikan pilihan kepada pegawai mereka untuk mengundurkan diri dengan gaji hingga akhir September 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNN Indonesia --

Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat dilaporkan memberikan pilihan kepada pegawai mereka untuk mengundurkan diri dengan gaji hingga akhir September 2025.

CNN melaporkan hal tersebut pada Sabtu (5/4) waktu Indonesia berdasarkan surel untuk karyawan yang didapat. Para karyawan pun tidak punya waktu lama, yakni pendaftaran dilakukan pada 7-30 April 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surel tersebut, Sekretaris Urusan Veteran, Doug Collins mengatakan tujuan utamanya adalah untuk mengurangi tenaga kerja lembaga tersebut sebesar 15 persen.

Collins juga menyertakan daftar karyawan yang memenuhi syarat dan mengatakan bagi mereka yang tidak menerima tawaran ini bahwa lembaga itu "tak dapat memberikan jaminan soal kepastian posisi" mereka di masa depan.

CNN telah menghubungi lembaga tersebut untuk memberikan komentar.

Collins mengatakan bulan lalu kepada Fox News bahwa departemen tersebut berencana memberhentikan sekitar 80 ribu karyawan.

Departemen Urusan Veteran menjadi kelembagaan negara Amerika Serikat teranyar yang memberikan tawaran serupa kepada karyawan mereka.

Program tersebut semula ditawarkan kepada sekitar 2 juta pegawai pemerintahan pusat, yang mendapatkannya pada pertengahan Februari. Sekitar 75 ribu orang mendaftarkan diri pada program tersebut.

Para pekerja diberitahu tentang penawaran awal itu lewat siaran surel dari Office of Personnel Management dengan tajuk Fork in the Road.

Tajuk itu sama seperti yang digunakan miliarder Elon Musk kala memangkas karyawan di Twitter usai ia membeli media sosial tersebut.

Elon Musk disebut akan segera meletakkan jabatannya yang kontroversial sebagai kepala Kementerian Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam beberapa minggu mendatang.

Kabar tersebut datang setelah Presiden Donald Trump tampak menyiratkan hal itu di hadapan media pada Senin (31/3), seperti diberitakan The Guardian pada Rabu (2/3).

The Guardian menyebut Musk menghadapi batasan ketat 130 hari memegang jabatan pegawai pemerintah khusus. Bila dihitung sejak pelantikan Presiden, mungkin jabatan Musk ini akan berakhir pada akhir Mei.

Namun pihak Gedung Putih sebelumnya membantah rumor tersebut dan menyebut Musk "akan tetap di sini".

Di sisi lain, sumber dalam pemerintahan mengatakan kepada Politico pada Rabu (2/3) bahwa Musk memang akan mengundurkan diri dari jabatan tukang gergaji anggaran tersebut dalam beberapa minggu mendatang.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |